NovelToon NovelToon
Misi Rahasia Dengan Kode Merah

Misi Rahasia Dengan Kode Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dokter / Permainan Kematian / Psikopat
Popularitas:969
Nilai: 5
Nama Author: `AzizahNur`

Seorang detektif ternama ditugaskan menyelidiki serangkaian kematian aneh yang tampak seperti kecelakaan, kelalaian kerja, bahkan bunuh diri. Namun, di balik kasus-kasus ringan itu, perlahan terbentuk pola yang mengarah pada sesuatu yang tak terduga.

Di tengah penyelidikan, ia bertemu seorang mahasiswi kedokteran yang aneh dan tak biasa. Gadis itu kerap muncul di saat-saat krusial—memberi analisis, menolong di lapangan, dan membantu mengungkap detail yang luput dari penyelidikan resmi. Hubungan mereka tumbuh akrab, meski bayang-bayang masa lalu gadis itu masih menyisakan luka.

Seiring waktu, kasus-kasus berkembang menjadi pembunuhan berantai yang semakin brutal. Kota yang sempat kembali tenang diguncang teror baru, kali ini tanpa upaya menyamarkan kejahatan. Luka-luka serupa tertinggal di setiap korban, seolah sang pelaku ingin dikenali.

Tak ada yang mengira.

apakah ia sedang memburu seorang pembunuh… atau justru telah berjalan di sampingnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon `AzizahNur`, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 : Kemarahan dari kegagalan

Di ruang kerja yang sunyi, hanya detak jam dinding yang menemani. Alexander duduk kaku, sementara Victoria berada tepat di hadapannya, sibuk merawat luka di tangan pria itu. Kain kasa, botol obat, dan perban berserakan di atas meja kayu, seakan menjadi saksi bisu ketegangan yang menggantung di udara.

Sentuhan Victoria begitu lembut, namun ragu-ragu, seakan ia takut menyakitinya. Jemari mungilnya menyapu obat ke permukaan kulit yang memerah, dan sesekali ia menahan napas, memastikan tak ada bagian yang terlewat. Bagi Alexander, rasa perih yang menusuk seakan tak berarti dibanding tatapan serius gadis itu. Ia memperhatikannya, bukan sebagai dokter muda, melainkan sebagai sosok yang diam-diam berhasil mengusik ketenangan pikirannya.

“Kenapa bisa sampai seperti ini?” suara Victoria lirih, nyaris tenggelam oleh keheningan. Matanya menatap luka itu dengan khawatir, meski nada bicaranya terdengar seperti teguran. “Kau tidur di ruang kerja, tapi bangun-bangun dengan tangan seperti ini… sebenarnya apa yang kau lakukan?”

Pertanyaan itu membuat Alexander terdiam sesaat. Ingatannya melayang pada malam sebelumnya, pada kegagalan yang masih membakar dadanya. Ia menoleh perlahan, menatap gadis itu dalam-dalam, seolah mencari celah kebohongan di wajahnya.

“Lalu… kemana kau pergi semalam?” suaranya berat, nyaris seperti tuduhan.

Victoria berhenti sejenak, lalu menghela napas. Dengan tenang ia mengambil gulungan kasa, meletakkannya di sisi meja, kemudian menjawab tanpa menghindari tatapannya. “Aku dapat panggilan darurat dari IGD. Kode biru. Pasien sekarat. Aku langsung ke sana.”

Nada tulusnya memecah keraguan, membuat Alexander terdiam. Gadis ini memang payah jika harus berbohong. Ia begitu lugas, bahkan terlalu jujur. Tak ada celah bagi kebohongan di balik ucapannya.

Perlahan, Victoria mengangkat tangan Alexander, mendekatkannya ke bibirnya. Ia meniup luka itu perlahan, berharap rasa perih sedikit berkurang sebelum membalutnya. Rasa dingin dari tiupan itu bercampur dengan perih yang menancap, membuat Alexander meringis pelan. Ia memalingkan wajah, menekan ujung bajunya dengan tangan satunya, berusaha menahan desah kesakitan yang hampir lolos.

Kini giliran Victoria yang bertanya lagi, suaranya tenang namun penuh rasa ingin tahu. “Sebenarnya… luka ini kau dapat dari mana?” Tatapannya menelusup, seolah ingin menemukan jawaban jujur dari pria di hadapannya.

Alexander hanya menanggapi dengan seringai tipis, tatapan merendah yang penuh sindiran. “Bukan urusanmu.”

Alis Victoria berkerut. Nada keras itu bagai cambuk yang mengenai dirinya. Ia menekan bibirnya, menyelesaikan balutan terakhir dengan cepat, lalu mendengus kesal. “Aku ini dokter. Kalau kau biarkan, lukamu bisa infeksi. Apa kau terlalu angkuh untuk sekadar masuk IGD?”

“Aku sibuk mengejar seseorang.” Jawaban itu terpotong kasar, suaranya dalam, dingin, penuh jarak. “Tak ada waktu untuk hal remeh seperti ini.”

Rasa kesal menumpuk di dada Victoria. Ia bangkit dari kursi, jemarinya menunjuk tepat ke wajah Alexander. “Kenapa kau keras kepala seperti ini?!” Nada suaranya meninggi, bergetar karena emosi yang tertahan terlalu lama.

Alexander menatapnya dengan sorot tajam. Tak biasanya gadis itu berani menentangnya. Dan entah kenapa, melihatnya marah justru memunculkan rasa geli tersendiri dalam benaknya. Sudut bibirnya terangkat. “Kenapa kau begitu bodoh?”

Kata-kata itu menampar Victoria lebih keras daripada teriakan apapun. Ia terdiam, menahan diri agar tidak membalas lebih tajam. Namun, Alexander sudah berdiri, meraih jari mungil yang berani menudingnya. Genggamannya kuat, penuh peringatan.

“Gunakan jarimu dengan benar,” suaranya rendah, penuh ancaman, “sebelum aku membuatmu benar-benar kehilangannya.”

Mata Victoria membesar. Ia cepat-cepat menarik tangannya, jantungnya berdegup keras. Ia tak menyangka pria itu bisa sekeras ini. Aura kemarahannya begitu pekat, seakan ada bara yang siap meledak kapan saja.

“Kenapa… kau jadi semarah ini?” suaranya melemah, hampir berbisik. Ia kembali duduk, merapikan alat medis di atas meja, mencoba menenangkan diri. Namun matanya tetap menatapnya dengan kecewa. “Kalau kau marah… jangan lampiaskan pada orang lain.”

Kata-kata itu menggantung, menusuk lebih dalam daripada yang ia duga. Alexander terdiam. Bayangan semalam kembali menghantam benaknya, bagaimana ia meledak pada semua orang, termasuk asistennya sendiri. Kali ini, entah mengapa, suara Victoria terasa seperti cermin yang memperlihatkan sisi dirinya yang tak ingin ia akui.

1
Vie
lumayan seru juga sebenarnya... penuh dengan rahasia.... 👍👍👍👍
sahabat pena
hey nona sekali lagi tabrakan sama si kuttub Alexander dpt piring pecah loh🤣🤣🤣🤣
sahabat pena
tiba-tiba horor euy pintu ketutup sendiri🤣🤣🤣🤣
sahabat pena
apakah mereka berjodoh? tabrakan untuk ke-dua kali nya 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!