NovelToon NovelToon
Aku (Bukan) Selingkuhan

Aku (Bukan) Selingkuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:910.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Monica Dewi

Jesslyn telah menikah selama satu tahun dengan Peter, tetapi ia malah hamil dengan pria lain. Berselingkuh? Tidak, ia tidak berselingkuh. Peter sendirilah yang telah tega melemparkan istrinya itu ke ranjang Jayden--seorang bos besar dalam dunia bisnis--demi menyelamatkan perusahaannya.

Namun, siapa sangka jika Jayden malah jatuh hati pada wanita cinta satu malamnya itu. Dengan berbagai cara, Jayden pun berusaha untuk merebut Jesslyn dan bayinya dari tangan Peter.

Berhasilkah rencana Jayden?
Ataukah Jesslyn akan memaafkan perbuatan Peter dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Negosiasi

"Kau?! Apa yang kau lakukan di ruanganku? Pergi sana!" usir Jayden.

"Kenapa? Apa aku mengganggu 'makan siangmu'?" tanya orang itu yang hanya terkekeh melihat Jayden sedang memaksa seorang gadis untuk masuk ke kamarnya, dan mereka akan 'makan siang'. Atau lebih tepatnya gadis kecil itu yang akan menjadi santapan Jayden nanti.

"Jangan ikut campur! Ini bukan urusanmu! Dan berhenti menatapnya dengan tatapan mesummu itu!"

Jayden melepaskan tangan Jesslyn dan berdiri di depan sekretarisnya itu. Ia menghalangi pandangan genit pria tadi kepada Jesslyn. Sementara, Jesslyn hanya terdiam dan mencoba mengingat sesuatu. Karena ia merasa pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya.

"Tenanglah, Nak. Aku juga tidak mungkin berebut wanita dengan putraku sendiri."

"Cih! Siapa yang putramu?!" desis Jayden kesal.

Jesslyn pun kembali tercengang, dia ingat jika pria ini adalah pria yang ia temui di lift di apartemen Alicia semalam. Pantas saja ia merasa jika pria itu mirip dengan seseorang yang ia kenal. Ternyata pria itu adalah ayah dari Jayden, Julius Zhou.

Jesslyn mencoba mengintip dari balik punggung Jayden dan Julius pun mengetahuinya.

"Halo, Gadis Kecil. Sudah berapa lama kau berkencan dengan si bodoh ini?" tanyanya seraya mengedipkan matanya ke arah Jesslyn dan membuat Jayden kesal.

"Halo, Tuan. Kita bertemu lagi."

Jesslyn keluar dari balik tubuh Jayden dan membungkuk memberi hormat kepada ayah atasannya itu. Pria itu pun akhirnya mengenali Jesslyn.

"Ternyata itu kamu. Jadi kau adalah kekasih Jayden?"

"Kalian saling mengenal?" tanya Jayden bingung. Ia menatap Jesslyn dan Julius secara bergantian.

"Iya, kekasih kecilmu itu berniat menggodaku di lift semalam."

Jayden pun langsung menghujam Jesslyn dengan tatapan tajamnya.

"Apa?! Tidak! Aku hanya merasa seperti pernah bertemu dengannya sebelumnya. Dan ternyata Beliau adalah ayah Anda," terang Jesslyn kepada Jayden, dan ia pun segera beralih kepada Julius, "Tuan, berhenti memanggilku 'kekasihnya'. Aku adalah sekretaris putra Anda, bukan kekasihnya."

Jesslyn kesal karena Julius selalu menyebutnya sebagai kekasih Jayden. Ia hanya takut jika berita ini tersebar luas maka akan merusak reputasinya, dan membuat Diana semakin menjadikannya sebagai targetnya.

Meskipun ia belum bertemu dengan wanita itu selama 2 hari ia bekerja di sini. Jesslyn malah berharap agar ia tidak bertemu dengan Diana selama ia bekerja di sini. Meskipun itu tidaklah mungkin.

'Oh! Dia belum mendapatkan gadis ini rupanya. Sejak kapan si bodoh ini menjadi begitu lemah?' gumam Julius.

"Presdir Zhou, Anda berbincanglah dulu dengan ayah Anda. Aku tidak akan mengganggu lagi. Permisi."

"Tunggu, Jessy! Kau harus menemaniku makan siang! Jessy!"

Jayden berteriak memanggil Jesslyn, tetapi Jesslyn tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan cepat meninggalkan ruangan Jayden. Sementara, Julius hanya tertawa melihat putranya yang ditolak oleh seorang wanita.

