NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langit Abadi

Angin sore berhembus pelan menyapu halaman luas Sekte Tianmo. Sinar matahari mulai condong ke barat, memancarkan cahaya keemasan yang menerangi bangunan-bangunan megah yang kini sedang dalam proses pemugaran. Ye Chen berdiri di atas sebuah tebing tinggi yang menghadap langsung ke seluruh area sekte, tangannya terlipat di belakang punggung. Tatapannya dingin, datar, tanpa emosi berlebih, namun matanya yang tajam mengamati setiap detail di bawah sana. Di kejauhan, terlihat para murid baru yang baru saja diselamatkan dari pengaruh Mo Tianxie sedang berlatih dengan sungguh-sungguh. Mereka yang dulu menjadi alat kejahatan, kini memiliki kesempatan kedua untuk mengubah nasib. Namun, pemandangan itu justru memicu sebuah pemikiran mendalam di benaknya. Ye Chen menundukkan pandangan sedikit, alisnya berkerut tipis.

"Setiap kali musim semi tiba atau setelah peristiwa besar, semua sekte besar pasti akan membuka pintu gerbang untuk menerima murid baru, Sekte Hua Shan, Sekte Qing Yun, bahkan sekte-sekte kecil lainnya... mereka akan berlomba-lomba mencari bibit unggul untuk meneruskan warisan mereka." Gumam Ye Chen pelan namun jelas.

"Sekte Tianmo juga tidak bisa tinggal diam. Jika kami ingin menjadi kuat dan menjaga kestabilan Alam Bawah, kami butuh darah baru. Tapi..." Lanjutnya dengan nada serius.

"Cara kami tidak bisa sama dengan mereka. Sekte Jalan Kebenaran selalu berbicara tentang kebaikan mutlak, kesucian, dan aturan kaku. Mereka menerima murid dengan syarat ketat, mencari yang memiliki akar qi terbaik dan latar belakang yang bersih" Ucapnya dengan nada merendahkan.

"Aku tidak butuh itu. Bagi mereka, aku adalah Iblis. Mereka melihat Sekte Tianmo sebagai tempat kejahatan. Tapi mereka tidak tahu... kejamnya aku dan murid-muridku hanya ditujukan pada musuh, pada mereka yang berniat jahat, pada mereka yang mengancam nyawa dan kehormatan kami" Ucapnya dengan tegas dan penuh keyakinan.

Ye Chen perlahan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pemandangan luas di bawah sana. Saat itu juga, aura dingin yang pekat dan misterius mulai memancar keluar dari setiap pori-pori tubuhnya, semakin kuat dan semakin pekat, namun tetap terkontrol sempurna sehingga tidak menekan atau menyakiti orang-orang di sekitarnya, melainkan hanya memberikan kesan agung dan tak terjangkau.

"Kepada orang yang tidak bersalah, kepada mereka yang membutuhkan perlindungan, atau kepada murid yang setia... kami bisa jauh lebih hangat daripada sekte manapun. Kami bisa menjadi seperti malaikat pelindung yang sesungguhnya. Mereka mengajarkan kebaikan dengan mulut. Kami membuktikan keadilan dengan pedang dan tindakan. Mereka menolak orang yang memiliki masa lalu kelam. Kami justru akan menerima mereka, memberi tempat untuk bangkit dan membuktikan diri" Ucapnya dengan suara yang dalam dan penuh wibawa, memancarkan keyakinan yang tak tergoyahkan.

"Biarlah dunia memanggil kami Iblis atau Monster. Selama kami melakukan apa yang benar dan melindungi yang lemah, maka nama itu akan menjadi gelar kehormatan bagi kami. Kami tidak butuh pujian dari orang munafik, kami hanya butuh kepercayaan dari mereka yang kami lindungi" Tambahnya dengan tatapan tajam yang menembus jauh ke angkasa.

Tiba-tiba, sebuah ide brilian namun penuh risiko melintas cepat di benaknya, seperti kilat yang menyambar di tengah malam gelap. Ekspresi wajahnya yang sempat terlihat tegas kini kembali berubah menjadi datar dan dingin, namun matanya memancarkan cahaya tajam yang menunjukkan bahwa sebuah rencana besar telah terbentuk sempurna di dalam pikirannya.

