HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Di asrama Winda dengan setia menemani Luna yang sedang menangis tersedu sedu, dia sendiri masih tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Luna setengah jam yang lalu, kalau hubungan Ronald dan Hazel bukanlah saudara, melainkan calon pasutri dan mereka akan meresmikan pertunangan mereka besok malam.
''Lun, yang sabar ya'' ucap Winda memegang kedua bahu Luna yang naik turun karna menangis.
''Hikss,,,, Wind, di sini rasanya sakit sekali'' tangis Luna sembari menepuk nepuk dadanya.
Winda hanya bisa memeluk Luna, dia juga tidak tahu harus melakukan apa, karna Winda sendiri juga belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, jadi dia tidak bisa memberi solusi apapun.
''Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?'' tanya Winda setelah merasa Luna sedikit tenang.
''Aku tidak tahu'' jawab Luna.
Winda mengangguk anggukkan kepalanya, dia faham keadaan Luna saat ini, setidaknya Luna tidak melakukan hal aneh seperti di drama drama itu sudah sangat bersyukur.
Jam tujuh malam tibalah acara perayaan peringatan ulang tahun universitas pamela yang ke tujuh puluh, yang di selenggarakan di aula utama kampus.
Semua mahasiswi yang tidak memiliki kesibukan mereka memilih untuk hadir, karna hanya di acara seperti ini mereka bisa saling adu kecantikan dengan gaun yang mereka kenakan.
Biasanya di acara seperti ini Veronika yang terlihat paling menonjol di antara mahasiswi yang lain, dia selalu memakai gaun yang sangat mewah dan berkelas, tapi malam ini Veronika sudah di pastikan tidak akan hadir, karna dia masih dalam masa skorsing.
Suasana di aula langsung riuh, saat Ronald dan kedua sahabatnya datang, mereka bertiga ketika memakai pakaian formal terlihat sangat berbeda, seperti menunjukkan kalau status mereka bertiga memang dari keluarga yang kaya raya.
''Apa Hazel belum datang?'' gumam Ronald menelisik ke seluruh ruangan mencari keberadaan Hazel tapi tidak ia dapati keberadaannya.
Sedangkan Hazel dan Clara mereka berdua baru saja meninggalkan asrama, kini mereka dalam perjalanan menuju lokasi acara.
''Haiss,,, baru kali ini jalan sejauh ini pakai heels'' gerutu Hazel.
Karna jarak lokasi acara dari asrama sekitar sepuluh menitan, jika di tempuh dengan jalan kaki, di tambah lagi Hazel memakai heels jadi dia tidak bisa lari karna takut jatuh.
''Tadi sudah ada yang mau jemput tapi malah di tolak'' cibir Clara saat mendengar gerutuan Hazel.
Tadi Ronald sudah akan menjemput Hazel, tapi Hazel menolak dengan alasan tidak nyaman jika jadi pusat perhatian.
''Iya sih, tapi aku enggak pernah kefikiran kalau pakai heels ternyata seribet ini'' tukas Hazel.
Clara hanya tertawa saja.
Setelah menempuh waktu sepuluh menit akhirnya Hazel dan Clara sampai juga di lokasi acara, Hazel pikir dengan tidak datang bersama Ronald dia tidak akan menjadi pusat perhatian, tapi ternyata dugaannya salah kedatangannya tetap menjadi pusat perhatian, yang mana membuatnya sesikit merasa tidak nyaman
''Astaga Hazel cantik sekali'' puji salah satu mahasiswi saat Hazel melintas di depannya.
''Iya kamu benar'' sahut temannya yang berdiri di sebelahnya.
Dari jauh David dan Kenzo sama sama menyenggol lengan Ronald, karna melihat sahabat mereka yang terbengong melihat kedatangan Hazel.
''Heh, iya kami tahu calon istrimu cantik, jadi enggak usah bengong kayak gitu'' cibir David.
''Ck'' Ronald hanya berdecak. Lalu dia bergegas menghampiri Hazel.
''Kak Ronald'' Hazel sedikit kaget karna Ronald tiba tiba menghadang jalannya.
''Ayo, kita ke sana'' ajak Ronald sembari mengenggam tangan Hazel dan membawanya ke pojok aula, bergabung bersama David dan Kenzo, dan Clara juga ikut di belakang mereka.
Saat di sela sela berjalan ke arah David dan Kenzo, pipi Hazel di buat bersemu oleh pujian yang di lontarkan oleh Ronald.
''Malam ini kamu cantik banget'' bisik Ronald.
Hazel menundukkan kepalanya, dia tidak ingin kalau Ronald tahu pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.
''Zel, wajah kamu kok merah banget?, kamu sakit?'' tanya David dengan expresi pura pura polos.
''Apaan sih Kak, diam deh'' cetus Hazel yang semakin merasa malu karna ketahuan pipinya bersemu merah.