Benar-benar kejadian yang langka, karena mengingat di luar sana, Jayden adalah seorang Casanova, dengan banyak wanita yang mengharapkan cintanya. Namun, ternyata gadis kecil itu berani menolak Jayden mentah-mentah.

'Gadis kecil itu sungguh menarik.'

"Apa yang kau tertawakan? Hentikan pikiran kotormu itu tentang Jessy. Aku tak akan membiarkanmu mencemarinya."

Jayden sangat kesal, karena kedatangan Julius yang tiba-tiba ke ruangannya, hingga membuat acara makan siangnya dengan Jesslyn menjadi batal. Karena mangsa buruannya itu dapat lolos dan kembali melarikan diri.

Jayden juga kesal karena Julius-lah penyebab ia kehilangan kasih sayang ibunya sejak kecil. Maka dari itu, Jayden sangat membenci Julius dan tak pernah menganggapnya sebagai ayahnya.

"Sejak kapan kau menjadi posesif seperti ini? Bukankah semua wanita sama saja?"

Jayden tak menanggapi ucapan ayahnya. Ia juga tidak mengerti mengapa ia selalu kesal jika Jesslyn berdekatan dengan pria lain. Padahal selama ini ia tidak peduli dengan para wanita yang pernah tidur dengannya.

Jayden bahkan tak mengingat nama mereka atau pun tak peduli jika para sahabatnya tidur dengan mantan kekasihnya. Namun, Jesslyn berbeda. Wanita itu membuatnya ingin melindunginya dan menjadikannya sebagai miliknya sendiri.

Melihat Jayden yang hanya terdiam, Julius pun kembali terkekeh.

'Sepertinya putraku itu sedang jatuh cinta.'

"Mau apa kau ke sini?!" tanya Jayden yang melihat Julius sedang tersenyum-senyum sendiri. Ia harus segera menyingkirkan Julius dari ruangannya. Karena jika tidak, pria itu akan terus mengganggu Jayden untuk mendekati Jesslyn.

"Tidak ada yang penting. Aku hanya rindu pada putraku," ujar Julius dan Jayden pun hanya mendengus.

"Cih! Rindu padaku? Pak Tua apa kau salah minum obat hari ini?"

Julius berjalan melewati Jayden dan duduk bersandar di sofa dengan gaya arogannya. Meskipun Jayden membenci Julius, tetapi tidak dapat dipungkiri jika semua sifat dan karakter Jayden menurun dari ayahnya.

Pria itu benar-benar mewariskan semua gen-nya kepada putranya. Mereka berdua sama-sama merupakan pemain cinta dan memandang wanita hanya sebagai penghangat ranjangnya saja.

Namun, jika mereka telah menemukan wanita yang tepat, maka mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan wanita itu dan menjadikannya miliknya. Sama seperti tujuan Julius kali ini ke kantor Jayden. Ia ingin bertanya tentang kekasih hatinya yang menghilang karena ulah putranya.

"Baiklah, aku tidak akan bertele-tele lagi. Di mana kau sembunyikan wanita itu?"

"Apa?!"

Jayden mengerutkan dahinya. Ia tak mengerti akan arah pembicaraan duplikatnya ini.

"Alicia. Kau bawa pergi ke mana wanita itu?"

"Alicia? Siapa Alicia?"

"Kekasihku," ujar Julius. Ia menatap tajam putranya itu.

Sementara, Jayden semakin mengerutkan keningnya dalam. Ia bahkan tak ingat dengan nama wanita yang pernah ditidurinya, apalagi nama kekasih ayahnya.

Lagi pula untuk apa ia repot-repot mengurusi percintaan pria tua itu. Lebih baik ia memfokuskan diri untuk mendapatkan Jesslyn secepatnya.

"Jangan berkilah. Aku tahu ini adalah ulahmu. Semalam aku masih melihatnya di apartemennya, tetapi pagi ini semua kru film itu telah pergi dan berganti set latar.

Jika bukan atas perintah darimu, maka tidak mungkin mereka melakukan pergerakan yang begitu cepat seperti ini. Jadi katakan padaku, ke mana kau mengirim mereka semua? Dan mengapa kau melakukan itu pada kekasihku. Ayo, cepat katakan di mana Alicia Guan?"

Jayden pun akhirnya mengerti. Ia memang meminta Steve untuk mengubah set latar film itu hanya untuk menjauhkan Samuel dari Jesslyn. Namun, ia tak tahu jika ayahnya sedang terlibat dengan salah satu artis itu.

