NovelToon NovelToon
RED IS YOU

RED IS YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Entah bagaimana caranya Seorang pujangga mampu mendeskripsikan cinta seketika menjadi indah hanya dengan pembendaharaan diksi yang mereka punya. Padahal cinta tidak semudah mengubah suku kata menjadi barisan rima.

Begitu juga cinta yang dirasakan seorang Adha Abhimana, pelatih renang yang lisensinya tidak bisa digunakan ketika menyelami dalamnya tatapan mata seorang Aruna Nureda. Sales promotion girl yang tak sengaja ditemuinya di kota Batam. Abhi memanggilnya Red, tak hanya bibirnya, nama itu juga semerah lukanya yang basah.

Semacam karma yang dibayar tunai, Abhi jatuh hati kepada Red yang statusnya bukan gadis biasa.Cinta,harapan dan impian Runa masih untuk Rangga yang hampir tak mungkin dimilikinya.Berhasilkah perjuanan Abhi? atau harus rela Runa kembali dengan mimpinya?

Ini kisah tentang pengkhianatan sekaligus kesetiaan, luka sekaligus antiseptiknya.

WARNING : SIAPKAN ASPIRIN KARENA MUNGKIN MENGIKUTI KISAH INI AKAN MENIMBULKAN EFEK PUSING.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH KOSONG

Hello Readers, Sebelum baca, aku mau kalian isi absensi dulu. Silakan tap jempol di bawah layar ponsel masing-masing (Kalau yang udah pro boleh dicoba pake hidung) Haha (Ketawa jahat)

***

Abhi baru selesai menemani Runa menyelesaikan seluruh administrasi wisudanya, wanitanya itu tidak mau menerima uang Abhi untuk melunasi pembayaran terakhir. Runa merasa begitu lega, bukan karena sebentar lagi dia akan menyandang gelar sarjana psikologi, tapi karena dia tidak harus memaksakan otaknya memikirkan banyak hal tentang akademik.

“Akhirya Istriku sebentar lagi sarjana!” seru Abhi saat mereka sedang menikmati makan siang di kantin kampus.

“Aku bingung kalau kamu panggil begitu, kamu bilang aku Istrimu, nyatanya aku gak melaksankan kewajiban sebagai Istri.”

“Kamu aja yang gak sadar kalau dari semalam kamu udah sangat menyenangkan hati aku, kamu bisa terima kenyataan, kamu nurut sama aku, dan yang paling penting kamu percaya aku, itu aja udah bikin aku jadi pengantin pria paling bahagia walaupun masih rahasia.”

“Kita ke kantor aku ya! seenggaknya aku harus pamit sama supervisor dan temen-temen aku disana. Tapi kamu tunggu di luar aja!”

“Gitu?”

“Iya, soalnya di divisi aku kan khusus sales girl semua, mereka sangat seksii dan cantik, aku kebanting kalau berdiri bersisian dengan mereka.”

Abhi tersenyum penuh kemenangan, itukah titik-titik cemburu? Takutkah Runa Abhi mengamati kecantikan wanita selain dirinya? Digenggamnya tangan Runa yang ada di atas meja.

“Aku udah punya kamu, walau belum bisa aku liat semuanya, tapi aku udah gak tertarik sama yang lain.”

“Kamu gak bisa ya kalau gak mesum?” cebik Runa.

“Gak bisa, Sayang. Gak bisa!” Abhi mengacak-acak rambut dan wajahnya.

Ponsel Abhi berdering, panggilan dari Dirga.

“Lo kemana sih, Bang? Gue sendirian nih di rumah, si Mermaid juga gak ada di kamarnya. Lo ad anomer HP dia ga?”

“Nama dia Aruna, bukan Mermaid! Dia ke kampusnya, lo kalau mau makan pesen aja, gue mungkin nanti malam baru balik!”

“Gak sopan banget Lo, Bang. Ada tamu bukannya dilayanin. Gue pamit nginep rumah temen Gue aja dah ya, besok pagi gue balik.”

“Nah … itu ide yang sangat bagus!”

“Songong banget Lo, Ya. Gue bilangin Om Ardhi biar dimarahin Lo udah menelantarkan Gue.”

Abhi mengakhiri panggilan itu dengan wajah setengah kesal.

