NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Jimin pun masih memegang tangan Hana. sementara satu tangan Hana menyentuh dada Jimin. Hana pun melihat Jimin, satu tangan Jimin langsung menarik pinggul Hana. saat itu, tidak ada sela di antara mereka. "oppa, apa yg kau lakukan!?? " tanya Hana

"aku belum melakukan nya, baru akan ku lakukan. " jawab Jimin

Jimin pun langsung mencium bibir Hana, melumat nya dengan sangat lembut dan hati-hati. Jimin pun melakukan nya di dalam kamar mandi saat itu. dengan shower yg masih hidup, suara gemercik air dan suara desahan Hana pun beradu malam itu. sampai Jimin menuntas kan hasrat nya pada Hana.

"maaf Hana, jika ini membuat mu kesulitan. " ucap Jimin mengecup lembut kening nya

Hana pun hanya diam tak dapat menjawab apa-apa. Jimin pun selesai, dan Hana pun akhirnya menyelesaikan mandi.

setelah selesai memakai pakaian, Jimin pun mengajak nya berbaring. ia pun menunjukkan foto yg di kirim oleh nyonya Min Seo "kenapa menunjukkan ini!?? "

"dia ingin kita melihat nya besok. jika kau suka, kita akan tinggal di sana. " jawab Jimin

"maksud nya!?? "

"maksud nya rumah kita"

"bukan kah itu terlalu mewah untuk kita berdua. "

"kita bisa membicarakan nya besok. tidak ada salah nya jika besok kita lihat dulu. sekarang ayo tidur, aku sangat lelah. " ucap Jimin meletakkan ponsel nya dan memeluk Hana

"apa para pria kalau normal seperti ini ya. melakukan dimana pun yg dia ingin. " umpat hati Hana

Hana dan Jimin pun tertidur pulas malam itu. seperti biasa, Hana selalu bangun lebih awal dan mendapati diri nya di dalam pelukan Jimin.

pagi itu, Hana pun memandang wajah suami nya itu. dengan jarak yg sangat dekat, ia pun menyentuh hidung Jimin untuk memastikan kalau Jimin masih tertidur "tampan nya... " ucap Hana berbisik. saat itu, Hana pun di kejutkan oleh bunyi alarm. ia pun langsung buru-buru mematikan nya, agar Jimin tidak terganggu.

Hana kembali melihat Jimin, ia pun tersenyum lalu mengecup lembut pipi Jimin. setelah itu Hana pun beranjak bangun.

Lagi-lagi Jimin menipu Hana, ia pun membuka mata nya begitu Hana tidak ada. "apa ini... dia pertama kali nya memuji wajah ku dan berinisiatif mencium ku. kenapa hati ku merasa senang. " hati Jimin pun bicara.

saat itu ponsel Jimin pun berbunyi, ia meraih nya dan itu adalah Nari. Jimin tidak mengangkat nya, ia pun kembali berbaring.

Hana pun keluar dari kamar mandi, melihat Jimin yg sudah bangun "oppa, ponsel mu... "

"hemm, biarkan saja. " ucap nya sembari bangun dan duduk di tepi ranjang. "sudah mati, kau selalu bangun lebih awal" ucap Jimin mengulurkan tangan nya

"emm... " Hana pun meraih tangan Jimin "aku sudah terbiasa. bersih kan dirimu, aku akan membuat sarapan. lalu... " ucapan Hana pun terhenti karena ponsel Jimin yg kembali berbunyi

"aah.... " Jimin pun menghela nafas panjang

Hana pun dapat melihat siapa yg menelfon "angkat lah, atau dia tidak akan berhenti menelfon. aku akan tunggu di bawah"

Jimin pun mengangkat telfon nya "halo... "

"Jimin sayang, aku dengar kau sudah kembali ke Korea. kau benar-benar akan membuat kejutan. " ucap riang suara Nari

"Nari, berhenti menghubungi ku. "

"kenapa...!? Jimin, ayo bertemu. aku sangat merindukan mu"

"tidak bisa. aku hari ini banyak pekerjaan"

"kau baru saja kembali, tapi sudah sibuk. kau memang sibuk atau kau mencoba menghindari ku. baiklah, kalau begitu aku akan datang. "

"apa kau gila!! aku benar-benar sibuk Nari, tolong jangan buat keributan"

"baik, kalau begitu temui aku. " ancam Nari

"hari ini aku benar-benar tidak bisa, aku akan menemui lusa. "

"oke. di kafe biasa nya ya, sampai jumpa sayang. emmuachh.... "

telfon pun terputus, Jimin pun meletakkan ponsel nya sembari memikirkan sesuatu.

*****

"selamat pagi ibu... " sapa Hana dengan ceria melihat ibu nya

"selamat pagi sayang... hei kau sudah bangun, tunggu lah di atas. ibu akan siapkan sarapan"

"apa yg ibu katakan, ayo kita siapkan bersama. apa ibu menganggap ku tamu. "

"bukan begitu sayang, tapi suami mu!! "

"tidak apa-apa bu, nanti dia juga turun. sekarang duduk lah, aku akan memasak. sudah lama sekali aku tidak memasak untuk mu kan" ucap Hana membimbing ibu nya untuk duduk

"hemm, baiklah kalau begitu. "

"oiya bu, apa ada perkembangan dengan penyakit ibu!?? " tanya Hana sembari memasak

nyonya Haeri pun mengambil nafas panjang "sejauh ini tidak ada, tapi mudah-mudahan ada mukjizat suatu hari nanti"

Hana pun tersenyum tipis melihat ibu nya "aku senang ibu tidak mau menyerah, tapi aku juga sedih karena sakit itu masih bersama mu. tapi ibu, percayalah. tidak ada yg tidak mungkin untuk orang yg mau terus berusaha" Hana memegang tangan ibu nya.... S

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!