NovelToon NovelToon
ISTRI DADAKAN MAS SANTRI

ISTRI DADAKAN MAS SANTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Pernikahan rahasia
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Flou

Arshaka Beyazid Aksara, pemuda taat agama yang harus merelakan hatinya melepas Ning Nadheera Adzillatul Ilma, cinta pertamanya, calon istrinya, putri pimpinan pondok pesantren tempat ia menimba ilmu. Mengikhlaskan hati untuk menerima takdir yang digariskan olehNya. Berkali-kali merestock kesabaran yang luar biasa untuk mendidik Sandra, istri nakalnya tersebut yang kerap kali meminta cerai.
Prinsipnya yang berdiri tegak bahwa pernikahan adalah hal yang sakral, sekeras Sandra meminta cerai, sekeras dia mempertahankan pernikahannya.
Namun bagaimana jika Sandra sengaja menyeleweng dengan lelaki lain hanya untuk bercerai dengan Arshaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Flou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mandi Junub

“Ya!”

Terkekeh sinis, Sandra mengangguk. “Oke!” jawabnya sambil menanggalkan satu persatu pakaian yang dia kenakan di depan suaminya.

Arshaka bergeming, santai dia melihat sejauh mana Sandra berani melakukannya. Tak menatap sedikitpun pada tubuh yang nyaris half naked di depannya, ia membius hitam bola Sandra tanpa jeda. Lalu tawa rendah pemuda itu mengudara ketika tak sengaja ia melihat ada satu garis merah yang tidak begitu kentara di dada atas istrinya.

“Kemana kamu pergi saat saya tandang ke rumah orang tua saya? Bertemu dengan Farel di mana kamu?” desaknya membuat Sandra yang hendak melepaskan satu kancing terakhir itu terhenti.

Sandra terdiam, tatapannya terkunci pada iris Arahaka. Pukul 12.00 saat ia selesai kelas, pemuda itu mengirim pesan padanya bahwa dia takkan kembali sampai pukul empat, sebab ada kelas hingga pukul 14.00 dan berlanjut datang ke kediaman orang tuanya memenuhi panggilan Narestha serta kakeknya, lalu dirinya bertemu dengan Farel di jalan dan Sandra di bawa ke tempat kerjanya. Baru kembali beberapa menit tepat sebelum Arshaka tiba di apartemen.

“Di jalan.”

“Bagus!” Arshaka manggut-manggut. Lingkar matanya kembali memerah.

Ia mendekati Sandra, berdiri menjulang hanya berjarak beberapa senti, perlahan tangannya terulur membuka sepenuhnya kancing kemeja yang Sandra kenakan. “Ini? Begini yang dia lakukan padamu?” Rendah dia bertanya, menekan sekuat mungkin emosi yang perlahan menggelegak di dalam sana.

Sandra membelalakkan mata saat tiba-tiba Arshaka bermain di tubuh bagian atasnya. Namun, Sandra bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan untuknya. “Aku nggak ngerti!” jawabnya, sebelum pupil matanya semakin membulat tatkala telapak tangan Arshaka menyelinap masuk hingga tidak ada lagi penghalang untuk kulit keduanya bersentuhan.

“Selembut ini kamu dimanjakan olehnya, Sandra?!” bisik Arshaka dengan suara serak pun parau. Lingkar matanya bertambah merah, semakin lama pandangan Arshaka semakin memburam saat matanya berembun lalu meluruh begitu saja tanpa bisa dia cegah. “Kamu mengatakan siap untuk saya sentuh agar jejak dia di tubuhmu hirap?”

Plak!

Tak tahan lagi dengan hinaan yang Arshaka lontarkan padanya, Sandra melayangkan tamparan di pipi Arshaka. “Kotor banget mulut kamu, Kak!” murkanya menggebu. Menyorot penuh amarah pada raga di depannya.

