NovelToon NovelToon
Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Status: tamat
Genre:CEO
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rie2611

WARNING: DALAM PROSES REVISI PENULISAN DAN PERGANTIAN NAMA TOKOH AGAR TAK TERKESAN FANFIC.


Emy seorang gadis desa yang cantik, pintar dan ceria memiliki masa kelam yang ingin dilupakannya. Meraih prestasi yang luar biasa di bidang akademik dan karier tak sepenuhnya membuat Emy melupakan masa kelamnya. Hatinya dingin tak ingin lagi mengenal cinta.

Kim Tae Sang, seorang CEO tampan berhati dingin di Negara K. Karena paksaan sang kakek, ia menikah dengan Emy.

" Maafkan aku, aku tidak tahu kalau..."

langkahnya terhenti dan memandang tajam kearah Emy.


" Aku benci dan muak melihat wajahmu!" jawabnya sinis.


" Saya berjanji, anda tidak akan melihat wajah memuakkan saya lagi. Dan maafkan saya, karena saya telah membuat anda sangat membenci saya."



Season 1 & Season 2.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rie2611, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merawat Tae San

“ Ah, Asisten Byun Hyuk, ini air madu hangat untuk Presiden.” Kata Emy seraya menyodorkan nampan ditangannya.

Byun Hyuk mengambil nampan dari tangan Emy, mengangguk dan menutup pintu. Emy segera turun dan pergi ke kamarnya. Ia tak ingin ikut campur urusan orang lain.

Setelah melepas semua pakaiannya dan menggantinya dengan kimono mandi, Emy segera masuk ke kamar mandi dan merendam tubuh lelahnya dalam air hangat. 30 menit kemudian Emy sudah keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambutnya dan memakai pakaian santai serta sweater.

Tok...tok...

‘Ah...siapa yang mengetok kamarku, ya?’ Batinnya. Emy meletakkan laptopnya, memakai sandalnya dan membuka pintu kamarnya.

“ Oh, asisten Byun Hyuk. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Emy

“ Mmm...Presiden sedang sakit, apa Anda bisa tolong mengeceknya?”

“ Oh, baiklah. Tunggu sebentar.” Emy mengambil peralatannya dan mengikuti Asisten Byun Hyuk ke kamar Tae Sang.

Emy masuk dan mendekati ranjang Tae Sang. Ia meletakkan kedua jarinya di pergelangan tangan Tae Yang yang tertidur. Wajahnya tampak pucat dan berkeringat. Emy membuka tas peralatannya dan mulai memeriksanya.

“ Bagaimana, Nona Sie?” Tanya Byun Hyuk cemas

“ Hem...Presiden hanya demam dan sepertinya tekanan darahnya turun. Dia juga sepertinya kelelahan...tolong Anda seka badannya dan ganti bajunya supaya lebih nyaman.” Jawab Emy sambil merapikan peralatannya.

“ Iya, baik Nona. Terima kasih. Tapi Nona emm...” Byun Hyuk melihat Emy sungkan dan tampak ragu untuk berbicara.

“ Ya?...” Emy menatap Asisten suami kontraknya tersebut

“ Ah... Saya sebenarnya harus pulang, karena malam ini adalah malam peringatan hari kematian ibu saya. apa tidak apa-apa jika beliau saya tinggal?” Kata Byun Hyuk lalu menggigit bibir bawahnya.

“ Oh...hmm... Baiklah, saya akan menjaga Presiden. Tapi, bisakah Anda menyeka dan menggantikan bajunya dulu?”

“ Benarkah? Ahh... Terima kasih, Nona...iya saya akan menyeka dan mengganti baju Tuan Muda.” Mata Asisten Byun Hyuk yang tadinya sayu, menjadi berbinar mendengar Emy. Emy tersenyum dan keluar dari kamar Presiden Direktur Kimtae Building Corp itu.

Semalaman Emy merawat dan menjaga Tae Sang, mengompres dahinya dan memberinya obat. Emy meraih bawah tengkuk Tae Sang dan dengan susah payah ia mendudukan laki-laki bertubuh besar itu. Menyangga separuh badan Tae Sang dengan badan kecilnya sendiri lalu menyuapinya dengan obat yang telah ia haluskan.