"Identitas sebagai Kaisar Iblis dan markas asli Sekte Tianmo harus tetap menjadi rahasia terbesar. Jika semua orang tahu di mana kami berada, bahaya akan terus datang. Perang tidak akan pernah berhenti. Aku butuh sebuah topeng. Aku butuh sebuah wadah baru yang bisa bergerak di permukaan tanpa menimbulkan kecurigaan" Ucapnya pelan namun setiap kata terasa berat dan penuh perhitungan, seolah sebuah taktik besar sedang disusun.

"Dunia ini terlalu berisiko untuk menampakkan seluruh kartu yang kita miliki. Biarkan mereka melihat apa yang ingin mereka lihat, sementara kekuatan sesungguhnya tetap tersembunyi di balik bayang-bayang. Saat mereka menyadari siapa kami sebenarnya... saat itulah permainan akan berakhir dengan kemenangan mutlak di pihak kita" Tambahnya dengan senyum tipis yang penuh makna.

Dengan langkah yang ringan namun penuh wibawa, Ye Chen turun dari tebing. Setiap injakan kakinya seolah memberikan tekanan tak terlihat ke tanah, memancarkan aura seorang pemimpin yang tak tertandingi. Dia berjalan menuju Aula Iblis Kuno, tempat di mana para pemimpin sekte telah menunggu dengan penuh ketegasan. Di dalam aula yang megah dan khidmat itu, Ye Chen duduk tegak di atas singgasana utama. Wajahnya dingin dan datar tanpa ekspresi, sementara di bawahnya berdiri Liu Wening yang telah pulih sepenuhnya, serta para pembesar lainnya seperti Qiu Feng, Meng Huo, Master Chen, dan Ye Tianian semua menunduk hormat menunggu perintah.

"Bagaimana situasi di wilayah utara?" Tanya Ye Chen, suaranya rendah namun bergema jelas di setiap sudut ruangan, menembus hingga ke telinga semua orang yang hadir.

"Beritaku mengatakan bahwa wilayah itu mulai tenang setelah kepergian Pasukan Kematian Abadi, tapi aku ingin mendengar laporan langsung dari kalian. Pastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat," Tambahnya dengan tatapan tajam yang menuntut kejujuran mutlak.

"Lapor Kaisar Iblis. Setelah kehancuran markas Pasukan Kematian Abadi, wilayah utara menjadi jauh lebih tenang. Banyak sekte kecil yang merasa lega dan mulai berani beraktivitas kembali. Namun..." Ujar Liu Wening dengan nada hormat namun wajahnya tampak sedikit serius.

"Namun apa?" Desak Ye Chen dengan tegas, sepasang matanya memancarkan cahaya tajam yang seolah mampu menembus hingga ke dalam hati seseorang.

"Namun, banyak sekte lain yang mulai waspada. Mereka merasakan pertarungan energi yang dahsyat beberapa hari lalu. Rumor mulai menyebar, ada yang mengatakan kekuatan baru telah bangkit, ada juga yang menduga bahwa Sekte Tianmo benar-benar telah kembali dengan kekuatan penuh. Ini bisa menjadi pedang bermata dua" Jelas Liu Wening dengan hati-hati, menyampaikan analisisnya secara lugas dan penuh perhitungan.

"Itu wajar. Kekuatan besar pasti akan menarik perhatian. Tapi kita tidak bisa bersembunyi selamanya di balik gunung. Kita harus bergerak maju" Ucap Ye Chen dengan tenang namun penuh keyakinan, suaranya bergema tegas di seluruh aula.

"Biarkan mereka membicarakan kita. Semakin mereka takut, semakin besar rasa hormat yang akan mereka berikan nanti. Waktunya telah tiba untuk mengubah tatanan dunia ini, dan kita akan menjadi pelopor perubahan itu" Tambahnya dengan tatapan yang membara, memancarkan ambisi yang tak terbatas.

"Aku punya rencana besar. Segera setelah urusan internal selesai, kita akan membuka penerimaan murid baru secara besar-besaran" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan penuh wibawa, matanya memancarkan cahaya tekad yang kuat.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan yang ada saat ini. Alam Bawah luas dan bahaya selalu mengintai dari segala arah. Kita butuh darah baru, bakat-bakat baru yang akan menjadi tulang punggung kekuatan kita di masa depan dan meneruskan warisan Sekte Tianmo" Tambahnya dengan tegas.

