NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugup

Brakk

Essa menggebrak meja dengan rasa puas setelah menulis jawaban di setiap esay dan mencoret jawaban yang diyakininya benar. Essa menghela nafas panjang, diiringi gerakan mendorong ke belakang kursi ketika bel tanda akhir pelajaran sudah selesai berbunyi.

Dia sangat berterima kasih kepada Alex, yang sudah menyuruhnya untuk membaca setiap materi yang ia tulis dalam buku pelajaran hari ini. Saran Alex itu ternyata berhasil membuat langkahnya ringan karena otaknya yang mengingat semua yang sudah dibaca.

Sehingga Essa tidak lagi kesulitan menulis jawaban. Essa sangat senang hingga tersenyum lebar, kedua tangannya ia regangkan begitu lebar hingga mengenai kepala Micha.

"Aduh." Micha memekik. "Essa kamu nggak lihat ada aku di sini? Kamu begitu senang, ya. Kaya yakin saja jawabanmu benar."

"Tentu. Sekarang aku sudah tahu bagaimana caranya belajar, karena seseorang telah mengajarkanku." Katanya dengan senyum lebar.

Micha mencebikkan bibir bawahnya, sambil melirik Eva di belakangnya. Mereka berdua saling berkedip merasa ada yang aneh dari sikap sahabatnya itu. Tidak biasanya Essa tersenyum setelah jam ujian selesai, biasanya ia hanya merengut menatap sedih lembaran soal yang dikosongkannya. Tidak heran jika Essa selalu mendapat nilai jelek karena ia tidak pernah menjawab semua soal itu—alasan, karena waktu yang mepet.

Eva berpindah duduk di samping Essa. Karena sudah selesai kini semua siswa sedang menuju kantin untuk makan siang.

"Essa?"

"Hmm ...."

"Aku melihat ada yang aneh dari mu," ujar Eva menatap sahabatnya itu penuh curiga.

Essa menoleh dengan tatapan datar. "Apa?" tanyanya demikian.

Micha, menggerakkan kursi sedikit bergeser ke arah Essa. Hingga tubuhnya kini sangat dekat penghimpit kursi sahabatnya itu, Eva pun melakukan hal yang sama.

"Ada yang aneh," ucap Micha terus menatap Essa. "Bibir mu berbeda Essa, apa kamu baru saja berciuman?"

deg

Jantung Essa berdetak lebih cepat, tubuhnya menegang seperti seseorang yang kepergok selingkuh atau mencuri. Jari tangan kirinya menyentuh langsung bibir bawahnya yang tampak keriput dan kering. Tidak setebal dan sesegar kemarin apa itu efek ciuman dari Alex? Ya, pasti Alex menyesap bibirnya dengan sangat kuat.

"Kalian apaan sih." Essa mencoba untuk mengelak dan menghindari tatapan sahabatnya itu.

"No, no, no, Essa." Micha mengangkat jari telunjuknya sambil menggeleng. "Kamu tidak bisa menipuku, karena aku sangat berpengalaman."

Brakk

Essa terhenyak, ketika tangan Micha menggebrak meja di depannya. Essa sampai merinding dan takut melihat sikap sahabatnya itu.

"Katakan Essa, siapa yang menciummu apa itu kak Vano? Benar kak Vano?"

Essa menggeleng menepis semua tuduhan itu.

"Kalian jangan gila, ya. Masa aku sama kak Vano, kita itu tidak ada hubungan apa pun jangan menyebarkan gosip."

"Lalu, siapa lelaki itu?" Tangan Micha kini sudah melipat di bawah dada, bokongnya sudah mendarat di atas meja di hadapan Essa. Entah, sejak kapan Micha duduk di sana.

Berbeda dengan Micha yang terus mendesak, Eva hanya diam wanita itu begitu kalem menunggu sahabatnya bicara tanpa harus memaksa.

"Essa, katakanlah. Kami sahabatmu dan kami tidak pernah menyembunyikan apapun darimu. Jika kamu sudah melakukannya kami tidak akan mengejekku, kami senang tapi kami ingin tahu siapa pria itu." Eva berkata begitu lembut dan tenang.

"Sahabat kita ini sudah dewasa Eva, walaupun dia tidak bicara aku tahu dia sudah melakukannya. Aku tidak akan memaksa kamu lagi Essa, yang penting kamu bahagia."

Micha menyerah ia menuntut tubuhnya turun dari meja dan kembali ke kursinya.

"Tapi aku sedih," katanya lagi. "Kalian tahu foto Heyra, ternyata semua itu bohong. Kenapa laki-laki itu bilang sudah menikah dan membantah hubungannya dengan Heyra padahal Heyra terlihat sangat mencintainya. Aku jadi penasaran siapa istrinya."

"Kenapa kamu jadi ke Heyra sih?" Eva merasa aneh tiba-tiba Micha membahas idolanya lagi.

"Memangnya jika kamu tahu siapa istrinya apa yang akan kamu lakukan?" Essa bertanya aneh, sehingga Micha menatapnya heran. Tapi mata Essa menatap penuh kemarahan.

