Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.
Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.
Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.
Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...
Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Serangan Pertama
Matahari belum sepenuhnya terbit, tapi suasana di dalam shelter udah ramai. Semua penghuni bersiap—mengencangkan sekrup pintu baja, mengecek persediaan peluru, sampai ngisi baterai perisai energi cadangan.
Shinn berdiri di ruang kontrol utama bareng Rael, Naya, Reno, dan Elia. Peta digital di meja taktis nunjukin posisi musuh yang makin dekat.
“Mereka berjumlah sekitar empat puluh. Terdeteksi ada sepuluh zombie mutasi yang dikendalikan... sisanya pasukan manusia,” kata Rael sambil mencoret-coret layar.
“Zombie nya hasil eksperimen?” tanya Shinn.
Rael angguk. “Bukan zombie biasa. Ada beberapa tipe hybrid—yang bisa regenerasi cepat, dan satu tipe yang bisa nyamar jadi manusia.”
Shinn menghela napas berat. “Sial... mereka datang serius banget.”
Di belakang mereka, Elia datang sambil gendong Yuki yang baru bangun.
“Mama, kenapa semua orang kayak buru-buru?” tanya Yuki pelan, masih ngantuk.
Shinn berlutut dan mengelus rambut Yuki. “Sayang, hari ini Papa harus lindungin rumah kita dari orang-orang jahat.”
Yuki mengangguk kecil. “Aku boleh nyanyi buat semangatin semua?”
Shinn ketawa kecil, “Itu ide bagus. Nyanyian kamu bisa jadi pelindung kita juga.”
_______________
"Beberapa Menit Kemudian – Shelter Siaga Satu"
Suara alarm keras menggema.
"“PERINGATAN: Musuh memasuki radius 300 meter!”"
Semua orang langsung ambil posisi. Shinn berdiri di depan gerbang utama bareng Naya dan Reno. Rael mengatur sniper dan menempatkan beberapa orang di menara pengawas.
Di belakang, Elia memeluk Yuki erat sambil duduk di ruang aman bawah tanah bareng warga lainnya.
“Yuki, ingat kata Papa kamu ya,” bisik Elia. “Kamu cahaya buat kita semua.”
Yuki mengangguk. Dia membuka sistem kecil miliknya dan mulai memutar lagu pengantar tidur yang biasa dia nyanyiin buat Shinn.
Lagu itu mulai terdengar di speaker shelter—suara lembut Yuki mengisi udara, menenangkan hati yang cemas.
_______________
"Di Garis Depan – Serangan Dimulai"
Tiga tembakan peringatan dari pihak musuh pecah di udara. Mereka gak langsung nyerang, tapi jelas siap menyergap.
Shinn melirik Naya. “Siap?”
“Siap mati bareng lo,” jawab Naya sambil senyum.
Reno ngelus pelat bahunya. “Waduh, serem banget sih ngomongnya. Tapi ya, gue juga siap.”
Tak lama, tanah bergetar.
Zombie pertama muncul—tingginya lebih dari dua meter, matanya merah menyala, tubuhnya setengah besi.
“ZOMBIE KELAS BETA!” teriak Rael dari atas.
Shinn langsung ambil langkah cepat dan aktifkan senjata plasma-nya. Dengan satu lompatan, dia hantam kepala zombie itu. Tapi si monster malah ketawa, dan lengannya berubah jadi cambuk berduri!
“Anjing... dia adaptif!” teriak Shinn sambil mundur.
Reno dan Naya datang bantuin. Kombinasi mereka bertiga cukup buat bikin si zombie goyah, tapi monster itu cepet banget pulih.
“Kalau gini terus, kita bakal habis di sini!” teriak Reno sambil lempar granat.
Boom!
Granat berhasil ngerobohin zombie itu. Tapi baru aja mereka tarik napas, tiga zombie lain udah nyusul dari sisi barat. Ditambah pasukan musuh berbaju hitam yang mulai masukin gas asap.
_______________
"Di Dalam Shelter – Yuki Ketakutan"
Yuki mulai gemetar. Dia bisa denger suara ledakan di atas sana, suara tembakan, dan teriakan. Elia terus memeluknya, mencoba tetap tenang.
“Yuki sayang, kamu berani, kan?”
“A...aku takut…”
“Gak apa-apa. Rasa takut itu manusiawi. Tapi kamu harus kuat. Karena kamu... anak paling berani di dunia.”