"Wah! Itu ide yang luar biasa, Kaisar!" Seru Meng Huo dengan mata berbinar dan semangat yang meledak-ledak, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

"Dengan begitu kita bisa punya lebih banyak saudara seperjuangan! Pasukan kita akan menjadi semakin besar dan kuat!" Tambahnya sambil memukul pelan dadanya yang bidang.

"Tapi... bagaimana caranya?" Tanyanya kemudian dengan wajah yang sedikit berubah menjadi serius, alisnya berkerut memikirkan risikonya.

"Tentu tidak di sini" Jawab Ye Chen dengan nada datar dan dingin, seolah jawaban itu sudah sangat jelas dan pasti.

"Markas utama Sekte Tianmo adalah tempat suci dan pusat kekuatan kita. Tidak boleh sembarangan orang asing bisa masuk. Kita akan membangun tempat baru yang terpisah, sebuah topeng yang akan menjadi wajah kita di mata dunia" Tambahnya dengan tatapan tajam yang penuh strategi.

"Saya di sini, Pemimpin!" Seru Qiu Feng dengan sigap, tubuhnya langsung tegak kaku seperti pedang yang terhunus, matanya bersinar penuh antusias siap menjalankan tugas.

"Perintah apa pun yang ada, serahkan saja pada saya! Saya pastikan akan diselesaikan dengan sempurna tanpa ada satu pun kesalahan!" Tambahnya dengan penuh keyakinan dan rasa hormat yang mendalam.

"Siapkan pasukan pembangun. Cari lokasi yang strategis, tidak terlalu jauh tapi juga tidak terlalu dekat dengan sekte. Sebuah lembah yang subur atau dataran tinggi yang mudah dijangkau orang luar. Aku ingin kau membangun sebuah sekte baru di sana" Perintah Ye Chen dengan tegas dan berwibawa, suaranya berat bak genderam guntur.

"Pastikan tempat itu memiliki pemandangan yang megah dan aura yang kuat, cukup untuk menampung ribuan murid dan menjadi kebanggaan baru bagi nama kita. Jangan beri alasan bagi siapa pun untuk meremehkan kita" Tambahnya dengan tatapan dingin yang penuh harapan tinggi.

"Sekte baru? Maksud Kaisar..." Tanya Master Chen dengan bingung, mengerutkan kening.

"Aku akan memberinya nama... Sekte Langit" Ucap Ye Chen tenang namun tegas, setiap kata jatuh dengan bobot yang berat dan menentukan.

"Di permukaan, itu akan menjadi sekte independen yang baru berdiri. Tidak ada hubungannya dengan Sekte Tianmo. Tidak ada simbol iblis, tidak ada aturan gelap. Hanya akan terlihat seperti sekte biasa yang mencari murid" Lanjutnya dengan nada dingin yang penuh strategi.

"Di sana, kita akan menggunakan nama dan citra yang berbeda. Biarkan dunia melihat apa yang ingin mereka lihat, sementara akar kekuatan kita tetap tertanam kuat di sini. Itu akan menjadi perisai sekaligus tombak bagi kita di masa depan"Tambahnya dengan tatapan tajam yang memancarkan kecerdasan luar biasa.

"Maksud Kaisar... Sekte Langit ini akan menjadi sayap depan kita? Tempat untuk merekrut bakat-bakat baru tanpa mengungkap identitas asli kita?" Tanya Liu Wening dengan mata berbinar, otaknya bekerja cepat hingga akhirnya ia sepenuhnya mengerti strategi jenius itu.

"Jadi di sana kita akan menyaring bibit unggul, dan hanya mereka yang benar-benar berbakat, setia, dan memiliki hati yang kuat yang akan dibawa ke sini untuk menerima ajaran sesungguhnya? Itu rencana yang sempurna!" Tambahnya dengan nada kagum.

"Tepat sekali" Jawab Ye Chen sambil mengangguk pelan, wajahnya tampak puas melihat pemahaman Liu Wening yang begitu cepat.

