Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKIBAT SALAH SERVER (33)
Penulis: Linda Lubi
"Iya, Mak." Nurdin yang baru saja selesai mandi, duduk di kursi makan.
Ia mengambil nasi goreng buatan Emak. Kebetulan lauknya irisan telur dadar. Kopi pun sudah tersedia di meja.
Emak membuka daun pulut panggang. Emak sarapan hanya dengan pulut panggang dan kopi saja. Nurdin tak melihat kalau ada pulut panggang. Kalau tau begitu, mending ia makan pulut panggang juga.
Ia sudah terlanjur mengambil nasi goreng buatan Emak. Nanti kecewa pula Emak kalau tidak jadi dimakan. Padahal nasi goreng buatan Emak sangat enak.
"Nanti Emak mau kondangan dulu di kampung sebelah, baru ikut live lagi, ya. Habis sarapan ini Emak Live sebentar saja. Emak nggak lama kok. Nanti juga pergi rame-rame sama ibu-ibu sini." Emak kayak bunglon.
Nurdin melihat Emak pagi ini terlihat tua. Padahal Emak masih terlihat muda biasanya. Umurnya yang sudah 56 menjelang 57 tahun, biasanya terlihat seperti 40-an. Apa karena Emak banyak pikiran pagi ini. Apa mikir Salima dan Tampan?
"Iya, Mak." Nurdin menyuapi nasi gorengnya.
Untuk urusan mencuci dan beres-beres rumah, Nurdin dibantu oleh saudara jauh Emak yang kebetulan tinggal di kampung ini juga. Semenjak tak ada Salima, rumah jadi berantakan. Nurdin tak ingin Emak capek.
Dulu Salima tidak mau ada yang bantu-bantu di rumah. Alasannya ia masih sanggup mengerjakannya sendirian. Sedangkan Emak tidak mengkin lagi sanggup sendirian mengerjakan itu semua. Apalagi Emak sudah capek ikut Live sebagai konten kreator.
Urusan masak, baru Emak. Kecuali Emak kecapean, mereka pesan gofood aja. Atau Nurdin beli di luar. Gampang lah itu. Yang penting Emak sehat.
Kalau orang nggak kenal Nurdin dan Emak, dipikir mereka adik kakak saat live. Bahkan ada yang mikir mereka pasutri. Emak dikira dapat berondong. Emak pasti mencak-mencak kalau ada komen seperti itu.
"Dasar warganet durhaka. Bisa-bisanya bilangin Emak dapat berondong. Sini kalau berani! Lamar Emak. Biar dapatkan kamu aja jadi berondong Emak." Kalau nggak ingat dapat cuan, udah Emak banting HP Nurdin. Bikin emosi aja netizen.
Emak sebisa mungkin untuk tidak bar-bar saat Live. Mulut netizen sepedes mulut tetangga. Emak dan Nurdin dihadiahi netizen topi, harimau, paus dan banyak lagi. Alhamdulillah penghasilan Nurdin bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta dari berbagai platform konten-nya.
"Mak, kita Live jam 9 aja, ya. Nurdin ingin ngopi dengan santai. Bukan tergopoh-gopoh."
Emak ya setuju saja. Malah Emak jadi punya waktu untuk berhayal. Dikira cuma Nurdin saja yang bisa berhayal. Emak juga. Kan Nurdin nurun dari Emak, tukang hayal.
Seorang bocah laki-laki berkisar usia 10 tahun masuk ke rumah tanpa mengucapkan 'Assalammualaikum'.
Mukanya kok familiar begitu? Cenderung fotocopy-an Nurdin. Ia memakai outfit kaos lengan pendek hijau dan memakai celana panjang katun berwarna hitam. Apa jangan-jangan memang anak Nurdin?
"Maknekkk....." Bocah laki-laki itu mendekat dan ingin mencekiknya.
"Tunggu, kamu siapa?" Emak bangkit dari kursi.
Bocah itu berhenti mendekat. Ia menatap Emak penuh dengan tatapan kebencian. Emak mundur selangkah dan tak melihat Nurdin di sebelahnya lagi. Padahal Nurdin sedang menikmati kopi tadi. Kemana dia?
"Aku, Tampan. Aku cucu, Maknek." Bocah laki-laki itu ingin mencekik Emak lagi.
"Apa? Tampan? Aaa...aaa... aaa....." teriak Emak sambil menutup wajahnya.
"Makkk...Emakkk." Nurdin mengguncang bahu Emak.
Emak membuka tangannya dari wajahnya lalu melihat ke depan dan ke seluruh ruangan. Emak cengingisan melihat Nurdin. "Din, hehehe, Emak melihat Tampan sudah besar dan ingin mencekik Emak." Sulit dibedakan antara ngelindur dan halu.
"Emak kebiasaan, deh. Bikin Nurdin kaget aja." Nurdin menyeruput kopinya lagi.
Emak jadi takut jika Tampan membencinya dikarenakan jauh dari Nurdin. Tapi untuk saat ini tak ingin melihat Nurdin sengsara dikarena-kan kecemburuan Salima yang tak mendasar itu. Emak jadi kepikiran.
"Apa aku keterlaluan?" Emak membatin.
Emak mau ke kamarnya. Ganti baju. Nggak mungkin juga pakai daster saat Live. Emak mau kelihatan fresh agar Nurdin tidak malu. Nurdin pasti tak ingin melihat Emaknya kucel.