Erick Gunawan adalah seorang rektor muda sekaligus dosen tempat dia mengajar di Universitas Pelita Bangsa (UPB). Dulu Erick orangnya ramah dan penyayang. Karena dia pernah dicampakkan oleh orang yang dia kasihi,dia menjadi orang yang dingin dan datar.
Pada suatu ketika,dia ketemu dengan cewek bandel,nakal dan susah diatur di sebuah Club Malam bernama Clarisa atau Cla. Waktu itu Erick berantem dengan Cla gara-gara membela teman mereka masing-masing.
Dari situ Cla membenci Erick. Sedangkan Erick melihat Cla menjadi kagum karena keberaniannya.
Dan mereka bertemu lagi di rumah Alvin (kakak Erick) dan Mela (kakak sepupu Cla).
Mata mereka beradu pandang sehingga membuat Cla membuang mukanya karena kebenciannya terhadap Erick.
Sedangkan Erick tersenyum menyeringai akan rencananya mendapatkan hati Cla.
Kisah Erick akan mendapatkan hati Clarisa yang nantinya akan sering bertemu dengannya.
Akankah Erick dapat menaklukan hati Clarisa atau sebaliknya?
Selamat Membaca ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap Di Apartemen Erick
Setelah dari mall,mereka pulang ke rumah masing-masing. Erick sebenarnya mau mengantar Cla pulang Ke rumah Alvin.
Tapi,diurungkan niatnya. Karena Erick mau minta Cla menginap di apartemen Erick.
Dia ingin lebih dekat dengan Cla. Dia juga ingin berbicara jujur dengan Cla soal Rossa.
“Sayang..hari ini kamu nginep di apartemen aku ya”,ucap Erick yang menoleh ke Cla.
Cla kaget mendengar Erick ngomong seperti itu.
“Apa nggak salah dengar aku,Kak. Tumben ngajakin aku ke apartemen”,tanya Cla.
“Aku cuma ingin dekat dengan kamu aja”,jawab Erick.
“Kenapa nggak di rumah aja,Kak?”
“Ada Kak Alvin dan Kak Mela. Nggak enak mengganggu mereka kalo kita ribut atau bercanda".
“Kan mereka di kamar. Nggak mungkin ganggu kita ngobrol ah”.
“Sekarang kamu mau apa gak nginep di apartemen aku",tanya Erick dengan datar.
Erick menoleh ke arah Cla dan melihat Cla sedang bimbang.
“Tenang aja,aku nggak akan melecehkan kamu. Aku hanya ingin lebih dekat sama kamu kok”,Erick menggenggam tangan Cla.
“Tapi aku takut Kak Mela marah”.
“Kita pulang dulu ambil baju kamu. Kamu nginap di apartemen aku sampai beberapa hari. Karena lusa kita sudah ke puncak. Aku yang akan minta ijin ke Kak Mela. Kalo nggak diizinin aku akan tinggal di rumah kak Alvin.
“Tak terasa mobil sudah sampai di pekarangan rumah Alvin”.
Alvin menyuruh penjaga rumah menitipkan mobilnya sebentar. Karena dia akan masuk meminta ijin kepada Alvin dan Mela.
Mereka masuk ke dalam rumah dan seperti biasa rumah terasa sepi. Hanya ada pengurus rumah saja yang ada di sana.
“Kak Alvin belum pulang Bi”,tanya Erick kepada bibi.
“Belum mas. Cuma ada nyonya Mela saja di kamarnya”.
“Baiklah Bi,saya ke atas dulu”.
“Baik,mas”.
“Sayang,kamu ambil baju kamu dulu. Aku ke kamar Kak Mela sebentar”.
Cla hanya mengangguk dan langsung masuk ke kamarnya.
Erick mengetuk kamar Melanie.
Tok..tok..tok..
Melanie membuka pintu kamar. Dan dia melihat Erick berada di depan pintu.
“Ada apa Erick”,tanya Mela.
“Apa aku mengganggu kakak”,tanya balik Erick.
“Gak kok Rick,kakak lagi santai. Yuk,kita ke balkon saja”,ajak Mela.