“Lalu hasil karya siapa di dada kamu itu, ha?!” bentak Arshaka dengan wajah merah menahan emosi yang nyaris meledak sepenuhnya. “Jika bukan dia yang melakukannya lalu siapa? Kamu melakukannya dengan sendiri? Sudah ada bukti di depan mata pun kamu masih mengelak? Percaya diri memperlihatkan tubuh kacau itu di depan suami kamu. Lelaki lain yang meninggalkan bekas dan kamu berharap saya yang membersihkannya? Lihat ‘lah! Lihat di cermin, apakah pantas kamu berdiri seperti ini di depan saya?!”

“Jawab, Sandra! Apa pantas kamu memperlihatkan tubuhmu seperti ini di depan suamimu?!” Lagi, Arshaka meninggalkan suaranya pada Sandra. Air matanya semakin berderai. Sesak sekarat, jantung hatinya berkali-kali ditikam tanpa ampun hingga rasanya ia ingin sekali menyerah pada keadaan ini.

“Aku nggak—” Teriakan Sandra terhenti saat Arshaka menariknya ke depan cermin dan terlihatlah sesuatu yang Arshaka lihat tetapi tak disadari sebelumnya.

“Katakan jika pengelihatan saya salah!” Gemetar sekujur tubuh Arshaka. “Katakan, Sandra!”

Sandra meneguk ludah dengan jantung yang seakan ingin loncat keluar dari tempat, benar jika dilihat dengan lekat, ada setekah tanda kepemilikan di dadanya seperti yang Arshaka katakan. Akan tetapi, otak Sandra blank seketika.

“Jangan asal tuding begitu dong! Bisa aja ini gatal dan aku nggak sengaja ninggalin bekas merah di sini, kuku aku kan panjang-panjang,” elak Sandra dengan terbata-bata.

Arshaka tertawa hambar. Tidak tahu sudah sehancur apa harga dirinya dibuat oleh Sandra. Menjalani pernikahan yang dengan perempuan yang sama sekali tidak dia inginkan, merelakan cintanya yang sudah dia pendam tahunan lamanya, melupakan air mata derita yang sempat tercipta demi menerima takdir pernikahan ini. Lihatlah betapa mengenaskannya sosok yang selalu menjunjung tinggi derajat perempuan. Diinjak-injak harga dirinya tanpa belas kasihan, sampai tampak begitu tidak berarti.

“Bersikap lah seperti biasa, tidak usah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk saya jika dalam hatimu belum ada setitik pun rasa takut kepadaNya. Tunggu lah waktu di mana kamu akan hancur, saya tidak mendoakan keburukan untukmu, tapi ketidak ridhoan saya atas kamu membuatNya tidak ridho!”

Sandra melangkah lebar mengejar Arshaka lalu memeluk pemuda itu dari belakang. “Aku bener-bener nggak tau, aku nggak tau!”

“Tubuh perempuan itu suci seperti sajadah. Di atasnya lelaki akan beribadah. Kamu berharap saya akan dengan suka rela beribadah di atas tubuhmu setelah Farel?! Kamu tahu, akan lebih terhormat saya melakukannya bersama seorang janda yang halal untuk saya, daripada di atas tubuh perempuan yang telah dijamah lelaki yang tidak memiliki hubungan sah!”

“Kak!”

“Mandi junub! Jika tidak tahu tata caranya, buka kitab safinatun naja, semuanya lengkap di sana, atau biar sederhana kamu bisa cari di internet. Baca dan pahami, jika masih belum paham silahkan tanya.”

Setelah mengucapkan itu, Arshaka menjauhkan kedua tangan Sandra dan berlalu meninggalkan istrinya dengan perasaan semakin hancur lebur tak tersisa.

Tidak ada waktu untuk menangis. Arshaka juga sudah lelah menangisi hubungannya dengan Sandra. Harga dirinya sudah terhempas entah kemana, tidak lagi tersisa meski seujung kuku pun. Perempuan itu telah berhasil membuat dirinya tampak hina dina, setelah berkali-kali ia berusaha untuk selalu sabar.

