Pernikahan berlangsung antara Elena Stephanie Putri dan Dava Gandhi Syahreza. Elena masih berstatus seorang siswa SMA kelas 2, sedangkan Gandhi adalah seorang guru di sekolahnya Elena. Pernikahan mereka ini adalah hasil perjodohan dari kakek mereka, kakek mereka adalah sahabat dekat dan berjanji akan menikahkan cucu mereka. Awalnya Elena menolak karena usianya masih sangat muda yakni 17 tahun, sedangkan Gandhi berusia 25 tahun. Berawal saling benci apakah lama-lama menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
“Aku balik dulu yaa, bye!” Kata Rasya.
“Iya.” Jawab Kaira.
Lalu
Kaira segera menuju kamar dan menyesali apa yang telah ia perbuat bersama Rasya
tadi. Dia khawatir hanya dimanfaatkan oleh Rasya saja dan Kaira juga takut akan
jatuh cinta dengan Rasya.
Beberapa menit kemudian, Dina menelfon kaira.
“Besok siang bisa ketemu nggak Ra?” Tanya Dina.
“Ada apa bukannya tadi kita sudah ketemu ya, wah pasti loe kangen gue nih?” Tanya Kaira.
“Gue mau ngomong sesuatu sama loe Ra, penting.” Jawab Dina.
“Ok ok besok siang saat jam istirahat kita ketemu di resto tempat kita makan siang
dulu yaa.” Kata Kaira.
“Ok, aku tunggu besok ya.” Jawab Dina.
**
Malam itu
Raffa pergi ke Bandung untuk menemui kekasihnya yaitu si Angel. Karena dia
sudah berjanji akan menemuinya.
“Sayang,
akhirnya kamu datang juga.” Sapa Angel dan segera memeluk Raffa untuk melepas
rasa rindunya.
“Aku capek, lepasin aku.” Kata Raffa.
“Kok kamu malah gitu sih, aku kan kangen banget sama kamu.” Kata
Angel.
“Iya iya nanti aja dulu, aku mau mandi dulu.” Kata Raffa.
“Ok, setelah itu kita makan malam bersama ya.” Jawab Angel.
Batin
Raffa dalam hati, “Sebenarnya malam ini
aku sangat merindukan Angel bahkan sangat ingin memeluknya namun kenapa aku
jadi kepikiran ucapan si Kaira untuk memutuskan si Angel. Gue ngak bisa dan gue
nggak sanggup harus berpisah sama Angel, saat gue lagi terpuruk dulu dia banyak
bantu gue dan support gue bahkan dia selalu menuruti semua perkataan gue mana
mungkin gue harus ninggalin dia. Ah bodo amat lagipula si Kaira juga nggak tau,
bisa saja gue bilang uda putus haha dia kan bodoh hahaha.”
“Uda selesai mandi yaa, kita makan malam dulu yuk. Aku buatin steak kesukaan kamu.
Aku juga tadi beli wine kesukaan kamu nih. Kita minum sebentar yuk.” Rayu
Angel.
“Aku nggak mau minum hari ini.” Jawab Raffa.
“Yauda tapi kamu makan malam dulu yaa, ayo sini. Nanti keburu dingin loh.” Ajak Angel.
Setelah makan,
“Aku langsung pulang ya, aku banyak kerjaan jadi harus pulang malam ini.” Kata
Raffa. Dia tidak tega memutus hubungan dengan Angel, oleh karena itu dia
memilih untuk kembali kerumah.
“Apa? Kita uda lama tidak ketemu, kamu jauh-jauh kesini sebentar lalu langsung
pulang. Jangan tinggalkan aku sayang, aku mencintaimu, aku rindu sama kamu.”
Rengek Angel sambil memeluk memohon belas kasihan si Raffa.
“Lepasin aku. Aku mau pulang.” Bentak Raffa.
“Please kamu malam ini nginep ya disini atau gimana kalau kita jalan-jalan sebentar
mencari udara segar aku ingin jalan berduaan sama kamu sayang. Please yaaa.”
Rengek Angel dengan merayu Raffa.
“Ok baiklah, ayo kita keluar sebentar.”
Akhirnya mereka berdua pergi keluar di sekitar apartemen milik Angel.
“Mulai sekarang aku ingin kita putus. Maafkan aku.” Kata Raffa. Pertama kalinya si
Raffa mengucapkan kata maaf kepada si Angel, dia sebenarnya tidak ingin
memutuskan Angel.
“Apa?
Setelah selama ini kita selalu bersama bahkan aku telah menyerahkan seluruhnya
kepadamu, aku yang selama ini selalu menuruti kata-katamu bahkan selalu
mendukung segala aktifitas kamu dan karir kamu, tiba-tiba kau ingin putus? Apa
kau telah memiliki wanita lain selain aku?” Tanya Angel.
“Maafkan
aku, kita memang selalu bersama dalam waktu yang cukup lama namun kita tidak
bisa bersatu jadi buat apa harus diteruskan. Aku minta kita putus mulai saat ini.”
Kata Raffa.
“Lalu
bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Selama ini aku bergantung denganmu
bahkan aku berhenti dari pekerjaanku sebagai model juga karena kamu. Aku tidak
bisa aku nggak sanggup harus berpisah darimu, kamu benar-benar egois kau juga
telah merebut kehormatanku bahkan kau telah menyuruhku untuk menggugurkan bayi
kita. Kau benar-benar kejam.” Kata Angel sambil menangis tersedu-sedu.
Akhirnya
Raffa pun tidak jadi memutuskan Angel karena dia tidak sanggup melihatnya
semakin terpuruk karena ulahnya.
“Maafkan
aku, aku minta maaf. Ok aku tidak akan memutuskan kamu. Sudahlah jangan
menangis lagi ya. Kita kembali lagi aja kedalam nanti kamu masuk angin.” Hibur Raffa sambil memeluk Angel.
Setelah
itu mereka berdua kembali kedalam apartemen dan mereka asyik bermain-main.