“Kenapa sepupu kamu itu?”

“Dia manggil kamu Mermaid,” kesal Abhi, “setelah urusan kamu selesai, kita balik ke Tanjungpinang ya. Aku gak bisa ninggalin kerjaan terlalu lama, tapi aku gak bisa ninggalin kamu sendirian disini.”

Runa mengangguk.

“Tapi sampai semuanya jelas, boleh kan aku tetap tinggal di rumah Abah?”

“Boleh!”

Abhi mengerti, dia bertekad tidak akan memaksakan apapun, dia akan tetap sabar menunggu hari dimana Runa bisa dia miliki seutuhnya. Karena Abhi yakin, anak yang sedang dikandung Achy adalah anak Rangga, jadi laki-laki itu tidak akan berhasil membuktikan apa-apa sehingga Runa akan berlepas diri sepenuhnya dari kehidupan Rangga.

Selama waktu itu, dia akan menemani Runa melewati semua, mengganti hari-hari sulit ini dengan kebahagiaan dan membangun harapan-harapan kecil yang kelak akan mereka sebut keluarga.

*Tapi gimana kalau Achy dan Mama berbohong soal Rangga dan hasil DNA membuktikan kalau itu memang bukan darah daging Rangga? Gimana kalau semua yang sedang terjadi sama Achy sekarang memang tidak ada hubungannya dengan Rangga? 

Abhi mengusap kasar wajahnya, dia tak ingin memikirkan kemungkinan yang tidak membahagiakan.

***** *****

Abhi benar-benar tidak turun dari mobilnya, dia mengamati Runa yang baru saja keluar dari belakang gedung kantor. Dibukanya sedikit kaca mobil untuk dapat melihat aktivitas istrinya yang memang tampak paling polos dibanding temannya yang lain.

Runa memeluk beberapa teman wanitanya bergantian.

“Walau gue udah gak kerja lagi, tapi kalian tetap mau kan ngajarin gue pelajaran-pelajaran penting itu?” tanya Runa.

“Santai sih, Lo gak bakalan kita kick dari grup. Susah ngajarin Lo kalau Lo masih sendiri, urusan stempel di leher aja gak lulus-lulus Lo kan?”

Runa tersipu malu, dia memang memalukan untuk urusan yang satu itu. Setelah hidup sendiri dia baru tau bagaimana cara membuat tanda merah di bagian sensitif lawan jenis.

“Udah gue coba di tangan, tapi juga belum berhasil. Merah engga, perih iya kulit tangan Gue.”

“Tuh kan, masa iya besok kalau udah nikah yang kedua kali, Lo masih aja kek gedebok pisang sih?”

“Ih plis ya omongan kalian, duh….” Runa menahan malu.

“Kita sesama perempuan ini, Lo juga butuh ilmu ini nanti. Awas aja Lo left dari grup, ya. Uhh gue bakalan kangen Runa yang polos dan belajar menjadi ganas tapi gak berhasil-berhasil.”

“Kan belum ada lawannya gue, masa sama guling?”

Dulu Runa merasa dia harus mempelajari ilmu di balik kelambu ini untuk Rangga. Untuknya, jika kelak Rangga kembali menjemput. Tapi hari ini dia jauh lebih membutuhkan ilmu itu tanpa terlalu peduli Rangga akan kembali atau tidak.

“Eh iya, Gue ada koleksi baru nih!”

Erlin salah satu SPG senior mengeluarkan katalog pakaian dalam edisi design exclusive. Runa mengambil buku tipis itu dan membuka-buka halamannya yang berisi berbagai model pakaian tidur yang licin, kadang berjaring, ada pula yang hanya terdiri dari beberapa lilit.

“Kak Erlin, Gue pengen beli, tapi takut masuk angin sih. Yang kemaren lo rekom gue aja Gue risih ah makenya.”

“Gak lo pake buat ke warung kan? Haha, ini gue pilihin yang merah-merah, ya. Lo suka yang merah?”

“Gue gak suka warna merah kak, tapi kan kalian yang bilang kemarin merah itu menantang dan berani. Yaudah pilihin aja ya yang menurut Kak Erlin bagus.”

