Cerita ini adalah sequel dari cerita duda ketemu janda.
Disini,author akan menceritakan tentang Reyhan dan Refa.
Yang sudah baca cerita saya sebelumnya, pastinya sudah mengenal mereka bukan?.
Bagi yang belum membaca Duda ketemu janda, disarankan untuk membacanya lebih dulu, biar dapet gregetnya dan juga bisa nyambung ceritanya😊
Apakah Reyhan dan Refa berhasil memutus mata rantai percintaan dalam satu keluarga itu?
Ataukah mereka akan terjebak,dan saling jatuh cinta seperti:
Dimas ❤️ Anggia
Desy ❤️ Rangga
Anggara ❤️ Fatma
Penasaran?Yuk ikutin kisahnya.
Jangan lupa Vote,like dan komentarnya ya.🤗
Bagi yang gak suka dengan cerita ini, jangan dibaca ya, dan gak usah nyinyir juga🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kami bersaudara
"Kak Reyhan sabar ya kak. Kakak itu laki-laki yang baik, aku yakin kakak juga akan mendapatkan wanita yang baik. Dan kak Jihan itu mungkin bukan wanita yang baik untuk kakak." Ucap Reva.
"Aku baik-baik saja Reva. Aku sudah melupakan semuanya. Kamu benar, mungkin Jihan memang bukan wanita yang baik untuk kakak."Jawab Reyhan.
Mereka berdua kembali asyik mengobrol, sampai Reyhan melupakan janjinya pada Isma dan Dika, untuk segera mengabari mereka saat Reyhan sudah sampai."Astagfirullah....aku sampai lupa."
"Ada apa kak?" Tanya Reva.
"Kakak lupa belum mengabari papa dan mamu, kalau kakak udah sampai disini."Jawab Reyhan, kalu mengambil ponselnya. Dan sialnya, tidak ada jaringan sama sekali di ponselnya.
"Kenapa kak? Nggak ada sinyal ya?.Makannya kak, lain kali kalo beli hp itu, sama sinyalnya sekalian." Canda Reva.
"Biar aku aja yang hubungi mereka dari hp aku." Ujar Reva.
"Emang hp kamu ada sinyalnya?." Tanya Reyhan
"Ada dong, kali-kali tapi...heheh. Disini memang susah sinyal kak, apalagi hujan kayak gini. Jawab Reva.
"Kalau nggak ada sinyalnya, sebaiknya kamu jual hp kamu, dan uangnya kamu beliin sinyal yang banyak." Kata Reyhan.
"Kakak bales aku?."Tanya Reva, sambil melirik kakaknya.
Reva lalu mengetik beberapa pesan dan mengirimkannya pada Isma. "Pesannya jam red semua kak." Ucap Reva.
"Fix ini mah kamu harus jual hp kamu buat beli sinyal." Sahut Reyhan. Mata Reva mendelik pada Reyhan, dan Reyhan membalas dengan kekehannya
Hari semakin gelap, hujan yang dari tadi turun tidak juga reda, malah semakin deras, padahal Reyhan dan Reva akan pergi ke rumah kepala dusun, untuk memberitahukan kedatangan Reyhan. Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya hujan pun reda. Reva mengajak Reyhan untuk menemui kepala dusun, dan Reyhan mengiyakan.
Reva beranjak dari duduknya, melangkahkan kaki, namun tiba-tiba ia terpeleset hinga jatuh tengkurap di lantai. Reyhan yang kaget segera menolongnya. "Kamu nggak apa-apa Reva?." Tanya Reyhan cemas, melihat Reva meringis kesakitan. Dia memegang kedua lengan Reva, berniat akan menolongnya.
Namun tiba-tiba saja, pintu rumah Reva terbuka, bersaman dengan munculnya beberapa orang warga yang entah darimana datangnya. Reyhan dan Reva sangat terkejut melihat kedatangan para warga yang tiba-tiba itu, apalagi salah satu diantara mereka berteriak mengatakan kalau Reyhan dan Reva akan melakukan perbuatan tidak senonoh. Reyhan dan Reva tentu saja menyangkal semua itu, tapi para warga tidak mempercayai ucapan mereka.
Mereka mulai melempari Reyhan dan Reva dengan tanah kotor, sampah dan bebatuan kecil, hingga batu itu mengenai ke kepala Reyhan.
"Hentikan!! Teriak Reva, dengan suara lantang.
"Kalian jangan menghakimi kami tanpa bukti. Kami tidak melakukan perbuatan yang kalian tuduhkan itu. Asal kalian tahu, kami ini bersaudara, kami kakak adik." Ucap Reva memberi penjelasan.
