NovelToon NovelToon
DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School

Status: tamat
Genre:Badboy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: ainuncepenis

Novel yang menceritakan tentang kisah anak remaja yang Bersekolah di SMA High Internasional.

Hal yang menjadi konflik dalam novel ini adalah. Tentang kisah percintaan murid-murid SMA internasional dengan berbagai latar belakang.

Pastinya dalam pembullyan juga ada di dalam masalah itu. Mungkin yang menjadi kaum lemah akan di tindas.

Konflik utama menceritakan Cherry yang menjadi Putri tunggal pengusaha fashion ternama yang memiliki kesempurnaan fisik maupun materi. Gadis ceria yang selalu tertawa.

Terlepas dari kesempurnaan itu. Cherry memiliki kelemahan yang. Memiliki lemah jantung yang selau mengganggu ketenangannya.

Belum lagi dengan kisah perjodohannya dengan rekan bisnis papanya. Yaitu Verro yang berhati dingin yang juga merupakan sahabat kecilnya.

Sifat Verro berubah menjadi dingin ketika mereka tumbuh semakin dewasa. Bukan karena di jodohkan dengan Cherry.

Tetapi karena papanya yang menjadikan dirinya alat sebagai pelancar hubungan bisnis dengan keluarga Cherry. Yang membuat Verro muak dengan Cherry.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 mulai cemburu.

Mata Cherry terus melihat hal itu. Dia diam terpaku dengan kejadian itu.

" Oh may God," ucap Toby schok langsung mengambil gambar Verro dan Fiona dengan kamera yang menggantung di lehernya.

Verro yang menyadari dengan cepat mendorong Fiona dari hadapannya.

" Apa yang kau lakukan," ucap Verro kesal.

" Sorry, aku tidak sengaja," sahut Fiona dengan wajah memerah.

" Ya ampun beruntung banget, bisa cium Verro," sahut salah satu siswi wanita yang tersenyum seakan menginginkan posisi Fiona.

" Sosweet banget," goda murid-murid yang ada di sana.

Verro melihat orang-orang yang mengejeknya dan Verro melihat Cherry berada di depannya. Diam terpaku dengan wajah kaget

Varell menyikukan Vandy memberi isyarat bahwa ada Cherry. Vandy langsung melihat arah mata Varell. Vandy melihat Cherry hanya diam saja dan melihat Fiona dan Verro.

" Ishhhh, dia pasti modus," desis Sasy kesal melihat hal itu.

" Ayo pergi," sahut Cherry yang malas melihat hal itu dan langsung membalikkan badannya tidak ingin melanjutkan langkah yang akna melewati Verro dan Fiona.

" Cherry tunggu," teriak Saay mengejar Cherry. Mendengar suara teriakan Sasy Verro melihat punggung Cherry yang berjalan.

" kau benar-benar gila, apa kau tidak bisa hati-hati," ucap Verro kesal.

" Maaf, aku benar-benar, tidak tau, mereka yang mendorongku," tunjuk Fiona pada Raquel, Mitha dan Selina.

" Enaka aja Lo, asal nuduh, bilang aja lo sengaja, dasar lo modus," desis Selina.

" Kalian yang mencari gara-gara," sahut Fiona mencari pembelaan.

" Ahhhhhh," Verro memilih pergi dan tidak peduli dengan pertengkaran itu.

" Verro tunggu," teriak Vandy menyusul dan di ikuti oleh Varell.

" Pasti lo senang ya dapat rezeki nomplok," ucap sinis Raquel.

" Urusan kita belum selesai," tegas Raquel langsung pergi dengan kesal di ikuti Azizi.

" Pake ngancam lagi," ucap Mitha.

" Huhhhhhhh, kalau gue Cherry sudah gue jambak tu sih Fiona berani cium pacarnya," ucap Selina yang emosian.

*******

Tidak tau kenapa Cherry begitu murung dia memilih duduk di tangga sekolah di dekat lapangan dia duduk sendiri dengan wajahnya yang lesu. Ya pasti karena matanya yang melihat Verro di cium oleh Fiona.

