Follow Ig aku @amelia_falisha1511
Clarissa, harus menikah dengan pria yangi gin membayarnya untuk mengandung benihnya lalu mereka akan bercerai setelah anaknya lahir.
Tapi ada masalah, karena saat menjalani pernikahan kontraknya dengan bos yang kejam itu, Clarissa malah jatuh cinta.
Berbeda dengan pria kejam bersama Kevin itu, karena dia tidak pernah mencintai siapa pun dan hanya mencintai istrinya, Rebecca.
Karena tidak ingin di pisahkan dengan anaknya, Clarissa memilih pergi setelah mengetahui bahwa ternyata dia istri kedua dan hanya untuk memberikan anak aja.
Simak kisah mereka berdua disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Me Vs Mafia
"Astaga ayah, berapa kali harus ku katakan pada ayah bawa aku belum ingin menikah. Kenapa terus memasakku untuk menikah sementara ada kakak!" Ujar Rachel yang sudah mulai lelah menghadapi ayahnya.
Setiap hari dia pulang ke rumah akan selalu berhadapan dengan omongan-omongan seperti itu. Keluarganya terus saja memaksanya untuk menikah. Sementara dia masih fokus dengan karirnya. Tapi mereka terus saja memaksakan kehendaknya terhadap dirinya.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini terus Rachel? Kamu ini wanita dan pekerjaanmu itu sangat berbahaya. Kenapa tidak memilih pekerjaan yang lain. Kamu bisa memulai bisnis seperti kakakmu, atau-"
"Kakak, kakak, kakak, kenapa harus terus-menerus tentang Laura. Sudah berulang kali aku katakan bahwa aku bukan Laura dan aku tidak akan pernah bisa menjadi Laura. Laura adalah Laura dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah ingin menjadinya. Untuk apa terus-terusan membandingkan diriku dengan Laura? Tidak pernahkah sedikitpun kalian menghargaiku. Aku berusaha keras untuk membuat kalian merasa bangga dengan pencapaianku. Tapi sepertinya sia-sia saja, karena apa yang kulakukan tidak akan pernah terlihat di mata kalian. Karena satu-satunya yang membuat kalian bahagia adalah pencapaian Laura!" Sentak Rachel Karena dia sudah mulai bosan dengan semua ini.
Setiap sekali dia pulang ke rumah akan terus menjadi perbincangan pada keluarganya. Dia akan terus dibandingkan dengan kakaknya.
Bahkan tidak ada satu orang pun di keluarga ini yang bisa membelanya, karena mereka selalu menganggap bahwa pekerjaan yang dikerjakannya saat ini adalah pekerjaan yang sangat berbahaya dan penuh dengan resiko. Tapi itu pula yang membuat Rachel merasa tenang.
Setelah dia berhasil menyelesaikan satu kasus, Dia merasa bahwa dirinya cukup berguna. Tapi tidak dengan keluarganya. Karena mereka selalu menganggap pekerjaannya itu salah.
"Rachel, bukan seperti itu maksud ayah nak. Saya hanya-"
"Sudahlah ayah. Aku lelah dan aku harus istirahat, karena besok pagi-pagi sekali aku akan berangkat ke London untuk menyelesaikan sebuah kasus." Kata Rachel yang pergi meninggalkan keluarganya begitu saja tanpa ingin mendengarkan apapun lagi yang mereka bicarakan.
Sungguh, ini benar-benar sangat melelahkan baginya andai saja dia bisa mengatakan bahwa dia muak dengan pembicaraan ini, mereka bisa mengerti dirinya. Maka dia akan menjelaskan yang panjang lebar.
Brak!
Suara dentuman pintu yang keras dibanting oleh Rachel karena dia merasa kesal dengan keluarganya.
Sementara itu ayah dan ibunya beserta sang kakak hanya bisa menatap diam dengan apa yang dilakukan bungsu dari keluarga ini.
"Sudah berapa kali aku katakan untuk tidak membahas hal ini. Kapan kamu bisa mengerti perasaan putrimu?" Tanya Stefani, karena sebagai ibu dia juga merasakan hal yang sama.
Dia tahu apa yang dirasakan Putri bungsunya itu. Karena selama ini suaminya terus saja membandingkan antara Rachel dan juga Laura.
"Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu Stefani? Aku hanya ingin Rachel berhenti dari pekerjaan yang membahayakan itu. Aku hanya tidak ingin dirinya terluka. Kau tahu seperti apa aku menyayangi putriku."
"Tapi bukan begitu caranya!" Balas Stefany setelah mendengar penjelasan dari suaminya.
"Masih banyak cara lain untuk membuat Rachel mengerti. Tidak harus terus membandingkan dirinya dengan Laura." Pungka Stefany.
"Kenapa ibu jadi menyalahkanku? Ibu juga selalu saja membela Rachel. Apa salahku hingga membuat ibu menyalahkanku?" Tanya Laura yang tidak terima disalahkan oleh ibunya.
Sedangkan Stefani benar-benar tidak habis pikir dengan putrinya ini. Bagaimana bisa Laura berpikir bahwa dia menyalahkannya. Sedikitpun Stefani tidak pernah ingin menyalahkan putrinya.
Dia menyayangi keduanya dan dia berusaha bersikap adil sebagai seorang ibu. Bahkan Stefany tidak ingin memihak pada siapapun. Karena dia tahu jika Dia berpihak pada salah satunya itu akan menyakiti salah satu putrinya.
sebagian novel thoor promosi sudah saya baca
kelanjutan novel ini mana thoor ?
lanjut dong