Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Keesokan harinya Bella terbangun lebih dulu karena akan menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk mereka berdua, sedangkan Niko menyusul karena akan berolahraga seperti yang biasa dia lakukan.
Bella yang tengah menyiapkan sarapan itu tertegun sejenak, suaminya tampak bersinar dengan keringat dan badan yang cukup menunjang belum lagi otot yang terbentuk sempurna membuat suaminya tampak begitu tampan dan menggoda.
"Sepertinya sarapannya enak, aku akan mandi dulu lalu sarapan". Ucap Niko mendekati istrinya yang tengah terkagum-kagum melihatnya.
Dia ingin tertawa melihat tingkah istrinya itu, dia baru sadar istrinya itu punya sikap yang lucu.
Dia tersenyum manis kemudian mengelus kepala itu kemudian pergi dari sana meninggalkan Bella yang memegang dadanya karena berdetak sangat kencang.
"Astaga, kenapa aku bisa jadi seperti ini sih? ". Rutuknya dengan kesal.
Dia tidak sadar jika dirinya seperti orang bodoh karena melihat suaminya habis berolahraga seperti itu, selama mereka tinggal seatap, dia tidak pernah melihat suaminya menjalankan aktivitasnya seperti sekarang karena Niko selalu pulang malam dan pergi tanpa peduli akan dirinya.
"Sial, aku malu banget ketahuan jika sangat mengagumi dirinya". Makinya pada diri sendiri
Dia menggelengkan kepalanya kemudian masuk kedalam kamarnya untuk menyiapkan pakaian suaminya kemudian bergantian mandi untuk bisa sarapan dan berangkat ke kantor.
"Mandilah, biar aku bersiap sendiri, nanti aku tunggu di meja makan kita sarapan bareng". Ucap Niko yang telah selesai dan keluar dari kamar mandi.
Dia tersenyum tipis melihat istrinya telaten mengurusnya, bukankah ini sebenarnya rumah tangga, andai sejak awal dia tidak buta dan tahu kelakuan Merry selama ini, dia tidak akan pernah menyia-nyiakan istrinya.
Bella mengangguk meletakkan pakaian suaminya dan mengambil pakaian mandi untuk masuk kamar mandi.
Setelah selesai dia bersiap kemudian keluar kamar untuk sarapan bersama, dia bisa melihat suaminya tengah memainkan handphonenya sambil menunggunya.
"Ayo sarapan, kita seperti nya ada urusan penting diluar setelah ini, tadi aku di beritahu jadwal ku yang sama denganmu oleh sekretaris mu".
Bella mengangguk, dia memang sudah mendapatkan telpon dari sahabatnya saat didalam kamar tadi.
"Oh iya, aku akan keluar kota beberapa hari, aku yang akan datang kesana, kamu dirumah saja, aku khawatir jika terjadi sesuatu padamu, kamu tahu kan terjadi masalah yang cukup besar di kantor cabang kita disana, kamu tinggal saja dirumah kedua orangtuamu sampai aku pulang, jangan tinggal sendiri, aku khawatir ".
Niko memandang Bella dengan serius, dia merasa akan terjadi sesuatu masalah yang cukup besar jadi dia berjaga-jaga.
"Kamu yakin aku bisa kerumah daddy dan mommy?, biar aku ikut saja ke sana, toh tidak masalah kan, lebih bagus lagi jika aku kesana agar masalah cepat selesai". Tawarnya dengan pelan.
"Aku tidak masalah kamu ikut Bell, hanya saja sebaiknya kamu disini saja, kamu handle perusahaan, biar aku yang terjun ke lapangan untuk mengurus masalah, agar semuanya aman".
Benar juga yang dikatakan suaminya ini, jika terjadi masalah di perusahaan akan cepat tertangani jika dia atau suaminya yang berada di perusahaan tapi kalau keduanya tidak ada akan sangat repot nanti.
"Baiklah, jika memang itu keputusanmu, ajaklah sekretaris mu kesana untuk membantu, hati-hati jika sampai disana". Ucapnya perhatian.
Niko tersenyum lebar mendengar perhatian istrinya itu, dia menaikturunkan alisnya menggodanya,
"Terima kasih perhatiannya istriku". Ucapnya dengan senyum mengambang.
