NovelToon NovelToon
Menikahi Cewek Pesantren

Menikahi Cewek Pesantren

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Obsesi / Teen School/College / Bad Boy / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

TAMAT 02 NOVEMBER 2023

Ning Aisha menangis setelah King tak sengaja menciumnya. "Jangan dekati aku lagi!"

"Terus, gimana cara Gue jagain Lo, Cengeng?"

"Nggak perlu, aku bisa jaga diri baik-baik! Kita bukan mahram, jangan deket-deket! Setan pasti suka godain Kita, terutama kamu yang nggak kuat iman! Nggak mau shalat. Pasti jadi temen setan!"

"Lo mau dihalalin sama temen setan ini? Bilang! Besok Daddy sama Mom biar ngelamar Lo buat Gue!"

"Sinting..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB EMPAT BELAS

"Balikin tas aku!" Pandangan Aisha terlempar ke sana kemari, mengikuti ke mana arah tas selempang miliknya hinggap.

Dua gadis berseragam SMA berbalut jaket pink terang tertawa riang sambil bermain lempar lemparan tas Aisha.

Berada di pusat perbelanjaan, dan berdiri di antara semaraknya pengunjung departemen store, di sinilah Aisha berada.

Pergi seorang diri setelah menjadi kekasih King, rupanya bukan pilihan yang tepat, sebab sekarang, di mana pun Aisha berdiri tanpa King, di situ Aisha dibully.

Terutama, oleh gadis-gadis yang mengaku menyukai King. Ya... King si crazy rich, tampan dan idaman para women.

Seperti saat ini contohnya, entah anak SMA mana yang tiba-tiba saja merebut tas dan membuatnya seperti anak kucing yang dipermainkan. "Balikin tas aku!"

"Ambil!"

Detik berikutnya, tas merah muda Aisha lekas berlabuh pada tangan pemuda yang cukup Aisha kenal. "Li-liam..."

Liam Bagaskara yang kemarin malam King tonjok, datang bak pahlawan. Atau mungkin, dua gadis rese ini memang teman Liam? Aisha masih belum bisa menyimpulkannya.

"Dia cewek King, Liam!" Gadis bernama Evalia dan Laura menciut setelah Liam menatapnya secara tajam. Dari sini, Aisha bisa simpulkan bahwa mereka saling mengenal.

Gegas, Aisha merebut kembali tasnya dari tangan Liam. Lalu, pergi setelah berucap terima kasih dengan lirih.

Lagi, Aisha berjalan cepat menuju gerai serba ada, sambil berharap King cepat datang untuk menyudahi kesendiriannya.

Sedari pagi Aisha meminta King antar dirinya untuk membeli kado pernikahan Ummi dan Om Ray. Lantas, King bilang hari ini ada acara penting bersama anak-anak Genk motonya.

Aisha sebal, bibirnya manyun memberengut karena kesal. Sambil berjalan cepat, gadis itu melirik kecil ke arah samping, tempat di mana dia bisa merasakan keberadaan Liam yang entah apa maksudnya menguntit di belakang.

Lantas Aisha harus ke mana sekarang? Jujur dia masih sangat takut pada calon kakak tirinya ini.

Saking takutnya, Aisha sampai harus masuk ke sembarang lorong yang lumayan ramai dikerumuni orang demi tak memberikan kesempatan pada Liam, kalau-kalau pemuda itu berniat menyakitinya.

Semakin cepat kakinya melangkah, semakin cepat pula derap kaki Liam yang terdengar mengikutinya. "Sejak kapan Lo sama, King?"

Aisha melirik pemuda yang sengaja berjalan sejajar dengan langkahnya. "Lo kalo jalan ke tempat umum tiati, King punya banyak musuh di Jakarta."

"Terima kasih udah ngasih tau." Gugup membuat Aisha berpura-pura meraih botol skin care random di rak.

Aisha iseng membacanya, kemudian lekas dia kembalikan lagi setelah tahu kegunaan skin care tersebut untuk merontokkan bulu di bagian inti wanita.

Liam sempat menutup mulutnya yang ingin tertawa. Tapi dia urungkan saat Aisha pergi tanpa berpamitan.

Aisha berjalan menghindari calon kakak tirinya, bagaimana pun Liam bukan orang yang patut dia respon tanpa izin dari King.

"Lo janjian sama King?" Jika melihat gerak gerik Aisha yang ketakutan, Liam yakin, King akan segera datang.

"Lo gagu?" Liam lumayan kesal bicara pada orang yang lebih memilih diam. Dan apa pun usaha yang dia lakukan untuk bicara, tetap gadis itu diam saja.