"Mana ada kakak adik main tengkurap-tengkurapan di lantai. Sudah ketangkap basah, masih gak mau ngaku. Sudah telanjangi saja mereka, dan kita arak mereka mengelilingi kampung. Dasar tidak tau malu." Teriak salah seorang warga, dan warga yang lainya mengiyakan.
Mereka lalu memegangi Reva dan Reyhan. Dan salah satu dari mereka berniat akan melepaskan baju Reva. Reva meronta sambil menangis. Reyhan tidak tinggal diam. Dia menghajar dua orang warga yang memegangi Reva. Reyhan menarik Reva, dan menyuruhnya agar berdiri dibelakang Reyhan.
Warga sepertinya akan mengeroyok Reyhan, untung saja pak Tamim, sang kepala dusun yang datang bersama Anwar menghentikan keributan itu. "Ada apa ini?." Tanya pak Tamim.
"Mereka hampir saja berzina disini pak, untung saja kami datang tepat waktu. Kalau tidak, mereka sudah pasti melakukannya."Jawab salah satu warga.
"Astagfirullah. Benarkah itu dokter Reva?."Tanya pak Tamim.
"Itu tidak benar. Sumpah demi Allah pak, kami tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan. Kami ini kakak adik. Dia kakak saya yang baru datang menjenguk saya disini."Jelas Reva.
"Alah, mana ada maling yang mau ngaku. Kami sudah menangkap basah mereka pak. Sudah kita langsung arak saja mereka." Ucap warga lainya memanas-manasi.
"Tenang.....saya minta semuanya tenang. Kita tidak boleh main hakim sendiri. Kita harus mendengarkan penjelasan mereka."Jawab pak Tamim.
Pak Tamim lalu meminta Reva dan Reyhan menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Reva lalu menjelaskan semuanya kepada pak Tamim dihadapan para warga. Reyhan dan Reva bersumpah kalau mereka tidak melakukan perbuatan yang warga tuduhkan. Mereka juga mengatakan kalau mereka adalah kakak adik.
"Apa buktinya kalau kalian kakak adik?."Tanya salah satu warga.
Reva dan Reyhan saling pandang. Mereka memang tidak punya bukti apapun, selain foto kebersamaan mereka. Iya ..Reva ingat kalau di hpnya ada foto dirinya, Reyhan dan keluarganya.
Reva menunjukan foto itu, tapi warga tetap tidak percaya. Mereka menganggap foto itu bukan bukti yang kuat, karena mungkin saja Reyhan itu adalah pacar atau calon suami Reva, dan ikut berfoto bersama.
Reva dan Reyhan juga menunjukan ktp mereka, tapi warga tetap tidak percaya. Karena menurut mereka ktp itu tidak menjelaskan kalau mereka adalah kakak adik. Tinggal dalam satu rumah belum tentu mereka kakak adik, itulah yang dikatakan mereka.
Reva berusaha menelpon Isma, tapi sialnya teleponnya tidak juga tersambung. "Kamu benar kakaknya dokter Reva?." Tanya pak Tamim.
"Iya pak...saya kakaknya." Jawab Reyhan.
"Kamu mau bersumpah demi Tuhan, dan diatas Al quran, kalau kamu benar-benar kakaknya?"
"Saya bersedia pak, saya memang kakaknya. Walau saya bukan kakak kandungnya, tapi saya menganggapnya seperti adik kandung saya."Jawab Reyhan
"Tuh pak, bapak denger sendiri kan, mereka bukan saudara kandung. Jadi mungkin saja mereka itu saling suka, dan tadi mereka benar-benar akan berzina. Mereka sengaja datang ke kampung kita, karena mereka pikir, mereka akan bebas melakukannya disini." Kata seorang warga.
Reva masih berusaha menghubungi Isma, tapi masih saja tidak tersambung.
"Jika kalian tidak bisa membuktikan kepada kami, kalau kalian benar-benar bersaudara, kalian harus ditelanjangi dan diarak mengelilingi kampung. Dan kami akan mengusir kalian dari kampung kami." Timpal salah satu warga.
Reva menangis mendengar ucapan warga itu.
"Tidak...kalau kita mengaraknya, mereka akan jadi tontonan warga. Disini banyak anak kecil. Dan itu tidak akan baik untuk mereka." Sahut warga lainya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan pada mereka?."
"Kalau sampai besok pagi mereka tidak bisa membuktikan kalau mereka memang bersaudara, dan bukan sepasang kekasih, kita nikahkan saja mereka."
"Apaa? Menikah?." Teriak Reva kaget.
pasti bakalan kangen sama jargonnya papa Dika malam pertama 😁😁😁🤭
akhirnya sampai juga di akhir cerita
terima kasih untuk karya yang keren ini mom😘😘😘😘
omes nya Reyhan mirip papa Dika 😄😄😄
sepertinya bakalan ada yang CLBK nih