NovelToon NovelToon
RINDU DIATAS KHIANAT

RINDU DIATAS KHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Tiga tahun menjalani pernikahan, Rindu dan suaminya masih menanti kehadiran buah hati. Di tengah cinta yang mereka bangun, harapan itu perlahan berubah menjadi beban ketika sang mertua terus menyalahkan Rindu dan mendesaknya untuk segera memberikan cucu.

Tekanan yang tak kunjung reda membuat hubungan mereka mulai retak. Di saat kepercayaan dan komunikasi memudar, hadir sosok perempuan lain yang menawarkan perhatian dan kenyamanan kepada suami Rindu. Kehadiran orang ketiga itu menjadi ujian terbesar dalam pernikahan mereka. Kini, Rindu harus memilih terus bertahan memperjuangkan rumah tangganya atau melepaskan cinta yang perlahan berubah menjadi luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Parfum manis?

Keesokan paginya, ketika fajar baru saja menyingsing dan semburat cahaya keemasan mulai membasahi langit kota, Arsen melangkah keluar dari unit apartemen mewah itu.

Ia sempat mandi dan merapikan pakaiannya, memastikan tidak ada sehelai rambut panjang pun yang tertinggal di kemejanya.

Ia bahkan sengaja menyemprotkan parfum maskulin miliknya sendiri dalam jumlah banyak untuk menyamarkan sisa-sisa malam yang baru saja dilewatinya.

Sepanjang perjalanan pulang di atas jalanan ibu kota yang mulai merayap padat, Arsen terus menyusun raut wajah lelah yang sempurna, wajah seorang suami yang telah menghabiskan malamnya dengan bekerja keras demi masa depan keluarga.

Mobil Arsen akhirnya berbelok memasuki pekarangan rumahnya sendiri. Rumah yang tenang, asri, dan selalu berbau aroma hangat. Ketika kunci pintu rumah diputar, Rindu rupanya sudah berdiri di sana.

Wanita itu mengenakan daster rumahan yang sederhana dengan rambut yang digelung rapi.

Wajahnya memancarkan kelegaan yang luar biasa saat melihat suaminya pulang dalam keadaan selamat.

"Mas...," ucap Rindu dengan suara lembutnya yang khas. Senyuman tulus langsung merekah di bibirnya.

"Pasti capek banget, ya? Semalaman Mas nggak ada kabar lagi, setelah nelfon itu." Kata Rindu. Karena biasanya, saat lembur. Arsen pasti menghubunginya, ataupun mengiriminya pesan.

Arsen memaksakan sebuah senyuman hangat, mengangguk pelan sembari melangkah mendekat.

"Iya, Sayang. Pekerjaan di kantor benar-benar kacau, hape Mas sampai kehabisan baterai dan Mas lupa bawa charger. Maaf ya membuat kamu khawatir."

Satu lagi kebohongan meluncur lancar dari lidahnya tanpa hambatan. Untuk menyempurnakan sandiwaranya, Arsen mengulurkan kedua lengannya dan menarik Rindu ke dalam pelukannya.

Namun, tepat saat tubuh mereka saling menempel dan wajah Rindu bersandar di ceruk leher Arsen, gerakan Rindu mendadak membeku.

Napas Rindu tertahan di tenggorokan. Di antara aroma tajam parfum maskulin yang biasa dipakai Arsen, indra penciuman Rindu yang peka menangkap sesuatu yang lain.

Ada lapisan wewangian lain yang sangat samar, namun begitu gigih menusuk hidungnya. Itu adalah aroma manis yang sangat tajam.

Aroma manis itu. Rindu mengingatnya dengan sangat jelas. Ini bukan pertama kalinya ia mencium bau ini. Kemarin, dia juga mencium aroma manis yang persis seperti ini juga menempel di serat-serat kain kemeja suaminya.

Saat itu, Rindu mencoba menepis kecurigaannya, meyakinkan dirinya sendiri bahwa mungkin itu hanyalah sisa parfum rekan kerja atau klien Arsen.

Tetapi pagi ini, di bawah pelukan hangat suaminya, aroma manis itu kembali lagi. Bahkan terasa lebih pekat, seolah-olah Arsen baru saja berendam di dalam ruangan yang dipenuhi oleh wewangian tersebut sepanjang malam.

Bau itu terlalu feminin, terlalu intim, dan, melekat di kerah bajunya. Jantung Rindu tiba-tiba berdesir perih, menyisakan kekosongan yang mendadak menghimpit dadanya.