Ketika Emy mau membaringkan tubuh Tae Sang, tiba-tiba Tae Sang memeluk Emy dengan erat. Menggosok-gosok kepalanya di ceruk leher Emy dan membuat Emy membeku. Setelah Emy mendengar nafas Tae Yang teratur, ia kembali menggeser badannya dan meletakkan kepala Tae Yang di bantalnya yang empuk.

“ Fiuuh...berat sekali!” Gumam Emy

Ia juga mengelap wajah, leher, tangan dan kaki Tae Sang serta punggung dan dada Tae Sang, karena keringat yang sudah membasahi tubuhnya. Emy hanya berani mengganti pakaian atasnya saja. Karena, biar bagaimanapun dia adalah seorang gadis. Memang, dia adalah seorang dokter. Tapi, saat ini mereka berada di rumah dan bukan rumah sakit. Jadi, ia merasa sedikit berbeda.

Menjelang pagi, badan Emy terasa lelah dan akhirnya tertidur dengan posisi duduk dilantai dan kepala dikasur Tae Sang. Tak lama kemudian, ia terbangun ketika ia merasakan ponselnya bergetar. Ternyata, alarmnya berbunyi karena ini sudah jam 7 pagi

Tadi malam, ia sudah meminta Byun Hyuk untuk menelepon Helena. Tapi, entah kenapa hingga pagi ini, wanita itu tak kelihatan batang hidungnya. Emy berjalan ke balkon, lalu menelepon Helena di balkon kamar Tae Yang itu. Setelah 2 kali menelepon, barulah Emy mendengar jawaban.

“ Nona Helena, selamat pagi” Sapa Emy. Emy tak mendengar jawaban hanya suara serak seorang laki-laki. Emy mengeryitkan alisnya dan melihat ponselnya, “ ini benar kok nomer Nona Helena, tapi kok..” Gumamnya, ia kembali meletakkan ponselnya di telinga.

“ Hallo, kau siapa?” Suara serak Helena diseberang akhirnya terdengar. Walaupun serak Emy masih bisa mengenalinya.

“ Ah, Nona Helena, saya Emy.” Kata Emy sopan

“ Ada apa pagi-pagi begini menelepon?” Sahut Helena sewot

“ Maaf nona, tapi Presiden Kim sedang sakit. Semalam dia terkena demam, Anda adalah tunangannya jadi saya pikir...”

Belum sempat emy melanjutkan perkataanya, Helena dengan nada manisnya memotong perkataan Emy.

“ Oh..benarkah? Kenapa saya tidak dikasih tahu?”

“ Nona...”

“ Apa dia masih demam?”  Lagi-lagi Helena memotong perkataan Emy

“ Panasnya sudah turun Nona. Apakah Anda bisa kesini?” Tanya Emy sopan

“ Hmm..Iya, saya akan kesana. Terima kasih.” Helena memutus sambungan telepon Emy. Emy membuang nafasnya kasar dan masuk kembali kedalam kamar Tae Sang.

Ia melihat wajah Tae Sang sudah mulai sedikit lebih cerah, nafas dan nadinya juga lebih baik. Emy menata selimut Tae Sang, merapikan meja tempat ia meletakkan baskom, dan berbagai macam benda yang ia pakai untuk merawat Tae Sang. Lalu, ia meletakkan semuanya diatas nampan, dan keluar dari kamar mewah tersebut.

Tae Sang sedikit membuka matanya, pandangannya masih kabur, ia melihat punggung seorang wanita berjalan menjauh. Namun, karena masih sedikit pusing, ia kembali tertidur.

Emy membuatkan bubur untuk Tae Sang. Begitu ia selesai dan menempatkannya diatas nampan untuk membawanya ke kamar Tae Sang. Helena masuk dan menghentikan langkah emy.

“ Apa bubur itu untuk Tae Sangku? “ Tanya Helena

Emy tersenyum dan mengangguk. Helena mendekati Emy dan mengulurkan tangannya meminta nampan yang ditangan Emy. Dengan senang hati Emy menyerahkannya dan Helena segera naik ke kamar Tae Sang. Asisten Byun Hyuk melihat semuanya itu dalam diam dan keluar untuk kembali ke kantor, karena bosnya sudah ada yang mengurus.