Liam menghela napas. Aisha bisa dengar jelas embusan kuatnya. "Apa yang Lo liat dari King? Dia cuma anak manja, crazy rich yang arogan... Apa Lo nggak takut dibuang?"

Aisha menatap tidak suka, membuat pemuda itu tersenyum getir seketika. "Lo yakin Lo bukan target taruhan King? Tiati, dia pemain yang handal."

Sebenarnya, Aisha ragu saat King tiba-tiba menikahinya. Dan apakah benar jika King melakukan itu semua hanya karena taruhan?

Aisha membuka ponsel saat dering panggilan King sampai. Dia mengangkat dan King bilang sudah sampai di barisan outlet busana.

"Aku permisi, Liam. Terima kasih sudah mau bantu aku dari cewek-cewek tadi." Aisha pamit, dan Liam hanya menatap punggung gadis itu tanpa kedip, bahkan hingga sejauh matanya sanggup memandang Liam tak beralih.

"Kamu kok lama sih!" Aisha memukul King yang menyengir tanpa dosa. Dia dibully, dan itu karena King yang telat menemuinya.

Walau takkan mungkin mengadu, atau King akan mengincar gadis-gadis yang barusan membully-nya. Terlebih, King akan murka jika dia ceritakan, Liam yang menolongnya.

"Maaf. Aku ketiduran di tempat nongkrong. Terus, agak telatnya lagi karena aku mampir beli ini di depan!" King berikan senyum dan setangkai bunga mawar pada wajah Aisha.

Ini sangat romantis, tapi Aisha masih terbawa perasaan akibat perkataan Liam yang entah benar atau tidak. "Ngapain ngasih kembang. Emang aku rumah duka!"

King tertawa manis. "Ya biar romantis ajah. Emang nggak suka?"

"Enggak!" Gemas, King mencium pipi gadis itu.

"King!" Tentu saja Aisha melotot, karena di tempat umum seperti ini, potensi teman sekolah yang melihat mereka akan lebih banyak.

"Biar kamu nggak marah," cengir King.

Aisha menepis tangan King yang mengusap pelan khimar miliknya. "Kamu jawab dulu pertanyaan aku yang kemaren. Siapa cewek yang kamu taksir. Baru aku nggak marah!"

"Masih bahas itu?" King memutar matanya sambil menghela napas panjang. Kenapa wanita dan interogasi harus bersahabat baik.

"Masih!" King mulai mengikuti langkah Aisha yang kembali menyisir lorong demi lorong, mungkin saja akan ada hadiah cocok untuk Ummi dan Om Ray.

"Dia bukan siapa-siapa."

"Semua selingkuhan berawal dari bukan siapa-siapa dulu!" ketus Aisha.

King males jika sudah begini. "Ok. Nanti malam aku ceritain. Sekarang jangan ngambek lagi."

King mendapat senyum manis gadisnya yang tiba-tiba berdamai. "Masha Allah... Cantiknya istriku, bunga mawarnya sampai layu saking insecure sama kamu Ning," pujinya.

Aisha tersentuh, hampir saja meleleh di lantai mall ini. Beruntung banyak AC di setiap sudut tempat yang mengukuhkan bentuk dirinya.

"Menurut kamu, yang ini cocok buat Ummi nggak, King?" Aisha mulai berdamai dan menunjukkan jilbab pashmina jumbo hitam pada suaminya.

"Enggak!" King mencebik datar sambil menggeleng. "Kamu mau kado yang cocok buat mereka?"

Aisha mengangguk. Lantas, pasrah saat King menggandeng tangannya ke area underwear wanita. "Hah?" Aisha terkejut setelah King melemparkan lingerie seksi berbahan tipis padanya.

"Dijamin Ummi sekaligus Om Ray suka!"

"Enggak!" Aisha menepis. "Aku malu ngasihnya, King!" cuitnya heran.

King berdecak. "Beli di sini. Sekali sentuh harus bayar!" katanya. "Jadiin ajah beli!" paksanya.

"Mana bisa begitu! Berarti yang punya mall main curang dong! Nggak berkah amat bisnis pake cara kayak gitu!" ketus Aisha.

King sempat terkikik pelan sambil dia tahan agar tak membuat Aisha malu. Padahal, mall ini juga salah satu bangunan Millers-corpora.

Aisha mungkin tidak sadar kalau suami yang dia tenteng, adalah pemilik dari gedung yang dia naungi sedari tadi.

