NovelToon NovelToon
Full House (Wedding Agreement)

Full House (Wedding Agreement)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ice Princess ❄️

Alice Geraldine Williams, Seorang mahasiswi cantik, cerdas dan berprestasi dikampusnya. Ia terkenal dengan pribadi yang bar-bar, keras kepala dan ambisius untuk mengejar cita citanya dan karirnya sebagai seorang model.

Hingga suatu hari sebuah insiden membuatnya harus menjalani sebuah pernikahan kontrak untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya dari kebangkrutan dengan seorang CEO kejam yang bernama Alexander Jonathan Smith.

Sang suami yang ternyata mempunyai dendam besar terhadap wanita yang sudah mencampakkanya, membuatnya ingin melampiaskan semua dendamnya kepada istri kontraknya dengan cara menyiksanya.

Namun seiring berjalannya waktu, rasa dendam yang ia miliki justru membuatnya terjebak dan jatuh cinta kepada istri kontraknya yang ternyata punya kepribadian yang unik dan menarik.

Hingga pihak ketiga pun datang untuk menguji seberapa kuat benteng pertahanan rumah tangga mereka akan bertahan.


Akankah dia menemukan tambatan hatinya yang sesungguhnya ? Novel ini menjadi saksi sebuah perjuangannya dalam menemukan kebahagiaan dan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ice Princess ❄️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 34

...~ Chapter 34 ~...

Alice pun membersihkan luka Alex dengan hati-hati dan mengolesinya dengan obat merah. Sesekali terdengar suara rintihan Alex yang menahan rasa sakit di wajahnya yang tampan itu

"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan ? " Alice mengulangi pertanyaannya untuk yang kedua kalinya

Alex pun hanya terdiam sejenak, ia mulai berpikir dan merasa kalau Alice pantas tau keadaan adiknya yang sebenarnya

" Sebenarnya ....." Belum sempat Alex melanjutkan perkataannya tiba-tiba ponsel Alice berbunyi

"Maaf Tuan, ponselku berbunyi. Aku akan minta izin untuk mengangkatnya dahulu." Alice pun menghentikan aksinya mengobati wajah Alex

"Dari Siapa...?" Alex bertanya penasaran, karna ia melihat reaksi Alice yang tiba-tiba berubah saat melihat nama yang tertera di ponselnya

"Maaf Tuan, aku harus pergi mengangkatnya. Tuan bisa melanjutkannya sendirikan !!"Alice pun dengan ekspresi gugupnya meninggalkan Alex yang masih meringis kesakitan

"Dasar gadis menyebalkan, berani sekali dia merahasiakan sesuatu dariku. Dia bahkan tidak mengobati lukaku. Ah, shiit...Awas saja aku akan memberimu hukuman Alice !",Alex merasa kesal dengan sikap Alice yang mengabaikanya

Alice segera mencari tempat yang aman untuk mengangkat telepon dari Verren, ia takut Alex akan curiga ataupun marah sehingga dia akan memarahinya

"Halo, Verren!"

"Hy, Alice bagaimana kabarmu ?" tanya Verren.

"Aku baik-baik saja, bagaimna dengan dirimu ?"

"Aku juga baik-baik saja disini, Alice ! lusa nanti aku akan segera pulang ke London. Aku harap kamu sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaanku yang kemarin." Sahut Verren sambil terus menatap cincin yang sudah dibelikan khusus untuk menyatakan perasaannya kepada Alice saat sudah pulangnanti

"Ah soal itu, aku sama sekali belum memikirkannya. Aku masih butuh waktu Verren!"

"Alice, kau tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku mohon pengertianmu, aku akan menunggumu untuk menyiapkan jawabanya untukku. Sudah dulu yah ! aku harus kembali bertugas, salam untukmu." Verren pun langsung mematikan ponselnya

Tuut...tuut....tuuut....

"Verren tunggu dulu aku belum selesai...."elum selesai Alice berbicara Verren sudah mematikan ponselnya.

Alice pun mengigit bibirnya karna mulai gelisah, kedatangan Verren menjadi bumerang baginya

Bagaimanapun Alice juga menyimpan perasaan yang sama kepada Verren, namun statusnya yang saat ini menjadi nyonya Muda dari Tuan Alex pasti membuatnya tidak bebas untuk dekat dengan siapa pun

"Aduh bagaimana ini...?",Alice pun berjalan mondar-mandir tampa mengambil ataupun menyimpan sesuatu.

