Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Tingkah
"Coba ini" ucap Ken sambil menyodorkan sebuah cincin pada Rara
Rara menatap heran ke wajah Ken
"Ayo coba" ucap Ken lagi sambil menggoyangkan cincin di tangannya
"Iya" jawab Rara langsung mengambil cincin yang ada di tangan Ken dan mencoba nya
Pas.. cincin itu begitu pas melingkar di jari manis Rara
"Wah cincin nya pas ya.. cantik sekali. Pilihan Tuan Ken benar-benar bagus" ucap Pemilik toko
"Gimana dia bisa tau ukuran jari aku dan cincin nya juga cantik dan manis banget" batin Rara sambil masih menatap cincin di lengannya
"Gimana Nona mau ambil yang itu atau pilih yang lain lagi" tanya Pemilik toko
Rara menatap ke arah Ken yang sedang memanglingkan wajahnya ke arah lain
"Saya pilih yang ini saja" jawab Rara sambil tersenyum
Ken yang sedang membelakangi Rara menarik simpul sabalah bibirnya hingga terlihat sedikit senyuman di bibirnya
"Baiklah Nona, kalau begitu tinggal kita pilih untuk Tuan Ken" ucap Pemilik toko di iyakan oleh Rara
Lalu dua orang karyawan toko membawa empat kotak cincin platinum untuk laki-laki
"Silahkan Tuan" ucap Pemilik toko
Ken sedang melihat-lihat cincin di atas meja
Rara yang di samping pun ikut melihat setiap model cincin nya dan mengambil satu cincin polos dengan dua garis melingkar di tengahnya
"Kalau ini bagaimana?" tanya Rara menunjukan cincin yang dia ambil kepada Ken
Tanpa bicara Ken langsung mengambilnya dan mencobanya di jari nya
Rara wajah terlihat senang Ken mau mencobanya tapi wajah nya berubah muram ketika melihat cincin yang Ken pakai kebesaran
"Yah kebesaran" ucap Rara lesu
Ken melirik ke arah Rara melihat wajahnya jadi muram
"Tidak papa Nona bisa pilihkan yang lain lagi" ucap Pemilik toko
"Sudah tidak perlu , saya ambil yang ini saja" ucap Ken
"Tapikan kebesaran" ucap Rara
"Bisa di kecilkan kan?" ucap Ken sambil menyodorkan cincinnya ke pada pemilik toko dengan serius seakan permintaannya tidak mau di tolak
"Bisa sekali Tuan" jawab Pemilik toko langsung menyambar cincin di tangan Ken
"Baiklah kalau begitu sudah selesai kan" ucap Ken hendak berdiri
"Sebentar Tuan masih ada satu lagi" ucap pemilik toko lalu memanggil karyawannya
Ken mengerenyitkan dahi nya
"Ada apa lagi?" tanya Rara
Lalu dua orang karyawan masuk membawa 4 kotak set perhisan lengkap dan di taruh di atas meja
"Ini sesuai perintah Tuan Wisnu kami sudah memilihkan satu set perhiasan-perhiasan terbaik untuk Nona" ucap Pemilik toko
"Ini semua?"
"Benar Nona, bagaimana apa Nona suka atau ingin cari design yang lainnya?"