Matanya yang semula terpejam menikmati kepulangan sang suami, kini terbuka lebar, menatap kosong ke arah dinding di belakang Arsen.

Pikirannya mendadak dipenuhi oleh ratusan pertanyaan yang menakutkan, namun mulutnya seolah terkunci rapat oleh rasa takut akan kebenaran.

Arsen yang tidak menyadari perubahan riak wajah istrinya, perlahan melonggarkan pelukan itu.

Ia mengecup kening Rindu dengan lembut, lalu tersenyum tanpa dosa.

"Mas mandi dulu ya, Sayang. Setelah itu Mas mau sarapan lalu tidur sebentar, atau bagaimana?"

Rindu hanya bisa mengangguk kaku, memaksakan sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata.

"Iya, Mas. Mandi saja dulu, aku siapkan sarapannya."

Saat Arsen berjalan menjauh menuju kamar mandi dengan langkah santai, Rindu tetap berdiri mematung di ruang tengah.

Tangannya perlahan meremas dadanya yang terasa sesak. Aroma manis itu seolah masih tertinggal di udara, berputar-putar di sekelilingnya, menjadi sebuah sinyal tak kasat mata bahwa ada dinding rahasia yang kini berdiri kokoh di antara dirinya dan sang suami.

Rindu melangkah gontai menuju dapur, namun kedua kakinya terasa begitu berat. Tangannya yang memegang sudit kayu mendadak bergetar halus.

Di atas wajan, minyak goreng mulai memercik pelan, tetapi fokus Rindu telah terlempar jauh dari masakan paginya.

Rindu mulai was-was. Sinyal kecurigaan, kini mendadak tumbuh subur di hatinya, merambat cepat bagai tanaman liar yang berduri.

Ia mencoba merasionalisasi segalanya.

Mungkin itu parfum rekan kerja wanita di kantornya, bisik sisi hatinya yang polos, mencoba membela Arsen.

Namun, sisi hatinya yang lain, yang digerakkan oleh insting seorang istri, langsung membantah dengan kejam.

Rekan kerja mana yang berinteraksi begitu dekat hingga aromanya menempel pekat di serat kain kemeja selama belasan jam?

Lagipula, bau itu tercium di ceruk leher Arsen, sebuah area yang teramat intim, yang hanya bisa dicapai jika dua orang berada dalam jarak yang sangat dekat. Teramat dekat.

Pertanyaan Rindu mengambang di udara, menciptakan jeda tipis yang mendadak terasa menegangkan.

Sesuatu di dalam dada Rindu rasanya seperti patah. Hatinya perih. Napasnya mendadak terasa sesak, berkejaran dengan detak jantungnya yang kian bertalu-talu.

Sinyal kecurigaan yang tadinya baru berupa kecamuk prasangka, kini menjelma menjadi sebuah kenyataan pahit yang telanjang.

Apalagi semalam saat mertuanya berkata tidak ada masalah apapun di kantor.

Yang artinya, Arsen telah berbohong padanya.

​Kenyataan itu menghantam Rindu tanpa ampun. Jika di kantor sedang baik-baik saja, lalu di mana Arsen menghabiskan malamnya? Di mana suaminya menginap hingga tubuhnya berlumuran aroma manis vanila yang begitu intim dan asing itu?

Arsen masuk kedapur dengan rambut basah yang acak-acakan, hanya mengenakan celana pendek dan kaus oblong bersih.

Wajahnya tampak segar, sisa-sisa aroma manis yang tadi malam menempel kini telah luruh bersama sabun mandi, digantikan wangi maskulin yang biasa Rindu kenal.

Pria itu berjalan menghampiri meja makan, lalu menarik kursi dengan santai.

​"Wangi banget masakannya, Sayang. Masak apa hari ini?" tanya Arsen dengan nada suara yang begitu renyah, seolah-olah tidak ada satu pun beban kebohongan yang ia pikul di pundaknya.

​Rindu membalikkan badannya perlahan, mencoba menguasai ekspresi wajahnya.

Ia memaksakan sebuah senyuman, meski sudut-sudut bibirnya terasa kaku dan berkedut.

"Ini, Mas... cuma nasi goreng dada ayam kesukaan kamu."

​Rindu menyendokkan nasi goreng itu ke atas piring Arsen. Saat menyodorkan piring tersebut, matanya secara tidak sengaja menatap lekat ke arah mata Arsen.

