Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Melatih Mereka Dan Kemunculan Selir Jiu zu
Pagi hari mulai melanda, matahari memancarkan sinarnya yang penuh dengan energi positif yang dapat membuat tubuh berenergi serta bersemangat, setelah kejadian tadi malam yang membuat mereka semua terjaga dan baru bisa beristirahat dikala sudah terlalu malam.
Disebuah ruangan yang terlihat sederhana namun mewah seperti kamar seorang pangeran, ada seorang pria yang memiliki lekuk tubuh yang sangat indah dengan dada bidang yang mendukung pesonanya sedang mengasah pedang kesayangannya Shuaige.
"Kurasa sudah waktunya bagi mereka untuk aku asah kemampuan mereka" begitulah ucapnya lalu berjalan keluar dengan membawa pedang yang ia asah
"Salam Yang mulia pangeran, tumben sekali anda bangun sepagi ini" ucap seorang pelayan memberi hormat
"Apa aku tidak diperbolehkan untuk bagun pagi juga" jawab Ling hu
"Maafkan pelayan yang rendahan ini Yang mulia, hukumlah pelayan ini" ucapnya berlutut dihadapan Ling hu
"Aku tidak ada waktu untuk itu"
Ling hu berjalan menuju kamar lain yang ada di paviliun nya, ia ingin masuk tetapi tidak ingin menggunakan pintu melainkan menggunakan jendela kamar mereka.
"Hei...bangun lah segera" ucapnya saat tiba di jendela salah satu orang yang ingin ia latih
"Engg...dimana aku...siapa kau?" tanya Fu suang masih setengah tertidur
"Kau ada di neraka dan aku adalah malikat maut yang akan menghukummu" balas Ling hu menodongkan pedangnya dileher Fu suang yang masih setengah sadar
"Kau berbohong....kau si Ling hu sialan itu, mau apa kau" ketus Fu suang yang sudah dalam keadaan terduduk
"Baguslah kalau kau sudah tau, cepat kau ganti pakaian mu dan kita akan mulai berlatih, aku akan membangunkan yang lain" ucap Ling hu kemudian melompat turun dari jendela kamar Fu suang
'Aneh sekali dia hari ini' pikir Fu suang
Ling hu mulai membangunkan Wu sang, Gin serta Xia xia dengan bantuan dari Shuaige yang mulai membelah diri dan menyerang mereka dalam keadaan setengah sadar itu.
Di tanah lapang yang tak jauh dari paviliun Xue Feng.
"Mengapa kau memutuskan untuk melatih kami seawal ini Hu?" tanya Wu sang yang penasaran akan alasan nya
"Aku rasa memang sudah waktunya untuk kalian memperkuat diri" balas Ling hu "Apakah kalian lihat air terjun disana?"
"Tentu saja, kami punya mata" ucap Gin yang masih kesal karna dibangunkan sepagi ini
"Maka biarkan aku mencopot mata kalian"
"Sudah...jadi latihan seperti apa yang ingin kau berikan pada kami?" ucap Fu suang menengahi perkelahian kecil itu
"Kalian berendam lah dibawah air terjun itu sampai malam, tekanan air terjun bisa menambah kekuatan tubuh kalian" ucap Ling hu santai
"Kau bercanda?!"
"Tidak, aku akan pergi sebentar karna aku ingin melihat keadaan istana saat ini" ucap Ling hu kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga
Ling hu berjalan menuju istana sekedar untuk berkeliling saja.
"Sepi sekali hari ini" ucap Ling hu merasa suasana tidak seasik dulu
"Pangeran!"
Sebuah suara yang membuat Ling hu merasa heran dan segera berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, seorang wanita yang cantik bahkan lebih cantik dari Permaisuri dengan kulit seputih bengkoang, rambut panjang yang dihias dengan sebuah tusuk rambut berbentuk melati tertata rapi dan tidak lupa sebuah pakaian dengan kain yang lebih mahal dibandingkan pakaian yang dibelikan Ling hu untuk Mui.
'Siapa wanita ini, apa urusannya dengan ku?' pikir Ling hu
"Kau..pangeran Ling hu bukan?" tanyanya mendekat kearah Ling hu
"Ya"
"Kau sudah setampan ini astaga, saat kau masih kecil dan masih digandeng oleh Yen ji kemana-mana kau tidak setampan ini" ucapnya yang mulai menyentuh wajah Ling hu dengan tangannya
Ling hu yang memang punya masalah akan risih dengan wanita yang tidak dekat dengan nya atau yang tidak ia kenal mulai sok akrab dengannya seperti mereka sudah kenal lama.
Ling hu menepis pelan tangan wanita itu dan berkata "Kau siapa?"