Mereka berdua sekarang berada di balkon atas.
“Ada apa Rick”,tanya Mela kembali.
“Aku minta ijin mau mengajak Cla menginap di Puncak. sekalian tengok Mama Papa. Tapi perginya bukan besok tapi lusa. Dan juga kita perginya rame-rame kok Kak”,jawab Erick.
“Tapi kenapa harus sekarang minta ijin,kenapa nggak besok”,tanya Mela kembali.
“Karena aku mau mengajak Cla menginap di rumah Vita. Katanya mau ngumpul di rumah Vita”,jawab Erick dengan tenang walaupun sebenernya dia sedikit gugup. Ada rasa takut di hatinya jika Cla tidak diijinkan menginap.
“Nggak masalah selama dia melakukan kegiatan yang positif. Kakak kasih ijin. Asal jangan ke Club aja lagi.”
“Tenang Kak. Ada aku yang terus memantau Cla. Kakak jangan takut. Aku nggak akan menjerumuskan Cla ke arah yang sesat kok. Percaya sama aku”,ucap Erick meyakinkan Mela.
“Kakak percaya sama kamu. Jaga Cla baik-baik ya”,ucap Mela sambil menepuk pelan bahu Erick.
“Baik Kak.
Erick merasa,senang Cla diizinin pergi. Padahal tadi dia terpaksa berbohong kepada Mela soal menginap di apartemennya.
“Oh ya,di mana Cla?"tanya Mela.
“Dia di kamar lagi membereskan bajunya”,jawab Erick.
“Baiklah,Kakak ke kamar dulu ya”.
Erick hanya mengangguk. Dan Mela langsung pergi menuju ke kamarnya.
Erick masuk ke dalam dan mengunci pintu balkon. Dia melihat Cla yang baru keluar dari kamarnya dengan membawa koper,paper bag dan tas sekolahnya.
“Banyak banget baju yang kamu bawa”,tanya Erick
“Katanya menginap beberapa hari. Makanya aku bawa agak banyakan. Belum lagi baju sekolah dan barang lainnya”,Cla memberi pengertian ke Erick.
“Ok baiklah. Sini kopernya aku bawa”,Cla memberikan koper yang akan dibawa Erick.
Erick memasukkan barangnya ke mobil setelah itu mereka juga masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan santai.
Cla yang sedari tadi menguap karena kelelahan akhirnya tertidur di mobil.
Erick melihat Cla tidur menjadi tersenyum. Mobil udah memasuki area basemen apartemen. Erick yang melihat Cla sudah tertidur nyenyak tidak tega membangunkannya.
Erick menggendong Cla dengan ala bridal dan menuju ke apartemennya. Dia mengetik password yang berada di pinggir pintunya dan pintu pun terbuka.
Erick tetap menggendong Cla sampai ke kamar tamu. Kebetulan di apartemen Erick ada dua kamar . Dia lalu mencium kening Cla dan menyelimutinya. Dia sendiri keluar dari kamar Cla dan masuk ke kamarnya sendiri dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuhnya dan memakai piyama tidur,Erick berbaring sambil melihat ke atas. Dia termenung dan tak menyangka dia menyukai muridnya sendiri.
.
.
.
Pada pagi harinya,Cla terbangun. Dia melihat ke kanan dan ke kiri ternyata ini bukan kamarnya. Dia bingung ini kamar siapa dan mencoba mengingatnya.
“Ya ampun...ternyata benar Erick mengajakku ke apartemennya. Dan semalam aku ketiduran di mobil”,Cla berbicara sendiri.
Dia melihat jam didinding ternyata baru jam setengah 6. Langit masih gelap. Dan ternyata dia cepat bangun.
“Erick sudah bangun belum ya. Kalo begitu aku mandi dulu dech ntar baru bangunin dia”,gumamnya sendiri.
15 menit di kamar mandi Cla udah selesai mandi dan bersiap-siap. Dia langsung memakai pakaian sekolah dan sudah rapi.
Cla keluar dari kamar tamu menuju ke kamar Erick. Dia melihat di sekeliling penthouse Erick. ternyata bagus banget dan luas.
