Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.
Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.
Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.
Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Andi Prawira, sulung dari pengusaha sukses Prawira Suseno dan Dahlia Purnama yang merupakan seorang dosen di Universitas Negeri ternama di kota ini. Adik perempuanya bernama Aluna Putri Prawira.
Sebagai anak pengusaha sukses, Andi tumbuh dengan segala fasilitas lengkap, dan pendidikan nomor satu langsung dari ibunya.
Meski tumbuh dengan segala peraturan, Andi dan Aluna tak pernah berontak, karena keduanya tipe anak yang patuh.
Saat memasuki jenjang sekolah menengah atas, Andi bertemu dengan teman-teman yang menjadi sahabat dekatnya hingga mereka lulus kuliah.
Andi, Mario, Sakti dan Wirda menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Mereka masuk jurusan yang sama saat di sekolah menengah atas, tapi harus masuk jurusan berbeda saat kuliah, meski begitu tak mengurangi persahabatan mereka.
Andi dan Wirda terjebak friend zone, mereka berpacaran sejak tahun kedua masa perkuliahan, hingga lulus. Andi yang memang merintis usaha sejak kuliah, mulai serius menekuni usahanya sampai berhasil dan bisa membuka dua cabang baru. Setelah kuliah, Wirda memilih bekerja dengan Andi, sebagai sekretarisnya.
Wirda gadis manis dan pintar. Meski dari keluarga biasa, orang tuanya seorang guru, tak membuat Andi, Mario dan Sakti yang berasal dari keluarga kelas atas mengucilkan Wirda.
Kedua orang tua Andi tak keberatan anaknya berpacaran dengan Wirda, bahkan menggelar acara lamaran yang cukup mewah untuk meresmikan tahap awal hubungan Andi dan Wirda.
Sakti yang sering main ke rumah Andi, menyukai Aluna dan melamarnya. Sama-sama dari keluarga berada, tentu membuat jalinan dua keluarga semakin kuat. Aluna menikah mendahului Andi.
Masalah mulai muncul beberapa bulan sebelum acara pernikahan Andi dan Wirda, entah apa alasannya, tuan Prawira berubah sikap, dan tak menyetujui pernikahan Andi dan Wirda. Berkali-kali ditanyakan alasannya, tapi tak pernah memberikan jawaban.
Untuk pertama kalinya, Andi membantah dan membangkang pada orang tuanya. Rumah yang dulunya penuh cinta, setiap hari di isi pertengkaran dan perselisihan. Puncaknya, Andi memutuskan keluar dari rumah, dan memilih tinggal sendiri.
Rencana pernikahan Andi dan Wirda tetap berjalan sesuai rencana mereka, tak mengacuhkan bantahan dari kedua orang tua Andi.
Beberapa hari sebelum pernikahan, semuanya terjawab, Andi mengetahui alasan orang tua Andi menentang terjadinya pernikahan.
Wirda berkhianat, bersekongkol dengan orang terdekat Andi untuk mengambil semua harta Andi. Setelah Wirda menikah dengan Andi, mereka berencana membunuh Andi, karena jika Andi meninggal, semua harta Andi pasti jatuh ke tangan Wirda.
Andi yang mengetahui kebenaràn itu, sangat terpukul, apalagi dia sampai berselisih dengan orang tuanya, karena membela wanita yang justru akan membunuhnya.
Rencana pernikahan tak mungkin dibatalkan, undangan sudah tersebar, tapi untuk meneruskan, sama artinya dengan dia mengantar nyawa.
Karena terlalu memikirkan banyak hal, ketika dalam perjalanan, Andi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya lumpuh. Setelah bisa keluar dari rumah sakit, Andi memilih menghilang dari semua orang, termasuk keluarganya.
Hanya Mario yang tahu, karena saat mengetahui kenyataan pahit tersebut, Andi langsung menghubungi Mario dan menceritakan semuanya. Mario juga yang berada di balik layar mengenai iklan lowongan kerja dan menyebarkan rumor mengenai sebab sakitnya tuan Andi.
¤¤FH¤¤
Yuda memilih agak menjauh dari ruangan tersebut. Melihat tuan Andi dan Mario yang masih berdiri di ambang pintu. Yuda teringat dengan semua yang diceritakan bu Lina.
Tadi selepas Yuda melaksanakan shalat dhuha, bu Lina mendatanginya ke paviliun, dan menceritakan masa lalu tuan Andi.
