NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menangkap Sinta

Zee baru saja kembali dari kamar mandi. Sejak tadi ia tengah berpikir tentang apa yang ia lewatkan. Namun belum juga ia mengingatnya.

"Yey nggak pulang cin?? ". Tanya Maya saat Zee keluar dari kamar mandi.

" Aku jagain kamu aja disini". Sahut Zee tenang. Wajahnya sudah segar karena ia mencuci muka.

"Makasih say, duh terhura deh eike.. " Zee semakin lega melihat Maya yang sudah kembali centil itu.

"Tapi emak nggak nyariin emang? ". Zee langsung menepuk keningnya. Ia baru sadar dan baru tringat apa yang sejak tadi mengganjal dan membuatnya tak tenang. Rupanya ia lupa mengabari emak.

" Duh.. hp aku masih di club lagi". Zee terlihat kebingungan membuat Maya ikut panik. Ia sangat mengenal emak, wanita tua itu selalu panik saat Zee terlambat pulang.

"Jam segini biasanya aku udah nyampe rumah. Duh, kok bisa sih aku lupa" Zee merutuki kecerobohan nya sendiri.

"Pake hp aku aja Zee.. " Usul Maya membuat Zee berhenti hilir mudik didalam ruangan.

"Ya ampun, aku lupa". Zee kembali menepuk keningnya. Efek panik membuatnya jadi lemot.

Semalam seorang perawat yang menangani Maya memberikan barang-barang yang ada di saku celana dan rompi kerja Maya. Termasuk ponsel dan dompet lelaki itu.

Zee segera mengambil hp Maya yang ia simpan di dalam laci nakas, ia ingin segera menghubungi emak sebelum wanita itu panik dan menyusulnya ke club. Bisa panjang urusannya kalau sampai emak menyusulnya ketempat kerja.

" Hallo.. assalamualaikum mak.. ". Terdengar jawaban di seberang sana.

Zee menceritakan jika saat ini dirinya tengah menunggui Maya yang dirawat dirumah sakit. Dan meminta maaf karena baru mengabari emak. Tentu saja Zee berbohong tentang sakitnya Maya. Ia hanya bilang jika perut Maya sakit dan harus mendapatkan perawatan ekstra dirumah sakit.

Awalnya emak ingin menyusul Zee. Namun Zee melarang dengan alasan tidak baik bagi kesehatan emak jika berdiam dirumah sakit untuk menunggu pasien.

" Nanti siang Zee pulang, mak". Janji Zee pada emak. Daripada emak yang menyusulnya, mending dia yang pulang sebentar. Lagipula ia butuh pakaian ganti juga.

Suara adzan berkumandang, memanggil setiap insan untuk datang menghadap sang pencipta. Pun dengan Zee yang pamit pada Maya untuk melaksanakan shalat subuh.

Untunglah di rumah sakit itu disediakan mushola yang cukup luas di lantai atas bangunan rumah sakit. Jadi Zee tidak perlu keluar area rumah sakit untuk menunaikan ibadah shalatnya.

Zee bergegas kembali ke ruangan Maya setelah selesai shalat. Ia tak mau meninggalkan Maya terlalu lama meskipun diluar ruang rawat Maya ada dua polisi yang berjaga.

Mata Zee menyipit kala melihat sosok yang cukup familiar. Sosok yang mampu membuat dirinya sedikit bergetar karena rasa takut.

Seorang wanita dengan sebuah topi hitam di kepalanya dan juga memakai masker. Namun Zee tetap bisa mengenalinya.

Semakin dekat, Zee semakin yakin sosok itu memanglah orang yang sudah mencelakai Maya, sahabatnya.

"Mbak Sinta?!! ". Panggil Zee pada sosok Sinta yang tengah bersembunyi dibalik tembok.

sementara sosok yang dipanggil berjingkat dan segera berbalik hendak melarikan diri. Zee mengejar nya dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Ia harus bisa menangkap Sinta. Orang yang sudah mencelakai Maya dan hampir membuat Maya meregang nyawa.