"Identitasku sebagai Kaisar Iblis dan pusat kekuatan Sekte Tianmo harus tetap menjadi rahasia. Di Sekte Langit nanti, aku akan muncul sebagai Pemimpin Sekte biasa, atau mungkin menggunakan nama samaran. Hanya mereka yang benar-benar setia dan memiliki bakat luar biasa yang akan tahu kebenarannya dan dibawa ke sini untuk menerima ajaran sesungguhnya" Lanjutnya dengan tegas.

"Dengan cara ini, kita bisa menyaring emas dari tanah liat. Mereka yang layak akan mendapatkan segalanya, sementara yang lain cukup tahu bagian yang boleh mereka ketahui. Rahasia adalah fondasi terkuat dari sebuah kekuatan" Tambahnya dengan tatapan dingin yang penuh wibawa.

"Saya mengerti!" Seru Qiu Feng sambil mengangguk penuh semangat, kedua matanya berbinar terang karena antusiasme yang meledak.

"Saya akan segera memerintahkan orang-orang untuk mencari lokasi terbaik dan mulai membangun! Saya pastikan akan menjadi sekte yang megah dan menakjubkan yang akan membuat seluruh dunia tercengang!" Tambahnya dengan keyakinan yang membara.

"Tapi, ada aturan penting mengenai penerimaan murid baru ini. Dengarkan baik-baik" Ucap Ye Chen dengan suara yang tiba-tiba menjadi berat dan serius, memancarkan otoritas mutlak yang membuat seluruh ruangan menjadi hening seketika.

"Prinsip kita berbeda dengan sekte lain. Di sini, kita tidak hanya mencari yang kuat, tapi juga mencari yang memiliki hati yang benar. Segala sesuatu akan aku putuskan sendiri, dan tidak ada yang boleh melanggar garis yang telah aku tetapkan" Tambahnya dengan tatapan tajam yang menuntut kepatuhan total.

"Aturanku berbeda. Di Sekte Langit dan tentu saja di Sekte Tianmo, kami tidak peduli asal-usulmu. Tidak peduli kau adalah anak petani, anak pembunuh, pengemis, atau orang buangan. Selama kau memiliki hati yang teguh, keinginan untuk menjadi kuat, dan mau mematuhi aturan... kami akan menerimanya" Ucap Ye Chen dengan suara yang tegas dan berat, memancarkan filosofi jalan Iblis yang berbeda dari dunia persilatan umum.

"Kami tidak memandang siapa orang tuamu atau apa masa lalumu. Di sini, masa lalu hanyalah sejarah. Masa depan dan kesetiaan lah yang menentukan segalanya. Kami memberikan kesempatan bagi mereka yang sudah putus asa untuk bangkit kembali" Tambahnya dengan tatapan tajam yang penuh keyakinan.

"Lalu bagaimana dengan moral, Kaisar?" Tanya Ye Tianian pelan, suaranya berat dan penuh kehati-hatian.

"Kita tidak bisa menerima orang yang benar-benar jahat kan? Itu akan merusak nama baik sekte dan membawa bencana di kemudian hari" Tambahnya dengan wajah yang tampak khawatir.

"Tentu saja" Jawab Ye Chen dengan tegas dan mantap, tanpa sedikit pun keraguan dalam suaranya.

"Aku adalah Iblis, tapi aku bukan iblis yang tak punya hati atau akal sehat. Kami tidak menampung orang gila yang suka membunuh seenaknya. Syarat utamanya hanya satu yaitu Jangan pernah mengkhianati sesama saudara sekte, dan jangan pernah menyakiti orang yang tidak bersalah tanpa alasan yang jelas" Ucapnya dengan penekanan yang kuat.

"Kami bisa menerima orang berdosa, tapi kami tidak menerima orang yang tidak tahu terima kasih atau yang tega melukai yang lemah demi kesenangan sendiri. Garis itu tidak boleh dilanggar, dan pelanggarnya akan menghadapi kemarahan terbesarku" Tambahnya dengan tatapan dingin yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya merinding.

Ye Chen perlahan berdiri dan melangkah turun dari singgasana tinggi itu dengan gerakan yang anggun namun penuh wibawa. Dia berjalan perlahan menyusuri lorong di antara barisan para pengikut setianya, dan seiring setiap langkahnya, aura kekuatan yang dahsyat dan menekan terpancar keluar secara alami. Kehadirannya yang luar biasa membuat seluruh orang yang hadir di sana seketika menundukkan kepala dalam rasa hormat yang mendalam, tidak ada satu pun yang berani menatap wajahnya secara langsung saat dia lewat.