"Tidak perlu ini juga terlalu banyak" jawab cepat Rara
"Saya akan ambil dua ini saja" ucap Rara sambil menunjuk dua kotak di dekatnya
"Tapi nona Tuan.." ucap Pemilik toko terpotong ucapan Ken
"Sudah ambil saja semuanya atau kau akan liat papa mertua mu itu mengirim semua isi toko ini ke rumahmu" ucap Ken
Akhirnya dengan berat hati Rara mengambil 4 kotak yang di tawarkan tadi
Selesai memilih-milih perhiasan mereka berdua pun keluar toko berjalan menuju keluar mall
Tiba-tiba Ken menghentikan langkahnya ketika melewati sebuah restoran
"Kenapa?" tanya Rara berbalik badan melihat Ken berhenti
"Ayo kita makan dulu" ajak Ken menarik lengan Rara menuju restoran
"Tapi pak Evan nanti menunggu lama" jawab Rara
"Sudah tidak usah pikirkan dia, dia tau harus berbuat apa" jawab Ken
Mereka pun akhirnya masuk ke sebuah restoran Italy
Rara masuk lebih dulu mengikuti pelayan yang mengantar mereka menuju meja
Tapi dari arah samping seorang waiters membawa banyak minuman dalam satu nampan tidak melihat ke arah Rara yang sedang berjalan
"Awas... " teriak Ken langsung menarik lengan Rara kepelukannya
"Hei hati-hati" teriak Ken pada waiters
"Maaf Pak saya tidak sengaja maaf" ucap Waiters
"Untung saja tidak kena" ucap Ken yang masih tidak sadar posisi Rara masih di pelukannya
"Kak Ken.." ucap Rara salah tingkah
Ken yang tersadar pun langsung melepaskan lenganya dari pinggang Rara dari pelukannya
"Kau hati-hatilah" ucap Ken juga ikut salah tingkah dan berjalan menuju meja
Rara pun mengikutinya dari belakang dengan wajah yang masih memerah
"Kenapa aku jadi gugup" gumam Rara sambil menepuk-nepuk kedua pipi nya pelan
"Kenapa jantungku berdebar-debar begini" batin Ken sambil mengatur nafasnya
****
Sementara itu Dinda sudah sampai di depan rumahnya, dia di antar oleh Jason karna dia menolak di antar oleh Bayu sebelumnya
"Jason thank you ya udah ngajak gue ngopi dan nganter pulang" ucap Dinda
"Your wellcome Dinda, kalo perlu teman ngopi lagi ajak gue aja" jawab Jason
"Oke" ucap Dinda sambil mengacungkan jempolnya
"Eh tapi kok tumben elo gak mau di anter Bayu? Kalian lagi berantem?" tanya Jason
"Enggak, males aja bosen liat Bayu mulu haha" jawab Dinda di iringi tawa
"Hahaha iya gue juga bosen liat kalian berdua lengket banget kaya perangko" ucap Jason
"Yaudah Jas gue masuk dulu ya. Hati-hati lo di jalan"
"Gue gak di tawarin masuk nih?"
"Eh elo mau mampir?"
"Hahaha enggak din gue bercanda"
"Ah sialan lo"
"Hahaha yaudah gue cabut ya. Bye.. " pamit Jason sambil melambaikan tangan pada Dinda lewat kaca
"Oke bye.. " jawab Dinda ikut melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumah setelah mobil Jason tak terlihat lagi
****
Di Rumah Keluarga Adi Utama
Rey yang langsung pulang setelah melihat acara seminar tadi hanya diam di dalam kamarnya dia teelihat seperti seorang yang sedang kacau dan frustasi
Kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar
Tok.. tok.. tok..
"Den makan malam sudah siap" ucap Bi Sumi
Tok.. tok.. tok..
"Den.. " panggil Bi Sumi tapi tidak di hiraukan Rey
"Kenapa bi?" tanya Radit yang baru keluar dari kamarnya di sebelah kamar Rey
"Ini den Rey dari sore tidak keluar keluar kamar Den dan bibi panggil-panggil untuk makan malam juga tidak menjawab" jelas Bi Sumi
"Yasudah biar Radit saja yang panggilkan, bibi boleh ke belakang lagi" ucap Radit
"Baik Den" Bi Sumi pun kembali ke dapur
Tok.. tok.. tok..
"Kak .. Radit masuk ya" ucap Radit tapi Rey masih tidak menjawab
Radit pun masuk ke dalam kamar Rey, di lihatnya Rey sedang rebahan di atas sofa sambil menutup kedua matanya dengan lengannya
"Kak.. tidur?" tanya Radit lalu duduk di samping nya
"Hhmm" Rey berdehem
"Kakak kenapa? akhir-akhir ini terlihat aneh" tanya Radit
"Tidak papa" jawab Rey
"Ayolah kak cerita padaku mungkin aku bisa bantu"
"Kalau aku cerita pun kau tidak akan bisa membantu apapun"
"Memangnya apa kak mungkin kalau bercerita beban mu akan berkurang"
"Huuuuuhhhh... " Rey menghembuskan nafas panjang
"Rara dan Ken akan menikah"
"Apaa?" teriak Radit.
"Pelankan suaramu"
"Kak Rara akan menikah dengan Kak Ken teman kakak itu?"
"Hhmm.. "
"Kakak tau dari mana?"
"Dari Ken langsung, beberapa hari lalu kita sempat ribut di parkiran kampus kakak tau dari situ"
"Jadi hubungan Kakak dan Kak Ken gimana sekarang?"
