NovelToon NovelToon
EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Keluarga / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Season 2 novel SANG PENGASUH

Arya, Ricky, Rendi, dan Wiliiam, adalah empat pria tampan sold out yang telah menjalani senasib sepenanggungan gagal malam pertama karena kejahilan diantara mereka. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak selancar jalan tol. Keempatnya mengalami ujian.

Diantaranya, Arya. Kemunculan salah satu keluarga yang dikira telah meninggal, hadir mengusik ketenangan rumah tangganya.

Pun dengan Rendi. Kedatangan adiknya dari Turki dan kini tinggal bersamanya malah membuatnya was-was.

Kisah kehidupan keempatnya, author kemas dalam satu bingkai cerita.

Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat/perusahaan itu hanya kebetulan semata.

Selamat menikmati kisah yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.


Cover free by pxfuel
Edit by me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Rendi

Perjalanan dari rumah Arya menuju bandara Husen Sastranegara cukup di tempuh 30 menit. Mobil Rendi kini berada di parkiran bandara.

"Kak Ren!"

Teriakan diiringi lambaian tangan di atas kepala seorang wanita, membuat Rendi menoleh ke arah asal suara itu, diikuti Marisa.

"Itu dia, Rade." Rendi menggenggam tangan Marisa. Mereka baru turun dari mobil. Ternyata sang adik sudah keluar bandara dan berada di tempat parkir juga.

Kakak beradik saling berpelukan melepas kangen. Lalu Rade pun memeluk Marisa dengan hangat. "Kak Risa, udah berapa bulan ini?" Rade berbinar senang, dengan tangan mengelus perut kakak ipar yang sudah membuncit.

"Udah 6 bulan, Rade." Marisa tersenyum kecil, ikut mengelus perutnya dengan pelan.

"Ayo kita pulang. Ngobrolnya nanti aja di rumah." Rendi membuka kembali pintu mobilnya, mengajak dua wanita yang disayanginya untuk masuk.

"Sebentar Kak. Aku tadi sama seseorang. Ia lagi ke toilet. Kalau Kakak gak jemput, ia yang akan anterin aku." Rade mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang ditunggunya.

"Ah. Itu dia!" Rade melambaikan tangannya ke arah pria yang tersenyum, berjalan mendekatinya.

Rendi yang melihatnya terkejut. Pria yang tidak asing lagi baginya, bisa bareng dengan adiknya.

"Michael?!"

"Rendi?!"

Bersamaan mereka berucap, hingga keduanya tertawa.

"Kenapa lo bisa bareng adik gue?" tanya Rendi usai adu tos dengan Michael.

Michael mengernyit. Ia menatap silih berganti Rendi dan Rade."Jadi kalian adik kakak? Kok aku gak tau kalau lo punya adek. Cantik lagi."

"Dasar mata keranjang!" Satu tonjokan dari Rendi mendarat di lengan Michael, membuatnya mengaduh dan terkaget.

"Gue lagi meeting sama klien di Bali. Ternyata kita satu hotel. Ia bilang pulangnya ke Bandung, ya kan sama. Jadi bareng deh."

Akhirnya, mereka berpisah karena sopir yang menjemput Michael sudah tiba.

.

.

"Jadi dia teman Kakak?" Rade yang menahan rasa penasaran sejak tadi, kini bisa bertanya usai berada di dalam mobil, duduk di jok belakang mobil sedan kakaknya itu.

"Iya. Ia teman satu kampus. Lama tinggal di Amerika, sekarang menetap di Bandung. Kamu jangan terlalu akrab dengannya!" Rendi melirik sang adik dari spion tengah.

"Memangnya dia jahat gitu? Tadi kok kelihatannya kakak akrab sama dia." Rasa penasaran Rade bertambah mendengar warning sang kakak.

"Kakak berteman baik, gak pernah ada masalah. Tapi kamu kan perempuan, cukup kenal aja!"

