NovelToon NovelToon
Cerita Di Balik Tirai

Cerita Di Balik Tirai

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Spiritual / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ria

Hidup tanpa cinta memang hampa, tapi kehampaan tercipta karna adanya cinta.
Apakah hanya wanita yang harus menjadi bahan perbandingan dan apakah semua kesalahan harus ditanggung oleh wanita juga.

Lantas, di mana keadilan itu berada? Mereka bilang cinta membawa kebagian dan cinta menuntun kita ke kehidupan baru, tapi yang aku rasakan jatuh terbalik dari pernyataan itu semua.


Hidupku hancur, harga diriku terhina semua orang mencemooh bahkan mengucilkan aku.
Apakah ini yang di namakan hidup baru penuh kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

"Memang kenapa kalau aku berada di sini?" tanya Rafan dengan tatapan mata yang sayu.

Erli bergerak gelisah dan tangannya berulang kali mengusap-usap lengan serta tubuhnya yang lain.

“Kenapa bajumu robek?” Rafan kembali bertanya.

“Tidak apa-apa. Tadi saat saya berjalan di sana. Baju saya terangkut,” katanya pelan sembari mengacungkan jarinya ke suatu arah.

Kenapa kamu bohong lagi? Gerutu Rafan dalam hati.

“Ngapin Anda di sini?” Erli memalingkan pandangannya.

“Tentu saja menjemputmu. Cepat, ganti bajumu!” perintah Rafan seraya mengulurkan tangannya yang sedari tadi memegang paper bag.

Erli meneliti paper bag yang diberikan suaminya, paper bag berwarna biru tersebut berisikan baju ganti untuknya.

“Cepat ganti bajumu! Jika kamu sakit. Aku juga yang repot,” pungkas Rafan dengan netra yang melirik ke arah lengan istrinya.

Erli menggigit bibir bawahnya sembari melangkah menuju kamar mandi umum di pojok taman, selepas melangkah sekitar lima puluh meter gadis itu berbalik dan menatap Rafan yang masih berdiri di pinggir taman.

“Dasar serigala berbulu kucing. Habis ke temuan sama gadis lain kini dia sok baik di hadapanku, dasar belalang. Sana sini menclok!” tutur Erli yang kini telah berada di dalam kamar mandi.

Begitu selesai dengan semua kesibukannya, Erli menghampiri Rafan yang saat ini telah duduk bersama dengan pedagang kaki lama yang terlihat lebih tua dari sang suami.

“Saya sudah selesai,” kata Erli dengan bola mata yang bergolak.

Rafan melempar senyuman kepada pria tua yang sejak tadi menemaninya berbincang. Sepasang suami istri tersebut berjalan beriringan tanpa ada pembicaraan sepatah kata apa pun, ketika Rafan hendak membukakan pintu mobil untuknya, sesegera mungkin Erli meraih gagang pintu dan membukanya sendiri.

Jangan berbuat sok manis! Gerutu Erli seraya melirik tajam suaminya.

Tanpa berpikir lagi Rafan masuk dan menginjak pedal gas, mobil itu melesat di tengah keramaian. Sesekali netranya melirik wajah sang istri, memastikan keadaan wanita yang dia cintai.

Baru saja memfokuskan pandangannya, tiba-tiba saja Erli bersin dan hal itu membuat Rafan khawatir.

“Kita ke dokternya?” tutur Rafan lembut.

“Tidak perlu! Aku baik-baik saja, kok!” ketus Erli.

Rafan mengerutkan keningnya setelah mendengar jawaban Erli yang terdengar marah.

“Kamu kenapa? Coba cerita!” ucapnya sembari mengelus kepala sang istri.

“Aku enggak apa-apa. Jangan banyak tanya, aku capek!” Erli memalingkan pandangannya ke luar jendela.

Rafan menghela napas panjang.

Kapan berakhirnya mood swings mu itu, Sayang? Kata Rafan dalam hati.

Tanpa meminta izin kepada sang istri, Rafan membelokkan mobilnya ke area restoran yang paling enak di Jakarta Selatan.

Wanita yang mengenakan dress batik tersebut melirik ke sana kemari dan pandangannya berakhir di wajah suaminya.

“Kenapa kita ke sini?” tanya Erli dengan mata yang melebar. “Aku tidak lapar!” lanjutnya penuh percaya diri.

Namun, perut ibu hamil tersebut berbunyi. Rafan menatap perut istrinya yang buncit dan Erli membeku begitu saja.

“Sudah jangan banyak akting! Kasihan bayi ayah di dalam sana,” pungkas Rafan seraya mengelus perut istrinya.

“Sialan! Kenapa pakai bunyi sih, perut ini?” katanya bersungut-sungut.

Pria berkumis tipis tersebut membuka pintu dan membuka seat belt istrinya.

Dengan bibir yang selalu berhiaskan senyuman Rafan menggoda Erli, “Mau aku gendong?”

Netra Erli melotot dan menjawab dengan judesnya, “Tidak perlu!”

Sedemikian rupa Erli membuat suaminya kesal. Namun, Rafan tetap tersenyum tanpa ada kekesalan yang tersirat di wajahnya.

Aneh, kenapa dia tersenyum terus. Kenapa kamu tidak marah, Mas? Hati Erli bertanya-tanya.

Selepas memesan makanan, Rafan memulai perbincangan. Lagi-lagi Erli menjawab dengan nada yang ketus dan dia selalu bikin gara-gara.

Saat Erli hendak bertanya, seorang pelayan menghidangkan makanan yang mereka pesan tadi. Erli menatap suaminya dengan tatapan yang penuh penasaran, hatinya cemas dan gelisah.

