Bacin Haris seseorang mencari ibunya yang hilang di dunia lain yang disebut sebagai Black World. Dunia itu penuh dengan kengerian entitas yang sangat jahat dan berbahaya. Disana Bacin mengetahui bahwa dia adalah seorang Disgrace, orang hina yang memiliki kekuatan keabadian. Bagaimana Perjalanan Bacin didunia mengerikan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrayDarkness, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Super Informations
Bacin menatap layar komputer dengan serius, membaca dokumen yang menjelaskan tentang dunia lain yang disebut sebagai Black World.
Dunia ini bersebelahan dengan dunia nyata, dipisahkan oleh penghalang tak terlihat. Namun, ada beberapa titik tertentu di mana penghalang ini dapat ditembus, memungkinkan akses antara kedua dunia.
Akses ini hanya bisa dibuka melalui pintu-pintu khusus yang tersebar di berbagai lokasi. Bacin sudah pernah mengalaminya sendiri, pertama kali saat memasuki Black World melalui pintu di Desa Mawar Hitam.
"Jadi pintu-pintu ini tidak hanya ada di satu tempat... tapi tersebar di mana-mana?" pikir Bacin.
Ia merenung sejenak. Jika ada lebih banyak pintu ke Black World, maka itu berarti ada kemungkinan lebih banyak orang yang secara tidak sengaja masuk ke dalamnya—dan kemungkinan besar tidak pernah kembali.
Bacin melanjutkan membaca.
Di dalam Black World terdapat berbagai macam entitas mengerikan.
Sebagian besar dari mereka adalah makhluk yang berbahaya, dengan kekuatan yang tak terbayangkan.
Mereka bukan hanya sekadar monster, tetapi sesuatu yang berada di luar logika manusia.
Bacin sudah mengetahui hal ini secara langsung.
Saat pertama kali memasuki Black World, ia bertemu dengan makhluk-makhluk yang begitu mengerikan hingga bisa membuat siapa pun kehilangan akal sehat.
Makhluk-makhluk itu bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat membunuh dalam hitungan detik.
Orang biasa yang masuk ke sana tidak akan bertahan lama. Mereka akan tersesat, diteror, dan akhirnya menjadi mangsa dari entitas-entitas itu.
"Jadi benar... jika seseorang tanpa persiapan masuk ke Black World, dia pasti mati."
Bacin mengerutkan alisnya. Ia pernah selamat, tetapi itu karena keberuntungan dan pengalamannya.
Namun, tidak semua orang seberuntung dirinya.
Ia membayangkan ada berapa banyak orang yang mungkin telah hilang selama ini, tersedot ke dalam dunia itu tanpa ada yang tahu nasib mereka.
Bacin terus membaca, mencoba mencari tahu lebih dalam.
Bagaimana pintu-pintu ini bisa ada? Siapa yang membuatnya?
Jika ada akses menuju Black World, berarti ada kemungkinan juga ada cara untuk menutupnya... atau setidaknya mengendalikannya.
Namun, dokumen ini tidak memberikan jawaban yang memuaskan.
Hanya ada spekulasi.
Beberapa laporan dari divisi supranatural menunjukkan bahwa pintu-pintu ini tidak muncul begitu saja, melainkan memiliki pola tertentu.
Namun, pola itu masih belum bisa sepenuhnya dipahami.
Bacin menghela napas dan menyandarkan punggungnya di kursi.
"Sepertinya masih banyak yang harus kupelajari..." pikirnya.
Tapi satu hal yang pasti—Black World bukan hanya sekadar legenda atau cerita misteri.
Itu adalah ancaman nyata yang ada di balik dunia ini.
Bacin menatap layar komputer, membaca informasi yang semakin menarik perhatiannya.
Disgrace—sebutan bagi mereka yang memiliki kekuatan spesial dengan harga yang harus dibayar.
Mereka bukan manusia biasa.
Kekuatan mereka bisa menjadi berkah atau kutukan, tergantung bagaimana seseorang memandangnya.
Namun, satu hal yang pasti: tidak ada kekuatan yang diberikan tanpa mengambil sesuatu sebagai gantinya.
Bacin teringat kata-kata Zein.
Zein kehilangan satu matanya sebagai harga untuk mendapatkan kemampuan penglihatan spesialnya.
Sedangkan dirinya sendiri...
Kekuatan keabadian yang ia miliki adalah hasil dari kehilangan batasan umurnya.
Ia tidak bisa mati.
Tidak peduli seberapa parah tubuhnya terluka, ia akan selalu pulih.
