NovelToon NovelToon
Hero Virtuality : Cerita Dari Seorang Laki-laki Yang Bangkit

Hero Virtuality : Cerita Dari Seorang Laki-laki Yang Bangkit

Status: sedang berlangsung
Genre:Game
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: kholiq

Dalam dunia modern yang kian terhubung dengan teknologi, ada seorang pemuda bernama Daniel yang dulu adalah seorang gamer profesional terkenal. Namun, hidupnya yang sukses itu hancur berkeping-keping ketika cintanya kepada seorang wanita membawanya ke ambang kehancuran. Terluka dan kecewa, dia meninggalkan dunia gaming dan memutuskan untuk memulai hidup baru sebagai seorang koki di sebuah restoran makanan China di kota kecil.

Namun, takdir memiliki rencana lain untuk Daniel. Ketika game virtual reality (VR) pertama di dunia, "Kingdoms of Eternia," diluncurkan, minatnya dalam gaming tumbuh kembali. Dengan tekad untuk mengubah hidupnya dan menjadi gamer lagi, dia memasuki dunia VR yang mengagumkan ini.

Di dalam dunia game ini, Daniel memilih karakter seorang elf dengan job khusus, Asura. Sebagai seorang Asura, dia memiliki keahlian dalam menggunakans senjata tombak dan kemampuan regenerasi yang luar biasa. Daniel menjadi pahlawan dalam dunia Kingdoms of Eternia, sebuah dunia fantasi ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kholiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mogna vs ana

Saat Daniel keluar, baik Burhan dan istrinya terdiam beberapa waktu. Dahulu, mereka benar-benar ingin menghancurkannya, sehingga mereka semua tahu apa yang telah daniel lalui hingga bisa sampai di titik ini.

"Pa! Apa yang harus kita lakukan?" Yani sebagai ibu dari Daniel merasa kebingungan tentang apa yang harus mereka lakukan.

"karena kita telah memihak Anto, jadi mari lakukan sampai akhir. Aku juga penasaran bagaimana anak itu melawan!" balas Burhan dengan semangat.

"Apa kamu benar-benar tidak ingin lagi menjadikan anak kandung kita sebagai keluarga!" Yani tidak terima dengan sikap suaminya yang seperti ini.

Ia sudah lama ingin bertemu dengan anak pertamannya yang hilang. Kini saat bertemu, ia harus dihadapkan dalam situasi seperti ini. Tentu ia sangat marah, tapi ia juga tidak bisa mengatakan apa-apa, karena orang yang sangat ingin melindungi saat ada skandal bersama pacar Daniel adalah dirinya. Sehingga secara tidak langsung, semuanya terjadi karena ia ingin melindungi Anto yang salah dalam masalah ini.

"Aku ayahnya, sebagai laki-laki biarkan masalah ini diselesaikan dengan cara laki-laki!" balas Burhan tegas. Ia kali ini telah memutuskan apa yang akan ia lakukan.

Di luar, Daniel tidak dibiarkan pergi oleh Mogna. Ia terus ingin bersama dengan kakaknya setelah sekian lama. Ia tidak peduli dengan masalah kakaknya dengan orang tuannya.

Tapi saat ini ia sangat senang akhirnya bertemu dengan kakak kandungnya, sehingga ia tentu tidak ingin melepaskan kakaknya itu.

"Pokoknya hari ini aku ingin ikut kakak!" balas Mogna saat Daniel memintanya kembali ke orang tuannya.

Daniel sebenarnya sudah menjanjikan kepada mereka bahwa ia akan segera menyusul, dan kali ini ia akan mengajak mereka berdua jalan-jalan. "Kami sudah pintar, kakak, dan kami tahu kalau kakak bohong!" secara mengejutkan Angga berbicara mewakili kakaknya sehingga Daniel menyerah dan mengijinkan mereka berdua mengikutinya.

"Kirimkan pesan kepada mereka kalau hari ini kalian akan tinggal bersama dengan ku! Besok aku akan mengirimkan kalian ke rumah!" balas Daniel menyerah.

Sebenarnya Daniel sendiri sudah memiliki keinginan untuk bermain dengan para adik-adiknya, sehingga mengajak mereka seperti ini cukup menyenangkan untuk dilakukan baginya.

"LET'S GO!"

"GO!"

Mereka berdua melompat kegirangan karena untuk pertama kalinya mereka bisa ke tempat kakaknya, untuk bersenang-senang bersama. Daniel membawa mereka ke tempat ruko yang telah ia beli untuk sementara waktu.

"Ini rumah, kak?" gumam Mogna saat mereka sampai ke sana.

"Bukan! Tapi kemungkinan besar, aku akan lebih banyak tinggal di sini ke depannya. Jadi jika ada masalah, kalian bisa datang ke tempat ini jika mencariku!" balas Daniel.

Di sana telah hadir Ana yang baru saja menyelesaikan wawancarannya. "Bagaimana, apa semuanya berjalan dengan baik?" ucap Daniel saat ia baru saja masuk ke sana.

Saat mereka masuk, ia sudah menemukan Ana sedang berbaring karena kelelahan mengurus semuanya sendiri karena Daniel harus menghadiri pertemuan keluarga. "Tolong jangan katakan kepadaku kalau semuanya tidak berjalan dengan baik, karena sekarang aku benar-benar ingin membunuhmu jika kau mengacaukan pertemuan itu!" tampak marah melihat Ana mengacam Daniel untuk tidak mengatakan kalau semuanya telah kacau.