Pantas saja Jayden merasa seperti pernah mendengar nama Alicia Guan di suatu tempat. Ia memang pernah melihat sertifikat perhiasan yang dibeli Julius untuk Alicia beberapa bulan yang lalu. Ternyata wanita itu adalah kekasih ayahnya.

Seketika Jayden pun tertawa. Pria tua itu sungguh gila. Ia bahkan bermain-main dengan wanita yang pantas menjadi cucunya.

"Mengapa tertawa? Jawab aku cepat! Apa kau juga terlibat affair dengan Alicia, sehingga kau menyingkirkannya?" tuding Julius yang tidak terima jika Jayden tidur dengan Alicia.

"Dasar gila!" umpat Jayden, "aku tidak tertarik dengan wanitamu itu. Aku hanya ingin menyingkirkan lawan mainnya saja karena pria itu sedang mengincar Jessy-ku. Tetapi, aku tidak tahu jika ternyata wanita itu adalah kekasihmu."

"Cih! 'Jessy-ku'?"

Kali ini giliran Julius yang tertawa kencang mendengar perkataan Jayden. Putranya ini memang benar-benar sedang jatuh cinta. Namun, ia juga lega ternyata Jayden tidak tertarik dengan Alicia.

"Teruslah tertawa dan kau tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Aku beritahu satu hal padamu. Alicia Guan adalah sahabat kecil Jessy. Hubungan mereka sangat dekat. Jika kau ingin mendapatkan wanita itu, maka kau harus membantuku untuk mendapatkan Jessy."

Jayden bernegosiasi dengan ayahnya. Sementara, Julius hanya tersenyum dan memainkan jari di bibirnya. Pria itu tetap menawan dan gagah, seakan usia tak menjadi musuhnya untuk menua.

"Jadi kau membutuhkanku untuk menangani nona besar dari keluarga Shen itu?"

"Perjanjian pernikahanku dengan Diana tinggal beberapa bulan lagi. Aku bisa saja mengakhirinya sekarang. Tetapi, aku masih membutuhkan pengaruh Morgan di pemerintahan untuk mendukung bisnisku. Kau tangani dia, dan aku akan membantu wanitamu itu diterima dan mendapatkan tempat di keluarga Zhou."

Julius kembali tertawa mendengar tawaran putranya. Ia sungguh menerima banyak kejutan hari ini.

"Kau sungguh menggelikan, Jayden. Kau menginginkan dukungan ayahnya, tetapi kau malah mencampakkan putrinya. Apa kau pikir si tua ini akan menerima hal ini begitu saja?" tanya Julius.

"Jika saja dia mau berbisnis dengan cara yang seharusnya denganku, maka aku juga tidak akan segan membagi hasil keuntunganku dengannya. Tetapi, dia malah bersikeras ingin aku menikahi putrinya."

"Lalu, apa masalahnya? Nikahi saja dia. Kalian juga sudah lama bersama, bukan?"

Julius memberi solusi. Dengan menikahi Diana, maka bukan hanya akan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga Shen, tetapi juga akan menghemat waktu dan uang karena tidak perlu lagi ada persaingan jika mereka telah menjadi keluarga. Namun, Jayden menolaknya.

"Aku tidak akan menjadi sepertimu. Aku hanya akan menikah dengan wanita yang aku cintai."

Jayden menjawab dengan sorot mata dingin, membuat Julius terdiam. Ya, Julius dan Cecilia Wu menikah atas dasar perjodohan bisnis keluarga mereka. Ia sama sekali tidak mencintai istrinya, dan membuat Jayden menjadi korban dalam keretakan rumah tangga mereka.

Cecilia yang tidak tahan dengan sifat suaminya yang selalu mencari wanita lain di luar sana, membuatnya depresi berat hingga memutuskan untuk pergi meninggalkan suami dan putra kecil mereka satu-satunya.

Tanpa adanya kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan gelimangan harta dari kakeknya, membuat Jayden tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan arogan. Sejak saat itulah ia tak pernah menganggap Julius sebagai ayahnya lagi. Karena ia memang dibesarkan oleh kakeknya. Sedangkan, ayahnya lebih banyak sibuk mengurusi para kekasihnya di luar sana.

Membuat Tuan Besar Zhou murka dan menyingkirkan Julius dari kepemimpinan di Zhou Corp. Pria tua itu juga mewariskan semua harta kekayaannya kepada cucu semata wayangnya, Jayden. Itulah mengapa Tuan Besar Zhou mengangkat cucunya sebagai presdir di Zhou Corp. dan bukan putranya, Julius.

