NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Nikahmuda / CEO / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:324.9k
Nilai: 5
Nama Author: AioraAghfi

(Baca Ulang, Sudah aku edit)

Harap Bijak karena beberapa episode mengandung adegan dua puluh satu plus. Thankyou 😘😘

***

Nasta Ayruma

Gadis itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidurnya. Bahu nya bergetar hebat merasakan sakit yang menusuk dalam kerelung hatinya. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang terlihat mulai lusuh.
Tangis yang seharusnya terdengar keras, kini hanya tercekat didalam tenggorokan.
Tak mampu dia bagikan.

Langkah nya tidak bisa mundur. Tak ada pilihan dalam situasi yang sulit ini untuk mengatakan Tidak ataupun Menolak.

Dia tidak punya kuasa saat harus terpaksa menikah dengan laki-laki penguasa yang arogan itu.

Pandu Bragistandara.!

Nasta : Bagaimana bisa aku egois memilih masa depanku sedangkan ibu sedang membutuhkan bantuan ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AioraAghfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Candu

Nasta tidak mengerti kenapa sekarang sosok Pandu begitu menarik untuknya. Lelaki yang saat ini tengah makan didepannya dengan lahap itu benar-benar sangat tampan. Yaa, meskipun Pandu tetaplah manusia yang dingin dan menyebalkan, tapi dari sisi yang lain, berada di sisi Pandu membuat Nasta merasakan lagi sebuah kehangatan.

Sebuah kehangatan yang mungkin tidak Pandu tunjukkan pada semua orang.

Seperti, saat lelaki itu menggenggam tangannya di pesta pernikahan dan menunjukkan kepada para tamu yang hadir bahwa Nasta adalah istrinya. Seperti saat Pandu membela harga dirinya karena sikap resepsionis hotel yang merendahkan. Seperti saat Pandu kembali menggenggamnya erat masuk ke dalam rumah dan membawanya menuju "kamar kita", dan seperti yang barusan terjadi, mengatasnamakan kemauan dirinya hanya untuk kenyamanan Nasta.

Semua itu, sangat berkesan untuk Nasta mengingat bagaimana dulu mereka saling membenci dan mencaci.

Bahkan, Nasta juga masih ingat betul. Pandu dengan sikap dinginnya itu diam-diam selalu menuruti apapun hal kecil yang gadis itu inginkan.

"Ngapain senyum-senyum?"

Nasta terlonjak kaget ketika telinganya menangkap suara Pandu. Gadis itu sempat membulatkan mata dengan pipi merona malu karena ketahuan tengah menatap suaminya sendiri dengan intens dan penuh kekaguman sebelum akhirnya Nasta menggeleng lemah.

"Enggak kok... itu lo, Mas Pandu makannya kok lahap banget? Enak ya mas? Mau lagi? Punya Nasta yang ini mau?" Nasta bahkan tersenyum sangat manis ketika melihat wajah Pandu yang tiba-tiba nampak malu-malu.

Meskipun setelahnya, jawaban Pandu cukup membuat senyum Nasta seketika hilang di telannya.

"Biasa aja." Dan sejujurnya, Pandu pun merasakan jantung yang berdebar kencang ketika senyum Nasta terlukis indah dalam wajahnya yang cantik.

Pandu mengakui istrinya itu memang cantik. Senyumnya begitu hangat dan manis. Apalagi nada bicaranya yang terkesan selalu ceria. Berbanding terbalik dengan dirinya sendiri.

Terkadang Pandu secara sadar juga mengagumi Nasta dalam diamnya. Nasta terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi ketika matanya membulat sempurna, benar-benar membuat bulu matanya yang lentik semakin indah.

Namun, Pandu tetap lah Pandu, harga dirinya yang tinggi memaksa wajah menyembunyikan ekspresi. Saat ini, Pandu hanya menatap Nasta datar dengan berbagai pikiran yang tak seorang pun tahu.

Nasta mencebikkan bibirnya dengan jengah. Ketika dia menilai bagaimana cara Pandu menikmati masakannya, rasanya jawaban Pandu yang tadi tdak bisa dia percaya. "Iya deng, biasa sajaaaaa. Tapi kok sampek piring-piring nya mau di makan ya mas?"

Mana bisa Pandu bilang rasanya biasa saja? Mana mungkin Nasta bisa terima ketika masakan yang dia buat sepenuh hati dinilai sesuka hati? Padahal jelas-jelas lelaki itu makan dengan lahap. Tinggal mengatakan enak, apa susahnya?

