kisah cinta yang rumit
Alio Ibrahim adalah kakak dari Antoni Ibrahim mereka adalah kembar namun tidak identik.
Alio yang tak pernah di harapkan kehadiranya oleh sang ayah harus menelan kepahitan, di saat ia mencoba menyerah, sosok seorang wanita mampu membuatnya semangat kembali dalam menjalani hidup.
namun ia harus merelakan cintanya saat ia mengetahui sang Adik juga menaruh hati pada gadis itu. walaupun sesungguhnya adiknya tau sang wanita telah mencintai Alio.
konflikpun memanas saat sang wanita dengan lantang menginginkan Alio di hadapan Antoni.
mampukah mereka mempertahankan hubungan persaudaraan, atau hubungan itu akan hancur hanya karena seorang wanita??
jangan lupa tinggalkan jejak,like komen dan masukkan ke daftar vavorit!
bantu Author dengan vote ya..
ELEPIYU 😘 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34. RUANG IGD.
BRAKKK…
Suara tabrakan sangat jelas terdengar, bahkan warga di sekitar kejadian segera berkerumun.
"Seseorang segera panggil Ambulance !" teriak seorang lelaki dengan mencoba mengeluarkan korban.
Lelaki itu membopong tubuh korban yang saat itu banyak mengeluarkan darah, terlihat kening korban itu sobek bahkan nafas sang korban terlihat semakin menurun.
"Adakah yang memanggil Ambulance ?" teriak lelaki itu lagi.
Lalu tak selang berapa lama mobil polisi tiba.
Polisi segera mengevakuasi korban dan memasang garis polisi, mobil berplat B itu rusak parah dan bahkan bagian depan mobil terlihat mengepulkan asap.
Seorang warga berteriak karena dirinya menemukan seorang korban lagi, kemudian seorang polisi itu menghampiri dan memeriksa keadaan korban.
Kini semua korban sudah dilarikan ke rumah sakit, dan polisi sudah menghubungi pihak keluarga korban.
*****
Saat hendak menutup jendela kamar, ponsel yang berada diatas nakas tiba-tiba berdering. Vivie yang mendengar itu segera berjalan dan menggeser layar untuk menerima panggilan.
Ia menempelkan benda pipih itu ketelinganya, kemudian Vivie mulai mendengarkan namun ia mengerutkan kening mengapa suara di seberang telepon terdengar ramai dan panik.
"Hallo dengan ibu vivie, kami dari pihak kepolisian ingin mengabarkan bahwa saudara Alio mengalami kecelakaan di jalan x !"
"Korban sedang di larikan di rumah sakit BHAKTI !"
hening tiada jawaban hingga si penelepon memastikan lagi jika yang sedang di ajak bicara masih tersambung.
"Hallo apa nyonya mendengar saya ?"
"Iya, saya akan segera kerumah sakit !" jawab Vivie dengan suara terisak.
Setelah mengatakan itu panggilan terputus.
Vivie terjatuh, dirinya tak kuasa menerima kabar bahwa anak kesayangannya mengalami kecelakaan.
Tulang-tulangnya seakan tak memiliki tenaga, bahkan darah di tubuhnya seakan berhenti mengalir. ia tak menyangka musibah akan menimpa Alio hari ini.
Dengan sedikit kekuatan yang ia miliki vivie segera bangkit dan bergegas menuju ke rumah sakit.
Ia mencoba menghubungi Antoni, namun panggilannya tidak terjawab, ia memasukkan ponselnya kembali ke tas dan bergegas melanjutkan langkahnya untuk menuju rumah sakit.
Vivie tiada henti memanjatkan doa dalam hati, ia sangat mengharapkan kesehatan, keselamatan selalu menyertai putranya itu.
******
Di dalam kamar, seorang gadis tiba-tiba merasakan sesak didadanya, entah mengapa sesaat dirinya merasakan firasat yang mengusik hatinya.
"Ada apa ini, mengapa hatiku gelisah ?" gumam gadis itu yang tak lain ialah Nindy.
Gadis itu mengambil ponselnya di atas nakas, ia berniat menghubungi Antoni, setelah beberapa saat Nindy menghela nafasnya karena lelaki yang di telfon itu tidak menjawab panggilannya.
Ia melemparkan ponselnya ke sembarang arah, karena lelaki yang di hubungi tak menjawab kini dirinya memutuskan untuk merebahkan tubuhnya.
Nindy membolak-balikan badannya, entah sudah kesekian kalinya ia berpindah posisi namun, dirinya merasa tak ada posisi yang pas untuknya saat ini.
Kemudian gadis itu duduk, dan mengambil ponselnya kembali ia berniat mengirimkan pesan kepada Tama.
Gadis itu mulai mengetik lalu mengirimkan pesan untuk sahabat Antoni itu.
"Kebetulan Tama online " gumam gadis itu seraya mengetik pesan.
Setelah mengirimkan pesan, ia melemparkan ponselnya lagi, dan ia kembali merebahkan diri.
*****
Tama yang sedang asyik meneguk wine menghentikan kegiatannya, getar ponsel di saku celana membuat pria itu segera mengambil benda pipih itu dan membukanya.
"Nindy, ada apa dia mengirimkan pesan padaku ?!"
Antoni yang banyak minum kini tepar, ia sudah tak kuat untuk membuka matanya. terlihat pria itu sedang memejamkan mata sembari bergumam tidak jelas
"mengapa kak Lee begini. sudah tau aku benci di bohongi masih saja melakukannya !"