"Siapa yang berani mengusik kita, berani mencelakai kita, atau berani melanggar aturan keadilan... maka hadiahnya adalah kematian. Aku akan memperlakukan mereka sepantasnya iblis yang kejam, tanpa ampun sedikitpun. Tapi bagi mereka yang baik, yang jujur, yang membutuhkan bantuan... aku dan seluruh anggota sekte akan melindungi mereka seperti keluarga sendiri. Kami akan menjadi malaikat bagi mereka" Ucap Ye Chen dengan suara yang dalam dan berwibawa, setiap kata jatuh seperti keputusan mutlak yang tak bisa diganggu gugat.

"Dunia membagi menjadi hitam dan putih, baik dan jahat. Tapi kami adalah jalan tengah yang sesungguhnya. Kami tidak butuh pujian sebagai orang suci, dan kami tidak takut dicemooh sebagai iblis. Yang penting, keadilan ditegakkan, dan yang lemah terlindungi di bawah sayap kami" Tambahnya dengan tatapan tajam yang memancarkan keyakinan tak tergoyahkan.

"Jadi prinsipnya adalah: Mata untuk mata, gigi untuk gigi. Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas dengan kehancuran total" Ucap Liu Wening seolah merenungi makna mendalam di balik kata-kata itu, wajahnya terpancar kekaguman yang tulus akan visi pemimpin di hadapannya.

"Sempurna" Kata Ye Chen dengan senyum tipis yang penuh arti.

"Itulah jalan kami. Jalan Iblis yang menegakkan kebenaran dengan tangan besi. Tidak ada kompromi, tidak ada kepura-puraan" Lanjutnya dengan tegas sebelum mengalihkan pandangannya.

"Master Chen" Panggilnya dengan suara berat yang memancarkan otoritas mutlak.

"Saya hadir!" Seru Master Chen dengan sigap, tubuhnya menegak kaku dan wajahnya penuh hormat, siap menerima perintah apa pun.

"Siapkan brosur dan pengumuman. Sebarkan ke seluruh kota dan desa terdekat. Katakan pada mereka, Sekte Langit membuka gerbang bagi semua yang ingin berubah, bagi semua yang ingin memiliki kekuatan untuk melindungi diri dan orang tercinta," Perintah Ye Chen dengan suara tegas dan jelas, memancarkan karisma yang mampu menarik hati siapa saja yang mendengarnya.

"Baiklah, akan aku kerjakan segera" Sahut Master Chen dengan cepat dan penuh rasa hormat, siap menjalankan perintah tanpa menunda sedetik pun.

"Dan Meng Huo" Panggil Ye Chen dengan suara berat dan berwibawa, mengalihkan pandangannya ke arah pria bertubuh besar itu.

"Saya siap melayani Pemimpin!" Seru Meng Huo dengan suara lantang bak guntur, tubuhnya tegak kaku dengan semangat yang membara.

"Kau yang akan bertanggung jawab menguji fisik dan mental calon murid. Jangan terlalu lunak, tapi juga jangan membunuh. Uji seberapa keras kepala mereka dan seberapa kuat mental mereka" Perintah Ye Chen dengan tegas, memberikan kepercayaan penuh pada kekuatan kasar dan ketegasan Panglima Perangnya.

"Siap! Serahkan padaku!" Seru Meng Huo sambil tertawa keras dan bergema, penuh percaya diri.

"Siapa yang lemah mentalnya pasti akan lari terbirit-birit melihat wajahku saja! Hahaha!" Tambahnya dengan gelak tawa yang besar dan menakutkan.

"Qiu Feng, kau urus soal teknik dan pedang. Liu Wening, kau bantu aku menyeleksi mereka yang memiliki bakat khusus" Ucap Ye Chen dengan tegas, membagi tugas dengan sangat jelas dan teratur.

"Dimengerti!" Jawab mereka serempak dengan penuh semangat.

Setelah membagi tugas dengan sempurna, Ye Chen perlahan kembali berbalik dan duduk tegak di atas singgasana utamanya. Wajahnya yang sempat memancarkan api semangat kini kembali berubah menjadi datar, dingin, dan tanpa ekspresi, seolah-olah dia adalah sebuah patung es yang agung namun tak tersentuh, menunggu waktu yang tepat untuk bergerak kembali.