"Anggap saja khilaf" Jawab Pandu enteng seakan tidak berdosa. Padahal satu butir nasi pun tak bersisa di bekas piringnya. Egonya yang tinggi itu Nasta juga sangat paham sekali.

"Kayak selingkuh aja mas, dianggap khilaf." Asal bicara, begitulah Nasta menanggapi jawaban Pandu yang seenaknya.

"Mas Pandu"

"Hem"

"Terimakasih ya" Untuk semua hal yang sudah mas Pandu lakukan untuk Nasta. Terimakasih sudah menjadi suami yang baik, meskipun menyebalkan sih.

"Untuk apa nih?"

"Ya, terimakasih saja."

Kini, gantian Pandu yang menghela nafas panjang. Bagaimana bisa Nasta bersikap random begitu Pikirannya berkecamuk dengan sesuatu yang tak seorangpun tahu sampai membuat lelaki itu tidak sadar Nasta sudah kembali menatapnya dengan intens.

"Mas Pandu..."

"Kenapa lagi?"

"Gak papa sihh , cuma manggil saja."

"Dih, apaan sih" Pandu kesal bukan main.

"Ya kenapa?? Masak manggil suami sendiri gak boleh. Haha." Nasta benar-benar berhasil membuat Pandu diam mati kutu. Pandu yang entah kenapa semakin gelisah. Dan Nasta semakin tertawa lebar ketika dia tahu Pandu sedang salah tingkah. "Mas Pandu lucu sekali..."

Hei Nastaaa... cuma kau yang berani mengatakan Pandu itu lucu. Dimana-dimana orang akan mengatakan Pandu itu tampan, angkuh dan arogan. Sikapnya yang kejam terhadap lawan itu sudah terkenal di luaran.

Ya yaa, Pandu memang tampan, tapi tampan saja tidak akan cukup membuat orang di katakan menawan. Apalagi... apa itu tadi? Lucuuu?? Oh my God. Jadi dari mana kau mengatakan Pandu itu lucu.? Ah... Matamu mungkin sakit...

"Tapi mas Pandu memang benar-benar lucu..."

"Ck.." Pandu berdecak kesal ketika tahu Nasta tengah menggodanya. Berani-beraninya gadis itu bersikap menggemaskan di ruangan ini. Padahal diruangan ini hanya ada mereka berdua.

Apa dia lupa kejadian di ruang ganti butik masa itu? Eh Apa Nasta tidak tahu? Sejak dia tersenyum manis tadi sudah membuat Pandu ingin mengulang kejadian di kamar mandi waktu itu?

"Dasar gilaa. Jangan coba-coba menggoda ku Nasta.." Umpatnya dengan suara yang penuh penekanan. Sebenarnya bukan untuk Nasta sih, tapi untuk dirinya sendiri. Nasta hanya tertawa, dan Pandu sadar itu. Tapi entah kenapa sekarang Pandu merasa dia telah tergoda dengan tawanya Nasta?

"Tidak. Aku tidak sedang menggodamu mas Pandu." Nasta membela diri seraya ikut berdiri ketika Pandu ingin beranjak pergi. Dan setelahnya, gadis itu mengerluarkan kalimat yang benar-benar memancing pikiran mesum sang suami. "Tapi mungkin mas Pandu yang sudah tergoda. Ya kan?"

Pandu menaikkan sebelah alisnya. Rupanya Nasta tidak segera berhenti. Justru gadis itu semakin membuatnya merasa tergoda lagi. Bibir yang jarang tersenyum itu bahkan kini menyeringai penuh arti.

hi, ngeri

Tidak bisa dibiarkan. Nasta harus dibeli pelajaran.

Lelaki itu kembali tersenyum smirk ketika sebuah ide terlintas dipikirannya. Sebuah ide yang gilaa, yang niatnya membuat Nasta takut bertingkah seakan menggodanya lagi.

Pandu menarik tubuh Nasta, dan dengan cepat mengangkatnya duduk di meja.

Aaaaaaa

"Mas Pandu... Mas Pandu mau apa?"

Saking terkejutnya, Nasta bahkan sampai memejamkan mata. Gadis itu kembali membelalak ketika hidungnya dan hidung suami hanya berjarak satu centi meter saja.

Dan benar saja, tatapan Pandu yang tak lepas dari bibir Nasta membuat perempuan itu memilih diam dengan jantung yang berdenyut kencang. Nasta takut, sungguh.

