NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Kekacauan Double Date dan Aturan Ciuman

Tuntutan image sebagai pasangan sempurna membawa Arazka dan Maura pada situasi yang semakin rumit. Untuk meyakinkan publik (dan fans Arazka yang garis keras), mereka harus tampil mesra di acara non-sekolah, seperti double date.

Maka, Malam Minggu itu, Arazka mengatur double date di sebuah restoran private dining yang mewah. Arazka dan Maura, Rangga dan Yasmin, serta Danis dan Kinara hadir. Miko dan Fanila, yang awalnya tidak direncanakan, datang belakangan karena urusan logistik acara amal yang belum tuntas.

🍷 Kontras di Meja Makan

Di meja makan yang elegan, kontras antar pasangan terlihat jelas:

Danis dan Kinara: Penuh tawa manis. Danis dengan sabar memilihkan makanan untuk Kinara, sementara Kinara dengan polosnya menceritakan kekonyolan tugas sekolahnya.

Rangga dan Yasmin: Terlihat classy. Yasmin sibuk memuji penampilan Rangga, sementara Rangga sesekali merespons dengan anggukan dan tatapan dingin yang sesekali mencair menjadi perhatian.

Arazka dan Maura: Perang Dingin. Mereka duduk bersebelahan, tapi saling menatap tajam di bawah meja.

"Arazka, nanti loe harus post foto kita di Instagram loe. Biar followers loe percaya," bisik Maura, nyaris menggigit bibirnya karena kesal.

"Gue gak suka post foto. Terlalu cheap," balas Arazka datar.

"Loe melanggar perjanjian! Loe harus kelihatan engaged!" desak Maura.

Arazka menyeringai. "Oke, deal. Loe ambil wine gue, habiskan. Kalau loe gak kuat, gue yang post."

Maura mendengus. "Gila! Loe mau gue mabuk?!"

Danis yang melihat ketegangan itu, menyela dengan lembut. "Arazka, jangan iseng. Maura, santai aja. Gue yakin Arazka pasti akan post."

💥 Kerusuhan Batagor dan Es Krim

Tepat saat suasana mulai mereda, pintu ruangan terbuka. Miko Ardiyanto dan Fanila masuk, masih mengenakan kaus ALVEGAR dan jaket, terlihat kontras dengan suasana fine dining tersebut.

"Wohooo! Double date macam apa ini?! Kenapa gak ngajak kita?!" seru Miko heboh.

"Kita abis dari gudang logistik. Mau balikin kunci. Terus denger ada yang makan enak di sini, yaudah kita ikutan!" timpal Fanila tanpa malu.

"Miko, Fanila, private dining ini," tegur Rangga, sedikit terganggu.

"Santai, Rangga. Kita cuma numpang duduk. Loe punya batagor gak? Gue laper!" kata Miko, lalu ia melihat meja yang penuh hidangan mewah. "Gila! Makanannya kayak pajangan museum!"

"Loe gak bisa makan batagor di sini, Miko," ujar Arazka dingin.

"Bisa aja, Ketua. Loe aja yang gak gaul!" Miko lalu mengeluarkan sebungkus batagor yang dibelinya di jalan dari tas kecilnya. "Nih, Nila! Ambil!"

Fanila langsung mencubit perut Miko. "Miko! Loe jorok! Taruh lagi!"

"Tapi loe mau, kan?" goda Miko, menyodorkan batagor itu ke Fanila.

"Enggak!" Fanila menolak, tapi kemudian ia mengambil satu batagor dengan gerakan cepat, lalu memakannya dengan ekspresi bersalah.

Miko tertawa terbahak-bahak. "Tuh kan! Loe bar-bar banget, Nila! Gak peduli fine dining!"

Kekacauan Miko dan Fanila itu justru membuat suasana yang tadinya tegang jadi mencair. Danis dan Kinara tertawa lepas. Bahkan Rangga sempat menggelengkan kepala tipis.

💋 Aturan Baru: Ciuman di Depan Umum

Setelah Miko berhasil ditenangkan dan Fanila dipaksa memesan dessert alih-alih batagor, Arazka memutuskan untuk mengambil alih suasana.

Ia berdiri, mengangkat gelas wine-nya. "Gue mau kasih toast."

Semua orang terdiam, menanti ucapan Arazka yang biasanya singkat dan berwibawa.

Arazka menatap lurus ke arah Maura. "Gue berterima kasih sama Maura. Dia yang paling keras kepala, paling ngeselin, tapi dia juga yang paling berani nantang gue. Event kita sukses karena keberanian dia."

Arazka tersenyum tipis, senyum yang kali ini lebih tulus daripada yang ia tunjukkan di wawancara live.

"Dan untuk menghargai keberanian pacar gue, gue punya pengumuman," lanjut Arazka, lalu ia menatap Maura intens. "Mulai sekarang, gue nambahin satu clause di perjanjian kita. Saat kita sedang berada di acara publik, sweet moment kita akan mencakup ciuman singkat di pipi atau kening."

Maura membelalakkan matanya. "APA?!"

"Sebagai penutup toast," kata Arazka, lalu sebelum Maura sempat protes, ia mendekatkan wajahnya dan mencium kening Maura dengan lembut, persis di depan semua mata.

CLEK!

Tepat saat Arazka mencium kening Maura, Danis, yang sudah siap dengan kamera ponselnya, mengambil foto.

Maura merasa syok, keningnya terasa panas. Dia... dia ngelakuin ini lagi!

"Foto ini, gue post sekarang," ujar Danis, sambil menoleh ke Arazka. "Biar followers loe puas, Ketua."

Arazka tersenyum puas. Ia kembali duduk, berbisik kepada Maura, "Loe gak boleh protes. Itu cuma kening. Dan loe gak bisa melanggar perjanjian."

Maura menarik napas dalam-dalam, menahan amarah yang bercampur dengan debaran aneh. "Loe... licik, Arazka."

"Tentu. Loe pikir kenapa gue bisa jadi Ketua ALVEGAR?" balas Arazka, lalu ia menyuapi Maura dengan makanan di piringnya. "Makan, sayang. Loe butuh energi buat melawan gue besok."

Maura menerima suapan itu dengan terpaksa. Aku harus segera menemukan cara untuk mengalahkan dia.

Miko, yang melihat semua drama itu, berbisik kepada Fanila. "Loe liat kan, Nila? Lord Kulkas aja bisa romantis. Loe kapan mau bagi es krim lagi sama gue?"

"Diem, Ko! Gue sumpahin loe jadi batagor!" ancam Fanila, tapi ia tidak lagi menatap Miko dengan galak.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!