" Mbak Sinta tunggu!!! ". Teriak Zee memecah kesunyian pagi itu.

Ia berlarian mengejar Sinta di lorong rumah sakit yang masih sepi. Hingga suara langkah nya dan Sinta menggema mengisi setiap sudut yang mereka lalui.

hap!!

Dengan nafas yang masih memburu, Zee berhasil membekuk Sinta. Nafas keduanya masih sama-sama tersengal sisa larian mereka.

" Lepaskan!!! ". Teriak Sinta yang cukup memekakkan telinga.

" Nggak akan! Mbak Sinta harus bertanggung jawab atas perbuatan mbak Sinta ke Maya! ". Tegas Zee mencengkeram kuat tangan Sinta yang coba berontak.

" Cih!! Kalian emang pantes dikasih pelajaran. Harusnya kamu juga aku bunuh sekalian!!!!". Sinta semakin tak terkendali, emosinya meluap-luap.

"Ayo ikut aku! ". Zee memaksa Sinta berjalan, mendorong tubuh Sinta tanpa melepaskan cengkeraman tangannya pada Sinta. Sementara Sinta terus berontak dan mencoba melepaskan diri meskipun gagal. Ia tak menyangka kekuatan Zee sebesar ini hingga tenaganya terkuras untuk memberontak.

" Lepasin aku!!! ". Teriak Sinta membuat beberapa orang yang lalu lalang menatap kearah mereka.

" Nggak!! Mbak Sinta harus dihukum berat! ". Geram Zee semakin erat mencengkeram tangan Sinta.

Petugas polisi yang berjaga segera menghampiri Zee yang terlihat tengah kesusahan menggiring Sinta.

Dua polisi itu mengambil alih Sinta dari Zee. Kedua wanita Itu saling menatap tajam satu sama lain. Selama ini Zee selalu acuh dengan semua perbuatan Sinta pada dirinya. Namun melukai orang-orang terdekat nya tak akan bisa Zee maaf kan.

" Awas lo!! ". Sengit Sinta yang kini tangannya sudah diborgol oleh polisi karena terus memberontak.

" Sadar mbak. Perbuatan yang mbak Sinta lakuin ini cuma bakal bikin mbak Sinta rugi". Bahkan sampai akhir pun Zee tetap berusaha memberi nasehat pada Sinta.

"Cuih!! Sok suci!!". Sarkas Sinta meludah di depan Zee yang hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil menghela nafas panjang.

" Kami akan bawa saudara Sinta". Zee mengangguk, menatap Sinta yang digelandang oleh polisi.

"Mbak Sinta.. " Gumam Zee pelan. Entah apalagi yang akan wanita itu lakukan tadi. Untunglah ia melihat nya lebih dulu sebelum Sinta melakukan hal buruk lainnya.

...☘️☘️☘️☘️...

Leon memutarkan tubuh Zee berkali-kali untuk memastikan jika gadis itu tak terluka. Pagi tadi pihak kepolisian menelpon nya dan mengatakan jika Sinta sudah berhasil diamankan.

Saat Leon menanyakan dimana Sinta di tangkap, polisi menjelaskan jika Sinta di tangkap oleh Zee diarea rumah sakit.

Mendengar penjelasan polisi, Leon bergegas bersiap dan langsung berangkat kerumah sakit untuk memastikan keadaan Zee. Mengingat Sinta adalah orang yang nekat, Leon takut Zee terluka saat menangkap Sinta.

"Aku nggak apa-apa, bang. Beneran deh.. " Sejak tadi Zee sudah menjelaskan jika dirinya baik-baik saja. Namun Leon tetap ngeyel dan memeriksa kondisinya.