Tiba-tiba ponsel Alice berbunyi, Alex mengiriminya sebuah pesan untuk segera menemuinya dikamar

" Duh...kenapa pria menyebalkan itu memanggilku lagi...!"Gerutu Alice, ia pun segera menemui Alex dikamarnya

"Gue mau baca buku, tolong Carikan buku yang aku butuhkan...!"Pinta Alex dengan angkuhnya

"Tuan bercanda, memanggilku hanya untuk mencari sebuah buku, yang benar saja... ! Bukankah Tuan bisa mencarinya sendiri."Jawab Alice dengan ketus

"Kamu nggak liat wajah aku sedang babak belur gini, dan aaah.. kakiku juga sakit sekali."Alex berpura-pura untuk mengerjai Alice

"Huuh... dasar pria medit, yang babak belurkan mukanya bukan kakinya !, lagian tadi dia masih bisa berjalan dengan normal kok. Kenapa sekarang tiba-tiba kakinya juga ikut sakit, menyebalkan...!"Gerutu Alice sambil menatap kesal kearah Alex

"Katakan dimana aku harus mencarinya Tuan ?"

"Disini...!", Alex tiba-tiba menekan remote dan jreng....

Tiba-tiba sebuah ruang perpustakaan rahasia yang memiliki tiga lantai, sangat luas dan besar terbuka di balik ruangan kamar Alex yang minimalis itu.

Alice sampai terperanjat kaget dibuatnya, ia tidak menyangka ada sebuah ruangan rahasia dibalik kamar Alex.

"Wah apa ini Tuan, ini lebih mirip perpustakaan buku dibandingkan tempat penyimpanan koleksi buku. Sangat besar dan luas sekali."Alice pun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan yang luas tersebut

"Masuklah kedalam, dan segera carikan aku buku referensi tentang management bisnis perusahaan Yade Group (nama perusahaan milik Alex)", Titah Alex tampa bisa ditawar lagi

"Baik Tuan."

Alex tersenyum kecil, sebenarnya Alice adalah orang kedua yang berhasil mengetahui ruangan rahasia itu selain sekertaris Lee

Alex memang memiliki tujuan lain untuk menyuruh Alice mencari buku bermodalkan judul tanpa memberitahunya letak rak buku itu dan dilantai berapa. Ia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada istri kontraknya itu.

"Tuan kalau boleh aku tahu, di rak bagian mana aku harus mencarinya ?"tanya Alice dengan ekspresi bingung

"Ah aku lupa, cari saja dulu di bagian sana...!"Alex pun segera menuju sofa yang ditujukan untuk ruang baca sambil melihat Alice yang bolak balik mencari buku yang dimaksudkan oleh Alex

Alice pun mulai bolak-balik mencari buku yang dimaksud oleh Alex, walaupun ia mulai merasa badannya pegal-pegal.

Bagaimana tidak, Alex menyuruhnya mencari buku dengan bermodalkan judul. Saat Alice berhasil menemukan buku yang dia maksud, dengan teganya dia mengatakan bahwa dia salah menyebutkan judul buku yang dia maksud dan akhirnya menyuruh Alice untuk mencari ulang lagi, tentunya hal itu memakan waktu yang lama lagi.

" Itu mulut gunanya apa sih, kenapa nggak bilang dari tadi kalau judul bukunya salah. Pengen aku jadikan perkedel gosong tuh orang Huuh...!", Batin Alice kesal.

Alex tersenyum tipis melihat raut wajah kesal Alice yang nampak sangat menggemaskan dimatanya.

Setelah beberapa lama mencari, Alice kembali kehadapan Alex membawa sebuah buku

Namun dengan entengnya Alex menjawab." Bukan yang sampul ini, carikan aku buku yang sampulnya berwarna hijau muda."Titah Alex sambil melirik buku yang diletakkan Alice didepanya

"Iih...nih orang maunya apa sih, pengen aku gaplok kepalanya pakai ini buku. Huuh... sabar Alice, ini hanya sementara."Alice mencoba mengelus dadanya agar tidak terbawa emosi

Tenaga Alice mulai terkuras, ini sudah yang ketujuh kalinya ia bolak balik untuk mencari buku yang dimaksud oleh Alex di perpustakaan yang luas itu. Ia pun mulai tersadar kalau semua ini bagian dari permainan licik Alex dan sialnya ia yang menjadi korban dari permainan Alex itu.

Alice pun sudah mulai merasa mengantuk, bahkan beberapa buku sudah menjatuhi kepalanya karna letak buku itu yang berada di rak yang tinggi. Sehingga dia harus jinjit untuk menggapainya, kadangkala ia tak sengaja menyenggolnya dan akhirnya mengenai kepalanya.

Beruntung buku yang dia cari ada di lantai 3 dan berada di rak yang agak mudah dia gapai.