Berdiri di bawah guyuran air hangat, tubuh pemuda itu menggigil. Menggigil sebab menahan diri untuk tidak menghantamkan tangannya ke tembok. Terpendam emosi begitu kuat di dalam jiwanya, tekanan luar biasa Arshaka rasakan saat ini. Semua penghinaan yang Sandra lemparkan padanya, masih bisa dia tahan. Akan tetapi, kali ini rasanya begitu sulit untuk dia berlapang dada.

“Tuhan tidak pernah salah menaruh tanggung jawab, kamu yang terpilih olehNya, artinya kamu mampu,” batin pemuda itu berusaha untuk menyemangati diri.

Menghela napas panjang, Arshaka segera menyelesaikan mandinya. Memilih pakaian terbaik untuk menghadap Sang Illahi. Tatkala pemuda itu salat, sujudnya lama sekali. Dia tidak mengadukan rasa sakitnya kepada siapapun, selain kepada Pemilik dari jiwa dan raganya.

“La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim, Ya Rabba Muhammad,” ucap Arshaka lirih sebelum menutup doanya yang terdengar sangat pasrah.

Arshaka memilih untuk tetap berada di kamar, membaca kitab yang belum selesai dibacanya. Ia berusaha untuk fokus pada bacaan yang ada di pelupuk mata, saat pikiran terus mendesaknya berkelana kemana-mana.

Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, otak Arshaka tidak bisa menelaah sama sekali bacaannya. Kembali menghela napas berat. Setengah hati, dia menutup kitabnya dan bersandar ke kepala ranjang. Dalam hatinya, dia bertanya-tanya, ‘Apa aku memang sehina itu di matanya?’

“Kak ....”

Suara itu mengalihkan seluruh perhatian Arshaka. Pintu kamarnya diketuk dari luar. Itu Sandra.

“Kak dengerin aku dulu. Aku bener-bener nggak tau ini sama sekali. Aku nggak pernah macem-macem sama Farel!” Dari luar sana Sandra terus berbicara, membujuk Arshaka untuk mendengarkan penjelasannya.

Di tempatnya, Arshaka terkekeh getir. Tidak tahu katanya? Lalu apa, tidak pernah macam-macam? Bukankah berdekatan dengan lawan jenis yang jelas bukan mahram, itu sudah melakukan satu langkah kecil menuju kesalahan besar? Apakah cara berpikir perempuan selalu seperti ini?

Ia sudah terlalu malas untuk berbicara dengan Sandra. Akan tetapi, agaknya perempuan itu tidak menyerah sama sekali. Terus diketuknya pintu kamar Arshaka sembari berkata penuh permohonan agar dirinya diberi kesempatan untuk menjelaskan.

Merasa bahwa Sandra tidak akan pernah berhenti, Arshaka memijakkan kakinya pada lantai nan dingin. Sedingin sorot matanya yang kini menilik pada perempuan yang biasa ia tatap teduh penuh kelembutan.

“Apa lagi?” tanya Arshaka dingin. To the point, ia tidak ingin basa-basi dan berbicara tak tentu arah.

Sandra tampak ingin meraih tangan Arshaka, tetapi pemuda itu menyingkir. Perempuan itu terpengkur, tangannya menggantung di udara dengan tatapan yang terpaku nanar pada hitam obsidian sang suami.

“Demi Allah, Kak. Aku nggak berbuat macem-macem sama Farel. Percaya sama aku. Jangan berpikir buruk dulu,” tuturnya terus membujuk, berharap Arshaka mau menerima seluruh penjelasannya.

“Tutup mulutmu dan jangan bawa-bawa nama Tuhan untuk perkara yang menjijikan!”

“Tapi aku bener nggak tau apa-apa kenapa bisa begini ....” Bibir Sandra terkatup rapat saat belum selesai ia bicara.

“Tidak tahu?” Sebelah alis Arshaka terangkat tinggi. Sudut bibirnya tertarik, membentuk senyuman dingin. “Setelah tidak tahu, kamu ingin bicara ‘tidak bermaksud’, begitu? Kamu pikir saya laki-laki bodoh sampai bisa kamu bodohi begitu saja? Jangan kamu pikir saya tidak tahu bahwa selama beberapa hari terakhir kamu hanya bersandiwara di depanku, agar tidak kehilangan tempat tinggal yang nyaman dan segala kebutuhanmu terpenuhi, Sandra!”