Sedangkan Kenzo yang semulanya tertawa melihat David menjahili Hazel, kini dia beralih menatap Clara yang berdiri di sisi Hazel.
''Cla, ternyata kamu cantik juga kalau pakai gaun begini'' puji Kenzo.
Mendapat pujian dari Kenzo, seketika Clara langsung menyibakkan rambutnya.
''Oh tentu dong, kalau ada yang bilang aku tidak cantik, berarti matanya rabun'' sahut Clara dengan gaya centilnya.
Kenzo yang gemas hendak menyentuh pucuk kepala Clara, tapi Clara langsung menghindar secepat kilat.
''Kak Kenzo mau apa?, jangan coba coba nyentuh rambutku ya, aku sudah susah payah natanya'' tukas Clara menatap sengit Kenzo.
Kenzo yang semakin gemas dengan tingkah Clara, dengan cepat menarik Clara ke dalam pelukannya, dan menahan kepala Clara di dada bidangnya, tidak perduli dengan Clara yang terus berontak di iringi teriakan dam makian, bagi Kenzo sekarang membuat Clara kesal adalah mood booster nya.
''Kak Kenzo lepas, ih,, rambutku rusak'' teriak Clara sembari berontak di dalam pelukan Kenzo.
''Enggak mau'' sahut Kenzo dengan tersenyum puas.
Clara yang sudah marah dan kesal, dia akhirnya mengambil jurus terakhirnya dengan menginjak kaki Kenzo menggunakan heelsnya, dan seketika Kenzo langsung melepaskan Clara.
Aduhh
Aduhh
Rintih Kenzo memegangi ujung kakinya yang terasa nyeri.
Clara yang masih belum puas, dia menarik rambut Kenzo sekuat tenaga.
Sretttt
''Aduh, Cla, sakit, ampun ampun'' ringis Kenzo.
''Rasain, suruh siapa cari gara gara'' ketus Clara yang terlihat sekali jika sangat kesal.
Mereka berdua tidak sadar, kalau keributan yang mereka buat menjadi pusat perhatian orang orang di aula itu, mereka kaget melihat Kenzo yang ternyata juga bertingkah jail pada Clara.
Sedangkan Hazel, Ronald dan David sudah mulai terbiasa melihat Kenzo yang akhir akhir ini sering menjahili Clara, dan mungkin hal itu di mulai setelah acara pikinik saat itu, mereka sering mendapati Kenzo menjahili Clara jika mereka bertemu.
''Kak, apa Kak Kenzo orangnya memang suka jahil?'' tanya Hazel.
''Tidak'' jawab Ronald dan David bersamaan.
Mereka bertiga kini tengah menjadi penonton pergulatan kecil Kenzo dan Clara.
''Kenzo orangnya tidak suka usil, apa lagi usilnya sama lawan jenis, tapi mungkin Clara sebagai pengecualian'' ucap David.
''Mungkin dia mulai merasa nyaman dengan sahabat kamu'' sela Ronald.
Hazel langsung menoleh pada Ronald yang berdiri di sisi kanannya. ''Maksud Kak Ronald, Kak Kenzo suka sama Clara?'' tanya Hazel dengan expresi terkejut.
''Mungkin''
Acara perayaan ulang tahun universitas usai tepat jam sebelas malam, dan selama acara berlangsung Luna sama sekali tidak muncul di lokasi.
Sedangkan di sebuah taman pusat kota, Luna duduk seorang diri di bangku taman, dia sengaja tidak hadir di acara karna masih larut dalam kesedihannya.
Karna hari sudah semakin larut, Luna memutuskan untuk kembali ke asrama, dia kembali dengan menggunakan taksi yang sudah di pesannya melalui aplikasi di ponselnya, dan saat di pertengahan jalan Luna tidak sengaja mendapati Hazel bersama seorang pria paruh baya berdiri di depan teras hotel.
''Itukan Hazel, dia sama siapa?'' gumam Luna.
Luna yang penasaran akhirnya meminta sopir taksi untuk berhenti dan menunggunya sebentar, setelah itu dia turun dan mengikuti Hazel, dan Luna mengerutkan keningnya melihat Hazel dan pria paruh baya itu masuk ke dalam lobi hotel, lalu berdiri di depan pintu lift, dan yang membuat Luna terkejut, dia melihat Hazel bertingkah manja di depan pria paruh baya itu, begitu juga dengan pria paruh baya itu yang mencium kening Hazel dengan lembut.
''Ti,,tidak, aku harus memberitahu ini pada Ronald, agar dia tidak tertipu dengan wajah cantik Hazel'' gumam Luna, dia hendak mengambil gambar Hazel dengan pria paruh baya itu, tapi sayangnya batrai ponselnya habis, akhirnya dia hanya terpaksa pulang dengan tangan kosong, tapi Luna sudah bertekat untuk memberitahu Ronald tentang apa yang dia lihat barusan.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....