Alice pun segera membawakan buku itu dihadapan Alex. Ia meletakkan dengan kasar buku itu didepan Alex berserta wajah kesalnya itu. Ia benar-benar sudah sangat lelah.

"Ini bukunya Tuan, apa masih ada yang bisa saya bantu ?, kalau tidak ada saya mau pergi Tuan !" Alice merasa muak dengan semua ini.

Alex hanya mendongak sambil menahan senyumnya melihat ekspresi kesal Alice.

"Hey...siapa yang menyuruhmu keluar, bagaimana jika aku memerlukan bantuan lain. Kau tidak lihat badanku masih sakit !" Sahut Alex dengan nada dingin

"Ah baiklah Tuan, tapi boleh aku istirahat sebentar Tuan. Punggungku rasanya sakit sekali."

"Hmm... istirahatlah, Aku akan memanggilmu kalau butuh sesuatu lagi." Sahut Alex tampa memperdulikan Alice

Dengan berat hati Alice kembali melangkah ke arah Alex sambil menahan rasa kantuk dan pegalnya. Alice menatap jam, ternyata sudah hampir pukul 02.30 malam.

Perlahan Alice, entah keberanian dari mana ia mendudukkan bokongnya di lantai tepat disamping sofa Alex. Alice terlihat memijit-mijit kakinnya yang terasa pegal. Alex diam-diam meliriknya namun ia tak menegur Alice, dia membiarkannya istirahat sejenak.

Alex tersenyum puas saat melihat wajah Alice yang duduk bersimpuh dengan kepala terkantuk-kantuk, wajah dan rambutnya sudah mulai acak-acakan persis seperti anak kecil yang baru pulang dari bermain. Alex sangat menikmati pemandangan itu.

"Ah... kenapa menyenangkan sekali mengerjai gadis keras kepala ini." Alex tersenyum kecil melihat tingkah Alice yang terkenal sangat mengantuk.

Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran Alice yang menyatu dengan suara jam dinding. Alice yang sudah diserang rasa kantuk dan lelah langsung tertidur begitu punggungnya bersandar ditembok

"Haruskah aku berterimakasih kepada Tuan Williams karna telah mengirimkan sebuah mainan yang sangat menyenangkan untukku."Alex tak pernah menganggap dirinya kekanak-kanakan namun kini ia sadar, ia memiliki sifat itu karna Alice. Rasanya sangat menyenangkan bagi Alex untuk menganggu atau sekedar menjahilinya.

Tiba-tiba mode malaikat Alex on, ia menggendong tubuh Alice dan membawanya ke sofa kamarnya dan membaringkan Alice disana

"Tidurlah gadis keras kepala, besok masih ada banyak kejutan yang menantimu." Ucap Alex sambil menatap Alice dengan senyum penuh arti

1
Ari Randz
Luar biasa
JR Rhna
🤣🤣🤣
JR Rhna
harap² alex jatuh dari pohon mangga.biar jadi pengajaran kpd Alice dan wanita d luar sana yg suka jadikan alasan mengidam tanpa mempertimbangkan sesuatu
JR Rhna
alice mirip nayra..skrang megan mirip alice
JR Rhna
aku baru tau thor d london kebiasaannya sarapan nasi goreng
JR Rhna
thor..kenapa sekejap penghulu..kejap pendeta
JR Rhna
verran dan alex beda agama ya thor.sebab alex kalau tidak silap nikah d gereja
JR Rhna
asyik minta maaf.tp kesalahan tetap diulang ulang..kesian sekali nasibmu alice dpt suami kejam
JR Rhna
ngeri banget punya suami sprti alex.kejam dan tiada perikemanusiaan.kalau aku isterinya Alex,tidak tenang sepanjang masa
JR Rhna
bukanya Esmerelda itu ibunya verren?kadang² aku bingung dgn jln ceritanya
JR Rhna
😆
JR Rhna
😂😂
JR Rhna
🤣🤣
JR Rhna
apanya yg berubah?panas barannya sangat mengerihkan.lebih baik jauhi lelaki sperti itu dari awal
JR Rhna
takut banget dgn karekter Alex
JR Rhna
ngak suka dee Alice mirip dgn Nayra
JR Rhna
bukannya william tu keturunan keluarga alice?
JR Rhna
London ada nasi goreng ya thor
JR Rhna
kan dlm perjanjian alice bebas meneruskan kuliah dan kerjayanya thor
JR Rhna
bab sini aku mula x suka ceritanya..ditindas trus,dikasari oleh ibu tiri.ingatkan ceeitanya berbeda dari sinetron indonesia yg lain..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!