Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.
Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.
Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...
Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar Berdarah
Kasih di seret masuk ke dalam kamar yang pengap. Bau apek dari tembok yang lembab bercampur tampak sekali jika sudah lama tidak di gunakan.
Lampu bohlam lima watt berwarna kuning menggantung, dan me jadi penerangan satu-satunya.
Braaaak!
Kasih di lemparkan ke atas ranjang.
"Hah!" ia tersentak kaget. Lalu merangkak dab duduk di pojok ranjang. Kedua tangannya diikat pakai tali rafia. Pakaiannya sudah robek. Bibirnya pecah karena di tampar oleh Tono, akibat mencoba memberontak.
Entah mengapa setiap pria akan selalu tergiur dengan pesona tubuh Kasih yang cukup menggiurkan.
Di depannya, Tono sedang melepas kemejanya. Tatapannya cukup liar. Perut yang membuncit, dan ada kurap di dadanya.
Matanya semakin liar menatap Kasih dari atas sampai ke bawah.
Kasih menggelengkan kepalanya. "Lepaskan aku... Pak... aku mohon..."
"Nggak. Kamu istriku sekarang. Kita sudah sah." ucap Tono sembari tertawa.
Ia maju. Lalu naik ke atas ranjang. Tangan kasarnya meraih dagu Kasih.
Saat itu juga...
Di perut bawah Kasih, denyutan terasa panas dan ingin meledak.
Panas, dan rasa sakit yang menderanya. Seperti ada sesuatu yang menggeram dari dalam.
Tanda lahir berwarna biru di bagian bibir intimnya tiba-tiba seperti ada yang bergerak.
Tono yang sudah tak sabar langsung menerkamnya. Membuka pakaian Kasih tanpa sehelai benangpun.
Bibirnya sangat liar menjamah setiap area sensitif milik sang gadis.
Hingga tanpa di sadari ia sudah berada di bagian selangka.
Ia melihat sejenak tanda lahir berwarna biru di sana. Tangannya menyentuh tanda lahir tersebut.
Wuuuussh!
Ia merasakan hembusan angin yang yang berhawa panas keluar dari liang rahim Kasih.
Akan tetapi, rasa penasarannya lebih kuat, ketimbang rasa curiganya.
"Apaan ini?" Tono mencoba menyesap cairan yang keluar dari liang tersebut.
Saat bersamaan, gigi taring yang panjang dan seolah Kasih seperti ingin melahirkan , kepala plontos itu menerkam lidah Tono.
Crassssh!
Lidah Tono terputus.
Ia berteriak, tetapi tak ada suara yang keluar. Suaranya tercekat di tenggorokan.
Darah mengucur dari lukanya tersebut.
Kasih tersentak kaget.
Ia bergegas membuka ikatan talinya menggunakan mulut.
Lalu memungut pakaiannya dan mengenakannya dengan cepat.
Kasih merasakan tubuhnya menggigil ketakutan. Sebab ia tidak tahu apa yang terjadi pada Tono. Ia merasa tidak melakukan apapun.
Tap!
Ruangan mendadak gelap, dan Kasih semakin ketakutan.
Dari arah kegelapan, terdengar suara. Dan itu bukan suara manusia.
Suara yang serak dan terdengar ada banyak .kaki yang melangkah. Serta suara capit yang saling beradu.
Kreeetak...! kreeetak..!
"Siapa?!" tanya Kasih dengan suara yang gemetar. Ia berkeringat dingin.
Di atas plafon, sesosok bayangan menempel. Tingginya mencapai dua meter. Tubuh dari pinggang ke atas tubuh manusia, tetapi berkepala botak dan licin. Matanya berwarna merah. Dan di bagian tubuh dari pinggang ke bawah adalah tubuh kalajengking sebesar lengan, dan dari sudut mulutnya meneteskan cairan pekat darah berwarna hitam.
"Tumbal kedua..." suara itu menggema di dalam ruangan kamar.
Kasih semakin menggigil ketakutan. Ia ingin berlari, tetapi kakinya terasa seperti terpaku.
Kalajengking itu turun dengan gerakan perlahan. Ekornya mengarah ke Tono yang sudah berlumuran darah..
Ekornya menyambar menyambar kepala Tono.
Bussst!
Kepala Tono terlepas, dan bergelinding di lantai.
Cairan pekat darah menyembur dan membasahi lantai. Tubuhnya langsung kejang. Sedangkan kulitnya melepuh seperti terkena racun berbisa.
