Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita impikan,tapi percaya lah di setiap air mata yang menetes akan berujung kebahagiaan walau tidak terjadi saat itu juga.
Aini bertahan hidup demi anak yang dikandung nya,berbagi rintangan dia lalui hanya untuk membuat anak nya tidak jadi bahan omongan orang lain.
IG.lelyanai07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
Hidup tidak selalu berjalan mulus seperti apa yang kita harapkan, terkadang ujian yang ingin kita hindari malah mendatangi kita tanpa ijin dulu.tapi yakinlah kalau Tuhan itu tidak akan pernah memberikan ummat nya cobaan yang tidak bisa untuk kita lalui.
happy reading guys 😊
Saat ini Aini hanya bisa mendengar perkataan sang adik untuk melupakan Masalah yang sedang dia hadapi.memang benar dia tidak akan pernah bisa menjalani hidup nya dengan bahagia kalau masalalu nya masih ada di dalam pikiran nya.
"Ki mbak capek mau tidur."kata Aini Setelah merasa mata nya berat kelelahan
"Iya udah mbak tidur ajah Kiki gak bakal tinggalin mbak."jawab Kiki sambil membenarkan selimut yang di gunakan sang Kaka
"Aku janji mbak akan membalas semua apa yang sudah dia lakukan sama mbak,akan aku pastikan dia akan membayar apa yang harus semestinya".batin Kiki
Waktu berlalu begitu dengan sangat cepat,tak terasa pagi sudah datang dengan membawa cahaya nya yang begitu cerah.
Aini bangun dari tidur nya dengan wajah yang pucat, mungkin karena dia kelelahan memikirkan Masalah yang dia hadapi. Saat Aini bangun dia merasa kepalanya begitu sakit dan juga perut nya ingin mengeluarkan semua isi di dalam perut nya.
Aini berjalan kedalam kamar mandi dan memuntahkan cairan bening karena memang hanya itu yang bisa keluar mengingat Aini belum makan apa pun dari semalam.
Kiki yang kebetulan ingin membangun kan sang kakak mendengar suara orang yang lagi muntah dari kamar mbak nya.
"Mbak gak papa kan? "tanya Kiki sambil memberikan pijatan di tengkuk mbak nya
"Mbak gak tau Ki tapi kepala mbak pusing dan mbak juga mual."jawab Aini
"Mungkin karena mbak Belum makan jadi asam lambung mbak naik."ucap Kiki
"Iya mungkin karena itu,bantu mbak jalan".ucap Aini karena merasa tidak sanggup untuk berjalan
Setelah Kiki membantu mbak nya istrht dia keluar dari dalam kamar untuk mengambil kan sarapan, berbagai pertanyaan muncul di dalam pikiran nya
"Apa mungkin mbak Ay hamil,tidak tidak tidak ini tidak boleh terjadi.apa yang akan terjadi kalau hal itu terjadi."batin Kiki
Kiki mengambil ponselnya dan menghubungi Cici untuk menceritakan apa yang terjadi hari ini,Karen dia bingung harus apa kalau hal itu terjadi.
Rumah sakit
Varel sudah lebih baik dari sebelumnya dan hari ini dia sudah pulang meskipun dokter belum mengizinkan nya tapi karena Varel memaksa maka dokter hanya bisa menuruti saja.
"Apa semua nya sudah kau siapkan?"tanya Varel.
"Sudah bos dan media yang meliput kejadian kemarin sudah aku suruh untuk menarik semua berita yang beredar".jawab Rudi
"Terimakasih karena kau sudah melakukan nya dengan baik".kata Varel dengan wajah nya yang datar
"Apa terjadi sesuatu di dalam otak nya saat kecelakaan? ini pertama kali nya bos yang dingin ini mengucapkan terimakasih."batin Rudi
"Kalau kau sudah selesai dengan lamunan mu apa kau bisa mendorong kursi roda ini".ucap Varel
"Ah Maaf bos aku tidak lagi memikirkan apa pun."jawab Rudi gelagapan
"Aku tidak ingin mendengar mu bicara lagi jadi cepat lah aku sudah tidak tahan disini."kata Varel
"Baik bos."jawab Rudi kikuk
Sepanjang perjalanan Varel hanya diam saja kejadian yang menimpa nya masih tidak bisa dia terima.bagaimana tuhan menghukum nya dengan cara seperti ini dua orang yang mencintai nya di ambil begitu saja.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Varel yang mewah,rumah yang ditinggali oleh Mama nya selama hidupnya.
"Aku ingin kau mencari tau tentang wanita ini."ucap Varel sambil memberikan foto Aini
"Baik bos".jawab Rudi
"Aku ingin kau segera memberikan aku informasi mengenai dia dan juga cari alamat nya Dimana."ucap Varel
"Baik bos aku akan segera memberikan informasi yang bos minta".kata Rudi yakin
"Baiklah kau boleh pulang sekarang,kau juga pasti lelah."ucap Varel
"Kalau begitu aku permisi dulu bos."kata Rudi sambil membungkukkan badan nya
Varel masih mengamati semua sudut ruangan yang pernah dia lalui bersama sang Mama,sakit memang di tinggalkan oleh orang yang kita sayangi tapi harus tetap ikhlas.
"Aku akan membuat dia menyesal karena sudah berani-berani nya mengutuk aku seperti ini."batin Varel yang begitu marah entah setan apa yang merasuki nya hingga dia menyalahkan Aini penyebab kepergian orang tuannya.
bersambung jangan lupa dukungan nya yah kak biar aku tambah semangat nulis nya 😊🙏 cukup di like'coment trus vote dan juga tekan tombol 💓 nya biar selalu tau up selanjutnya 🤣
nyimpen di buku rak....😊
lha si varel untung tak terhitung dptin yg segelan