Namun, egonya menahan semua kalimat yang hendak dia lontarkan. Merasa kecanggungan semakin terasa Erli pergi ke kamar mandi, ketika dia mencuci tangan sembari merapikan rambutnya, tanpa sengaja dia melihat wanita yang ditemui oleh Rafan tadi siang.

Wanita itu .... Tampah sadar jari telunjuk Erli mengacung ke arah wanita tersebut.

“Permisi!” Ucapan itu menyadarkan Erli dari lamunannya.

“Eh, maaf. Silakan!” kata Erli seraya bergeser.

Hatinya semakin penasaran dengan kehadiran wanita itu di restoran yang dia datangi saat ini.

Apa yang dia lakukan di sini? Apa jangan-jangan mereka ... Aduh Erli tenangkan pikiranmu! Gumamnya sembari menggelengkan kepala.

Erli mempercepat langkahnya menuju mejanya, Erli terpaku saat melihat Rafan tengah duduk santai sambil memainkan ponselnya yang berwarna biru langit. Erli menghela napas panjang dan kembali melangkahkan kakinya.

“Kenapa lama sekali?” tanya Rafan seraya menyunggingkan senyuman.

“Antri!” ujar Erli dengan mata yang berputar malas.

“Ya sudah. Ayo, kita makan!” ajak Rafan dengan tangan yang mendorong udang telur asin kesukaan Erli sejak masa kehamilannya menginjak tiga bulan.

Raut wajah Erli berubah kala melihat hidangan itu, senyumannya terpancar, kepalanya bergoyang pelan saat menyuap udang itu ke mulutnya.

“Enak banget, ya?” tegur Rafan.

“Biasa aja. Enggak ada yang spesial,” cetusnya dengan alis yang terangkat.

“Sudah dong! Jangan kaya gitu terus. Nanti kecantikanmu luntur loh,” rayu Rafan, tangan pria itu mengelus punggung tangan wanitanya.

Sontak Erli menatap suaminya yang saat ini bersikap manis.

“Ada angin apa Anda bersikap manis seperti ini? Apa Anda memiliki rencana di balik sikap romantis ini?” Erli memberondong suminya dengan sejumlah tuduhan.

Rafan meletakkan sendok yang dia pegang dan tangan kanan pria itu mendekap tangan kanan Erli.

“Aku hanya ingin mencoba menjadi suami yang baik. Dan selalu memanjakanmu dengan semua yang aku punya,” tuturnya lembut.

Sorot mata Rafan membuat hati Erli berdebar kencang, detak jantung yang tidak beraturan itu membuat tubuh Erli lunglai dan semua syarafnya melemas.

Perlahan dia menelan makanan yang ada di dalam mulutnya dan dengan tegas Erli melepas genggaman tangan Rafan.

“Jangan bersikap seperti ini!” cegah Erli, tampak gurat kegusaran di wajahnya.

Kening Rafan mengerut, tatapan matanya terfokus ke wajah sang istri.

“Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang membuat pikiranmu terganggu?” tanya Rafan terkekeh.

Kepala Erli yang semula tertunduk kini mendongak dan netranya menatap tajam wajah sang suami.

“Sejak tadi kamu menjawab pertanyaanku dengan nada yang ketus. Jika ada masalah dibicarakan! Jangan dipendam! Itu akan membuat hati dan pikiranmu sakit.” Rafan beranjak dan duduk di sebelah istri tercintanya.

Mulut Erli terkatup rapat ketika wanita yang ditemui suaminya melintas begitu saja di hadapan mereka.

“Jangan dekat-dekat! Duduk di tempat Anda semula!” kata Erli merajuk.

Rafan mendekap tubuh istrinya, tatapan sayu pria itu kini berubah menajam setelah Erli mengusirnya untuk menjauh.

1
it's me oca -off
semangat makkk
auliasiamatir
apa vina bakal jahat yah
👑Ria_rr🍁
begitulah kecanggungan Erli saat bersama Rafan kk, thanks ya udah baca karya acak Adul ini
auliasiamatir
lanjut... tambah keren
auliasiamatir
tuh kan, jangan bilang gak berhasrat yah fan.
auliasiamatir
yang benar rafan... tar bucin loh
auliasiamatir
erli manggil suami itu yah, mas, sayang, Hanny, suamiku.. gitu kek, ni malah manggil anda .. hum.. kamu terlalu
auliasiamatir
ya Allah rafan manis dikit kalimatnya napa sih
auliasiamatir
untung Katrin ibu yang bijak yaj
auliasiamatir
galang kamu itu usil nya yah....🙄🙄🙄
auliasiamatir
😀😀😀
auliasiamatir
rafan.... 🙄🙄🙄
auliasiamatir
mantap erli hempas kan bibit bibit pelkaor itu
auliasiamatir
penganten barunya belum sempat tempur kok tante 🤭
auliasiamatir
mimpi buruk kah
auliasiamatir
penasaran, apa yang terjadi sebelum nya.
🦢 DARAH BIRU
yang merajuk di biarkan saja begitu sampai reda sendiri 🤭

kemasan isi cerita yang menarik 💞 keren 💕semangat selalu sahabat q sayang👍
🦢 DARAH BIRU
ibu muda yang sedang gamang hatinya semoga mendapat ketetapan.

tes..
that's right answered🤭

miss you thor♥
👑Arsy Penduduk bunian🌿
kerennn 🥰🥰lanjut beb sayang 💕
TK
☕ pait untuk othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!