NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Trauma

Malam itu, Aluna tertidur dengan perasaan yang sedikit lebih ringan. Ia mulai menyadari bahwa di balik dinding es Kayvan, ada api kecil yang hangat dan protektif.

Dan bagi seorang gadis yatim piatu yang sudah lama kedinginan melawan kerasnya dunia, kehangatan itu mulai terasa seperti rumah.

Suasana di mansion Madhava pagi ini sedikit berbeda, tidak ada suara tawa tuan Baskara yang biasanya menggema hingga ke taman belakang atau ocehan Raline yang sedang memilih baju.

Sejak semalam kondisi kesehatan Tuan Baskara Madhava dikabarkan menurun kembali, meskipun dokter pribadi keluarga sudah datang dan menyatakan bahwa itu hanya kelelahan biasa, Tuan Baskara bersikeras bahwa ajalnya sudah mendekat yaitu sebuah klaim yang ia sampaikan dengan wajah pucat yang sangat meyakinkan.

Aluna datang dengan terburu-buru menggunakan taksi online, ia membatalkan jadwal tutornya pagi itu setelah menerima telepon histeris dari Raline.

Dengan langkah tergesa ia menaiki tangga menuju kamar utama di lantai dua.

"Opa?" panggil Aluna pelan saat memasuki kamar yang luas itu.

Di atas tempat tidur besar berseprai putih, Tuan Baskara Madhava berbaring dengan kompres di dahi, di sampingnya Kayvan berdiri kaku dengan tangan bersedekap dan sementara Raline duduk di tepi ranjang sambil memegangi tangan kakeknya.

"Aluna... kau sudah datang Cah Ayu?" suara Opa terdengar sangat lemah dan hampir seperti bisikan.

"Iya Opa, Aluna di sini. Kenapa bisa jadi begini? Kemarin Opa baik-baik saja." ucap Aluna cemas, ia duduk di kursi sebelah ranjang dan menggantikan posisi Raline yang berdiri untuk memberinya ruang.

Tuan Baskara menarik napas panjang yang terdengar berat.

"Namanya juga orang tua, mesinnya sudah karatan tapi hati Opa masih sedih Aluna. Opa takut kalau nanti Opa dipanggil, Kayvan masih sendirian... dan kau masih harus banting tulang sendirian di luar sana." lirihnya dengan pelan.

Aluna melirik Kayvan pria itu hanya menatap lurus ke arah ayahnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Aluna tahu Kayvan sangat menyayangi ayahnya dan melihat ketegangan di rahang pria itu Aluna merasa sangat bersalah.

"Opa jangan bicara begitu, Opa harus sehat." bisik Aluna dengan matanya mulai yang berkaca-kaca.

"Opa akan sehat kalau tahu kalian berdua aman." balas Tuan Baskara, ia menoleh ke arah Kayvan.

"Kay... papa tidak mau memaksa tapi kalau kau benar-benar ingin melihat papa tenang maka buktikan kalau kau bisa menjaga Aluna secara resmi." ujarnya.

Kayvan terdiam cukup lama, ruangan itu menjadi sunyi dan hanya terdengar suara detak jam dinding yang elegan.

Akhirnya Kayvan melangkah mendekat, ia menatap Aluna lalu beralih ke papanya.

"Aku akan melakukannya pa tapi bukan karena kontrak, aku akan melakukannya karena aku memang ingin melakukannya." ucap Kayvan dengan suara rendah yang mantap.

Aluna tertegun, kalimat itu berbeda dengan tawaran dingin di kantor beberapa hari lalu dan ada ketegasan yang tulus di sana.

Setelah drama di kamar tuan Baskara mereda dan pria tua itu tertidur (atau pura-pura tertidur), Kayvan mengajak Aluna bicara di balkon luar.

Udara pagi yang sejuk sedikit mendinginkan suasana hati Aluna yang sedang kacau.

"Kau tidak perlu merasa tertekan oleh ucapan papa." ujar Kayvan sambil bersandar pada pagar balkon.

"Bagaimana saya tidak tertekan Om? Opa sedang sakit dan saya benar-benar sayang padanya." sahut Aluna, ia menatap ke arah taman bawah yang tertata rapi.

"Aku tahu, papa memang pandai memanfaatkan situasi." gumam Kayvan, ada nada geli sekaligus jengkel dalam suaranya.

"Tapi Aluna... soal apa yang kukatakan di dalam tadi aku serius, aku sudah melihat bagaimana kau memperlakukan keluargaku dan kau bukan sekadar sahabat Raline bagi kami sekarang." ucap Kayvan tegas.

Aluna menoleh dan menatap Kayvan yang kini juga sedang menatapnya, mata pria itu tidak lagi sedingin es, ada kehangatan yang mulai mencair di sana.

"Tapi Om, kita sangat berbeda. Om punya segalanya, sedangkan saya..." ucapnya terpotong.

"Jangan mulai lagi dengan perbedaan status." potong Kayvan lembut, ia melangkah lebih dekat.

"Aku punya kekayaan tapi rumah ini terasa sepi sebelum ada kau dan Raline, aku punya kekuasaan tapi aku tidak bisa membuat papaku tersenyum sebahagia saat dia bersamamu, kau memberikan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang Aluna." ujar Kayvan panjang lebar.

Aluna terdiam, harga dirinya yang biasanya menjadi tameng kini perlahan runtuh.

Ia melihat sisi lain dari Kayvan yaitu pria yang memikul beban besar di pundaknya dan hanya ingin melihat orang-orang yang ia cintai bahagia.

