NovelToon NovelToon
Suami Tanpa Giliran

Suami Tanpa Giliran

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga / Kebangkitan pecundang / Percintaan Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Kevin Haris menjadi suami yang sah. Namun tidak pernah sekalipun mendapat giliran sebagai pria yang dipilih.

Ia menikah demi taruhan, lalu bertahan demi cinta. Sayangnya, istrinya hanya menjadikannya rumah, bukan tujuan. Di balik satu pintu tertutup, Kevin akhirnya paham. Kesetiaan yang terlalu lama ditunggu hanya akan menghabiskan harga diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suara Kevin meninggi saat memanggil nama istrinya. Namun, panggilan itu sama sekali tidak mendapat respons. Iren justru berlalu begitu saja setelah selesai berbalas pesan, seolah kehadiran Kevin tidak lagi penting untuk diperhatikan.

Kevin berdiri kaku di tempatnya. Dadanya terasa sesak, bukan karena marah, melainkan karena kepastian yang akhirnya ia terima tanpa perlawanan.

Ia tidak perlu bertanya. Ia sudah bisa menebak siapa yang barusan menguasai dunia Iren. Nama itu terlalu sering hadir di antara mereka, meski tak pernah benar benar diakui.

Untuk pertama kalinya, Kevin tidak mencoba memahami. Ia juga tidak berusaha menenangkan diri dengan alasan apa pun.

Pagi itu, Kevin membulatkan tekad.

Jika selama ini ia memberi tanpa pernah meminta, maka kali ini ia akan mengambil kembali apa yang pernah ia serahkan. Bukan karena dendam, melainkan karena ia lelah menjadi orang yang terus mengalah dan tetap disalahkan.

Beberapa jam kemudian, Kevin melangkah masuk ke sebuah kantor pengacara. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja kehilangan pijakan.

“Ada yang bisa kami bantu?” tanya seorang staf.

Kevin menarik napas pelan sebelum menjawab. Namun, saat mulutnya terbuka, dari arah belakang terdengar suara yang sangat ia kenal.

“Kevin?”

Kevin menoleh cepat. Sosok itu adalah Nurma, pengacara keluarga Haris yang sejak lama memegang kendali setelah kakek Haris meninggal dunia. Bahkan, warisan yang sempat berada di tangan Kevin kini sepenuhnya diserahkan kepada perempuan itu, mengingat kedua orang tua Kevin telah meninggal sejak ia masih kecil.

“Bu Nurma,” ucap Kevin dengan nada setengah tak suka.

“Sepertinya kamu sedang punya masalah,” tebak Nurma.

“Tidak ada hubungannya dengan Anda. Lagipula orang penting seperti Anda tidak akan mengurus hal hal kecil seperti ini.”

Nurma menarik sudut bibirnya. Ia tahu betul Kevin tengah membencinya setengah mati.

“Kalau begitu kita bisa duduk di sana. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan,” ucap Nurma.

Kevin tidak menjawab. Namun kakinya tetap melangkah mengikuti arah yang ditunjuk Nurma. Pemandangan itu membuat Nurma menggeleng pelan. Lelaki yang ia kenal sejak kecil itu tidak berubah sedikit pun, masih angkuh dan keras kepala.

“Apa yang ingin Anda bicarakan?” tanya Kevin setelah mereka duduk berhadapan.

“Aku tahu kamu sangat membenciku. Tapi aku juga tahu kehidupanmu sekarang tidak baik-baik saja. Kalau kamu sudah selesai dengan permainan rumah tangga itu, kembalilah. Banyak yang menunggumu.”

Kevin berdecak pelan. Sindiran halus itu terasa menusuk, apalagi datang dari perempuan yang baginya bukan siapa siapa.

“Jangan sok tahu dengan urusanku.”

“Apa yang tidak aku tahu?” balas Nurma tenang. “Wanita yang kamu puja bak malaikat itu tidak pernah menganggapmu sebagai suami. Apalagi sekarang sahabatmu sudah kembali. Percaya atau tidak, kesempatanmu untuk diakui sudah hilang. Kamu bahkan tidak akan mendapat giliran.”

Tangan Kevin mengepal kuat. Lalu berkata dengan nada penuh amarah, “Kamu mengawasiku?”