"Laksanakan. Kita tidak punya banyak waktu. Semakin cepat kita punya kekuatan, semakin cepat kita bisa mengubah tatanan dunia ini" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan mendesak, matanya memancarkan api tekad yang membara.

"Biar mereka tahu... bahwa Iblis pun bisa menjadi pelindung umat manusia, jauh lebih baik daripada para dewa palsu yang hanya duduk diam di atas awan tanpa peduli penderitaan di bawah" Lanjutnya dengan nada yang penuh tantangan dan sinisme.

"Mereka yang menolak kebenaran karena nama dan gelar, biarkan mereka merasakan sendiri siapa yang sebenarnya membawa harapan. Hari di mana dunia akan tunduk pada keadilan sejati tidak lagi jauh" Tambahnya dengan tatapan dingin yang menembus jauh ke masa depan.

Beberapa minggu berlalu bagaikan sekejap mata. Di sebuah lembah hijau yang subur dan indah, sebuah sekte baru telah berdiri dengan megah dan kokoh. Di atas gerbang batu utama, tiga karakter besar terpahat dengan gagah berani: SEKTE LANGIT. Berbeda dengan markas asli Sekte Tianmo yang sarat aura misterius dan menakutkan, tempat ini tampak terbuka, megah, dan penuh kedamaian. Arsitekturnya elegan, dihiasi ornamen awan dan naga yang anggun, tanpa satu pun simbol menyeramkan yang biasa diasosiasikan dengan jalan iblis. Berita pembukaan pendaftaran menyebar dengan kecepatan yang luar biasa, menarik ribuan orang dari berbagai penjuru. Mulai dari pemuda bangsawan berpakaian mewah, anak-anak desa yang kurus namun bersemangat, hingga mantan prajurit yang mencari tujuan hidup baru, semuanya berbondong-bondong datang. Di tengah lapangan yang luas, Ye Chen berdiri tegak di atas panggung tinggi. Hari ini, dia tidak mengenakan jubah hitamnya yang legendaris, melainkan balutan jubah putih bersih yang memancarkan kesucian dan keagungan. Rambutnya diikat rapi, wajahnya dingin dan mempesona, memancarkan aura seorang ahli bela diri tingkat tinggi yang sulit didekati, namun tidak lagi memancarkan tekanan membunuh yang mengerikan. Di bawah sana, antrean calon murid memanjang hingga jauh ke luar gerbang. Saat gilirannya tiba, seorang pemuda berpakaian compang-camping maju dengan langkah gemetar. Tubuhnya gemas ketakutan, kepalanya tertunduk dalam, dan tangannya mencengkeram ujung bajunya dengan kuat, seolah tidak berani menatap keagungan di hadapannya.

"Pemimpin Sekte... saya... saya hanya anak pembuat sepatu" Ujarnya terbata-bata dengan suara bergetar, kepalanya semakin tertunduk dalam.

"Akar qi saya biasa saja, bahkan bisa dibilang buruk. Apakah saya benar-benar boleh mendaftar? Di sekte lain mereka langsung mengusir saya tanpa melihat usaha saya sama sekali..." Lanjutnya dengan nada putus asa, matanya berkaca-kaca mengingat perlakuan yang pernah ia terima.

"Di sini tidak melihat siapa orang tuamu atau apa pekerjaanmu" Jawab Ye Chen dengan nada datar namun suaranya terdengar sangat tenang dan menenangkan, seolah sebuah angin sejuk yang menghapus ketegangan di hati pemuda itu.

"Selama kamu punya kaki untuk berdiri dan otak untuk berpikir, kamu punya hak yang sama untuk ikut tes. Jika lulus, kamu muridku. Jika tidak, pulanglah dengan hormat. Tidak ada yang akan menghinamu atau mengusirmu seenaknya di sini" Lanjutnya tegas.

"Masa lalu dan bakat bawaan hanyalah cerita. Di Sekte Langit, kerja keras dan kemauan lah yang akan menentukan segalanya. Bahkan jika akar qi-mu buruk sekalipun, selama kamu punya tekad baja, aku akan membantumu menaklukkan langit" Tambahnya dengan tatapan hangat namun tetap memancarkan wibawa yang tak tergoyahkan.