Bu Lina berani bersaksi, jika tuan Andi adalah orang baik, karena bu Lina sendiri yang mengasuhnya sejak bayi. Tak ada niatan buruk, saat memintanya menjadi asisten pribadi tuan Andi. Tuan Andi hanya ingin mengambil hak yang menjadi miliknya.
Selama tuan Andi sakit, Wirda yang menguasai pengelolaan semua rumah makan tuan Andi, dan berbuat curang dalam masalah keuangan.
Secara khusus, bu Lina meminta Yuda untuk mendampingi tuan Andi, membantunya menyelesaikan masalah yang ada, dan kedepannya membantu tuan Andi mengelola usahanya.
¤¤FH¤¤
"Mas Andi..."
"Andi..."
Dua orang yang mengkhianati tuan Andi berbarengan saat menyebutkan namanya, mata keduanya membeliak, tak percaya dengan kedatangan tuan Andi yang tiba-tiba. Mereka segera berdiri dan merapikan baju mereka yang tampak kusut.
Beberapa saat semuanya bergeming di posisinya masing-masing. Wirda, mantan calon istri tuan Andi, yang pertama menguasai keadaan. Menarik nafas perlahan, untuk menyembunyikan rasa takut, dan memikirkan apa yang harus dia lakukan.
"Ya Ampun, mas Andi kemana saja? Selama ini kami mencarimu." Memasang wajah senang, Wirda menghampiri Tuan Andi. Namun saat tangannya akan memeluk tuan Andi, langkahnya terhenti, karena tuan Andi mundur dan mengangkat tangannya, pertanda Wirda tak boleh menyentuhnya.
Wajah Wirda berubah masam, namun seketika dia kembali memasang wajah cerianya. Dulu wajah ceria itu yang berhasil menarik perhatian tuan Andi.
"Hai, Mario. Kemana saja lo? Udah lama banget, nggak ikut ngumpul, sombong lo sekarang, mentang-mentang dah jadi pengacara terkenal. Jadinya cuma gue sama Sakti yang masih suka ngumpul."
Wirda beralih menatap, Mario, bagaimanapun dia harus bisa menguasai keadaan, biar tak ada yang mencurigainya.
"Sengaja gue menghindar dari lo berdua. Iya, lo sama Sakti masih sering ngumpul, saking asyiknya sampai ngumpulnya di kamar hotel." Mario menjawab pedas sapaan Wirda.
Diantara berempat, memang hanya Mario yang sejak dulu berbicara apa adanya, bahkan terkesan blak-blakan.
"Maksud lo apa?" Pasangan wirda yang sedari tadi hanya diam saja, akhirnya bersuara, tak terima dirinya dipojokan.
Orang terdekat yang mengkhianati tuan Andi adalah Wirda dan Sakti. Dan Sakti selain mengkhianatinya, juga mengkhianati Aluna, adik perempuan tuan Andi.
Sejak tahu mereka berkhianat, tuan Andi ingin langsung menghabisi dua pengkhianat tersebut, namun selalu di tahan Mario, karena mereka harus bermain cantik.
"Eh lu ko ada di sini, nggak ngantor?" Mario mengalihkan pembicaraan dari pertanyaan Sakti.
"Bukan urusan lo. Maksud lo apa bilang kaya gitu? Mau mitnah gue sama Andi? Lo mau menghancurkan persahabatan gue sama Andi?"
Tuan Andi mencebik, mendengar omongan sakti. "Sahabat seperti apa, yang tega menusuk temannya sendiri dari belakang" Namun ucapan itu, hanya mampu tuan Andi ucapkan dalam hatinya.
"Lo harus percaya gue, Ndi. Tadi Wirda nggak sengaja jatuh ke pangkuan gue, pas dia mau berjalan tersandung meja."
Wirda menyesalkan, kenapa Sakti harus mengungkit posisi tadi, harusnya diam saja.
Saat tuan Andi dan Mario datang, posisi Wirda memang sedang dalam pangkuan Sakti, bahkan Sakti tampak sedang mencumbui Wirda.
"Lo harus percaya sama Wirda, dia sangat setia sama lo, bahkan sampai saat ini, dia masih belum menikah, masih menunggu lo."
Sakti masih berusaha menarik simpati abang iparnya.
Tuan Andi tersenyum sinis, mendengar Sakti semua perkataan Saki.
"Sakti.. Wirda, Apa kabar? Tuan Andi yang sedari tadi hanya menonton perdebatan, akhirnya bersuara.
BERSAMBUNG
asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.