Arshaka tidak merasa keberatan untuk itu. Tanpa Sandra harus bersandiwara pun ia akan memberikan apapun yang diinginkan oleh istrinya. Tempat tinggal, kebutuhan pokok, biaya pendidikan, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang suami. Bahkan Arshaka sudah mencarikan kampus baru untuk Sandra.

Akan tetapi, Arshaka tidak bisa menerima lakon yang dimainkan oleh Sandra. Apa susahnya berterus terang?

Jeda cukup lama. Sandra bergeming, mimik wajahnya tampak berubah, shock. Mulutnya terbuka kecil, berkedip pelan ia menilik Arshaka dengan tubuh yang sedikit bergetar.

Arshaka tertawa kecil melihat keterdiaman Sandra. Ia geleng-geleng kepala tidak habis pikir. Apa yang sebenarnya dicari oleh perempuan itu, pikirnya.

“Semua hal saja, Sandra. Semua hal kamu lakukan untuk menginjak-injak harga diri saya!”

Spontan Sandra mendongak. “Apa maksudnya?” katanya pelan.

“Kamu berlakon seakan saya adalah lelaki tidak bertanggung jawab yang akan menelantarkan istrinya. Bersikap manis agar saya mengizinkan kamu tinggal di sini lebih lama? Tidak cukup kamu menghina saya dengan menampar, melemparkan tatapan menjijikan, berkencan dengan Ares, sampai kamu memainkan sandiwara seperti ini? Sebenarnya, apa yang ada di pikiranmu itu?”

Arshaka mendekat, membuat Sandra spontan mundur selangkah. Ada yang berbeda dari caranya menatap Sandra kali ini, seolah perempuan itu adalah orang asing yang baru dikenalnya.

“Setelah ini, apa lagi, Sandra?”

1
kalea rizuky
peran utama di sini siapa thor adeeba apa nadera
Miss Flou: Adeeba siapa sengkuh🤭
total 1 replies
muna aprilia
lanjut t
kalea rizuky
mending ceraiin aja lah mending ma naderra yg sopan gk kayak Sandra kelakuan kayak pelacur
kalea rizuky
ceraiin aja istri kayak. lacur gini buat apa g guna jg
kalea rizuky
cerai aja shaka istri kayak pelacur g bs di didik muak bgt
kalea rizuky
istri rasa lacur gk ada. aklak minus lagi. buang aja istri kayak gini
Miss Flou
oke gaaaasssss😍😍😍
liejave
semangat kak lanjuttt💪😍
Asihfitr
bau2 poligami skip jangan ada poligami gak suka udh tokoh utama wanita bikin geregetan LG
Nurul Uyun
jgn ad istri kedua
Miss Flou: T-tapi ini cerita poligami👉👈
total 1 replies
liejave
KAK??🥺🥺 PLIS LAH JANGAN GINI GREGETAN AKUUHH😭😭
Miss Flou: Yuu gregetan bareng wkwkwk
total 1 replies
Marlina Selian
Jagan ada poligami dan cerai thoor
Miss Flou: bisa aja ngerayunya😭🤣
total 3 replies
Nurul Uyun
jngn ada cerai n poligami
Miss Flou: 🤣🤣🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut kk
Miss Flou: Siap, Sayang😍
total 1 replies
Marlina Selian
haha lucu banget
Marlina Selian
lanjut thoor tetap semagat 🥰🥰🥰🥰
Marlina Selian
ikutan hayut dalam cerita ya hati ku teriris jugak
윤기 :3
Gila aja nih cerita, bikin gue baper dan seneng banget!
Miss Flou: Hallo, terima kasih sudah mampir, Kak. Semoga betah ya di sini sampe ending🥰
total 1 replies
Miss Flou
Annyeong, selamat datang😍
Ini novel pertama saya, semoga kalian suka ya. Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar, Sayangku🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!