NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:464.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Li Zie menelan suapan terakhirnya dengan puas. Perutnya akhirnya tenang. Dalam sekejap, insting dokternya dan kewaspadaan seorang ahli karate kembali tajam. Ia merasakan tatapan menusuk dari samping.

Dengan gerakan yang tiba-tiba tenang dan dingin, Li Zie mengambil kain saku, menyeka mulutnya dengan anggun, meskipun janggut palsunya makin miring, lalu kembali duduk tegak. Auranya berubah seketika dari gelandangan rakus, menjadi petapa misterius yang tak tersentuh.

Li Zie menoleh perlahan, menatap Yan dengan mata Dewanya yang berkilat tajam, sebuah tatapan yang bahkan membuat prajurit paling tangguh pun merasa telanjang.

"Kau," suara Li Zie keluar berat, serak, dan penuh ancaman, Li Zie kembali berkata, "Apa matamu sudah bosan berada di tempatnya sehingga kau terus menatapku seperti itu?"

Ji Yu yang ada di sampingnya langsung ikut memasang tampang galak, meskipun sebenarnya ia sedang sibuk menyembunyikan sisa makanan di mulutnya.

Li Zie mendengus dingin, tidak peduli dengan Hanfu mahal atau pedang giok yang dibawa pria itu, Li Zie berkata dengan nada yang di buat-buat namun terdengar berwibawa, "Jika kau ingin meminta sedekah, kau salah orang. Jika kau ingin mencari masalah, aku sarankan kau pergi sebelum nasib buruk menimpamu, Anak Muda."

Li Zie berdiri, mengibaskan lengan baju hitamnya yang kedodoran dengan gaya sombong, benar-benar tidak tahu bahwa pria yang ia panggil Anak Muda itu adalah orang paling berbahaya yang melayani Kaisar.

"Ji Yu, ayo pergi. Tempat ini mendadak terasa sempit karena ada orang asing yang tidak tahu tata krama," cetus Li Zie galak sambil melangkah pergi dengan dagu terangkat, sangat mirip petapa yang sedang turun gunung.

Yan hanya bisa terdiam di tempat, tangan yang tadinya hendak menyentuh gagang pedang tertahan di udara. Ia terpaku, bukan karena takut, tapi karena bingung. Berani-beraninya kakek tua ini membentak pengawal kaisar?

Yan sempat terpaku selama beberapa detik. Belum pernah ada orang di seluruh negeri yang berani membentaknya, apalagi menyebutnya tidak tahu tata krama. Namun, saat Li Zie melangkah pergi, Yan teringat akan kilatan mata kakek itu tadi, sebuah tatapan yang seolah bisa menembus tulang dan jiwanya.

"Itu dia. Hanya orang dengan kemampuan luar biasa yang memiliki tatapan seperti itu," batin Yan yakin.

Yan segera melangkah cepat, menghalangi jalan Li Zie dan Ji Yu. Kali ini, ia tidak berdiri tegak dengan angkuh, melainkan membungkuk dalam, sebuah gestur penghormatan yang jarang ia berikan pada siapa pun kecuali keluarga kekaisaran.

"Tabib Agung, mohon tunggu!" suara Yan berubah rendah dan penuh permohonan. Yan kembali berkata dengan sopan, namun berwibawa, "Saya memohon maaf atas kelancangan saya. Saya Yan, Saya datang bukan untuk mengganggu, melainkan memohon bantuan medis yang sangat mendesak. Untuk Tuan ku. Sesuai janji yang saya dengar, Anda akan dibayar dengan emas sebanyak yang Anda inginkan."

Mendengar kata 'Emas', telinga Li Zie seolah berdiri tegak. Ia berhenti mendadak, memutar tubuhnya perlahan dengan gaya tetap berwibawa. Li Zie tidak menyangka jika kehebatannya begitu cepat menyebar seperti tertiup angin.

"Emas, katamu? Hmph, nyawa memang tidak ternilai, tapi waktuku sangat mahal," ujar Li Zie, mencoba menahan senyum kemenangannya. Lalu kembali berkata, "Bawa aku ke sana. Tapi jika kau menipuku, pedangmu tidak akan cukup untuk melindungimu."

Yan segera memandu mereka keluar dari hiruk-pikuk pasar gelap, menuju sebuah hutan bambu yang rimbun di pinggiran kota.

Yan memandu mereka menembus jalan setapak di tengah hutan bambu yang rapat. Semakin dalam mereka melangkah, dedaunan bambu mulai nampak diselimuti kristal es tipis, padahal saat itu bukan musim dingin.

Di depan paviliun, berbaris sepuluh pengawal dengan zirah perak yang kokoh. Aura mereka begitu menekan, namun mereka semua tampak gemetar menahan dingin yang tidak wajar.

"Tabib Agung, suhu di dalam sangat berbahaya bagi orang biasa," bisik Yan dengan wajah cemas.

Benar saja, begitu pintu kayu berat itu dibuka, hawa dingin yang menusuk tulang menyambar keluar seperti badai salju. Ji Yu, yang hanya seorang pelayan biasa, meski memiliki ilmu bela diri sekarang. Tapi ia tidak memiliki kekuatan untuk sampai menahan dingin yang luar biasa ini.

Ji Yu langsung memeluk dirinya sendiri. Giginya gemertak hebat, wajahnya membiru dalam hitungan detik.

"G-Gu-Guru... a-aku... tidak kuat..." Ji Yu nyaris jatuh terduduk karena paru-parunya terasa membeku.

Li Zie melirik Ji Yu. Ia diam-diam menyalurkan sedikit energi qi panas dari ruang dimensinya ke punggung Ji Yu untuk melindunginya. "Tetaplah di luar, Ji Yu. Jaga pintu dengan baik. Biar aku yang masuk menghadapi 'naga es'.

Li Zie kemudian memusatkan energinya. Di dalam tubuhnya, kekuatan kultivasi Li Zie berputar, membentuk perisai energi tak kasat mata yang membakar hawa dingin di sekitarnya.

Yang Vote nya nganggur, lempar author aja ya, daripada anguskan

1
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
Meigha
ya habissss,,,d tunggu kelanjutanx💪💪💪🥰
Meigha
tdk d rahasiakn kh kabarx🤔
Meigha
aduhhhh,,,,jgn d skip dong Thor,nanggung nih🤭🤭🤭🤣🤣
Meigha
tdk ada drama tdk d restui,biasax kalau perempuan bukan org bangsawan susah restu x 🙏
Atik Kiswati
akhirnya tamat......
mksh buat ceritanya thor....🙏
Retno Palupi
akhirnya...
Efa Arfa
🤣🤣🤣🤭
Nur Hayati
Kecewa
Fitria: Gak suka skip kak, Aku sedang belajar menulis🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Hayati
Buruk
Meigha
walaupun 1000 episod, kalau ceritax seseru ini ku tak bakal mundur 💪💪💪ayu Thor tulis byk2🤣🤣penggeemarmu menanti selalu🤭🤭🥰
Osie
eh bukannya anak shen zie yg pertama putri ya..yg kedua putra..apa aku salah baca nih
Osie: eh apa yg salah baca ya..dahlah gpp gaspoooll terooss💪💪💪
total 2 replies
Lyha Arroyyan Alfarizqi
💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!