“Kalau bukan karena permintaan kakekmu, aku tidak akan sudi melakukannya,” jawab Nurma dingin. “Dulu anti cinta, sekarang mati karena cinta buta. Kevin, kamu dididik kakekmu sebagai pewaris. Tapi hanya karena seseorang yang tampak baik di permukaan, kamu kehilangan segalanya.”

“Diam!”

Nurma tidak berhenti. Ia meraih sebuah kartu nama lalu meletakkannya di hadapan Kevin.

“Namanya Lidya. Wanita yang diam-diam didukung kakekmu. Semua warisan yang seharusnya menjadi milikmu sekarang ada padanya. Jika kamu ingin kembali dan mengambil semuanya, kakekmu hanya memberi satu syarat. Kamu harus menikahinya.”

Kevin terdiam. Matanya melirik ke arah kartu itu tanpa sadar, tapi ia merasa ada yang janggal.

"Apa kamu mencoba menipuku? Harusnya warisan itu kamu yang pegang?" tanyanya.

Nurma dengan tenang menjawab, "Usiaku hanya beda lima tahun dari almarhum kakekmu, aku sudah memiliki segalanya, untuk apa aku mengambil yang bukan milikku? Tapi terserah kamu, mau percaya atau tidak itu tidak penting buatku."

Kevin tahu memang usia Nurma dengan kakeknya hanya beda sedikit, hanya saja Nurma masih terlihat usia 40 tahunan. Nurma memang memiliki segalanya bahkan kantor pengacara yang Kevin datangi saat ini salah satu cabangnya.

“Satu lagi jika kamu mau, aku akan mengurus seluruh proses perceraianmu dengan Iren,” lanjut Nurma. “Tapi sebelum itu, aset yang selama ini kamu kumpulkan bersama sebaiknya segera kamu pindahkan atas namamu sendiri.”

Nurma berdiri, lalu menatap Kevin dengan sorot mata tajam.

“Ingat apa yang diajarkan kakekmu dulu. Siapa pun yang membuangmu, hancurkan sampai ke tulang rusuknya. Jangan biarkan mereka punya kesempatan untuk bangkit kembali.”

Ia melangkah pergi, lalu berhenti sesaat.

“Aku menunggu keputusanmu,” katanya tanpa menoleh. “Jangan buat dirimu sendiri melewatkan kesempatan ini.”

***

Kevin terus memikirkan semua ucapan Nurma. Tanpa sadar, kakinya sudah menginjak gas hingga mobilnya berhenti di depan perusahaan Iren. Namun, begitu matanya menatap ke arah lobi, dadanya langsung terasa runtuh.

Iren berjalan berdampingan dengan Vano.

Mereka tertawa. Tawa itu ringan, lepas, seolah dunia tidak pernah memberi beban. Tawa yang selama ini Kevin tunggu setiap malam, tetapi tak pernah benar benar ia dapatkan.

Kevin tidak langsung turun dari mobil. Tangannya masih menggenggam setir erat, jemarinya memutih, seakan jika ia melepasnya sekarang, ada sesuatu di dadanya yang ikut hancur.

“Lucu ya,” gumamnya lirih. Suaranya nyaris tidak terdengar, bahkan oleh dirinya sendiri.

Vano mencondongkan tubuh sedikit, mengatakan sesuatu yang membuat Iren memukul lengannya pelan. Gestur kecil itu terasa seperti tamparan keras di wajah Kevin.

Ia memejamkan mata sesaat. “Jangan lebay,” katanya pada diri sendiri. “Kamu suaminya.”

Namun dadanya justru semakin sesak. Saat Kevin membuka mata, langkah Iren terhenti. Perempuan itu menoleh, pandangannya menyapu sekitar, lalu berhenti pada satu titik. Ke arah mobilnya.

Kevin refleks menunduk, lalu terkekeh getir.

“Kamu ini bodoh,” ucapnya pelan. “Sejak kapan kamu takut dilihat istrimu sendiri?”

Ia menarik napas dalam, lalu membuka pintu mobil. Kakinya menapak aspal dengan langkah ragu, tetapi tetap maju.

Iren sudah lebih dulu melihatnya. Ekspresi di wajah perempuan itu berubah. Bukan senang dan juga bukan terkejut. Lebih seperti terganggu.

“Kevin?” panggil Iren dengan nada datar.

Vano ikut menoleh. Senyum tipis masih bertahan di wajahnya, seolah mereka tidak sedang berdiri tepat di atas luka seseorang.

