NovelToon NovelToon
Kembar Genius Sang Mafia

Kembar Genius Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Roman-Angst Mafia
Popularitas:461.4k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Ahh!"

"Kamu harus melahirkan pewarisku, Amoera ... untuk menebus dosa ayahmu!"

Perang berdarah antar-organisasi memaksa Amoera, putri tunggal mafia Blood Dominion, jatuh ke tangan Leon D'Alterio. Pemimpin kejam Cosa Nero itu menuntut balas dendam atas kematian orang tuanya, dan Amoera harus melahirkan pewarisnya.

Namun takdir berjalan brutal. Amoera melahirkan bayi kembar laki-laki, tetapi Leon merebut bayi yang hidup dan mengusir Amoera bersama bayinya yang dianggap telah mati.

Empat setengah tahun berlalu. Amoera kembali sebagai pembunuh bayaran dingin dengan misi mutlak. menghabisi pewaris Cosa Nero, yang tak lain adalah putranya sendiri.

Saat laras pistol telah membidik target, kebenaran fatal terkuak. Leon tertegun melihat bocah di samping Amoera yang sangat mirip dengan putranya.

"Kamu mau membunuh putramu sendiri, Amoera?"

Ketika rahasia masa lalu terbongkar, siapakah yang akan hancur dalam lingkaran balas dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Salahkan

"Eren bisa tidur dengan Enzo," ucap Leon datar sembari melangkah lebar masuk ke dalam kamar pribadi putra sulungnya.

Amoera turut melangkah masuk di belakangnya. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun ini, ia kembali menginjakkan kaki di dalam kamar hunian milik Enzo. Sepasang mata indahnya sedikit terbelalak saat mendapati ruangan luas itu kini sudah ditempati oleh dua buah ranjang berukuran sama besar. Entah bagaimana cara Leon mengatur silsilah penempatan perabotan tersebut dalam waktu yang sedemikian singkat. Semuanya tampak begitu cepat dipersiapkan, bahkan sudah tersedia dua buah lemari pakaian besar yang seolah-olah memang dikhususkan untuk menyambut kedatangan Eren malam ini.

"Eleeeeen, cini cini. Kita bobo dicini," seru Enzo antusias sembari menarik lembut pergelangan tangan adiknya, mengarahkan langkah kaki Eren pada salah satu ranjang yang terletak di sisi kanan.

Leon ikut melangkah mendekat, lalu dengan gerakan sigap menggendong tubuh mungil Eren untuk dinaikkan ke atas permukaan ranjang yang empuk.

"Nda ucah pegang peeegang!" seru Eren ketus sembari menepis kasar tangan kekar Leon yang masih menempel di lengannya. Logika kecilnya masih menganggap pria di hadapannya ini sebagai sosok orang asing yang berbahaya.

"Tau ini olang tua cembalangan pegang olang," desis Enzo ikut mengomeli daddynya.

Leon mengembuskan napas panjang secara perlahan, mencoba meredam letupan kekesalan di dalam dadanya. "Ini Daddy, Eren. Apa Daddy sama sekali tidak boleh menyentuh putra kandung Daddy sendiri, huh?"

Untaian kalimat bernada bariton yang keluar dari bibir Leon seketika membuat Eren terdiam membeku di tempat duduknya. Sepasang telinga kecil serta memori otaknya mencoba merekam dengan baik getaran suara berat tersebut, sebuah getaran suara asing yang mungkin saja selama bertahun-tahun ini diam-diam teramat sangat dia rindukan di dalam ketidaktahuannya.

"Daddy ...," panggil Eren dengan nada suara yang melunak.

Leon perlahan mendudukkan tubuhnya di sisi ranjang tempat Eren berada, lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus lembut puncak kepala sang putra bungsu. Sepasang mata elang Leon mencoba menatap lurus ke arah netra Eren. Walau tatapan mata bocah kecil itu tampak kosong dan sama sekali tidak mengarah tepat padanya, namun Leon tahu betul jika Eren pasti dapat merasakan kehadiran fisiknya dengan sangat jelas saat ini.

"Kenapa Daddy bialin Eleeen cama Mommy cendilian? Kenapa Daddy balu cekalang jemput kita?" tanya Eren polos, sebuah pertanyaan yang seketika membuat atensi Leon langsung terarah tajam menatap ke arah Amoera.

Sedangkan wanita yang ditatap merasa dadanya dihantam rasa bersalah, ia langsung membuang pandangan matanya ke arah sembarang tembok. Leon kembali memfokuskan tatapannya pada Eren, mengulurkan kedua tangannya untuk mengusap lembut kepala anak itu dengan penuh kasih sayang yang manipulatif.

"Daddy ... baru bisa menjemputmu sekarang. Soalnya, selama ini Mommy-mu yang sengaja membawamu pergi berlari sangat jauh dari jangkauan Daddy."