Rade masih belum faham. Menurutnya kalimat sang kakak masih ambigu. Tapi ia tak berani bertanya lagi melihat raut muka kakaknya itu tampak serius. Marisa yang duduk di depan samping suaminya hanya mendengarkan saja meski iapun sama penasarannya.

.

.

.

"Kabar Mama dan Papa gimana, De?" Marisa duduk di tepi ranjang memperhatikan Rade yang sedang membongkar kopernya.

"Alhamdulillah Kak, sehat. Mama Papa titip salam dan titip oleh-oleh buat Kak Risa. Sebentar aku cari dulu--" Rade mengeluarkan satu persatu isi koper besarnya yang penuh.

"Yeay. Ini dia!" Rade terlonjak girang sat menemukan box kado di dasar koper. Ia mendekati Marisa dan menyerahkn kotak kado persegi panjang itu.

"Buka aja Kak!" Ujar Rade karena melihat Marisa hanya mengelus permukaan kotak dengan hiasan pita cantik itu.

Perlahan Marisa menarik simpul pita berwarna gold itu lalu membuka penutup box.

"MasyaAllah, cantik banget ini---" Marisa berbinar senang melihat isi dalam kotak, sebuah abaya Turki berbahan sutra yang halus lembut. Ia berdiri mencoba memasangkan baju itu di depan tubuhnya.

"Gimana Kak, pas gak ukurannya? Itu asli rancangan desainer Turki." Giliran Rade memperhatikan sang kakak ipar yang sedang berkaca.

"Iya nih pas lho. Kok mama bisa tahu ukuranku ya?"

"Paling juga minta bocoran sam Kak Ren."

"Ah iya. Bisa jadi itu--" Keduanya kompak tertawa bahagia.

Marisa meninggalkan kamar Rade. Ia membiarkan sang adik ipar untuk beristirahat usai beberapa kali menguap karena lelah dan kantuk.

Di kamar utama.

Rendi sedang fokus membaca buku tebal seputar dunia kedokteran di sofa. Membaca adalah hobinya.

Kepintarannya sudah terlihat sejak balita. Usia 3 tahun Rendi sudah pandai membaca, sehingga usia 5 tahun sudah masuk SD. Saat SMP, ia ikut kelas akselerasi. Sehingga hanya menamatkan SMP dalam kurun waktu 2 tahun.

Pun saat SMA, ia sebetulnya bisa ikut akselerasi. Namun Rendi terlanjur betah sekelas bersama Arya Cs. Sehingga ia memilih kelas normal agar bisa terus sama-sama dengan para sahabatnya itu. Jadilah Rendi yang paling muda diantara ketiga sahabatnya itu. Rendi lulus kuliah kedokteran di usia 20 tahun.

Marisa masuk ke dalam kamar membawa segelas air putih hangat. Suaminya itu tidak menyukai minuman manis di malam hari apalagi menjelang tidur.

"Masih lama baca bukunya, hubby?" Marisa duduk di sisi Rendi usai menyimpan gelas di atas meja.

Rendi menoleh ke arah sang istri yang raut mukanya serius. Ia menutup buku dan memberi tanda halaman. Lalu menyimpannya di atas meja.

Cup

Rendi melayangkan satu kecupan di pipi dan perut Marisa.

"Ada apa Bunda cantik?" Rendi membelai pipi halus sang istri dan menatapnya lembut.

"Soal Michael. Hubby sepertinya gak suka kalau Rade sampai akrab dengannya. Kenapa?" Marisa balik menatap sang suami dengan sorot mata penuh keheranan dan tanda tanya.

Rendi mengatur posisi duduk lebih tegak agar Marisa nyaman bersandar di dadnya.