Aaaaaaa.

"Kenapa diam? Bukannya tadi kau senang sekali menggodaku. Hhaa" Sekarang, keadaan dikuasi Pandu. Pandu dapat melihat jelas bagaimana ekspresi Nasta yang begitu tegang. Sungguh, semakin membuat Pandu ingin melakukan yang lebih lagi.

"Mas Pandu mau ngapain?"

"Mau mencium mu"

Singkat, di detik berikutnya, Pandu benar-benar mencium Nasta dengan tiba-tiba. Merasakan manis bibir tipis yang ranum dan selalu menggoda.

Seperti madu, yang membuatnya candu.

Meskipun, seperti biasa. Nasta selalu menolak di awal-awal, kini sepertinya gadis itu ikut menikmati kecupan. Nasta mulai membuka mulut dan membalas ciuman sang suami setelah Pandu menggigit tipis bibir nya.

Bibir termasuk organ tubuh yang memiliki saraf paling banyak, sehingga sehalus apapun sentuhan pasti bisa membuat darah berdesir. Itulah yang dialami Nasta.

Gadis itu tanpa sadar mengalunkan tangan ke leher Pandu, membuat Pandu semakin mendekap tubuhnya erat. Membuat sesuatu yang lain, menempel di dadanya. "Eummpt.."

Ini gilaaaa

Pandu mengusap lembut punggung sang istri yang masih tertutup baju dengan sempurna. Merasakan sensasi alami gairah jiwa. Sekarang, Pandu benar-benar menyesali perbuataannya. Bukan karena ingin berhenti, justru menyesali karena sekarang dia mau yang lebih lagi.

Pandu melepas pagutan bibirnya ketika dia tahu pasokan oksigen Nasta menipis. Yang sontak membuat Nasta membuka mata, lalu bertanya dengan sorot mata penuh harap. "Kenapa?"

"Kamu mau lagi?" Pandu tersenyum sangat manis ketika dia tahu kemana arah pertanyaan itu. Senyuman yang seketika menghipnotis akal sehatnya sampai tak sadar dia sudah menganggukkan kepala.

"Ambil nafas yang panjang...." Dan kini Pandu menciumnya lagi.

Ciuman yang lebih menuntut dari tadi. Ketika Nasta mulai membalas ciuman dengan sama agresifnya. Nasta telah terbuai dengan segala hal yang menjurus ke alam surga dunia bersama sang suami. Sedangkan Pandu, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Sesuatu yang sebenarnya memaksa Pandu berhenti, namun kalah karena sekarang Pandu sedang terbakar hawa panas ciptaannya sendiri.

"Nasta... aku mau kamu."

1
Tovix Zoda
dari awal uda nggak menarik bacanya
Khoiruddin Febriansyah
bagus
Yanti Ana
lanjut thor
Ceöl Cuìlcuil Cowek
kok gag up lg thor,,, ditunggu lanjutannya😊
Yanti Ana
karyanya bagus dan menarik
Sheninna Shen
Semangat kakak! Aku kasih vote biar makin semangat
maredni Jiba
kasian pandunya,nasta juga sudah mencintai suaminya , semoga ibu Winda merestui
Tri Unhie
semoga pandu dan nasta tidak jadi di pisahkan..
Tri Unhie
jangan egois lahh Bu,aku tau perasaanmu, meninggalnya putramu mungkin itu takdir ,tapi memisahkan suami istri bukankah juga sebuah dosa?
iNDy💞
baiqlaahhh..sedikit demi sedikit benang merah mulai terurai😊
buat mas ato kak Arya,ntar sama Rista aja ya,dia ga kalah cantik n baik ko ma nasta🤭
MamaSaskia
mumet aku 😁
MamaSaskia
aku kok tmbh bingung to😁🤔
MamaSaskia
Kaciaann 😁😁🤭
MamaSaskia
hadeehhh... nasta dibelain suami mlh marah
MamaSaskia
polos bgt nasta 😄😄
maredni Jiba
lanjut Thor semangat 💪
MamaSaskia
mampir aahhh ...
maredni Jiba
wah,nastanya hilang ingatan ya sampai begitu takutnya pandu
maredni Jiba
wah, hati''Arya jngna sampai si pandu bikin kamu jadi perkedel🤣🤣
iNDy💞
dan sepertinya tujuan pandu pun seperti itu indah🤭😂
please..Jan lama² ya ndah resign nya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!