"LEON!" pekik Amoera panik dengan raut wajah memerah menahan amarah, namun Leon tetap bersikap santai seolah tidak terpengaruh oleh interupsi tersebut.

"Daddy sangat sulit untuk menemukan keberadaanmu, karena Mommy-mu sengaja menyembunyikanmu di tempat terpencil. Mommy menyembunyikan Eren dari Daddy," lanjut Leon tanpa dosa.

Amoera memejamkan kedua matanya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan gemuruh emosi yang kian membuncah. Bagaimana bisa dia sampai lupa jika watak asli Leon D'Alterio adalah sosok pria yang teramat sangat licik? Rangkaian kalimat yang baru saja pria itu lontarkan memang memiliki unsur kebenaran, dialah yang membawa kabur Eren dan membuat pria itu tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka berdua selama bertahun-tahun. Namun, konteks kenyataan yang sebenarnya terjadi di masa lalu sama sekali tidak seindah drama manipulasi yang sedang Leon ceritakan pada putra bungsu mereka.

"Ini olang tua catu pintal kali mengalaaaang!" pekik Enzo kesal, merasa daddynya sedang membual secara berlebihan. "Gecel cana, mau tidul. Cana olang tuaaaaa!" Enzo dengan kasar menarik ujung jas Leon, meminta pria itu untuk segera menjauh dari area ranjang mereka.

Mendapat penolakan bertubi-tubi dari anak sulungnya, Leon hanya bisa menghela napas kasar.

"Oke, kalian berdua istirahatlah sekarang." Leon beranjak berdiri dari tepi ranjang. Sebelum melangkah pergi, ia merundukkan tubuhnya sejenak untuk mengecup lembut kening Eren, lalu beralih hendak mengecup kening Enzo. Namun, anak sulungnya itu justru dengan cepat memiringkan kepalanya menghindar, seolah enggan menerima kecupan sayang dari sang ayah. Leon hanya bisa memutar bola matanya malas melihat respons tersebut dari putranya, Enzo memang menjadi sosok yang paling terang-terangan bermusuhan dengannya.

Amoera lekas melangkah mendekat ke arah Leon. Ia meraih ujung lengan kemeja hitam pria itu lalu menariknya dengan paksa untuk segera keluar dari dalam area kamar tidur anak-anak. Tepat setelah daun pintu kayu tersebut tertutup dengan rapat, barulah Amoera melemparkan tatapan mata yang sarat akan kilat kemurkaan ke arah Leon yang kini justru tampak bersikap santai bersedekap dada sembari menyandarkan punggung tegapnya pada kusen pintu.

"Gila ya kamu, Leon! Kenapa kamu sengaja berbicara manipulatif seperti itu di depan Eren?! Di sini posisinya aku yang sengaja kamu buat terlihat bersalah di mata anakku sendiri!" omel Amoera dengan nada suara yang ditekan serendah mungkin namun terdengar teramat tajam.

"Kenyataannya memang seperti itu, bukan?"

1
kaylla salsabella
eh perasaan ku dikit banget ya🤭🤭
𝕙𝕚𝕜
ՆคՈʆ౮੮қคՈ ᵗʰᵒʳʳʳʳ💪💪💪💪💪
bunda fafa
eh...🤣🤣🤣pengen ya 🥱
bunda fafa
cieee...sudah merasa nyaman donk 😁
bunda fafa
ciee...menyerah tanpa syarat donk si amoe...🤣
bunda fafa
hahaha musang birahi..kl Enzo bilang singa kentut.. Eren bilang musang kejam skr amoe bilang musang birahi 🤣🤣
bunda fafa
jelas di bw ke kamar si singa🤣
bunda fafa
eh cut cut..nikahin dl lah🤣nanti bablas sampai lahir adiknya si Enzo sm Eren loh🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣❤
bunda fafa
trs bilang leon..will you marry me 😁
bunda fafa
ajak nikah sono si amoe biar resmi jd ny leon😁
bunda fafa
semoga segera bs melihat' ya Eren..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bunda fafa
amoe gmn perasaan km setelah mendengar kejujuran singa tua?😁
bunda fafa
knp gak kena serangan jantung sj sih si Nini pelet 🤣
NUR..8537
makasih kak Ra unt up.. nya 🙏😘 sukses slalu kak 💪😘
NUR..8537
sabar ya amoera..Olang tua itu gak bisa romantis kyk..nya😂😂😂
Bunda SalVa
nah kan mending nurut aja Amoe , si singa lagi ngajak baikan itu 😄😄
Bunda SalVa
kirain kucing birahi Amoe 🤣🤣🤣
Sri Rahayu
sebenarny leon dan amoera sudah menikah blm kak🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!