"Berikan aku waktu satu bulan." ucap Kayvan tiba-tiba.

"Satu bulan untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi pria yang kau butuhkan, bukan sekadar bos yang menawarkan kontrak. Jika setelah satu bulan kau tetap tidak yakin, aku akan mencari cara lain untuk menenangkan papa tanpa melibatkanmu." ucapnya tegas dan yakin.

Aluna menarik napas dalam, kepalanya begitu pusing karena berpikir begitu keras.

"Satu bulan?" tanya Aluna.

"Iya, dan selama satu bulan itu aku ingin kau berhenti bekerja di kafe, fokus saja pada kuliahmu dan aku tidak akan memberimu uang cuma-cuma tapi kau bisa bekerja sebagai asisten riset pribadiku di kantor untuk membantu data-data statistikaku dan aku akan membayarmu secara profesional." ujar Kayvan.

Aluna berpikir sejenak, tawaran ini jauh lebih masuk akal dan tidak terlalu melukai harga dirinya.

"Asisten riset? Saya hanya mahasiswi tingkat dua Om." seru Aluna.

"Aku tahu kapasitasmu, kau pintar Aluna, itulah kenapa aku memilihmu." jawab Kayvan dengan senyum tipis yang sangat jarang ia perlihatkan.

Seminggu berlalu sejak kesepakatan satu bulan itu dimulai, Aluna mulai sering datang ke kantor Madhava Group setelah jam kuliahnya selesai.

Ia tidak lagi duduk di lobi sebagai tamu melainkan memiliki meja kecil di ruangan depan kantor Kayvan.

Setiap sore, Kayvan akan keluar dari ruangannya dan membawakan secangkir cokelat panas atau camilan untuk Aluna.

Ia tidak banyak bicara namun kehadirannya sudah terasa menenangkan.

"Ini data survei kepuasan pelanggan untuk kuartal ini, tolong masukkan ke model regresi yang kau pelajari kemarin." ujar Kayvan suatu sore sambil meletakkan tumpukan dokumen di meja Aluna.

"Siap pak." jawab Aluna antusias dan juga sopan karena bagaimana pun di kantor Kayvan adalah bosnya bukan om dari sahabatnya.

Kayvan memperhatikan Aluna yang sedang serius menatap layar laptop, rambut gadis itu sedikit berantakan dan ia sesekali menggigit bibir bawahnya saat sedang berpikir keras.

Bagi Kayvan pemandangan itu jauh lebih indah daripada lukisan mahal mana pun yang ada di kantornya.

"Jangan lupa makan, aku sudah memesan makan malam untuk kita." ucap Kayvan pelan sebelum kembali ke ruangannya.

Perlakuan-perlakuan kecil seperti itu mulai membuat Aluna terbiasa, Kayvan tidak pernah memaksa, tidak pernah menyombongkan hartanya, dan selalu menghargai pendapat Aluna. Pria itu benar-benar menepati janjinya untuk membuktikan diri.

Suatu malam saat hujan deras mengguyur kota, Aluna masih berada di kantor untuk menyelesaikan laporan terakhir.

Kayvan juga masih di ruangannya dan tiba-tiba lampu kantor padam.

Blackout.

Aluna tersentak, ia memiliki sedikit trauma pada kegelapan sejak kecelakaan yang menimpa orang tuanya dulu.

Napasnya mulai memburu dan tangannya gemetar mencari ponsel di dalam tas.

"Aluna?" suara rendah Kayvan terdengar dari arah pintu.

Tak lama kemudian, cahaya dari senter ponsel Kayvan mendekat, pria itu segera menghampiri meja Aluna dan melihat gadis itu sedang memeluk dirinya sendiri.

Tanpa berkata-kata Kayvan duduk di lantai di samping kursi Aluna untuk memberikan rasa aman.

"Aku di sini, tidak apa-apa hanya masalah trafo di bawah." ucap Kayvan lembut.

Aluna merasa sedikit tenang mendengar suara pria itu.

"Maaf Om, saya cuma... nggak suka gelap." lirih Aluna mengatur napasnya.

Kayvan meraih tangan Aluna yang dingin dan menggenggamnya erat.

"Tidak perlu minta maaf, semua orang punya ketakutan." ujar Kayvan lembut.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Sastri Dalila
si opa asyik makn² aja kerja nya🤣
Dartihuti
Canggung ya Lin...blm terbiasa🤭🤭🤭
Rahma Inayah
so sweet
aroem
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kakkk🙏🙏🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Cristine 1107_
huhhh thorrr ihhh kok masih kamu amat sih mereka berdua🤧
Rahma Inayah
lnjut thor
Dartihuti
Kutup es'y udah cair dikit dikit nih...😄😄
Retno Harningsih
up
Anonim
Update bab yg banyakkk yaa, aku suka cerita nya
Alim
hemmm🥰🥰
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kak🙏🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alim
hemmm😍😍😍
Mira Hastati
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya🙏🤗🤗😍😍
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut Thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
klo gk ada perubhn gk aq lnjtkn bc ny...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq bsen sm crt ny... tntg kerjaan pun di msuk kn... gk ada cnda twa... bsen lh


ud gt cwek ny sok ni x... harga dr hrga dr....🙏🏻
Dartihuti
Belum biasa Luuun...🤗
Retno Harningsih
up
Cristine 1107_
lanjuttt thor
erviana erastus
pencuri hati kayvan 🤭
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!