"Empat sekawan berteman baik dengan Michael karena ia memang baik tak pernah merugikan kita. Tapi di luar itu, Michael seorang atheis dan hidupnya bebas. Ditunjang wajah gantengnya, ia lihai merayu perempuan cantik sampai berakhir di tempat tidur. Aku khawatir Rade berteman dekat dengannya." Rendi menghembuskan nafas berat usai bercerita.

"Tunggu-tunggu. Di negara kita kan tidak dibolehkan. Semua harus beragama atau berkeyakinan. Itu di KTP nya gimana?" Marisa ikut terkejut dengan sisi lain Michael yang sudah ia kenal sebagai teman kakaknya.

"Ya kalau di KTP tetap dicantumkan agamanya sebagai formalitas. Kenyataannya ia berikrar tidak percaya Tuhan. Itu terjadi saat kuliah tingkat 2. Ia terpapar faham atheis setelah ikut seminar sebuah lembaga yang menyasar para mahasiswa yang pola pikirannya rentan dan labil. Dan yang seperti Michael itu ada di sekitar kita. Ada yang terang-terangan ada yang sembunyi-sembunyi."

Marisa mengangguk-anggukan kepalanya. Ia makin tahu bagaimana heterogennya kehidupan manusia di luar sana. Bersyukur, orangtuanya membekali ilmu agama dan limpahan kasih sayang sejak kecil.

"Yank, bantu awasi Rade ya. Jangan sampai dia menyukai Michael. Buat seakrab mungkin dengannya agar dia selalu terbuka sama kamu." Rendi mengecup puncak kepala Marisa lama. Menghirup wangi lembut rambut sang istri sambil berpikir. Tanggung jawabnya bertambah dengan kehadiran sang adik di rumahnya.

"Tenang aja, hubby. Aku akan selalu mengawasi Rade. Kalau bisa, kemana-mana sama-sama." Marisa mengelus rahang Rendi dengan senyum manis tersungging di bibirnya, untuk memberi ketenangan.

Dan Rendi pun membalasnya dengan kecupan manis di bibir sang istri.

...----------...

1
Miftah Hasan
good job
Hasanah Purwokerto
Baca ulang untuk yg ketiga kalinya...😂😂😂😂
Rusmini Mini
keren /Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
sebenarnya masih penasaran dgn kasusnya Rendi dan Vivian tp kok sdh di cut,ya sutralah penting Me_Nia happy dan bisa berkarya lebih baik lagi lop yu Me_Nia sekebon /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
ikut berbahagia dgn kehamilan Safa dan mbk Uci /Cry//Cry//Cry/
Rusmini Mini
biasanya menuju bab akhir ceritanya sll boring dan menjemukan tp ini tdk bener baru ini cerita ngalir enak... /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga Safa hamil
Rusmini Mini
nasib badan.... kenapa apes banget si Andina 😮😮
Rusmini Mini
melabrak calon pelakor dgn elegan hebat Andina /Good//Good/
Rusmini Mini
teman sejati susah senang bersama
Rusmini Mini
hpku lemot kalo ada IG thor /Good//Good/
Rusmini Mini
kalian berdua lebay /Smug//Smug//Smug/
Rusmini Mini
Aa Iky cemburu eh Arya jg cemburu .. kompak ni yeee..../Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
gak punya malu Laura... untung ada Mauren cewek badas yg sayang Andina dan Arya lu bebal nekad goda Arya habis lu /Panic//Panic//Panic/
Rusmini Mini
Arya lg ketiduran di toilet makanya lama /Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
di semarang ada .. aduh lupa namanya ..... 🤦🤦
Rusmini Mini
jadi pengen cimol thor .... Athaya kamu hebat gak rugi mama dan papi didik kamu berakhlak mulia hebat 👍👍👍
Rusmini Mini
ih cemburu buta,gak malu sm si buta dr gua hantu dasar Willi /Smug/
Rusmini Mini
yang sabar ya Aa Iky dan Mofa yg penting saling percaya /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga promil nya sukses ya Mofa dan Aa Iky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!