"Bahkan Nindy buta, dia malah mencintai kak Lee !"
Antoni mengoceh sedari tadi, Tama yang masih bisa mengendalikan dirinya hanya melihat dan membiarkan sahabatnya itu meluapkan unek-uneknya.
"Tama apa Antoni sedang bersamamu? "
Isi pesan dari Nindy segera ia balas, lalu ia memasukkan ponsel itu kembali dan meneguk winenya lagi.
Sedangkan di rumah sakit Alio masih berada di ruang gawat darurat.
Dokter masih menjahit beberapa luka di tubuh dan wajah Alio.
Alio masih beruntung di banding korban yang bertabrakan dengannya tadi, karena sang korban meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.
"Suster apakah keluarga pasien sudah tiba ?"
"Akan saya cek dulu dok !"
Dokter itu kembali melanjutkan menjahit dahi Alio.
Namun ia segera memanggil suster kembali dan menyuruhnya untuk segera mengambil persediaan darah.
Karena kecelakaan tadi Alio kehabisan banyak darah, suster yang mendengar perintah dokter segera bergegas untuk menujubke tempat,
Blood bank refrigerator atau ruangan khusus dengan suhu yang telah di atur untuk menyimpan darah.
Di halaman rumah sakit nampak Vivie sudah sampai, dirinya segera bergegas turun dan menuju Repsesionis untuk menanyakan keberadaan putranya.
"Suster apakah benar ada pasien bernama Alio Ibrahim. korban kecelakaan beberapa saat tadi ?"
"Sebentar nyonya, saya cek dulu !"
Vivie yang mendengar jawaban suster mengangguk, lalu dengan perasaan was-was dirinya menunggu jawaban suster.
"Benar, ada pasien yang bernama Alio Ibrahim dan sekarang sedang ditangani dokter di ruang IGD !"
"Bisa tunjukkan dimana tempatnya sus ?" Vivie bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Suster itu mengangguk, lalu ia mengantar Vivie keruangan dimana Alio berada.
Kini Vivie telah sampai di depan ruangan IGD, ia menatap ruangan itu dengan tatapan hampa.
Ia tak kuasa lagi membendung air matanya, dan airmata itu meluncur tanpa permisi di pipinya.
"Yang sabar ya nyonya saya permisi dulu !"
Vivie menyeka air matanya dan mengangguk, lalu ia memandang pintu ruangan IGD dengan menahan sesak didadanya.
"Tuhan, jika kau memberi penderitaan lagi pada putraku aku bersumpah tidak akan memaafkanmu !" gumam Vivie seraya menyeka air matanya.
Di saat pikiran Vivie masih tidak bisa dikendalikan, seorang suster sedang berjalan kearahnya dengan membawa dua kantong darah.
Vivie yang melihat itu segera bertanya untuk apa suster membawa darah keruangan IGD.
"Suster, darah ini untuk siapa ?" tanya Vivie seraya menunjuk dua kantong darah yang berada di tangan suster.
"Pasien didalam kehilangan banyak darah nyonya, kami pihak rumah sakit membutuhkan satu kantong darah lagi !" Jawab suster itu.
"Maaf nyonya saya harus segera memberikan darah ini kepada dokter saya permisi !"
"Tapi sus.!"
Belum sempat Vivie melanjutkan pertanyaannya suster itu sudah masuk dan tidak terlihat lagi.
"Aku harus menghubungi Antoni, tidak mungkin aku meminta bantuan Aldaluts !" gumam Vivie dengan merogoh ponsel di tasnya.
Kerana Alio mempunyai golongan darah yang sama dengan Aldaluts dan Antoni yaitu O negatif, maka Vivie segera menghubungi putranya itu.
Dirinya menyadari, tidak mungkin baginya untuk meminta bantuan kepada Aldaluts rasanya mustahil mantan suaminya itu memberikan bantuan untuk Alio.
Tiba-tiba seseorang menyenggol bahunya dan ponsel yang ia tempelkan di telinga terjatuh.
Bersambung…
Hai hola ..
Duh beb Alio lagi butuh darah nih ada yang mau donor nggak wkwkkwkw
Sebenarnya golongan darah author sama si dengan bebz Alio hahahahha
Ok jika kalian suka dengan karyaku berilah aku bukti suka dengan like komen dan rate !
Hanya like dan komen kalian menjadi semangatku untuk menulis .
Jawab ini di kolom komentar ya.
Kira-kira Antoni mau nggak ya mendonorkan darahnya ?
Lalu siapa yang menyenggol bahu Vivie di rumah sakit ?
Elepiyu semua ……
BENCI SKALI DGN TOKOH ANTONI & NINDY...
TPI YG PLING KU BENCI DI SINI TOKOH NINDY NYA...
JDI GK JELAS KISAH CINTA SELANJUTNYA...
ASLI AKU IKUT SESAK LIAT SI ALIO...
GARA2 ANTONI & NINDY...😡😡😡😡😡
CINTA SEGI TIGA YG MEMBAGONGKAN... DGN ENDING GK JELAS SKALIGUS MNECEWAKN, OTHOR GK ADIL DGN TOLOH ALIO...
bagus
semangat
trus knpa yg ditampilkan keegoisan seorang adik n kemunafikan seorang kakak ny
Seharusny antoni tdk menghancurkan cinta kk nya sehingga membuat alio hrus mengalah demi kluarga nya
Ga masuk akal cerita mu thor
aku shunting saja.