"Ah maafkan aku, aku adalah selir kelima ayahanda mu, aku selir Jiu zu. kita memang jarang bertemu karna aku baru saja keluar dari istana dingin" ucapnya memperkenalkan diri 'sungguh pangeran yang tampan bahkan lebih tampan dari Ling jiyun'
"Istana dingin? baiklah aku akan pergi" ucap Ling hu yang sudah ingin pergi namun ditahan oleh selir Jiu zu
"Mengapa buru-buru~ kau baru saja bertemu dengan ku, lagipula aku adalah selir termuda di harem kaisar" ucapnya dengan tingkah imut agar dapat menarik perhatian Ling hu
Apa daya, ia mencoba merayu Ling hu yang sekeras batu dan sedingin kutub utara bila berada di dekat perempuan yanh tidak ia kenal, jika dirimu berada disana saat itu maka kau akan melihat selir Jiu zu sedang berbicara dengan batu es.
'Bukannya kata kaisar pangeran Ling hu ini adalah seorang hidung belang, apa pesona ku masih kurang?'' pikir selir Jiu zu
"Pangeran~ apakah kau tertarik dengan ku?~" tanya selir Jiu menunjuk beban besar yang ada di dadanya
"Sedang apa kau?" tanya Ling hu kebingungan
"Apa kau mau minum arak dulu bersama ku?" tanya selir Jiu zu
"Baiklah, tidak masalah bibi" balas Ling hu kemudian ia memimpin jalan
'Bibi katanya?!'
Ternyata kaisar merencanakan untuk membuat Ling hu mabuk dan hilang kendali sehingga ia meniduri selir Jiu zu dan setelah itu orang-orang kaisar akan membunuh selir Jiu zu dan akan menuduh Ling hu yang membunuh selir Jiu zu dan akan mengeksekusi Ling hu secara umum. selir Jiu zu tidak tahu bahwa ia akan dibunuh pada akhirnya.
"Pangeran~ mari kita minum arak di kediaman ku" ajak selir Jiu zu
Di kediaman selir Jiu zu.
Selir Jiu zu menuangkan arak kedalam cangkir kecil yang berada di hadapan Ling hu, dan arak yang dituangnya adalah arak yang sangat kuat.
'Apa lagi rencana si rubah tua itu dengan menggunakan selir kecilnya, biarkan aku bermain-main dengan mu dan aku harap rencana mu tidak mudah aku tebak' batin Ling hu dengan seringai diwajahnya
Selir Jiu zu yang melihat seringai di wajah Ling hu itu mengira bahwa ia berhasil membuat Ling hu tertarik padanya 'tinggal sedikit sentuhan lagi~'
"Silahkan pangeran~"
Ling hu meminum arak yang disediakan itu dalam satu tegukan dan merasa bahwa tidak puas sementara selir Jiu zu merasa bahwa ia menang.
Banyak waktu telah berlalu dan hari mulai petang, Ling hu bukannya mabuk seperti yang diharapkan selir Jiu zu malah ia menghabiskan hampir 20 kendi arak yang dimiliki selir Jiu zu
'Kenapa hidung belang ini belum mabuk! berapa lama lagi aku harus menunggu' kesalnya
'Rubah tua, rencana mu sudah dapat aku tebak sekarang dan aku akui rencana mu sangat bodoh' batin Ling hu "bibi Jiu zu apa kau tidak ingin minum juga?"
"Ah tidak usah, habiskan saja haha" 'toleransi ku terhadap arak sangat rendah dan ia menyuruh ku minum?!' kesal selir Jiu zu
Ling hu sudah tau bahwa orang yang dihadapannya itu memiliki toleransi arak sangat rendah, ia pun memaksa selir Jiu zu meminum satu kendi arak walaupun selir Jiu zu sudah meronta-ronta minta maaf dan menangis saat dipaksa Ling hu.
"Hik...sialan kau hik Ling hu" ucapnya mabuk
"Sekarang kau nikmati malam mu dengan pelayan pria disana dan jangan harap bisa menjebakku dengan arak bodohmu ini" ucap Ling hu meninggalkan selir Jiu zu yang terbaring mabuk di tanah
"Hei kawan, selir Jiu sedang menunggu mu didalam" ucap Ling hu kepada seorang pelayan pria yang dibalas dengan anggukannya
"Tak kurasa menjebak orang begitu menyenangkan, aku rasa aku juga harus menjebak si rubah tua sialan itu" ucap Ling hu dengan tawa mengerikannya
"Astaga! aku lupa dengan mereka!" panik Ling hu
Dan pada malam itu juga, rencana kaisar gagal untuk kedua kalinya.
...🍂🍂🍂...
semanggat