Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia laki laki beristri,,
Moza berjalan keluar kamarnya, mereka masih berada di Vila karena Moza yang masih ingin berada di sana.
Moza berjalan turun mencari keberadaan Leon,,
Leon yang memang harus menemani Moza di Vila mengharuskannya bekerja di rumah dengan Laptopnya dan untungnya kemana pun dia selalu membawanya.
Leon duduk di ruang tengah dengan fokus menatap layar laptop, dia bahkan tidak menyadari seseorang yang terus menatapnya siapa lagi jika bukan Mira yang selalu mencuri pandang menatap Leon.
Laki laki tampan dan mapan wanita siapa yang tidak tergoda begitu pun dengan Mira yang menaruh hati dengan majikannya, bahkan dia tidak sadar akan statusnya yang hanya anak dari Art di sana.
Moza mengeryitkan keningnya saat melihat Mira yang tersenyum dan menatap Leon yang sedang duduk di ruang tengah,,
" Kamu ngapain " Ucap Moza membuat Mira menoleh
" Tidak " Ucapnya langsung meninggalkan Moza yang terlihat bingung namun kemudian berjalan menghampiri Leon.
" Loh kenapa turun sayang,, bukannya tadi ngantuk kenapa tidak istirahat hem " Ucap Leon saat melihat Moza yang duduk di sampingnya
" Aku gak bisa tidur "
Leon tersenyum dan menatapnya,,
" Kenapa,, "
Moza menggeleng namun Leon tau jika Moza memikirkan sesuatu,,
" Cerita kenapa hem,, "
Moza menatap Leon dan hanya tersenyum sambil menggeleng,,
Leon mengusap rambutnya,, dia tau jika Moza menyembunyikan sesuatu namun dia pun tidak mau memaksanya untuk bercerita pasti kapan saatnya Moza sendiri akan menceritakannya.
" Bagaimana jika keluar jalan jalan kamu mau"
Moza langsung mengangguk membuat Leon mengacak rambutnya,,
" Aku ambil kunci mobil sebentar, kamu tunggu di sini "
Leon menutup laptopnya dan berjalan menuju kamar sedangkan Moza masih memikirkan Mira, apa yang di lakukan Mira kenapa dia terus menatap Leon.
" Sayang,, Yuk " Ajak Leon menggenggam tangan Moza dan berjalan keluar.
Mira menghentakkan kakinya menatap mereka,,
" Mira,, Ibu mau bicara " Ucap Bik siti
" Bicara apa Bu "
" Sebenarnya apa yang terjadi, Ibu Lihat kamu selalu menatap Tuan Leon dan Nyonya Moza "
" Apa sih Bu,, gak usah aneh deh "
" Ibu tau Mira, Kamu pun selalu senang dan semangat jika Tuan leon berada di sini,, sebenarnya ada apa,, jangan bilang kamu menyukai Tuan Leon Mira "
" Iya Mira suka dengan Tuan Leon Bu,, "
" Astaga Mira,, Sadar Nak siapa kamu siapa kita dan Tuan Leon sudah menikah.. "
" Mira tau bu,, tapi gak salah kan jika Mira menyukai nya "
" Denger,, Dia laki laki beristri Mira dan kamu harus ingat status kamu yang hanya anak dari seorang Pelayan " Ucap Bik Siti berjalan meninggalkan Mira.
Biarin dia lelaki beristri,, gak salah juga aku menyukainya. Gumam Mira
-
Hari semakin sore dan terlihat mendung bahkan gerimis dan terdengar suara mobil dari depan Vila.
Leon langsung mengambil jaketnya dan menutupi kepala Moza dan mereka berjalan masuk.
" Kamu tidak basah kan Sayang " Ucap Leon mengusap wajah Moza dan menatapnya
" Tidak,, lagian hanya gerimis sayang "
" Kita masuk ya, di luar begitu dingin "
Leon mengandeng Moza masuk dan mereka kembali berpapasan Dengan Mira, Mira menatapnya dan Moza sadar dengan sikap Mira namun dia tidak menghiraukannya dan tetap berjalan menuju kamarnya.
" Kamu tunggu sebentar,, Aku siapkan air hangat untuk kamu mandi " Ucap Leon dan Moza mengangguk.
Moza mengambil ponselnya yang memang ditinggal di kamar terlihat panggilan dari Pamannya.
Paman telpon,, mau apa lagi mereka. Gumam Moza dan Leon menautkan kedua alisnya..
" Paman kamu kembali menghubungimu "
" Tau mau apa lagi Sayang,, Gak penting " Ucap Moza membuat Leon tersenyum dan menggeleng.
" Mandilah,, aku keluar sebentar "
Leon berjalan turun namun terdengar Mira yang memanggilnya,,
" Tuan,, Ini Saya buatkan jahe hangat untuk menghangatkan tubuh tadi Tuan kehujanan bukan "
Leon menatapnya,,
" Saya tidak suka jahe " Ucapnya kembali berjalan
" Tapi ini sudah saya buatkan "
Leon tidak mendengarnya dan terus berjalan menuju dapur..
Mira kembali kesal karena Leon yang tidak menghiraukannya.
Leon kembali masuk ke dalam kamar dan terlihat Moza yang sedang mengeringkan rambutnya,,
" Minumlah teh hangat ini Sayang "
Moza tersenyum dan meminumnya,, Leon mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut Moza.
Moza menatapnya dari pantulan cermin, rasanya begitu bahagia dengan Leon yang sangat menyayangi dan mencintainya bahkan Leon selalu mengutamakan nya dari apa pun..
Moza memutar tubuhnya dan memeluk pinggang Leon.
Leon menatapnya dan membungkukkan tubuhnya untuk mengecup singkat bibir Moza..
" I Love you hubby " Ucap Moza tersenyum
" I Love you too my Wife "
Moza beranjak dan memeluknya erat,,
Tidak pernah menyangka dalam hidupnya jika dia akan bertemu laki laki yang begitu baik, laki laki yang menjadikannya seorang Ratu dan laki laki yang selalu mengutamakan nya.