Yuki menarik napas dalam, lalu tiba-tiba matanya bersinar.
"DING!"
> Sistem Aktif: 'Mode Perlindungan Spiritual – “Nyanyian Jiwa”'
Suara Yuki berubah—bukan cuma lagu biasa, tapi gelombang suara yang menguatkan mental para pejuang di atas. Aura biru menyebar ke seluruh shelter.
Shinn yang lagi hampir jatuh langsung merasa tubuhnya ringan. Luka di pundaknya terasa sembuh sedikit demi sedikit.
“Apa-apaan ini...?” gumam Shinn.
Sistemnya menampilkan notifikasi:
> Buff Aktif – Stamina +30%, Fokus +20%, Regenerasi Luka Ringan
“YUKI...!” teriak Shinn sambil senyum kecil. “Bagus banget... kamu anak luar biasa.”
_______________
"Pertempuran Berlanjut"
Dengan kekuatan tambahan dari buff Yuki, pasukan shelter mulai unggul. Mereka berhasil menjatuhkan beberapa zombie dan mendorong mundur pasukan manusia.
Tapi... tiba-tiba, tanah retak, dan dari bawah tanah muncul satu makhluk raksasa: "ZOMBIE TITAN KELAS ALFA"—monster hasil eksperimen yang gak pernah muncul sebelumnya.
Kepalanya tiga, dengan tubuh setinggi rumah dua lantai, dan setiap lengannya bisa regenerasi.
Rael berteriak, “SEMUA! SERANG MONSTER ITU!”
Shinn maju dengan energi plasma maksimum. “Naya! Reno! Kita tangani ini bareng!”
“Lo duluan yang maju, kita dukung dari belakang!” teriak Naya.
Shinn melompat tinggi, mengincar kepala tengah si titan. Tapi sebelum pedangnya kena, titan itu nyemburin kabut hijau dari mulutnya!
“GAHHH!!” Shinn jatuh ke tanah, matanya perih.
Reno langsung maju, “SIALAN! Gas ini bikin mati rasa!”
Naya bantu Shinn berdiri. “Kita perlu strategi lain! Serang jantungnya! Di perutnya, bagian merah itu!”
Shinn nyalain sistem dan ngaktifin skill “Void Slash”—tebasan dari udara yang ngarah ke titik vital monster.
BOOM!
Ledakan besar bikin tubuh si titan goyang. Tapi dia masih hidup.
“Sekali lagi!” teriak Shinn.
Tapi monster itu ngangkat satu mobil dan lempar ke arah mereka!
Reno dorong Naya dan Shinn. “AWAS!”
Mobil itu meledak di udara, tapi cukup buat bikin tanah tempat mereka berdiri ambles.
_______________
"Di Ruang Aman – Suara Yuki Melemah"
Aura biru yang tadinya kuat, sekarang mulai meredup. Yuki mulai pusing, hidungnya mimisan.
“Yuki! Jangan paksa diri kamu!” teriak Elia panik.
Tapi Yuki tersenyum lemah, “Aku... harus bantu Papa...”
Tiba-tiba, Elia juga ikut aktifkan sistemnya—satu mode lama yang dia simpan sejak dulu: "Resonansi Pengasuh".
Aura Elia menyatu dengan aura Yuki—dan sistem mereka sinkron. Energi itu menyebar ke atas, menciptakan medan pelindung di sekitar para pejuang.
_______________
"Penutup Bab – Titik Balik Pertempuran"
Di luar, Shinn bangkit dengan tubuh penuh luka. Tapi saat aura gabungan Yuki dan Elia menyelimutinya, luka itu sembuh dan kekuatannya meningkat drastis.
> Buff Ganda Aktif – 'Void Mode: Over limit'
Shinn berdiri sambil mengangkat senjatanya. “Sekarang giliranku... ngelindungin kalian semua.”
Dia lompat ke udara, menghantam kepala monster dengan kekuatan penuh. Ledakan besar menggetarkan seluruh shelter.
Zombie Titan runtuh perlahan… dan pasukan musuh mulai mundur.
Rael berseru, “MEREKA KABUR! KITA MENANG!!”
Semua orang bersorak. Tapi di balik kegembiraan itu... Shinn tahu, ini baru permulaan.
mampir kak