“Vin,” sapa Vano santai.

Satu detik. Hanya satu detik itu yang Kevin butuhkan untuk kehilangan kendali. Tangan Kevin mengepal, rahangnya mengeras. Dunia di sekelilingnya seakan menyempit, menyisakan wajah Vano yang masih tersenyum, santai, seolah tidak pernah ada yang salah. Seolah tidak pernah merebut apa pun dari hidup orang lain.

“Jangan panggil aku begitu,” suara Kevin rendah, tapi bergetar.

Vano justru tersenyum lebih lebar. “Kenapa? Dari dulu juga aku manggil kamu begitu.”

Kalimat itu jadi pemicu terakhir. Kevin melangkah maju dengan cepat. Tangannya terangkat tanpa rencana, tanpa logika. Yang ada di kepalanya hanya satu hal. Menghentikan senyum itu. Menghapus wajah tenang yang berdiri di hadapannya.

1
Ariany Sudjana
kevin kamu juga bodoh, sudah tahu pelacur murahan seperti Irene, punya beribu macam cara untuk menjebak kamu, dan kamu dengan bodohnya percaya sama omongan pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Kevin kamu jangan terjebak dengan perkataan Irene, kalau kamu percaya dengan omongan Irene, kamu bodoh
Ariany Sudjana
Irene kamu bodoh, kamu menyalahkan Kevin untuk semua masalah kamu, padahal kamu sendiri sumber masalahnya, kamu saja yang jadi perempuan gatal 🤭🤭
Ridwani
👍👍👍
falea sezi
lanjut g sabar nunggu kehancuran iren
Ariany Sudjana
hahaha dua orang pecundang, yang satu pelacur murahan, yang satu pebinor 🤣🤣😂😂 silakan menikmati kejatuhan kalian
Ariany Sudjana
hahaha ada lagi perempuan , yang katanya CEO, tapi bodoh, dan bisa dimanipulasi sama laki-laki yang licik dan culas 😂😂🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hahhaha katanya si paling beruntung kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
sdh di tinggalkan baru nyari2 kevin dulu dijadikan banu iren kau pikir kevin buta tau kau yg tak punya malu gmn selalu dgn vano pegang2an dll ngapain jd bodoh kevin buang istri tak tau diri itu
Ridwani
semoga cepat cerai,iren semoga menyesal
Ridwani: iy kita liat nanti apa iren nangis histeris kebahagiaan kevin
total 2 replies
Yuliana Tunru
akhir x kau bicara sosl cerai jg benar2 iren tak punya malu dan otak..msh kurang keras kevin biar iren shock
Yuliana Tunru
ya ampun.iten.punya kaca ndk lha kamu dgn.vano bkn x lebih dr selingkuh kebin cm.makan kamu malah tiap.saat dgn vano gandrngan aplh fatwa mak lampir matre berani mau nampar ...tampar balik biar sadar
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: merasa paling benar dia kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
bahus kevin ingatkan pisisi masing2 knp jg eelama ini kevin jd babu di rmh sendiei dan.istri yg tak tau diri jg klga x jd penguasa jd lupa status 😡
Yuliana Tunru
bagus kevin iren siap2 kau jd sampah buangan kevin kau wanuta miskin ahlak dan harta semena2 krn kevin takluk tinggu balsan karma yg sebenar x
Ridwani
👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
kenapa alki2 arogan mulut beracun kalah dgn wanita bekas teman kau bkn kere kevintp bagai pengemis hancurkan iren ambil kembali sahqm vano dgn bayaran perceraian yg di mibta iren nurma bkn musush turuti kata 2 x dan jadilqh raja hancurkqn keangjuhan.dan lenghiatan vano dan iren mrk manusia sampqh
Yuliana Tunru
vano dan iren brnar teman lucnut ..ayo kevin ambil hak mu mlm ini dan jika iren ingin cerai suruh kembalikan saham itu jgn buarkan penghianat itu mengambil bayaran atas lukamu jika saham sdh kembali buang iren pd vano bagai sampah 😡😡
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: biarkan Vano dan Iren bersatu lagi ya, masalah Iren jatuh biarkan saja
total 1 replies
Ma Em
Iren kamu pasti akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Kevin dan malah memilih Vano yg tdk pernah mencintaimu , mampir Thor aku suka , ceritanya seru .
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: terimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!