" Issss, apaan sih Cherry, kenapa kamu terus memikirkan itu," gumamnya tidak mengerti dengan perasaannya.

" Biarlah, mungkin mereka memang saling menyukai, kau tidak menyukainya, jadi ayo sadar," Cherry merocos sendirian dengan menepuk-nepuk pipinya sekencang-kencang untuk menyadarkannya.

" Kau tidak apa-apa," terdengar suara yang membuat Cherry menengok kebelakang. Ternyata Aldo yang berbicara.

" Aldo," sahut Cherry. Aldo pun duduk di samping Cherry.

" Ini," Aldo memberikan Cherry susu stauberry.

" Makasih," sahut Cherry mengambilnya dan langsung meneguknya. Lumayan mood sedikit membaik ketika minuman itu sampai keteng- gorokan.

" Bagaimana persiapanmu?" tanya Aldo.

" Persiapan apa?" tanya Cherry kembali melihat Aldo

" Study tour aku melihat kau ikut dalam pelaksanaan Study tour," sahut Aldo. Cherry kembali memandang lurus kedepan.

" Ohhhh, itu, ya sudah hampir 70% sempurna," jawab Cherry.

" Sepertinya hal yang paling menyenangkan dalam acara Study tour, bukan saat penyelenggaraannya. Tetapi saat mempersiapkannya," sahut Aldo dengan tersenyum.

" Kamu benar, mempersiapkannya memang jauh lebih menyenangkan," ucap Cherry setuju dan tersenyum.

Ternyata di sisi lain Verro yang mencari Cherry akhirnya menemukannya. Verro berdiri di belakang Cherry dan Aldo melihat Cherry dan Aldo saling melihat dan tersenyum.

Verro mengurungkan niatnya menemui Cherry dan memilih pergi ketika melihat Cherry dengan Aldo. Pasti kesal ya dia memang sangat kesal melihat hal itu.

***********

Sepulang sekolah Cherry langsung memasuki kamarnya melepas tas nya dan meletakkannya di atas tempat tidurnya dengan tidak semangat.

Suasana hatinya memang sangat buruk. Tidak bisah di bohongi jika Cherry masih memikirkan tentang apa yang terjadi di sekolah.

Cherry duduk di meja riasnya dan melihat fotonya bersama Verro dengan kesal. Menutup Bingkai foto itu ke meja. Sehingga tidak terlihat lagi foto Verro saat bersamanya.

" Ishhhh, kenapa juga aku harus memikirkannya?" desis Cherry kesal, jika terus mengingat-ngingat hal itu.

Ting.

Cherry mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidur. Cherry melihat pesan dari Verro.

..." Apa harus masalah itu sampai kau adukan. Aku kira sifatmu berubah. Ternyata aku salah kau tetap seperti itu. Seperti anak kecil yang selalu mempunyai kekuasaan. Sampai kapan kau akan berubah," ...

Tulisan pesan dari Verro membuat Cherry mendengus kesal. Iya Verro sedang menuduhnya.

" Apa aku, apa dia kembali menuduhku. Kapan aku melakukannya, apa dia tidak bisa tidak menuduhku. Dia yang melakukannya. Tetapi terus menuduhku tanpa bukti. Apa tidak bisa dia mencari tau dulu kebenarannya baru berbicara kepadaku," umpat Cherry kesal dengan Verro.

" Dasar Verro menyebalkan, terserah kau mau bersamanya," teriak Cherry yang ingin meluapkan amarahnya.

Sudah hatinya panas melihat kejadian tadi di sekolah. Di tambah lagi Verro menuduhnya. Apa lagi jika bukan karena hal itu juga.

" Hahhhhhh," Cherry menarik napas panjang setelah puas berteriak.

" Pasti Pria itu yang mengadu ke pada Om Hariyanto," tebak Cherry kesal.