"Setidaknya aku berhubungan baik dengan kedua adikku. Jadi seharusnya itu tidak dihitung gagal, bukan!" balas Daniel yang siap dihantam oleh Ana.

"KAKAK!" Mogna terlihat penasaran dengan perempuan tersebut.

Angga sendiri terlihat tidak peduli, ia hanya melihat sekitarnya dan saat melihat ada konsol permainan disana ia langsung kesana untuk memainkannya tanpa peduli pembicaraan orang dewasa.

"Bagaimana pacar kakak, cantik nggak!" balas Daniel dengan sedikit bercanda memperkenalkan Ana sebagai pacarnya.

Ana yang akhirnya mendengar suara orang lain akhirnya sadar dan langsung berdiri dan melihat kedua adik Daniel. "Pacar dari Hongkong!" balasnya dengan marah. Tapi setelah sedikit marah, akhirnya ia melihat sesuatu yang aneh.

Mogna sepertinya juga menyadari siapa perempuan itu. "Aku tidak tahu harus merespons apa tentang masalahmu!" balas Ana dengan menarik napas seolah segera mengerti apa yang terjadi.

Sedikit banyak Ana telah mengerti banyak masalah yang Daniel hadapi, sehingga ia tahu masalah Daniel dengan keluarga Burhan. "Setidaknya kau mengerti kenapa kau tidak harus datang kesana, kan!"

Bramono dan Burhan adalah saingan di berbagai pasar ekonomi yang ada di Indonesia sehingga mereka terkesan tidak akur jika bertemu satu sama lain. "Aku tidak akan memberikan kakakku dengan mudah!"

Saat Ana mengerti letak masalahnya, secara tidak terduga Mogna malah mengatakan sesuatu yang aneh, sehingga Daniel dan Ana segera menatapnya dengan tatapan aneh, dan mereka akhirnya tertawa bersama.

"HAHAHA, duduklah main bersama dengan adikmu, aku akan menyiapkan makanan karena kalian pasti lapar karena belum makan di cafe tadi kan!"

Walaupun Mogna saat ini menggenggam tangannya dengan erat, ia segera membujuknya dengan memberikan sedikit sentilan di dahi. Karena mulai ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan di tempat ini, Daniel telah meminta beberapa orang untuk menyiapkan beberapa bahan makanan di dapur, sehingga saat ada kegiatan seperti ini, mereka bisa memasak.

Karena bahan masakan yang ada di sana sedikit terbatas, membuatnya hanya menyiapkan masakan sederhana seperti mie instan yang dimasak dengan

kreasi sendiri. Saat kembali ke tempat aula di mana adiknya dan Ana sedang menunggu, ia melihat Angga sedang duduk termenung karena saat ini steak PS yang tadi dimainkan sedang dikuasai oleh Ana dan Mogna yang sedang bermain game.

"Kenapa!" ucap Daniel dengan menggunakan bahasa isyarat kepada Angga.

Melihat itu, Angga hanya menyung dan mengangkat bahu seolah tidak mengerti apa yang terjadi. Ia tidak ingin terlibat dalam masalah tersebut, sehingga ia hanya mendekat kepada Daniel untuk memakan mie buatan kakaknya.

Sambil menikmati mie buatan kakaknya, mereka berdua menikmati perdebatan yang terjadi dengan Ana dan Mogna yang berusaha membuktikan siapa yang terbaik di antara mereka.

Mereka saat ini sedang memainkan game balap sehingga posisi pertama menjadi yang terbaik dalam acara tersebut. "Bagaimana, apa kau yakin kakakmu bisa mengalahkan kakak cantik itu," ucap Daniel sambil bercanda dengan Angga.

"Jujur aku ragu, kakak bahkan tidak bisa mengalahkan dalam permainan game balap, sehingga kemungkinan kemenangannya sangat kecil!" balas Angga berusaha bersikap seolah orang dewasa yang sedang menyampaikan pendapatnya.

Dan sesuai dengan apa yang Angga katakan, walaupun Mogna sempat memimpin pertandingan, posisi pertama yang terus dikejar dari belakang membuatnya mengambil keputusan yang salah, sehingga mobilnya bertabrakan, akhirnya ia pun kalah dalam game tersebut.

"YEAH!"

Ana yang berhasil memenangkan pertempuran, sedikit melakukan selebrasi tentang apa yang terjadi. "Mari lanjut dengan game FPS!" balas Mogna yang masih tidak terima dengan kekalahan.

"Sudah! Sudah! Makanan dari tadi sudah masak, mari makan, kak Ana, dan kegiatan lain daripada sekedar menemani kalian bermain!" balas Daniel.

Mendengar kata makanan, kedua perempuan itu segera berlari untuk menikmati makanan yang telah disediakan. Dan tentu mereka sangat puas dengan masakan yang disediakan oleh Daniel.

1
Qean
Mencuri hati tidak ada kah🤔🤔
Liar Marabunta
jarah semua sumber dayanya gokong
Liar Marabunta
lnjut~!!!
Liar Marabunta
maju terus Zero,perhatikan map
Liar Marabunta
lanjutkan
Liar Marabunta
UUpp
Liar Marabunta
upup
Liar Marabunta
up banyak*
Liar Marabunta
dok
Liar Marabunta
king
Liar Marabunta
pc
Liar Marabunta
p
Liar Marabunta
lantut~!!!
Liar Marabunta
lanjut 🙏
Liar Marabunta
up up
Liar Marabunta
up
Liar Marabunta
UU pp
Liar Marabunta
up
Liar Marabunta
mantab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!