Pertemuan antara widia dengan angga, pria yang merenggut kesuciannnya yang membuat hidupnya hancur. Yang membuat dia harus berpisah dengan kekasih yang sangat widia cintai.
Lalu setelah 8 tahun berlalu dia kembali bertemu dengan angga pria yang telah menghancurkan masa depannya.
Perlahan cinta antara widia dan angga. Akankah angga dan widia bisa bahagia, atau malah sebaliknya.
Bagaimana kisah Cinta widia dan angga selanjutnya.
Ig:@KismiBebby.
Jangan Lupa like dan Votenya. Agar author semakin semangat membuat novelnya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.33
Terlihat keringat widia bercucuran, entah kenapa dia takut jika dirinya benar sedang mengandung tapi kita lihat saja nanti dengan tespek tersebut.
Terlihat tubuh widia gemetar, dan air mata mengalir deras dari ujung matanya, di tangan kanannya terdapat sebuah benda yang tak lain adalah tespek kehamilan.
Widia terus memandang benda tersebut, dengan bibir gemetar.
"Gak mungkin, aku gak mungkin hamil." Ucap widia sambil menangis.
Dia tak kuasa menahan tangisannya saat mengetahui jika dirinya tengah hamil.
"Kenapa aku hamil anak ini, kenapa!" Ucap widia sambil memukul-mukul perut.
"Aku benci kamu, aku benci." Widia terus memukul-mukul perutnya. "Kebahagiaan yang sedang ku rasakaan langsung sirna." Ucap widia sambil terus menangis.
Dan untungnya sekarang ibunya sedang tak ada di rumah jika ada, mungkin ibunya akan syok saat mengetahui kehamilan widia.
"Apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan pada mas irwan dan ibu." Ucap widia, dia bingung bagaimana menjelaskan ini semua pada mereka berdua dan widia tak sanggup melihat wajah kecewa irwan padanya.
Aborsi.
1 kata itu yang kini terngiang di kepala widia.
"Aborsi, yah aborsi aku harus gugurkan kandungan ini bagaimana pun caranya."
Lalu widia memikirkan cara menggugurkan kandungannya, apakah ke dokter untuk mengaborsi atau membeli obat penggugur kandungan.
Saat widia tengah memikirkan cara mengugurkan kandungannya, terdengar handphonenya berbunyi.
Drettt, dretttt, drettt.
Dan di lihatnya nama yang tertera di layar ponselnya.
"Mas irwan." Ada rasa senang saat irwan menelponnya tapi ada rasa sedih jika mengingat akan kehamilannya.
Lalu widia mengangkat telpon dari irwan.
"Hello mas,"
"Hello wi, kamu dimana?"
"A..ku di rumah."
"Nanti sore aku jemput yah, kita pilih gaun buat acara pernikahan kita."
Seketika air mata widia menetes, dia tak sanggup jika harus membohongi irwan seperti itu.
"Wi? wi?"
"Ah, iya mas."
"Kamu kenapa? kamu sakit wi."
"Iyah mas, sedikit pusing jadi kayaknya aku gak bisa ikut buat pilih gaun mas."
"Ya udah gak papa, lain kali aja kita pilih gaunnya jika kamu udah sembuh."
"Iyah mas, ya udah aku tutup dulu yah telponnya, aku mau istirahat dulu."
"Ya udah wi."
"Assalamu'alaikum mas."
"Wa'alaikum salam widia."
Seketika tubuh widia langsung abruk di lantai, dia tak kuasa menahan tangis. Mimpinya untuk bisa bersama orang yang di cintainya telah pupus sudah. Semua karena pria brengsek itu telah menanamkan benihnya di rahim widia.
Terlihat widia sudah putus asa, jika waktu bisa di putar mungkin widia tak akan melakukan hal konyol seperti itu, hal konyol yang kini telah merusak kebahagiaanya.
Lalu widia melihat handphonenya dan mencari di google tentang obat penggugur kandungan, dan informasi yang dia inginkan rupanya ada.
"Testimoni." Ucap widia saat melihat salah satu obat yang ada di google dan untungnya bisa di pesan.
Dengan penuh harapan widia langsung memesan obat tersebut, meski harganya terbilang mahal tapi widia tak peduli yang terpenting sekarang adalah untuk menggugurkan anak pria brengsek itu.
Widia berharap jika obat yang di pesanya akan manjur, meski widia tahu jika menggugurkan kandungan itu adalah perbuatan dosa tapi hati widia telah tertutupi oleh rasa marah dan penyesalan.
Kini widia tinggal menunggu datangnya obat yang dia pesan, dan untuk sementara waktu widia harus bertingkah seperti biasa jangan sampai ibunya tahu jika dirinya sedang mengandung.
sedangkan hukum buat alat musik dan musik itu sendiri adalah harom'
dan di tambah dengan Joget" di depan para Ikhwan 😥 miris