Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 33: Di Ambang Kehilangan
Udara… berubah.
Bukan lagi sekadar tekanan.
Namun sesuatu yang lebih dalam.
Lebih berat.
Lebih… asing.
Seolah dunia di sekitar Kael mulai menjauh darinya.
Bayangan yang Tidak Terkendali
Kael berdiri di tengah kehancuran.
Puing-puing bangunan berserakan.
Debu masih beterbangan.
Namun di sekelilingnya—
energi hitam berputar perlahan.
Tidak stabil.
Tidak jinak.
Bayangan di bawah kakinya bergerak.
Bukan mengikuti.
Namun… bereaksi sendiri.
Menjulur seperti makhluk hidup.
Menggeliat.
Mencari sesuatu.
Raven yang berdiri beberapa meter darinya langsung menyadari perubahan itu.
Matanya menyipit.
Tatapannya tajam.
“…Ini bukan cuma kekuatan lagi.”
Angin berhenti.
Suara kota menjauh.
Semua terasa… teredam.
Sistem Kael muncul.
Namun kali ini—
layarnya bergetar.
[SISTEM ECLIPSE]
PERINGATAN
Sinkronisasi tidak stabil
Resiko kehilangan kendali meningkat
Kael memegang kepalanya.
Napasnya berat.
Denyut jantungnya terdengar jelas di telinganya sendiri.
“…Aku masih… sadar.”
Namun bahkan ia tahu—
itu tidak sepenuhnya benar.
Pemimpin Noctis Veil
Di depan—
pemimpin itu masih terikat oleh bayangan.
Namun ekspresinya…
tenang.
Tidak panik.
Tidak tertekan.
Ia hanya menatap Kael.
Dengan senyum tipis.
Seolah melihat sesuatu yang sudah lama ia tunggu.
“…Ya.”
“…Itu dia.”
Kael menatap balik.
Matanya dingin.
Namun jauh di dalam—
sesuatu bergerak.
Menggerus.
Mendorong.
“…Diam.”
Bayangan di sekitar pemimpin itu mengencang.
Menekan lebih kuat.
Tanah di bawahnya retak.
Namun—
tiba-tiba—
bayangan itu berhenti.
Lalu bergerak liar.
Target Baru
Beberapa tentakel bayangan melesat—
bukan ke arah musuh.
Namun—
ke arah Raven.
WHOOSH
Raven bereaksi instan.
Ia melompat mundur.
Pedangnya menahan.
CLANG
Percikan energi hitam menyebar.
Matanya melebar sedikit.
Namun hanya sesaat.
“…Kael.”
Tidak ada jawaban.
Distorsi Realitas
Udara di sekitar Kael mulai terdistorsi.
Seperti panas yang membengkokkan pandangan—
namun lebih gelap.
Lebih dalam.
Bayangan di lantai memanjang.
Menelan cahaya.
Beberapa pecahan kaca di tanah—
perlahan melayang.
Tertarik ke arah Kael.
Seolah gravitasi berubah.
Retakan dalam Diri
Di dalam kesadarannya—
Kael berdiri.
Sendiri.
Tidak ada kota.
Tidak ada suara.
Tidak ada cahaya.
Hanya kegelapan.
Tak berujung.
Langkahnya menggema.
Namun tidak ada lantai.
Tidak ada arah.
Dan di sana—
sesuatu berdiri.
Tidak memiliki bentuk pasti.
Kadang seperti manusia.
Kadang seperti bayangan.
Kadang… seperti sesuatu yang tidak bisa dipahami.
Kael menegang.
Namun tidak mundur.
“…Kau siapa?”
Tidak ada jawaban.
Namun kehadirannya—
cukup untuk membuat ruang itu terasa lebih berat.
Dunia Nyata
Tubuh Kael bergerak.
Tanpa perintah.
Ia melangkah.
Satu langkah.
CRACK
Tanah di bawahnya pecah.
Langkah kedua—
bayangan menyebar lebih luas.
Menelan seluruh atap gedung.
Langkah ketiga—
tekanan meningkat drastis.
Beberapa Hunter di kejauhan—
langsung jatuh berlutut.
“…Apa… itu…?”
Sistem Mencapai Batas
[SISTEM ECLIPSE]
Sinkronisasi: 68%
Status: Melebihi batas aman
Layar sistem berkedip.
Seolah hampir mati.
Raven Bergerak
Raven menarik napas dalam.
Matanya berubah.
Lebih tajam.
Lebih dingin.
Ia membuat keputusan.
Tanpa ragu.
“…Maaf.”
Ia melesat.
Kecepatan penuh.
Pedangnya menyala terang.
Aura Rank S meledak.
Targetnya—
Kael.
SLASH
Serangan itu mengenai.
Namun—
tertahan.
Bukan oleh Kael.
Namun oleh bayangan.
Lapisan demi lapisan bayangan muncul.
Menahan serangan Raven.
Tanpa perintah.
Raven mendarat.
Wajahnya serius.
“…Jadi harus pakai cara keras ya.”
Pemimpin Tertawa
Di tengah bayangan—
pemimpin Noctis Veil tertawa pelan.
“…Indah.”
Ia menatap Kael.
Matanya berbinar.
“…Ini bukan kekuatan.”
“…Ini kebangkitan.”
Ledakan Energi...
Kael mengangkat kepalanya perlahan.
Gerakannya kaku.
Seolah bukan miliknya sendiri.
Matanya—
tidak sepenuhnya miliknya lagi.
“……”
Energi di sekelilingnya meledak.
BOOOOOOM
Gelombang kejut menyapu area.
Gedung retak.
Jalanan hancur.
Udara bergetar hebat.
Bahkan—
Rift di atas—
ikut bergetar.
Retakannya melebar sedikit.
Pilihan
Raven berdiri di tengah badai energi.
Pakainya robek sedikit.
Namun ia tidak mundur.
Matanya fokus.
Hanya ke satu orang.
“…Kalau aku tidak hentikan dia sekarang…”
Ia mengencangkan grip pedangnya.
Ototnya menegang.
“…dia akan jadi bencana yang lebih besar dari Rift.”
Dalam Kegelapan...
Kembali ke dalam kesadaran Kael—
Sosok itu mendekat.
Langkahnya tidak terdengar.
Namun jaraknya… semakin dekat.
Kini lebih jelas.
Lebih nyata.
Kael tetap berdiri.
Tidak mundur.
“…Kau bagian dari Eclipse?”
Sunyi.
Namun kali ini—
jawaban datang.
Bukan suara.
Namun…
langsung ke pikirannya.
“Aku adalah… yang tersisa.”
Kael terdiam.
Makna dari kata itu—
berat.
Seolah membawa sesuatu yang sangat lama.
Sangat dalam.
Penutup
Di dunia nyata—
Raven melangkah maju lagi.
Lebih siap.
Lebih serius.
Pedangnya terangkat.
Di langit—
Rift semakin tidak stabil.
Cahaya gelap terus mengalir.
Di tengah—
Kael berdiri.
Di antara dua dunia.
Manusia.
Dan sesuatu yang lebih gelap.
Dan untuk pertama kalinya—
pertarungan itu bukan hanya tentang musuh.
Tapi tentang—
siapa dirinya sebenarnya.