NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA TEMA KREATIF YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Bab 18

Arkatama berdiri dengan tenang. Jasnya rapi, tatapannya fokus. Ia melangkah sedikit ke depan, lalu membuka berkas yang sudah disiapkannya.

“Yang Mulia,” suara Arkatama tenang namun tegas, “kami mengajukan bukti perselingkuhan tergugat berupa foto, video, dan rekaman percakapan.”

Di layar berukuran besar, video pun diputar. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu, bisa melihat dengan jelas bagaimana Aditya duduk memangku Lavanya sambil tertawa, berciuman, dan berpelukan mesra. Seakan dunia milik mereka berdua.

Suara riuh langsung terdengar dari bangku hadirin sidang. Sementara Aditya menunduk dengan merah padam.

“Ya, ampun. Mereka sampai berbuat seperti itu,” bisik seseorang.

“Itu terang-terangan banget.”

Lalu, gambar beralih adegan saat Aditya dan Bu Ratih yang merencanakan pengalihan nama atas aset milik Kemuning. Gambar terakhir, pertemuan keluarga Aditya dan Lavanya yang membicarakan tentang pernikahan keduanya dan perceraian Aditya dengan Kemuning. Semua rencana busuk mereka begitu jelas.

“Itu fitnah!” pekik Bu Ratih marah.

Wajah keluarga Aditya dan keluarga Lavanya menegang. Karena mereka selalu membela diri dan mengatakan difitnah oleh Kemuning.

“Selain itu,” lanjut Arkatama, “kami juga mengajukan bukti pemalsuan laporan medis serta pemberian obat anti-ovulasi kepada klien kami tanpa sepengetahuannya.”

“Apa maksudnya itu?” bisik seorang wanita yang merupakan tetangga Lavanya kepada Bu RT.

“Artinya Bu Kemuning diberi obat agar tidak bisa hamil,” balas Bu RT.

“Apa?! Pantas saja Bu Kemuning tidak hamil-hamil, meski sudah menikah selama lima tahun.”

“Kejam sekali mereka.”

Orang-orang di ruang sidang mulai berbisik-bisik. Mereka mengumpat dan menghujat Aditya, lalu merasa simpati serta kasihan kepada Kemuning.

Kemuning menunduk. Tangannya sedikit bergetar, tetapi ia tetap diam. Di sudut hatinya ada perasaan sedih dan hancur. Dia merasa sudah tidak bisa menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.

“Dan yang terakhir, Yang Mulia,” suara Arkatama semakin tajam, “terdapat bukti penggelapan dana dari rekening bersama dan modal usaha yang merupakan milik klien kami.”

“Selain selingkuh, Pak Aditya juga korupsi,” celetuk salah seorang yang duduk paling depan.

“Pantas saja Pak Aditya suka memberi banyak uang dan barang ke Lavanya, rupanya itu uang hasil mencuri.”

“Astaga ... kasihan sekali Bu Kemuning. Diselingkuhi, eh, harta kekayaannya pun dicuri.”

Sebulan kemudian keputusan pengadilan pun tiba. Kemuning merasa tenang, tidak tegang seperti persidangan sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan Aditya dan Bu Ratih. Keduanya terlihat tegang dengan ekspresi dingin. Setiap tatapan mereka bertemu dengan Kemuning akan segera menoleh ke arah lain.

Warga yang datang pun semakin banyak. Karena setelah sidang pertama, permasalah Aditya dan Kemuning semakin ramai dibicarakan. Sekarang mereka penasaran dengan keputusan hakim.

Hakim memperhatikan keadaan ruang sidang dengan serius, banyak orang sedang berbisik-bisik. Beberapa saat kemudian, palu diketuk. Seketika suasana di ruang sidang menjadi hening.

“Setelah mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan,” ucap hakim tegas, “pengadilan memutuskan bahwa tergugat terbukti melakukan pelanggaran berat dalam rumah tangga.”

Aditya menegang. Wajahnya pucat, sekujur tubuhnya berkeringat. Seakan nyawanya sedang ditarik oleh malaikat pencabut nyawa.

“Dengan ini, pengadilan mengabulkan gugatan cerai dari penggugat.”

Suara hakim terdengar jelas, tegas, dan tidak bisa ditarik kembali.

Para tetangga yang mendengar keputusan itu ikut bahagia. Mereka bertepuk tangan dengan kompak, sampai hakim meminta mereka untuk diam.

Kemuning memejamkan mata sesaat. “Akhirnya semua selesai sudah,” batin Kemuning, lega.

“Selain itu,” lanjut hakim, “hak atas sebagian besar harta bersama diberikan kepada penggugat, mengingat kontribusi dan bukti kepemilikan yang sah.”

Mulut Aditya menganga lebar, tetapi tidak mengeluarkan suara. Kepala mendadak sakit, tubuhnya lemas, dan dadanya merasa sesak. Semua yang ia rencanakan runtuh dalam satu keputusan.

“Sidang selesai!” ucap hakim. Palu diketuk sebagai tanda semuanya berakhir.