"Kamu kenapa nekat banget sih nangkap dia sendirian. Tadi kan disini ada petugas dari kepolisian. Kenapa nggak minta tolong sama mereka aja" Omel Leon pada Zee

"Tadi reflek aja bang pas liat mbak Sinta langsung aku kejar. Aku takut dia kabur lagi kalo aku tinggalin minta bantuan ke polisi dulu". Jelas Zee pelan supaya tak kembali kena omel Leon.

" Jangan bertindak gegabah lagi kedepannya. Mengerti? ". Zee mengangguk saja supaya cepat selesai omelan Leon.

Kini Leon beralih pada Maya, wajahnya sudah terlihat lebih merona dibanding semalam saat ia tinggal pulang.

" Bagaimana kondisimu May? Masih ada yang sakit? ". Tanya Leon yang kini sudah duduk di kursi yang ada disamping ranjang Maya.

" Sakit lah bos. Perut aku diobrak-abrik sama sundel bolong gendheng itu". Sungut Maya sambil meraba perut sebelah kanannya yang masih sangat sakit apa lagi jika batuk atau tertawa. Rasanya jahitan lukanya kembali terbuka.

"Makanya kalo aku nasehatin tuh didenger. Kamu ngeyel sih, senengnya ribut sama mbak Sinta mulu. Udah tau orangnya nekat, masih aja diladenin". Maya mendengus kesal saat Zee kembali mengomeli dirinya.

" Ish.. aku tuh lagi sakit say. Masih aja kamu omelin". Bibir Maya mengerucut dengan tatapan memelas pada Zee.

"Ya makanya kalo nggak mau diomelin tuh dengerin kalo ada orang nasehatin. Kalo gini kan kamu sendiri yang rugi". Masih belum puas rupanya Zee mengomel.

Tak lama seorang perawat datang untuk memeriksa tekanan darah Maya sebelum nanti dokter melakukan visit.

" Tekanan darahnya normal ya pak.. " Mata Maya melotot mendengar sang perawat memanggilnya 'pak'.

"Orang cantik begini dipanggil bapak. Astaga, yey rabun apa ya.. " Meskipun dengan suara yang cukup lemah, Maya mengomel membuat Zee terkekeh.

"Eike nggak pernah nikah sama ibunya situ ya, jadi eike bukan bapak yey.. " Tatapan kagum penuh keterpesonaan yang tadi terlihat jelas dimata sang perawat langsung menghilang, berganti dengan sorot mata kaget.

"Ma-maaf pak.. eh.. mas, eh.. " Perawat jadi salah tingkah sendiri, apalagi saat melihat Maya semakin melotot kesal.

"Terimakasih sus. Harap maklum ya, orangnya memang sensi". Zee maju dan menatap lembut perawat yang hanya bisa mengangguk pelan kemudian pamit.

" Dasar perawat ngaco.. " Gerutu Maya

"Dia udah bener May. Kamu aja yang belok nggak mau dilurusin". Kini mata Maya melebar menatap Zee yang justru tertawa melihat reaksinya.

" Itu bibir bener-bener ya kalo ngomong".

"Eike kokop baru tahu rasa yey! ". Ancam Maya yang tak sedikit pun membuat Zee takut.

" Apa? Mau kokop? Nih kokop nih.. nih.. nih.. " Zee malah mendekatkan wajahnya pada Maya tanpa sedikit pun rasa takut. Karena Zee tahu Maya tak akan melakukan ancamannya.

"Sudah..sudah.. kalian ini, malah ribut sendiri". Keduanya baru sadar jika Leon masih ada didalam ruangan itu.

...¥¥¥°°°°¥¥¥...

...Kasih tipis-tipis dulu deh buat siang ini ya. Semoga weekend nya menyenangkan ya readers🫰❤💋...

...Syukur deh ya Sinta udah ketangkep, baek-baek lu ya Sinta dipenjara sana, gedeg banget ama Sinta ih😡...

...Happy reading semuanyaa semoga syukaaa ya❤❤...

...Sarangheyo readerskuuhh💋💋💋😍🥰😘🤩❤🥰❤❤❤😘😘😘💋💋💋...

1
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!