King menatap SPG yang sudah sangat mengenalnya. "Bungkus yang ini!" lemparnya.

"Ukurannya, Tuan?"

"S!"

Aisha mengerut kening. "Emang Ummi S?"

"Kamu bilang malu ngasihnya!" King menghela napas yang mulai lelah.

"Terus, buat apaan beli kalo gitu?"

"Buat kamu!"

"Ogah, nggak mau!" Aisha ingin mendatangi kakak SPG yang cantik. Lalu, King menghalau dengan menggendongnya ke tepian kasir.

"Kiiiiing!" Aisha meronta. Ini tempat umum yang bisa saja ada teman sekelas mereka.

"Kamu beneran nggak mau pake tuh baju buat aku?" King tertegun menatap tanda X yang dibuat dari kedua tangan mungil istrinya.

"Ya udah Gue pake sendiri. Kali ajah Om Ray naksir kan siapa tahu kami cocok."

"Kiiiiing!" Aisha mulai geregetan. "Aku serius! Jangan mubazir! Batalin sekarang nggak!"

King menghela napas panjang-panjang dan mengeluarkannya dengan satu kali embusan yang menghentak. "Ya udah, ok, dari pada mubazir, dosa kan? Nanti biar aku kasih ajah ke cewek lain!"

"Kok gitu sih!" Aisha tak habis pikir. Ternyata dia mulai setuju jika King crazy rich yang arogan dan semaunya, terbukti, King tetap membeli lingerie itu walau dia menolaknya.

Meski dengan mood yang mulai tak enak, mereka berlanjut mencari kado untuk Ummi dan Om Ray hingga menemukan seberkas pemberian yang cocok.

Keduanya berakhir di sebuah restoran fast casual dining. Dan keduanya juga duduk saling menghadap tanpa saling menatap.

Aisha mulai resah dengan sikap dingin King yang tiba-tiba membekukannya. "King..."

"Hmm." King memfokuskan maniknya pada ponsel dan mulai menggerakkan jarinya di sana.

"Kamu mau kasih lingerie ke siapa?" Aisha memainkan jari di area bibir merah muda meronanya. Tanda dirinya cukup takut, jika King bermain di belakangnya.

"Siapa ajah yang mau pake di depan ku, ya akan langsung aku kasih." King acuh tak acuh.

"Makasih ya." Aisha menarik paper bag berisi lingerie itu sambil kemudian menyengir malu malu di depan mata King. "Kamu mau pake?"

"Hehe..." Aisha tak mungkin berbohong. Jika sudah meraihnya, itu berarti dia harus pakai.

"Nunggu ilham ya."

"Kapan?"

"Masih umroh ilhamnya." King menghela napas sabar lagi.

1
Eni Susilowati
Uda baca tentang anaknya dulu sekarang orang tuanya lebih lucu😀
ayu cantik
🤭🤭🤭
Nona Sifa
semangat thor
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣
djerrih leni
buhahaha.. gagal cuekin sama Rosella.. om. oland pdhal dah di selamatkan dr mas liat Loch... 🤣😄😄
djerrih leni
🤣🤣🤣 untung banyak om oland, penghuni sana langsung antri pesan wkwkkwk
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 segera sadar ya om. oland.. dah di ingetin ama Alul🤭
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 sampe salah manggil ya Om oland saking banyaknya pacar
djerrih leni
buhahahahah.. Acha pinter banget akting, besar jd artis ya banyak followers nya 😄😄
djerrih leni
mas nya yg mau misahin tante Gladys sama om dewa, biar Jauhan wkwkwk
djerrih leni
astaghfirullah itu bocil tp mikirnya dah 100 langkah ke depan, bisa2 nya... ya hoolloo
djerrih leni
King gimana rasanya jd daddy ngurusin anak2nta yg duplikat banget dirimu
djerrih leni
Kiinggg wkwkwkk... gabung sama pelawak Cagur nih mesti nya
djerrih leni
emang dah somplak....bisa-bisa nya si King ngejain namanya, dokternya lg bantuin istrinya lahiran... ngakak habis Kk author
djerrih leni
emang enak di jawab gitu sama dokternya😄😄🤭
djerrih leni
/Facepalm//Facepalm/🤣🤣 Kiinngg
djerrih leni
ya ela.. King ngak liat sikon apa masih aja rusuh protes.. kan mau jadi bapaknya triple baby
djerrih leni
😄😄😄😄
djerrih leni
kontrakan... ngak tuch dengernya si Mahesa🤭🤣🤣
djerrih leni
astaghfirullah somplak nih pikiranmu Kiingg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!