"Kamu mau memakinya, melabraknya, segitunya? Saking kamu menyukai Heyra. Asalkan kamu tahu ya, Heyra itu penggoda suami orang! Aku tidak suka padanya, dia terus saja menggoda suamiku jadi kalian juga harus membencinya."

"S-SU-SUAMI?"

Essa, sudah lupa. Amarahnya kecemburuannya membuatnya lepas kendali yang tanpa sadar mengatakan jika Alex atau tunangan Heyra adalah suaminya dan tanpa sengaja ia memberitahukan kedua temannya jika Essa sudah menikah.

"Essa, apa maksudmu SUAMI? Kau sudah punya suami? Itu artinya kau sudah menikah?"

"Essa katakan!"

Essa gelagapan, mulutnya seakan kelu dengan tubuh yang gemetar. Haruskan ia mengatakan pada temannya. Bodoh sekali kamu Essa, kamu malah mengatakan jika Alex suamimu hanya karena emosi.

Sementara di tempat lain, Alex, bertemu lagi dengan Heyra, tentunya karena mereka satu projek jadi tidak bisa menghindar. Heyra adalah ambasador Lucian Company dan Alex orang kepercayaan Darren untuk mengurus projek itu.

Namun, berita kemarin yang sempat heboh menarik nama keduanya membuat Lucian Company ikut terseret. Dan hampir saja menggoyahkan saham perusahaan Darren.

Sehingga keduanya kini harus berhadapan dengan Darren, lain di luar dan lain di kantor sikap Darren akan seperti bos pada umumnya yang tidak peduli ikatan apa pun dengan orang yang sedang berbicara padanya.

"Heyra, apa kamu ingin membuat perusahaanku hancur? Kau mempublish foto mu tanpa memikirkan konsekuensinya. Untung saja Alex, menyatakan pernyataan yang membantah hubungan kalian. Kamu pikir itu hal yang baik Heyra?"

"Hubungan yang terlibat dalam satu perusahaan itu tidak diperbolehkan. Selain mengganggu pekerjaan itu juga akan menimbulkan masalah dikemudian hari, aku tidak mau perusahaanku terseret karena ini. Dan jika semua orang tahu bahwa kamu yang menyebarkannya karir mu juga akan hancur karena kamu adalah orang yang dituntut Alex kemarin."

Ya, Alex sempat berkata akan menuntut orang yang menyebarkan foto itu. Tapi Darren mencegahnya karena itu akan menyeret nama perusahaannya. Sehingga, masalah itupun tidak diperpanjang dan ditutup, Darren tidak ingin ada yang membicarakan masalah itu lagi. Karena jika Heyra ketahuan dituntut maka perusahannya terancam. Karena bagaimanapun mereka sudah terikat kontrak.

"Maaf," ucap Heyra demikian.

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu mengulanginya lagi." Darren menatap tajam Heyra begitupun kepada Alex. Darren bangkit dari kursinya berjalan ke arah jendela yang kini berdiri sambil menatap jalanan padat dan ramai di bawah sana. Alex jadi teringat keadaan istrinya, karena semalam Sera merasakan kontraksi pada perutnya.

Entah, bayinya sudah lahir atau belum Darren belum mendapatkan kabar lagi. Perkataan mertuanya memang benar, setelah ditengok semalam bayinya minta keluar.

"Kalian pergilah."

Heyra dan Alex langsung bangkit dari kursinya lantas berlalu meninggalkan ruangan Darren. Tapi tidak dengan Alex yang masih berdiri di sana.

"Tuan, apa terjadi sesuatu?" Alex, menyadari jika bosnya itu terlihat cemas.

"Aku gelisah Alex." Akhirnya Darren berbalik yang mencurahkan isi hatinya kepada adik ipar. "Semalam Sera mendadak kontraksi jadi dia sekarang di rumah sakit, tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun."

"Loh, Tuan." Alex tampak terkejut karena bisa-bisanya Darren berada di kantor sementara istrinya sedang bertaruh nyawa di sana. "Kenapa Tuan Darren masih di sini, seharusnya Tuan menemani kakak ipar."

"Iya, ya, tapi dia bersama ibuku."

"Tetap saja, seorang istri pasti ingin ditemani suaminya."

"Kamu benar. Aku pergi dulu Alex, handle sementara waktu, ya. Dan jika juniorku sudah lahir aku akan kabarkan padamu." Darren menyipit mata sebelah lantas pergi.

Kini Alex, masih berada di dalam ruangan Darren sebelum akhirnya ia keluar. Setibanya di depan meja kerjanya, Alex mengerutkan kening melihat kotak bekal yang tersimpan di atas mejanya.

Alex, mendaratkan bokong, lantas membuka kotak itu yang di dalamnya ada banyak makanan yang mengunggah selera. Terselip selembar memo di sana. Alex, membacanya tapi pada memo itu tidak tertulis satu nama pun.

Alex, mulai menyantap satu persatu lauk di dalamnya, tanpa dia tahu seseorang dari jauh tengah mengintip dan mengambil fotonya.

Heyra tersenyum karena Alex memakan bekal yang ia berikan. Heyra memilih beberapa foto itu yang langsung ia kirimkan. Entah, kepada siapa foto itu ditunjukan, yang jelas seseorang yang sudah menerima foto itu terbelalak seketika.

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!