Cla menuju ke kamar Erick yang berada di sebelah kamarnya.
Dia mencoba membuka pintu kamar Erick dan ternyata pintunya tidak di kunci.
“Duch,kamarnya gelap lagi dan saklarnya mana ya”.
Cla mencari sakelarnya tetapi tidak ketemu.
Kok nggak ada sakelarnya ya,gumamnya.
Erick terbangun mendengar ada orang berbicara sendiri. Dia membuka matanya dan ternyata Cla yang masuk dan sedang mencari sakelar lampu.
Walaupun gelap,Cla berjalan dengan hati-hati agar tidak tersandung barang yang ada di kamar Erick.
sedangkan Erick melihat Cla berjalan ke arahnya memilih berpura-pura tidur.
Cla mendekati Erick yang masih tertidur pulas. Rasanya tidak tega membangunkan Erick tetapi ini sudah jam 6 pagi.
“Walaupun masih tidur kenapa mukanya tetap ganteng ya”,gumam Cla sambil membelai pipi Erick.
Erick yang pura-pura tidur hanya tersenyum. Doa mengintip dengan satu mata dan melihat Cla mengelus wajahnya. Melihat gaya Cla yang lucu membuat Erick ingin mencium Cla. Tetapi Erick menahan hasrat tersebut.
Erick yang melihat Cla melamun dan tidak tahu apa yang ada di pikiran Cla segera memajukan wajahnya dan memegang tangan Cla. Dia mencium kening Cla.
Cla kaget dan melihat ke Erick. Ternyata Erick sudah bangun.
“Morning kiss”,sahut Erick dengan menahan senyumnya.
“Kenapa melamun sayang”,tanya Erick dengan lembut.
“Apa yang kamu pikirkan”,tanya Erick kembali.
Cla hanya menggelengkan kepalanya. Dia menunduk sambil menahan malu.
Erick melihatnya dengan gemas. Dia mengangkat dagu Cla dan mencium bibirnya dengan lembut. Cla hanya diam dan menikmati ciuman Erick di pagi hari.
Erick menyudahi ciumannya dan melihat Cla kehabisan nafas.
Dahi Erick menyentuh dahi Cla dan berkata “AKU MENCINTAIMU CLARISA”..
Cla terdiam mematung mendengar pernyataan Erick.
Erick langsung lari dan masuk ke kamar mandi.
Sesampai di kamar mandi Erick tersenyum melihat Cla terkejut saat Erick menciumnya.
Cla segera tersadar dari terkejutnya dan langsung merapikan kamar Erick.
Setelah itu dia menyiapkan kemeja buat Erick.
“Kok gua seakan-akan seperti istrinya saja sich”,gumam Cla.
Erick keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya.
Cla yang melihatnya hanya membuang muka dan langsung ke balkon yang ada di kamar Erick.
“Kenapa jantung gua deg-degan ya. Asli,badan dia bagus banget”,gumamnya ke diri sendiri.
Sedangkan Erick sendiri tersenyum dan segera memakai pakaian yang dipilih Cla.
Erick melihat Cla berada di balkon lalu segera menyusul ke sana. dia memeluk Cla dari belakang.
"Sayang"...
Cla menoleh ke Erick dan melihat Erick sudah berpakaian rapi.
"Ternyata Kakak pakai kemeja yang ku pilih. Aku kira Kakak tidak suka dengan pilihanku".
"Apapun yang kamu pilih Kakak suka kok. Ma kasih ya,sayang",Erick mengecup kening Cla.
Ayo kita sarapan. Nanti terlambat ke sekolah,Cla menggandeng tangan Erick menuju ke dapur.
"Tidak ada makanan. Aku lupa membelinya. Kalo begitu kita sarapan diluar aja",ajak Erick.
“Baiklah. Ayo kita pergi. Kita sarapan diluar aja”,jawab Cla.
Mereka berdua keluar dari apartemen Erick dan menuju ke basemen. Lalu mereka berdua mencari makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
love love love babang❤️❤️❤️😘😘😘😘😘