Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suasana hati
Pagi yang cerah, secerah hatiku.. Eaaaa
Bukan, bukan itu ceritanya🤭
Pagi yang cerah, secerah hati Raka. Bagaimana tidak! Dia membuat Ziara sampai tersengal batuk-batuk. Raka membuka matanya, seperti biasanya dia bangun dan ingin bersiap-siap ke perusahaan nya.
Saat dia membuka matanya sudah tidak ada Ziara, di tempat sampingnya, tetapi terdengar suara dari kamar mandi.
Tak selang berapa lama, Ziara keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di kepala dan memakai jubah handuk.
Ziara wajahnya tidak sesenang Raka. Ziara terlihat murung. menandakan suasana hatinya sedang tidak baik.
"Sudah selsai mandi nya?" tanya Raka.
"Sudah" Ziara menjawab ala kadarnya, dan kembali mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Raka mendekat ke arah Ziara dan menciumi Aroma tubuh Ziara dan menempelkan hidungnya di pundak Ziara.
"Apa yang kamu lakukan!" Ziara mundur selangkah dari posisinya.
"Kamu belum mandi ya!" kata Raka
"Sudah!" ziara menciumi aroma tubuhnya sendiri.
"Kalau sudah kenapa masih bau! Sini! biarku periksa lagi" Raka mendekat kan hidung nya menyusuri aroma tubuh Ziara.
Ya, ya ya, itu memang maumu! arrgggggg!
"Minggir! Aku mau mandi lagi!"kata Ziara yang akan pergi ke kamar mandi lagi.
"Tidak perlu, Kita bisa terlambat pergi ke perusahaan nanti, Bersiap siap lah, Aku akan mandi, dan tunggu aku di meja makan"
"Baiklah"
Ziara berganti pakaian saat Raka mandi, dan setelah selsai ziara turun menunggu Raka di meja makan. "Sari waahh! makanan kesukaan ku.. bagai mana kalian tahu?" ucap ziara yang terpana melihat udang asam manis dan udang goreng.
"Tuan yang memerintahkan saya untuk menyuruh para pelayan untuk memasak ini setiap hari nona" ucap suara Laki-laki yang berdiri di belakang Sari.
"Pak handoko! Kau disini? tumben sepagi ini sudah kesini"
"Kalau saya berangkat pagi berarti ada seswatu, yang penting yang harus saya sampaikan kepada tuan Raka" jawab Handoko sinkat
jangan jangan pak handoko mengetahui tentang Rio dan akan melaporkan kepada Raka.
"Memang ada hal penting apa pak?" tanya Ziara
"Ada berapa hal yang anda tidak harus mengetahuinya cukup menjadi istri yang baik itu sudah cukup buat anda" jawab pak handoko.
Raka turun menuruni tangga dengan suara langkah kakinya yang terdengar oleh Ziara dan pak handoko. Ziara segera terdiam menahan pertanyaan untuk pak handoko.
"Tuan muda, bisakah kita ke Ruangan kerja sebentar, ada hal yang harus saya sampaikan"
"Ada hal penting apa pak.. tidak bisakah kau mengatakanya disini" kata Raka yang menarik kursi untuk dia duduki. Pak handoko matanya mengisaratkan melirik ke Arah Ziara yang sedang makan.
Raka mengerti kalau pak handoko tidak mau kalau ziara mendengar nya.
"Tidak papa Pak, katakan saja, lagi pula dia bukan orang lain, dia adalah istriku"
Ziara menoleh langsung kearah Raka seakan dia tidak percaya kalau Raka baru saja menyebut kalau dia adalah istrinya.
Pak handoko membawa sebuah amplop berwarna coklat dan menyerahkan kepada Raka.
"Apaini?" tanya Raka sembari membuka amplop tersebut.
"Anda bukalah tuan, itu foto hasil orang suruhan kita, mereka mengetahui keberadaan Ibu anda tuan"
Raka melihat foto-foto yang di tanganya satu per satu. Sedangkan Ziara hanya pura-pura tidak mendengar tetapi dia ingin mendengarkan dan mengerti apa yang dikatakan Handoko.
"Keadaanya sungguh memprihatinkan sekali! Ciihh, kalau saja dia tidak meninggalkanku dan Ayah hidupnya akan lebih bahagia.
Pak handoko apa dia mempunyai Anak dari lelaki selingkuhanya itu?"
"Ada gadis yang seumuran dengan nona Ziara tuan yang tinggal bersama nyonya besar" kata Handoko
"Jangan sebut dia nyonya besar! karena dia bukan anggota keluarga disini!" Raka meremas foto yang ada di tangan nya dan mebuang nya kesembarang tempat. Ziara penasaran sebenarnya siapa wanita yang di bicarakan oleh mereka berdua, sehingga membuat Raka marah. Ziara ingin bertanya tapi melihat mata Raka yang tajam seperti sebilah pedang. Ziara mengurungkan niatnya
karna dia takut.
Raka segera bangun dari duduknya. Dan berjalan untuk pergi ke perusahaanya.
Pak handoko mengikuti dari belakang
Aedangkan Ziara yang masih mengunyah makanan dia tidak tau kalau Raka akan pergi tanpa memakan sesuatu. Ziara minum segelas air dengan terburu-buru dia pergi ke dapur untuk mengambil kotak makanan, dan mengisinya di meja makan.
Ziara terburu-buru berjalan menuju mobil yang sudah di tunggu oleh Raka.
"Kenapa lama sekali!" kata Raka
"Maaf tuan, tapi sekarang aku sudah di dalam. Ayo kita jalan pak." ucap Ziara
Pak handoko segera melajukan mobilnya ke perusahaan Sanjaya grub.
Sedangkan Raka hanya terdiam menyandarkan kepalanya ke belakang dan memejamkan matanya sepertinya suasana hatinya sangat buruk pagi ini.
Ziara pun tidak berani berbicara dia hanya diam dan memainkan Hpnya.
Dia sedang asik membalas pesan watsapp dari Sita.
Dan tiba-tiba ada satu pesan yang baru masuk. "Arini"
Arini: Hae.. Zie? Sudah lama kita tidak ngobrol
Ziara: Iya benar2 kita udah lama kita tidak mengobrol semenjak.. sudah lah🤭
Arini: Iya iya, aku minta maaf, kita makan di luar yuk Zie, kita ketemuan
Ziara: Maaf kalau hari ini aku nggak bisa. tapi kalau aku sudah ada waktu aku kabarin oke!
Arini: Oke zie...
Ziara menyudahi obrolanya yang melalui pesan tersebut, dia menolak ajakan Arini karena tidak mungkin dia meminta izin kepada Raka, karena suasana hati Raka sedang buruk hari ini.