"Te-terima kasih! Terima kasih banyak, Pemimpin!" Seru pemuda itu dengan suara bergetar, matanya langsung berkaca-kaca dan air mata haru mulai menetes.

"Saya janji akan bekerja sangat keras! Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan anda!" Tambahnya dengan penuh semangat dan rasa syukur yang meluap-luap, lalu membungkuk dalam-dalam berulang kali.

Di sampingnya, Meng Huo tiba-tiba berdeham keras dengan suara yang bergema, wajahnya yang besar dan berotot dipasang sedemikian rupa agar terlihat semengerikan mungkin.

"Heh! Jangan banyak bicara dan menangis seperti anak kecil!" Seru Meng Huo dengan suara menggelegar dan wajah yang dipasang sangat galak.

"Cepat lari ke sana ikut tes kekuatan! Ingat, di sini tidak ada tempat untuk orang cengeng! Kalau kau berani menangis lagi di depanku, aku tendang kau terbang keluar gerbang! Hahaha!" Tambahnya sambil tertawa keras dan menepukkan telapak tangannya dengan bunyi BUM! yang menakutkan.

Meskipun nada bicaranya kasar dan penuh gertakan, namun saat melewati pemuda itu, tangan besar Meng Huo justru menepuk bahunya dengan sangat lembut, sebuah tindakan tak terduga yang menyiratkan dukungan dan semangat tersembunyi. Mata pemuda itu seketika bersinar, rasa takutnya lenyap digantikan oleh api tekad yang membara. Dia tersenyum lebar dan berlari menuju tempat tes dengan langkah yang jauh lebih tegap dan bersemangat daripada saat datang. Tak lama kemudian, giliran berganti pada sosok lain yang sangat mencolok. Seorang pemuda tampan namun berwajah sombong turun dari sebuah kereta kencana yang dihiasi emas, diiringi oleh barisan pelayan yang berjalan tertunduk hormat. Dengan angkuh dia melirik sekeliling, tatapannya dingin dan mer

"Huh, cuma sekte baru tapi berlagak seolah-olah tempat paling hebat di dunia" Ucapnya dengan nada ketus dan penuh kesombongan, hidungnya terangkat tinggi sambil memandang rendah semua orang di sekitar.

"Dasar kumpulan orang rendahan dan miskin, tidak tahu diri kalian beruntung aku mau datang ke sini. Cepat terima aku dan masukkan namaku di urutan teratas! Keluargaku kaya raya, aku bisa menyumbang ribuan tael emas dan material langka untuk kalian! Jangan sampai kalian menyesal menolak kebaikanku!" Tambahnya dengan suara lantang yang memancing kemarahan orang-orang di sekitarnya.

"Kalian harusnya bersyukur punya murid sehebat dan sekaya aku. Anggap saja aku sedang memberi makan anjing-anjing kelaparan dengan hartaku!" Serunya dengan sinis.

Dengan langkah yang angkuh dan lambat, dia berjalan mendekati panggung tempat Ye Chen berdiri. Tubuhnya tegak kaku dengan dada membusung, seolah ingin menunjukkan betapa penting dan mulia dirinya. Sikapnya sungguh sangat tidak sopan. Dia bahkan tidak sudi untuk sedikit pun menundukkan kepala atau membungkuk memberi hormat, melainkan justru mendongak sedikit sambil menatap Ye Chen dengan tatapan yang penuh rasa ingin menyaingi dan meremehkan.

"Kau Pemimpinnya?" Tanyanya dengan nada sombong dan angkuh, tidak menyembunyikan rasa meremehkannya.

"Dengarkan baik-baik, aku tidak mau ikut tes macam-macam atau antre seperti orang rendahan itu. Aku mau langsung jadi Murid Utama! Berikan aku halaman tempat tinggal terbaik, fasilitas nomor satu, dan guru pribadi khusus yang akan mengajariku siang malam!" Serunya dengan penuh penekanan.

"Aku memiliki Akar Qi tingkat Emas yang langka! Kau dan sekte ini sungguh beruntung sekali aku sudi memilih tempat kecil ini untuk menimba ilmu. Bersyukurlah, biasanya sekte besar pun harus memohon-mohon padaku!" Tambahnya dengan wajah yang penuh percaya diri akan kekayaan dan bakat yang ia miliki.