"Jadi kau mencintainya?" Julius bangkit dari sofa dan menghampiri putranya. "Sekretaris kecilmu itu. Kau mencintainya, bukan?"

Jayden terdiam. Apa memang dia mencintai Jesslyn? Jayden hanya merasa ingin selalu bersama dengan Jesslyn, dan ia akan menjadi sangat kesal jika Jesslyn bersama dengan pria lain. Julius pun kembali tertawa.

"Kau mencintainya, Nak." Ia menepuk bahu putranya dan menatapnya. "Jangan lepaskan dia, dan ayo kita bekerja sama."

Julius menjulurkan tangannya untuk menjabat Jayden.

"Jadi, kita sudah berdamai, bukan?"

"Cih!" Jayden menepis tangan ayahnya. "Kita hanya bekerja sama. Setelah semua ini berakhir, maka kita tidak akan saling mengusik lagi. Nikmati hasil kemenangan masing-masing."

Julius menaikkan sebelah alisnya. Ia tahu jika Jayden masih marah padanya dan menyalahkannya. Namun, sekarang paling tidak, putranya itu mau bekerja samanya dengannya.

"Baiklah. Karena sekarang kita adalah partner, maka bukankah seharusnya kau mengajak rekanmu ini makan siang?"

Julius melirik ke arah meja yang terdapat di ruang istirahat Jayden. Meja itu telah dipenuhi oleh berbagai macam hidangan yang menggoda selera, dan kebetulan sekali ia memang sedang lapar. Sejak pagi tadi ia sibuk mencari Alicia dan tidak sempat sarapan.

Namun, Jayden menyiapkan semua itu untuk Jesslyn. Lagi pula ia tak mau makan hanya berdua saja dengan ayahnya itu. Jayden pun berjalan ke arah luar ruang kerjanya.

"Kau ingin makan siang? Baiklah. Ayo kita makan siang."

.

.

.

1
Sindyy
astagayyy🤣
anie Yustiani
duh...padahal bibinya Jayden ahli obat2an herbal kasihan Jessy
anie Yustiani
hadeeeuh Lydia kamu menggali kuburanmu sendiri
anie Yustiani
aiiish nikahnya kok gak ngundang2 diem2 bae 🤭🤣🤣
anie Yustiani
yg datang pasti bibinya Jayde nih
anie Yustiani
waahh Eric kamu gak kapok ya gimana murkanya Jayden habislah kamu 🤔
anie Yustiani
kasihan amat sih Jessy jadi pihak yg teraniaya selalu
anie Yustiani
hmmmm puaasss wkwkwkwk
anie Yustiani
paling sebel klo cerita novel ada pembulyan
anie Yustiani
seandainya Jessy tau bahwa peterlah yg telah menjualnya kepria lain dan seandainya Jessy tau klo peter seorang gay?
anie Yustiani
aku kok gak setuju klo jessy balikan lagi dg peter apa lagi ibunya peter yg toxic pemeras lagi
anie Yustiani
haiiish sumpah aku sih pinginnya Jessy sama Jayden hayolah bongkar bongkar smua klakuan peter biarJessy mantap utk cerai, jujur greget dg karakter Jessy yg mau2nya bertahan dg ibu mertua toxic bgitu spt gak punya hrg diri ...😠
anie Yustiani
steve sabar...jangan buruk sangka mulu sama boss aroganmu nanti kau akan terkejut sendiri stelah tau mksd dan tujuannya jayden wkwkwk
anie Yustiani
Morgan atau Zach ayahnya Jessy jika benar ternyata Jassy kturunan sultan juga donk
anie Yustiani
ibu mertua yg bener2 gak punya akhlak karakternya turun ke peter, aku greget sama jessy knp gak minta cerai aja sih sdh jelas2 terzolimi kok ya msh bertahan dg keluarga yg toxic
anie Yustiani
waah sptnya Morgan ayah kandung Jessy
anie Yustiani
knp gak dibuka aja kelakuan peter terhadap istrinya biar Jessy melek mata siapa peter sbnrnya
anie Yustiani
kereen lah ...akhirnya Peter Eric merasakan senjata makan tuan..
anie Yustiani
wah klo Jayden tau habislah si Peter ini smg di celaka krn penyakit HIV
anie Yustiani
duh smg alur crtnya gak ber tele2 yaaa othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!