"Ya begitulah kamu tau sendiri sifat Ken dia paling tidak suka yang jadi miliknya di ganggu orang lain"
"Lalu Koas Kakak bulan depan di rumah sakit dia bagaimana?"
"Ya mau tidak mau Kakak harus tetap lakukan kakak akan berusah menyelesaikan masa Koas dengan cepat dan benar-benar menjadi dokter. Setelah itu Kakak akan tinggal di luar negri"
"Kakak serius?"
"Hemm.. Kakak terus tinggal di sini atau Papa akan mengatur hidup Kakak lagi apalagi sampai harus menikahi Ellen"
"Baiklah aku akan mendukung apapun keputusan Kakak, jangan biarkan siapapun mengatur hidup Kakak meski Papa sekalipun. Radit ingin Kakak hidup dengan baik" ucap Radit haru
"Hei kenapa kamu jadi sedih ayolah jangan cengeng. Terima kasih Radit kamu selalu mendukung Kakak dan maaf kan Kakak yang sering melampiaskan kekesalan kakak pada kamu"
"Tidak Kak justru Radit sangat bersyukur karna Kakak lah satu-satu nya yang selalu menyayangi dan memperhatikan Radit dari kecil hingga sekarang tidak seperti Mama dan Papa yang selalu sibuk dengan urusan mereka saja hingga lupa anak-anaknya. Radit berharap kehidupan Kakak kedepannya bahagia dan bisa mendapatkan pengganti Kak Rara"
"Ya semoga saja meski tidak mudah"
"Jangan khawatirkan Radit lagi sekarang aku sudah besar"
"Baiklah baiklah sekarang kau anak besar" ucap Rey sambil mengacak-acak rambut Radit dan mereka tertawa
****
Di Depan Rumah Aira
Evan menghentikan mobil tepat di depan rumah Aira
"Sudah sampai Nona" ucap Evan
"Terima kasih Pak Evan sudah mengantar" ucap Rara
"Jangan panggil Pak Nona, panggil saja Evan" jawab Evan
"Tapi.. " ucapan Rara terpotong
"Sudah panggil saja Evan nya dan Aku hanya selisih setahun" ucap Ken
Ya Evan memang sekertaris pribadi Wisnu ini masih muda usianya hanya selisih satu tahun lebih tua dari Ken dan dia juga memiliki wajah yang cukup tampan apalagi dengan setelan kantornya yang selalu rapi
"Baiklah, yasudah aku turun" jawab Rara pada Ken
Rara pun turun dari mobil dan ternyata Ken pun ikut turun dari mobil mengikuti Rara masuk ke halaman depan rumahnya sedangkan Evan masih di dalam mobil di posisi mengemudi nya
Rara membalikan badannya baru sadar melihat Ken mengikuti nya
"Kenapa kamu ikut turun?" tanya Rara
"Ya karna aku mau mampir" jawab Ken
"Jangan" ucap Rara
Ken mengerutkan keningnya menatap tajam Rara
"Maksud ku bukan gak boleh tapi di rumah tidak ada siapa-siapa" lanjut ucap Rara melihat wajah Ken yang garang
"Memangnya kemana Ayah Bunda?" introgasi Ken
"Mereka pergi ke Bandung untuk memberitahu sodara-sodara soal pernikahan kita" jawab Rara
"Lalu kenapa kau tidak memberitahu dari tadi" ucap Ken kesal
"Ya karna kamu tidak tanya dan aku kira kamu gak akan ikut turun" sanggah Rara
Ken tampak kesal dan malu jadi nya
"Yasudah sana masuk aku akan pergi" sedikit kesal dan jadi salah tingkah
"Baiklah hati -hati di jalan" ucap Rara bergegas mengambil kunci dari dalam tas dan hendak membuka pintu
"Tunggu.. " ucap Ken saat Rara hendak masuk
"Berapa lama Ayah dan Bunda pergi?" tanya Ken
"Euh mungkin 3 hari sekalian mereka mau liburan" jawab Rara
"Ajak Dinda tidur di rumahmu jangan tinggal sendirian , sudah sana masuk" ucap Ken sambil membalik badan membelakangi Rara lalu mengambil langkah menuju mobil
Rara memandang punggung Ken sambil mengerutkan keningnya merasa heran dengan sikap Ken
"Dia aneh sekali hari ini" batin Rara
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah di Up jangan lupa like , coment, love dan vote. Makasih 🤗
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