Ia mencari-cari sepercik rasa bersalah, kegugupan, atau apa saja yang bisa mengonfirmasi kecurigaannya.

Namun, Arsen adalah aktor yang terlalu lihai. Pria itu menerima piringnya dengan mata berbinar penuh terima kasih, lalu mulai menyuap nasi dengan lahap.

Melihat ketenangan Arsen, Rindu justru merasa semakin tercekik. Kecurigaan yang tumbuh di hatinya kini menjelma menjadi rasa was-was yang berdenyut menyakitkan di balik dadanya.

Ada rasa tidak aman yang mendalam, sebuah perasaan bahwa pondasi rumah tangga yang ia bangun selama tiga tahun ini dengan kesetiaan, perlahan-lahan mulai digerogoti dari dalam oleh rayap-rayap dusta.

1
Shinta Teja
Thor plis Thor, plisss!!!!!
buatlah rindu bercerai dari Arsen & keluar dari keluarga toxic itu. aku ga rela rindu menderita lebih lama lagi 🥺🥹
Sanda Rindani
jangan bodo rindu
Shinta Teja
jangan lupa minta no unitnya mbak Fina,rindu. jadi kamu bisa sementara sembunyi di apartemen nya....🥺
Sanda Rindani
jangan lembek dong rindu
Ben Aben
Udah mulai seru ya thor
stela aza
sakarepmu sing nulis Thor endinge arep kaya apa Yo ngono ,,, wis bebeh drama rumah tangga yg ngono kui wis biasa Karo wis akeh di setiap novel hampir sama rata 🙏 nek ora selingkuh Karo konco Yo Karo Adine trs sepupu Yo muter2 Ning Kono kui tok 🙏
Maple latte: saya gk tau ya kak kalau novel lain juga sama, saya cuman nulis apa yang terlintas di pikiran aja.
kayak, bikin cerita ini kayaknya seru, selingkuhannya si ini. terus nanti pertengahannya akan jadi seperti ini, dan endingnya akan seperti ini.
jadi semua sudah saya pikirkan, dan semua sudah ada di otak di penulis. gambarannya seperti apa. dan, juga pasti mencari ini akan seru nih cerita seperti ini. jadi, kita itu gk tau ceritanya sama atau tidak dengan yang lain, kalau kakak merasa ceritanya sama dengan yang lain ya, mungkin pemikiran saya dan penulis yang lain sama.
total 1 replies
stela aza
ujung2 nya Nnti setelah cerai baru ketahuan kalau Nia hamil bukan anaknya Arsen ,,, wisss mambu lagu ngono kui ,,, 🤣
Cha Libra
jngan biarkan Rindu lluh thour ma s Arsen .biar rindu kluar gugat cerai suami kga tau diri
Delisa
novelnya good thor
Yantie Narnoe
😭😭😭 sedih x....up lg othor...💪
stela aza
balas rindu jangan diem Bae ,,, balesnya dg cara yg cantik dan apik ,,, hancurkan sampai tak bersisa 2 penghianat itu 🤭
Shinta Teja
terimakasih ya otor,dah dikabulkan permintaan ku...🫰
btw jangan lama² bongkar kebusukannya si Arsen & Nia dong,Thor. kasihan banget di rindu...
tolong buat dia pisah dari Arsen & keluarga toxic nya itu lalu buat dia bahagia ya, Thor....🙏🫵🫰
Shinta Teja
up nya yang banyak dong Thor. masa cuma 1 . mana makin bikin penasaran lagi🫰
Anonim
Wah wah si nia ini pelakor nya ternyata y thor🤭
Shinta Teja
tolong dong,kak. jangan lama² bongkar kebohongan nya Arsen. sebab aku mau si RINDU itu bisa bersikap tegas & keluar dari keluarga toxic itu
Anonim
Rindu jangan lemah dong thor buat jadi cewe badas,gemes ih sama mertua modelan kek gitu pengen kasih rawit sekilo
stela aza
kok rindu diem j di hina di injak-injak harga dirinya,, meneng Bae ,,, lawan donk , jgn jdi perempuan bodoh ,,
Shinta Teja
jangan sampai itu si Nia,sahabat nya rindu🥺🥹
Anonim
Masih muter aja thor kapan nih rindu tau kalau suaminya selingkuhh🤭
Anonim
Jijik bener deh sama yg namanya pelakor,malah jadi ngerasa dia yg korban padahal istri sah yg korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!