Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
...🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️...
...happy reading...
...🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️🤾♀️...
Supir taksi dan Alga melihat kepergian mobil tersebut dan semakin menjauh. "Ck! Dia yang ngajarin anaknya yang nggak benar, dia yang ngamuk," celetuk Supit taksi itu.
Alga hanya tersenyum. "Orang kaya itu kenapa sombong ya?" tanya Alga
"Karena... dia memandang kita rendah, kita nggak bisa beli apa yang dia beli," ucap Supit taksi itu dengan santai dan ia langsung menutup mulutnya. Ia merasa apa yang dia ucapkan tida seharusnya dia ucapkan, sepertinya pertanyaan dari Alga ada jebakan, karena ada orang kaya di sampingnya, tapi tidak sombong.
"Eh maaf, maaf, saya salah ngomong," kata Supir taksi itu merasa tidak enakan.
"Tidak apa-apa, saya bukan orang kaya. Saya permisi dulu ya, semoga tarikkannya rame," kata Alga menepuk pundak supir taksi itu sambil tersenyum.
Alga pun masuk ke dalam mobilnya, dan perlahan-lahan mobil pun melakukan di jalanan yang rame.
Supir taksi itu memegang pundaknya di tepuk oleh Alga. "Kalau dia bilang dia bukan orang kaya, lalu bagaimana orang kaya sesungguhnya?" tanya Supit taksi itu menggeleng kepalanya.
Dan Ia juga sangat bersyukur pernah satu mobil dengan orang terkaya yang memiliki mobil limited edition, lain kali kalo ketemu dia mau foto bareng sama Alga.
"Bagaimana Grisha, enakkan?" tanya Alga kepada Grisha dan berdiri di dekat jendela.
"Suka banget Papa, Berapaan harga mobil ini Pa?" tanya Grisha penasaran.
"Hmm... nggak tau, ada Oom yang ngasih," kata Alga.
"Wah, Oomnya pasti baik banget," kata Grisha tersenyum senang.
"Iya, Nak. Dia sangat baik," kata Alga tersenyum sambil fokus melihat ke depan.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah, Alga langsung membuatkan maka siang untuk Grisha, lalu menemani Grisha menggambar.
...********...
Saat malam tiba, Alga sedang memainkan ponselnya. "Hm... sepertinya aku harus beli ponsel baru nih," kata Alga melihat ponsel bututnya itu.
"Grisha, ayo ikut Papa ke konter, Papa mau beli ponsel baru," kata Alga.
"Ayo," kata Grisha terlihat senang.
Mereka pun masuk ke dalam mobilnya, dan perlahan-lahan mobilnya pun melaju di jalanan menuju konter.
Alga memelankan laju mobilnya dan melihat konter yang berdiri dengan kokoh di pinggir jalan. Semuanya tampak menarik, dan akhirnya Alga memutuskan untuk membeli ponsel di konter paling ujung.
Alga pun memberhentikan mobilnya di tempat parkiran, dan berjalan masuk ke tempat konter itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan konter dengan sopan.
"Bisa tunjukkan saya ponsel yang ramenya besar dan kamera bagus?" tanya Alga.
Karyawan konter itu mengangguk tersenyum. "Baik tunggu sebentar ya," kata Karyawan itu mengambil selembar brosur kepada Alga.
Alga melihat beberapa gambar ponsel yang semuanya menarik, dan karyawan itu menjelaskan satu persatu.
Akhirnya Alga memutuskan untuk membeli ponsel yang memorinya besar. "Kak, saya mau yang ini," kata Alga.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...