Tidak peduli berapa lama waktu berlalu, ia tidak akan pernah menua.
"Aku sudah kehilangan umurku..." pikir Bacin.
"Aku bisa hidup selamanya, tetapi... itu juga berarti aku harus melihat dunia terus berubah sementara aku tetap sama."
Bacin menatap tangannya, merenungkan sesuatu yang mungkin tidak pernah benar-benar ia pikirkan sebelumnya.
Kekuatannya mungkin terdengar hebat, tetapi apakah itu benar-benar sebuah berkah? Atau justru kutukan yang lebih besar daripada kematian?
Bagaimana Seseorang Bisa Menjadi Disgrace?
Bacin melanjutkan membaca.
Ternyata, tidak ada satu cara pasti untuk menjadi seorang Disgrace.
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan seseorang mendapatkan kekuatan ini:
Dari Lahir
Beberapa orang lahir sebagai Disgrace.
Mereka tidak memilih untuk menjadi seperti ini, tetapi sejak kecil mereka sudah memiliki kekuatan spesial yang membedakan mereka dari manusia biasa.
Namun, mereka tetap harus membayar harga, biasanya dalam bentuk sesuatu yang hilang dari mereka seumur hidup.
Diberikan oleh Entitas Kuat
Ada makhluk atau entitas tertentu yang memiliki kemampuan untuk memberikan kekuatan kepada seseorang.
Namun, tidak ada yang gratis.
Harga yang harus dibayar bisa berupa nyawa, jiwa, atau sesuatu yang lebih berharga daripada hidup itu sendiri.
Pengorbanan
Beberapa orang menjadi Disgrace karena mereka melakukan pengorbanan besar.
Mereka rela kehilangan sesuatu demi mendapatkan kekuatan.
Ini bisa terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja.
Situasi Putus Asa (Kasus Unik)
Ada orang-orang yang berubah menjadi Disgrace karena mereka berada dalam kondisi yang sangat putus asa.
Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menerima kekuatan itu—atau mereka akan mati.
Kondisi mental mereka yang berada di ambang kehancuran bisa menjadi pemicu perubahan ini.
Bacin merenungkan informasi ini.
Sepertinya, tidak semua Disgrace mendapatkan kekuatan mereka dengan cara yang sama.
Bahkan mungkin... banyak dari mereka tidak pernah menginginkannya sejak awal.
Bacin mengingat Suzie.
Wanita itu juga seorang Disgrace.
Dan Suzie sepertinya sangat tahu tentang dirinya, bahkan lebih dari yang Bacin ketahui tentang dirinya sendiri.
"Apa harga yang harus Suzie bayar untuk kekuatannya?" pikir Bacin.
Ia juga teringat Simon dan anggota lain di divisi ini.
Mereka semua adalah Disgrace.
Berapa banyak kisah tragis yang tersembunyi di balik kekuatan mereka?
Bacin menutup matanya sejenak.
Dunia ini jauh lebih luas dan lebih gelap daripada yang ia bayangkan.
Dan sekarang, ia benar-benar menjadi bagian dari dunia itu.
Bacin terus membaca, matanya terpaku pada informasi yang tertera di layar.
Ketika seorang Disgrace mati, mereka tidak benar-benar menghilang begitu saja.
Esensi kekuatan mereka akan menyatu dengan sesuatu yang disebut sebagai "Core."
Core ini adalah sisa energi kutukan dari seorang Disgrace yang telah mati.
Namun, tidak semua orang bisa melihat atau menggunakannya.
Core bisa berada dalam berbagai bentuk—kadang berupa batu kecil, kristal, atau bahkan menyatu dengan benda tertentu di sekitar lokasi kematian mereka.
Namun, fungsi utama dari Core ini adalah satu:
> Menjadi sumber kekuatan bagi siapapun yang cukup nekat untuk menggunakannya.
Core dapat diolah untuk menciptakan benda atau senjata keramat.
> Senjata yang terbuat dari Core membawa kekuatan dari Disgrace yang telah mati.
Beberapa contoh yang didokumentasikan antara lain:
Pedang yang mampu menebas apapun, tetapi penggunanya akan kehilangan indranya secara perlahan.
Pistol yang tidak pernah kehabisan peluru, tetapi setiap tembakan menguras umur pemiliknya.
Armor yang tak bisa dihancurkan, tetapi memakainya berarti tubuh penggunanya akan mengalami rasa sakit yang luar biasa.
Cincin yang memberi kekuatan luar biasa, tetapi setiap kali digunakan, pemiliknya akan kehilangan bagian dari kenangannya.