" Ishhhhh, apa dia tidak tau perasaanku, aku yang kesal dia yang menyalahkan ku," batin Cherry mencengkram ponselnya kuat.

**************

Di sisi lain Verro terbaring di kasurnya menatap langit kamarnya. Verro masih memegang ponselnya berharap Cherry meresponya.

" Kenapa dia harus melakukan itu, apa dia marah," batin Verro yang merasa jika Cherry marah melihat dia dan Fiona.

Saat pulang sekolah Verro memang langsung di sambar papanya mengenai masalah itu. Di mana seperti terlihat Verro bermesraan dengan wanita lain di tempat umum.

Bahkan sampai wanita itu mencium Verro. Padahal banyak yang terjadi sebelumnya dan tidak seperti apa yang di pikirkan papanya. Dan mungkin juga pikiran Cherry.

Yang pasti hal itu langsung membuat Verro menyalahkan Cherry. Karena menurutnya Cherry yang terus menerus mengadukan perbuatannya.

Tok-tok-tok-tok

Ketukan pintu kamar Verro. Membuat Verro menoleh ke arah pintu yang sudah di buka yang ternyata Varell dan Vandy yang masuk.

Ke-2 sahabatnya langsung masuk dan meletakkan tas mereka di atas tempat tidur Verro. Vandy langsung duduk di atas karpet bulu dan menghidupkan PS.

" Kenapa wajahmu?" tanya Varell, beralih ke kulkas mengambil minuman dingin dan langsung meneguknya.

" Entahlah," sahut Verro duduk menuju lemarinya mengambil pakaian ingin mengganti seragamnya.

" Lo nggak jelasin sama dia?" Sahut Vandy yang sudah memulai bermain game.

" Apa?" tanya Verro melihat ke arah Vandy.

" Masalah lo sama Fiona tadi," Vandy memperjelasnya.

" Kalian juga tau bagaimana awalnya," sahut Verro santai.

" Tetapi Cherry tidak tau," sahut Varell.

" Itu pasti nggak penting untuknya," sahut Verro sudah malas.

Karena sudah terlanjur kesal dengan Cherry yang secepat kilat mengadu pada papanya.

" Lo yakin, lo nggak liat sikap dia tadi" ucap Varell.

" Lagi pula, gue perhatikan belakangan ini lo sering banget ngobrol dengan Fiona," sahut Vandy.

" Gue nggak ada urusan sama dia. Dan masalah tadi juga nggak penting," sahut Verro tidak mau ribet.

" Lo yakin sekolah akan aman besok. Lo nggak was-was jika besok gosip akan menyebar luas," ucap Vandy seakan bisa menebak.

Verro terdiam dan pergi kekamar mandi mengganti pakaiannya.

💝💝Bersambung

Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.

Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya

1
Bundanya Syahdan
thor ceritamu asyik rame banget, jadi membayangkan jaman sekolah dulu 🥰
Serena Oficall
😭😭
Dinniey Meyla
udah beberapa bab dan dalam 3 hari ini di bikin nangis melulu, air mata ku gk mau berhenti mengalir sampai ke 2 mata ku bengkak banget 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dinniey Meyla
aku baru mampir thor
Surabaya Honda
next Thor 😊👍
Surabaya Honda
good interesting Thor 😊👍
Surabaya Honda
interesting Thor 👍
Surabaya Honda
next Thor... interesting 👍
Surabaya Honda
nyimak thor
Surabaya Honda
interesting Thor 😊👍
Surabaya Honda
wonderful thor
Surabaya Honda
next Thor,, 😊 👍
Surabaya Honda
wonderful author,, 😊🙏 succesfull
Putri Mahkota
kereen deh
tari
woooww serruuu
Dhessy Hasanah
Luar biasa
Tina Agustiin
sangat keren
Tiara 2410
kaya film drakor yang judul nya exraordinary you
Tiara 2410
terlalu banyak perkenalan😆😆
unaisa
bagus banget karyanya thorr, semangat berkarya👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!