Wwwuuussh!
Sosok itu mengecil dengan cepat. Lalu melesat dan kembali masuk ke dalam rahim Kasih.
Taaaak!
Lampu menyala. Dan membuat pemandangan yang cukup mengerikan.
Kasih merasakan tubuhnya gemetar. Wajahnya sangat pucat. Tetapi ia tak punya pilihan. Ia harus pergi, sebab ia tak ingin terlibat.
Kasih membersihkan tubuhnya. Lalu memilih untuk melarikan diri.
****
Tiga hari berlalu. Warga yang ada di sekitar merasa geger. Mereka mengendus aroma bau busuk dari rumah kosong yang yang di sinyalir milik seorang bos sembako.
Pak RT dan juga warga lainnya mendobrak pintu.
Dan mereka menemukan sesuatu yang sangat mengerikan.
Tono tergeletak. Tubuhnya sudah kering seperti ada yang menghisapnya. Di dadanya ada tujuh lubang kecil seperti bekas sengatan.
Polisi datang ke lokasi, dan mencoba memeriksa kondisi kejadian perkara.
"Cara pembunuhan yang sama, dan dan juga sengatan serta racun yang membuat korban tewas." ucap salah satu seorang Polisi yang ikut menyelidiki kasus tersebut.
Akan tetapi, kali ini Tono lebih tragis. Ia mengalami kepala yang terputus.
Sementara itu, Polisi tidak menemukan sidik jari sang pembunuh. Hanya saja, ada tampak parutan luka yang cukup banyak, dan besal dari sesuatu yang tajam, contohnya capit binatang.
Polisi melakukan lah TKP. Tidak ada sidik jari lain dab juga tidak ada jejak.
Kasus ditutup sementara, dan di duga meninggal tidak wajar. Pelaku belum diketahui.
Sedangkan penghulu dan juga dua saksi yang kemarin malam menjadi saksi pernikahan mereka sudah tutup mulut.
Mereka tidak ingin bersuara, karena takut dijadikan saksi dan akan memberati kehidupan mereka. Bisa jadi akan berbalik dan di tuduh sebagai pelaku.
Di sisi lain, Kasih masih syok, sebab ia takut jika Polisi memburunya.
Ia mencoba menghilang, dan pergi jauh dari tempat tersebut.
"Ya, Tuhan... Apa salahku?" gumamnya dengan gelisah. Ia berjalan dengan tubuh yang gemetar.
Ia mengenakan kerudung, dan mencoba menyembunyikan wajahnya dari banyak pandangan mata.
"Aku harus mencari kerja. Kali ini tidak ada yang boleh naksir aku. Aku akan mencari pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pria," gumanya.
Ia mengayunkan kakinya yang sudah gemetar.
Hari sudah semakin senja. Dan Ia masih belum mendapatkan pekerjaan.
Saat bersamaan, ia melihat sebuah ruko yang membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi karyawati di bagian menyetrika pakaian.
Kasih bergegas menuju ke arah sana. "Mudah-mudahan ini adalah akhir nasib sialku," doanya dalam hati.
Sementara itu, Farhan sudah tiba di rumahnya. Seorang wanita cantik menyambutnya.
"Kamu sudah pulang, Nak?" sambut sang wanita.
"Sudah, Ma..." sahutnya dengan lembut.
"Ayo makan," wanita yang tak lain adalah Clara sang mama, sudah menuju meja makan.
Aroma melati menguar di ruangan rumah. Dan Farhan tidak tau, mengapa mamanya selalu menyukai parfum aroma melati.
Bahkan tanpa sengaja, ia pernah mendengar papanya menyebut nama Wulan. Sedangkan Nama mamanya adalah Clara.
Farhan sudah berada di meja makan yang sama. Tetapi sang Mama memejamkan keduanya matanya.
"Apakah kamu ada bertemu seorang gadis sebelumnya..?" tiba-tiba sang Mama bertanya.
Deeegh!
Jantung Farhan seolah hendak terhenti.
"Mama tau darimana?" tanya dengan rasa penasaran.
"Mama dapat mengendus aromanya yang tertinggal, seperti aroma da..." Clara menghentikan ucapannya.
"Kita makan malam saja," ia tak melanjutkan ucapannya.
Farhan menatap sang mama dengan rasa curiga. Apa sebenarnya tang disembunyikan wanita yang sudah melahirkannya itu?
dr ikut Rayyan dan skrg ikut sama Farhan ( anak nya )