Kamar Kim Tae Sang

Helena meletakkan nampan ditangannya diatas nakas. Dirabanya dahi Tae Sang, lalu mengecup lembut bibir tunangannya itu. Tae Sang yang merasakan bibirnya disentuh sesuatu yang lembut, membuka matanya dan melihat wajah kekasihnya itu. Tae Sang terduduk dan mendorong tubuh Helena menjauhinya. Helena menautkan alisnya, ia heran dengan sikap Tae Sang.

“ Pergilah!” Kata Tae Sang dingin

“ Oppa, kamu kenapa?” Helena memegang tangan Tae Sang, namun Tae Sang melepaskan pegangan tangan Helena dengan kasar.

“ Oppa...!” protes Helena. “ Kau ini kenapa? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?” mata Helena mulai berkaca-kaca memandang Tae Sang.

“ Bukankah kau sudah punya yang lain? Untuk apa lagi kau kesini?” Tae Sang menatap Helena dingin. Helena membulatkan matanya mendengar kata kata Tae Sang, ‘ apa dia sudah tahu kalau aku bersama Shin Jae Sun?’ batinnya.

Helena memegang erat tangan Tae Sang. “ Sayang, apa kau cemburu? Dengar, dia bukan siapa-siapa buatku. Dia itu partnerku untuk iklan.”

“ Kalau begitu, kenapa kau memeluk laki-laki itu begitu mesra?” Selidik Tae Sang

* hai kak....jangan lupa Like, Komen dan Share ya...terima kasih n maafnya kalo ada typo...

😘😘😘

saya akan terus update, jadi kasi saya semangat ya...terus tunggu episode selanjutnya ya...

1
H0534 Rh3m4 Liman
emynya kemana kok tdk ada kabarnya itu?
H0534 Rh3m4 Liman
semangat thor
H0534 Rh3m4 Liman
lanjut thor
H0534 Rh3m4 Liman
bikin gemes aja si bocahnya....😘😘😘😊😊😊
H0534 Rh3m4 Liman
nomer 1 ya
Erni Kusumawati
kalo di dunia nyata mungkin gak ya ada anak yg seperti Emi.. sdh di siksa, di buang lalu tiba2 datang minta pertolongan.. njirrr kayanya gak ada deh
Erni Kusumawati
sumpah kalo gak! baca dg jeli dan mengikuti dr awal bab dijamin nih Reader. bakalan keder dg nama2 tokoh dj dlm cerita ini.. mana nama2 tokohnya adalah nama2 luar negeri bukan lokal lagi😁😁
Erni Kusumawati
hadeuhhh gak kelar2 nya konfliknya, ada aja seperti pepatah hilang sepuluh tumbuh seratus juta musuh baru..
Erni Kusumawati
ya msh aja ada musuhnya di season 2 ini.. kirain tinggal yg manis2nya aja ternyata msh ada pahit2 nya jg
Erni Kusumawati
kalo gak baca dg jeli bisa lieur saya..
Erni Kusumawati
curiga nih kak Author calon nakes atau mmg sdh nakes krn bs paham ttg istilah 2 kedokteran yg rumit.. 😊
Erni Kusumawati
butuh konsentrasi tinggi utk membaca cerita ini.. ceritanya berat kak..
Erni Kusumawati
apakah Emy juga mengidap kanker otak sama seperti orang tua angkatnya dulu..
Erni Kusumawati
ironi sekali ya hidup Emy.. menderita terus deh..
Erni Kusumawati
kerenlah visualisasi tokoh2 nya kak.. cocok☺☺🥰🥰🥰
Erni Kusumawati
sepertinya cerita ini berjenis misteri tp alurnya kurang rapi.. mungkin next bs diperbaiki lagi ya kak..
ttp semangat dlm berkarya kak☺
Sulati Cus
dr td cm bisa mewek sp g komen
Sari Handayani
pemeran utama yg sangat menyedihkan bahkan sad ending
Sari Handayani
terbuat dari apa hati seorang emy. dilukai baik fisik dan hatinya tp tetap sabar
mpooh
maaf ya thor.....cerita y....org jenius yg dibodohi.......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!