Bella menunduk, melihat tatapan suaminya yang sangat berbeda apalagi sampai menggodanya seperti itu, interaksi manis seperti ini yang selama ini dia harapkan dari pernikahannya dan perlahan telah terwujud, dia akan berusaha untuk melupakan kenangan pahit sebelumnya karena mereka sudah berkomitmen untuk memulai segalanya dari awal.
"Apa sih, biasa aja keles, kamu aja tak tahu jika aku perhatian". Ucapnya dengan sombongnya.
Dia bahkan mengibarkan rambutnya kebelakang menatap suaminya dengan tatapan tak kalah menggoda.
Niko tertawa pelan, dia baru tahu istrinya suka guyonan juga ternyata.
"Ya sudah, kita berangkat yuk". Ajak Niko bangkit kemudian mengulurkan tangannya kepada sang istri
Bella tersenyum dan menyambut tangan suaminya itu dengan pelan, keduanya seperti orang yang tengah kasmaran dan berpacaran padahal mereka sepasang suami istri.
"Ini bekal makan siangnya, jangan lupa dimakan nanti saat sudah selesai acaranya". Ucap Bella menyodorkan kotak bekal kepada suaminya.
Niko tersenyum dan mengambil semua yang dipegang istrinya kemudian kembali menggandeng nya keluar
"Tentu saja, aku akan memakannya". Jawabnya dengan senyum senang.
Keduanya tidak kekantor melainkan ketempat rapat dengan perusahaan yang menjadi Mitra perusahaan mereka tapi alangkah terkejutnya keduanya melihat siapa yang berada di hadapan mereka itu.
Bella mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka perempuan ini bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar dengan jabatan yang sama.
Niko menggenggam tangan sang istri, nafasnya tiba-tiba memburu mendapati wanita yang paling dia benci berada dihadapan mereka.
"Selamat pagi dan selamat datang, tuan Verrel telah menunggu anda di ruang rapat, mari saya antar". Ucapnya dengan sopan tapi jelas terlihat seperti menyeringai.
Keduanya tidak menjawab, melangkah maju ke ruang rapat yang biasa mereka lewati.
"Aku tidak akan membiarkan kalian hidup senang setelah menghancurkan hidupku, akan ku pastikan itu". Merry yang berada dibelakang mereka menyeringai sinis dan merencanakan hal yang jahat.
"Selamat datang tuan Niko dan Nyonya Bella, senang sekali saya bisa melihat kalian berdua bisa hadir dalam rapat seperti ini". Ucap Tuan Verrel menjabat tangan keduanya.
"Terima kasih sambutannya tuan Verrel, sebaiknya kita mempersingkat waktu karena setelah ini kami ada jadwal lain". Ucap Niko tanpa basa-basi.
Dia tidak mau orang membahas yang tidak penting dengannya apalagi disini ada manusia yang paling dia benci.
"Oh ternyata kalian sedang sibuk, yah sudah mari kita mulai rapatnya".
Mereka mengangguk kemudian rapat dilaksanakan dengan alot karena adanya ketimpangan data yang ada dilapangan dan laporan yang diberikan oleh perusahaan Verrel barusan.
"Anda bisa menjelaskan semua ini pak, ini tidak sesuai dengan yang terjadi dilapangan, laporan Anda ini berbeda dengan laporan yang diberikan oleh orang saya dilapangan dalam meninjau proyek yang telah terjadi". Ucap Niko meninggi.
Dia bukan orang yang bisa mudah dibohongi apalagi masalah seperti ini.
Bella mengelus tangan suaminya yang kini tengah emosi, dia juga membaca laporan yang diberikan dan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan suaminya itu.
Niko mengalihkan pandangannya kepada sang istri untuk meminta pendapat karena dia yakin istrinya juga curiga dengan laporan yang ada.
"Maaf Pak Verrel, benar dikatakan suami saya, laporan Anda sangat berbeda dengan laporan dilapangan, kami sudah mengejek dan mencari tahu dan itu sudah sangat sesuai dan tidak seperti laporan anda ini, bisa anda jelaskan??
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