Ye Chen menatap lurus ke arah wajah sombong pemuda itu, matanya dingin, datar, dan tanpa sedikit pun ekspresi. Tidak ada kemarahan, tidak ada senyuman, hanya kehampaan yang membuat udara di sekitarnya seakan membeku. Suaranya terdengar sangat tenang, lembut bahkan, namun setiap kata yang keluar memiliki bobot yang berat dan tajam bak pisau berlian, menusuk langsung ke dalam tulang dan jiwa siapa pun yang mendengarnya.

"Kau pikir siapa dirimu berbicara seperti itu di hadapanku?" Ucapnya pelan namun mematikan.

"Akar qi emas? Harta melimpah? Itu tidak ada artinya sama sekali di mataku" Ucap Ye Chen pelan namun setiap kata terdengar dingin dan tajam, seolah meremahkan segala kemegahan yang dibanggakan pemuda itu.

"Di sini, akulah hukum dan aturannya. Posisi serta perlakuannya ditentukan olehku, bukan oleh tebalnya dompetmu atau bakat yang kau sombongkan itu" Lanjutnya dengan tekanan yang membuat udara di sekitar terasa membeku.

"Jika kau datang untuk belajar, turunkan kepalamu dan ikuti aturan dengan hormat. Jika kau datang hanya untuk pamer kekayaan dan merendahkan orang lain..." ucap Ye Chen dengan suara yang semakin lama semakin dingin dan berat, memancarkan tekanan yang membuat napas pemuda itu tercekat.

Tiba-tiba, sepasang mata Ye Chen bersinar memancarkan cahaya ungu yang pekat dan misterius, bagaikan dua bola api ungu yang membara di dalam kegelapan. Tatapan itu bukan lagi tatapan manusia biasa, melainkan tatapan seorang penguasa dunia bawah yang agung dan menakutkan. Suaranya berubah drastis, menjadi sedingin es abadi yang telah membeku selama ribuan tahun, menusuk ke dalam tulang dan membuat suhu di sekitar seketika turun drastis.

"...Maka aku sarankan kau pulang sekarang juga sebelum kau menyesal" Ucapnya dengan suara yang sedingin es abadi, memancarkan tekanan membunuh yang luar biasa.

"Karena di hadapanku, tidak peduli kau adalah Tuan Muda bangsawan atau bahkan Putra Mahkota sekalipun, jika kau tidak tahu sopan santun dan cara menghargai orang lain, aku bisa merubuhkan harga dirimu dan membuatmu menjadi tak lebih dari sekadar sampah dalam sekejap mata" Lanjutnya dengan tatapan tajam yang mematikan.

Wush! Dalam sekejap, tekanan dahsyat yang dipancarkan oleh Ye Chen meledak keluar bagaikan gelombang pasang yang tak terlihat. Pemuda sombong itu seketika terpental mundur, tubuhnya gemetar hebat tak terkendali seolah terserang demam tinggi. Keringat dingin membanjiri seluruh punggung dan dahinya dalam hitungan detik, membasahi pakaian mewahnya hingga basah kuyup. Di matanya yang membelalak ketakutan, sosok di atas panggung itu bukan lagi sekadar manusia, melainkan bagaikan seekor naga kuno yang sedang tidur, atau bahkan iblis agung yang siap menerkam kapan saja. Rasa takut yang murni dan mendalam merasuk sampai ke tulang sumsumnya, membuatnya tidak mampu bergerak atau mengeluarkan suara sedikit pun.

"Ak-aku... maaf! Saya mengerti! Saya minta maaf!" seru pemuda itu terbata-bata dengan wajah pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat ketakutan. Dia langsung membungkuk dalam-dalam sampai dahinya hampir menyentuh tanah, tidak berani lagi menatap mata Ye Chen sedikit pun.

"Keluar dari barisan dan antre dengan benar seperti orang lain. Jika aku melihat kau menghina orang lain atau bersikap kurang ajar sekali lagi," ucap Ye Chen dengan nada datar dan dingin, lalu membuang muka seolah sosok itu sudah tidak menarik perhatiannya lagi.

"...maka jangan harap kau bisa melangkah masuk ke gerbang ini selamanya. Keluar dari hadapanku," tambahnya tanpa menoleh.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!