“Selamat Kemuning!” teriak salah seorang tetangganya.

“Akhirnya keadilan berpihak kepada yang terzalimi,” gumam Pak RT senang dan yang lainnya pun setuju.

Kemuning membuka mata perlahan. Ia tidak tersenyum dan tidak juga menangis. Dia merasa beban berat di dadanya akhirnya terangkat. 

“Terima kasih, Mas Arka. Ini seperti apa yang aku harapkan,” ucap Kemuning pada pengacaranya.

“Karena Mbak Kemuning, pantas mendapatkannya. Itu semua adalah hakmu, Mbak.”

Kemuning berdiri diikuti Arkatama. Lalu, mereka melangkah keluar dari ruang sidang. Tidak ada lagi air mata yang jatuh. Hatinya seperti sudah melewati batas rasa sakit.

Sementara Aditya masih duduk lemas dalam pelukan Bu Ratih yang meraung dalam tangisannya. Keduanya kecewa karena tidak mendapatkan harta gono-gini. Padahal sebelumnya mereka sempat membayangkan akan mendapat setengah harta milik Kemuning.

“Untuk merayakan keberhasilan hari ini, aku traktir kamu makan makanan enak!” ucap Arkatama tersenyum lebar.

Kemuning terdiam sejenak. Dia mencoba mencerna ucapan Arkatama, barusan.

“Mas yang mentraktir? Bukannya yang seharusnya mentraktir itu ... aku?!" Kemuning menunjuk dirinya sendiri.

Arkatama mengajak Kemuning makan di sebuah restoran makanan khas nusantara. Menu yang disediakan di sana tiap harinya berbeda-beda. Namun, tetap memiliki rasa yang begitu enak.

“Setelah ini, apa yang akan Mbak Kemuning lakukan?” tanya Arkatama penasaran. Pria itu menatapnya dengan intens.

“Hmmm, mengurus peternakan dan meningkatkan penjualan ayam potong,” jawab Kemuning dengan nada riang.

“Lalu, untuk tempat tinggal?” tanya Arkatama lagi.

Senyum Kemuning perlahan menghilang. Sempat ada keinginan untuk mencari rumah tinggal. Namun, saat ini dia sudah punya rencana untuk mengembangkan peternakannya.

“Jika Mbak Kemuning mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman, aku punya rekomendasi,” lanjut sang pengacara.

***

Cooming soon ...!

1
djerrih leni
bertemu mantan istri saat bersama keluarga kecilmu ya arka
djerrih leni
aditya tdk mensyukuri nikmat hidupnya, tergoda oleh yg cuma mau hartanya. penyesalan emang dtng nyaa paling belakangqn Adit
djerrih leni
Steven hidupmu Sultan berlimpah harta tp merasa sendirian tdk ada kehangatan rumah utk berpulang...
setiap orang 10jt..ada brp banyak anak2 yg jd korban kecelakaan itu 🤣🤣
djerrih leni
aku jd lebih Kasiaan sama stven, kamu beruntung arya di bawa n di rawat sama iu Arumi dan arka
djerrih leni
Arya langsung menikmati hidup ya. secara 100jt ya Arya...
djerrih leni
aku dukung kamu Arya, nanti bagi aq 1/4 nya aja ya Arya🤭🤣🤣🤣
djerrih leni
aku terkesima thour, utk siap pelayan dirumahnya sendiri sampai bayar 100jt🤣🤣 anak remaja seumur steven dah Sultan banget
djerrih leni
aku malahan baca talak dulu sampai selesai baru liat baca arya, arka n kemuning🤭
djerrih leni
hati2 ya Arka dan arma, mereka cuma mau manfaatkan Arya utk anaknya Steven, mereka tdk punya hati nurani, mereka iblis berkedok manusia 🤭
djerrih leni
aryaa jangan percaya, mereka cuma mau meminta yg bukan haknya mereka kaasih kabar ke arka segera Arya
Kale Ganindra Awan
baca novel perselingkuhan,,yg bikin aku puas itu disaat si penghianat dpt karmanya,,dimiskinkn,,puas sangat
Aisyah Suyuti
menarik
djerrih leni
salut dgn sifat dan kebaikannya bu arumi it's the best 😍
djerrih leni
cepet juga ya baru setahun menjalin hubungan perutnya dah membesar....
djerrih leni
ternyata ibu kandungnya Arya
djerrih leni
siapa ya wanita itu apa mantan istrinya Arka atau ibu kandung dr Arya....
djerrih leni
kaka othor sering lupa ya sama pangilan Arka n kemuning kadang ayah bunda terus berganti papa mama ... 🤭😄
djerrih leni
biasa orang perkampungan bisa di hasut tanpa mikir kebenarannya,... tp jangan takut kemuning kebenarannya akan selalu terlihat..
djerrih leni
sadar kelakuan diri sendiri ya Dit, yg akibatnya kamu tanggung sekarang
djerrih leni
tapi kan kami blm halal secara agama kemuning, segera halalin hubungan dgn Arka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!