Runa memberikan alamat rumahnya dan sejumlah uang untuk membayar pakaian-pakaian kurang bahan itu.

“Mahal juga ya kak,” protes Runa sambil menyerahkan uangnya.

“Yang murah ada noh di syopi, enam belas ribu.”

Para sales girl serentak tertawa dengan begitu elegan.

Abhi membunyikan klakson mobil dan membuka kaca jendela hingga wajahnya terlihat. Runa dan teman-teman wanitanya menoleh serentak.

“Eh, Gue udah dipanggil. Duluan ya,” ucap Runa tergesa.

“Eh, Tunggu … tunggu, itu siapa? Keknya bukan Rangga deh, udah move on?” cetus Erlin.

Abhi melambaikan tangan ke arah mereka, posisi mobilnya memang cukup dekat dan dapat saling melihat dengan jelas. Entah kenapa, Runa jadi tidak suka melihat teman-temannya terpesona dengan lambaian tangan Abhi.

“Runa … itu siapa?” ungkap kagum teman Runa yang lain.

“Bentar deh, kayanya gue pernah liat,” tutur Erlin sambil mengingat wajah itu.

“Bukan siapa-siapa ah, dah ya girls. Gue pamit, See you later. Bye ….”

Para wanita itu masih berdiri di tempat mereka saat Abhi membunyikan klakson dan melambaikan tangan sebelum akhirnya keluar dari area parkir.

“Mereka temen kamu?” tanya Abhi.

“Iya, cantik-cantik kan?”

“Yang kecil-kecil, rambutnya warna krem dan pakai baju beda sendiri itu namanya Erlin bukan?” tanya Abhi.

“Iya itu Kak Erlin, supervisor aku, kok kamu kenal?”

Abhi tiba-tiba terdiam, menyesal sudah menanyakan hal itu. Erlin adalah salah satu wanita di masa lalunya. Gadis terakhir yang berhasil masuk ke hidup Abhi. Hubungan mereka cukup jauh sebelum akhirnya Abhi terlibat baku hantam dengan suami Erlin.

Sejak hari itu, Abhi tidak pernah terlibat hubungan serius dengan wanita manapun lagi hinga hatinya benar-benar terpaut dengan janda satu anak yang sudah menjadi istrinya kini.

“Iya pernah satu tempat kerja aja sih.”

“Oh ….” Gumam Runa, dia tampak tidak terlalu tertarik.

Huft, baguslah Cuma Ohh, berarti tidak tertarik.

“Bukan mantan kamu, kan?”

“Hah, bukan lah, bukan … bukan kok.” Abhi tampak gugup. Dia tak ingin Runa tau masa lalunya.

“Mantan juga gak masalah kok.”

Abhi hanya tersenyum menepuk-nepuk pucuk kepala Istrinya.

“Kita pulang?”

“Tadi katanya males pulang karena ada Dirga?”

“Anak itu udah pergi ke rumah temennya, yuk kita pulang. Mumpung rumah kosong, ehe.”

Abhi menyeringai sambil mencubit gemas hidung mancung istrinya.

*** YANG BELUM TAP JEMPOL MASIH ADA WAKTU!***

Dengan menekan jempol di bawah, kalian sudah membantu mood Author untuk melanjutkan kisah ini.  Ehe.

1
lLvy
aq kira abhi bakalan gak ngakuin achy adiknya
may
Ih abah ih🤣
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga di novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏☺
total 1 replies
may
Capek ngetawain abhi😩
may
Bisa bisanya mas abhi🤭
may
Mas, kamu lagi gombalin aruna kan? Kok aku yang meleyot😩
may
Sunia ya? 🤭
may
Cihuyyyy🤭
may
😒😒😒
may
Eh, gimana gimana?
may
Padahal udah pernah baca, tapi tetep senyam senyum sendiri di part ini
may
Uhukk uhukkk🤭
Diandari😍
Luar biasa
may
Maksa bgt om eja🤣
may
🤣🤣🤣Ya ampun, capek ngakak
may
Suiwittttt🤭
may
Ya ampun, adegan romantis loh inii😅
may
apaan sih mas abhi🤣
may
loh😂
may
mbak erlin kok gitusih😭
may
"meminta maaf lebih baik dari meminta izin" plisss aku ngakak banget😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!