NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:936
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.

Disaat jungkook memilih pria lain disaat itulah taehyung menyadari perasaannya tapi semuanya terlambat

hingga sebuah insiden mengharuskan mereka bersatu dalam sebuah pernikahan yang tidak terencana.

bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? akankah taehyung akan tetap bungkam dengan perasaannya?

akankah cinta jungkook kembali tumbuh untuk taehyung? dan akankah mereka bisa mengungkapkan isi hatinya

dan bagaimana jadinya jika tiba-tiba ada wanita lain yang masuk dalam rumah tangga mereka?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Jaehyun

Jaehyun mendudukkan jungkook di bangku, dirinya menatap intens gadis di depannya memastikan jika jungkook baik-baik saja.

“Sayang, sakitkah?" Tanya jaehyun pelan sambil menyentuh pipi jungkook yang terlihat memerah.

Jungkook hanya menggeleng pelan, dirinya tidak habis pikir dengan irene kenapa gadis itu terlihat sangat membencinya padahal dia merasa tidak pernah membuat masalah sama sekali.

Tiba-tiba Taehyung masuk dan meletakkan kompres di pipi sahabatnya itu, jungkook mendongak dan menatap Taehyung dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Supaya tidak bengkak dan memarnya cepat hilang", kata Taehyung seolah paham yang ada dipikiran jungkook.

“Kekasihmu sangat bar bar", kata Jaehyun.

“Ck, dia bukan kekasihku lagian mama pasti tidak setuju aku punya kekasih sepertinya bekas banyak pria", kata Taehyung frontal.

"Uhuuuk..uhuukk”, Jungkook yang sedang minum tiba-tiba tersedak karena ucapan Taehyung yang tanpa filter.

"Mulutnya, jangan fitnah tae”, kata jungkook pelan.

"Itu bukan fitnah sayang, itu kenyataan”, kata Jaehyun.

"Kok kamu juga tahu? Kamu salah satu pria itu ya?” Delik jungkook sambil menatap Jaehyun tajam.

"Tidak sayang, aku hanya melakukannya pertama kali denganmu dan hanya mau denganmu”, kata Jaehyun.

"Dasar buaya”, kata Jungkook dan Taehyung bersamaan.

"Yaaaak kenapa kamu ikut-ikut eoh? Sudah sana kembali ke habitatmu”, kata Jaehyun sambil mendorong Taehyung menjauh.

Taehyung kembali ke bangkunya dan menatap Jungkook yang tengah bercanda bersama Jaehyun.

"Seandainya waktu bisa diputar kembali aku akan memilihmu dari awal kookie”, batin Taehyung.

Jam istirahat terlihat Jungkook yang tengah berkumpul bersama para sahabatnya di kantin.

2 bulan lagi ujian kelulusan bukan, Kamu beneran jadi kuliah di Belanda Kookie?" Tanya Jisoo.

“Jadi, semuanya sudah diurus lagian kak Jimin juga sudah berulang kali menghubungiku memastikan aku jadi berangkat atau tidak", kata Jungkook sambil meminum es di depannya.

“Lalu hubungan kamu dan Jaehyun?" Tanya Lisa penasaran.

“Kami akan tunangan dulu, kalau nikah setelah lulus kuliah", kata Jungkook.

"Ngomong-ngomong tadi kata anak-anak Irene marah-marah, memang ada apa?”, tanya Jennie penasaran.

"Taehyung mutusin dia dan dia ga terima, terus dia juga nuduh gara-gara aku dia diputusin Taehyung”, jelas Jungkook.

"Dasar nenek lampir, coba kalau tadi aku disana sudah aku tarik rambutnya sampai botak”, kata Lisa emosi.

Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka, sama sekali tidak kaget dengan sifat bar bar Lisa.

Sementara itu di taman belakang terlihat Taehyung yang tiduran beralaskan rumput, Taehyung memandang langit tanpa menyadari kehadiran seseorang yang ikut merebahkan diri disebelahnya.

“Memikirkan apa?" Tanya Jaehyun.

Taehyung menoleh dan terkejut karena tiba-tiba Jaehyun sudah disebelahnya.

“Tidak memikirkan apapun", kata Taehyung pelan sambil memejamkan matanya.

"Aku akan bertunangan dengan Jungkook”, kata Jaehyun.

"Aku sudah tahu”, kata Taehyung.

"Kamu tahu darimana?” Tanya Jaehyun penasaran.

"Mama Jeon memberitahu mamaku kabar bahagia itu, sudah jadi kebiasaan di keluarga kami berdua untuk saling berbagi kabar baik itu kabar baik maupun kabar buruk sekalipun”, jelas Taehyung.

Taehyung membuka matanya dan mata hazel itu menatap ke arah Jaehyun.

"Jangan sakiti dia jangan membuatnya menangis, cukup aku pria bodoh yang menyakitinya”, kata Taehyung lirih.

“Kamu memang pria bodoh yang tidak peka Kim Taehyung", kata Jaehyun sambil menatap langit diatasnya.

“Kamu tidak peka jika ada gadis yang mencintaimu dengan tulus tapi kamu abaikan, ada gadis tempatmu berkeluh kesah tapi kamu sendiri tidak bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah hingga akhirnya gadis itu menyerah akan cintanya dan belajar mencintai yang lain", kata Jaehyun lalu setelahnya bangun dan hendak berdiri tapi kata-kata Taehyung menghentikannya.

"Jangan bilang gadis itu jungkook Jae?”, tanya Taehyung dengan suara bergetar.

Jaehyun menoleh dan menatap Taehyung sambil tersenyum.

"Kamu benar Taehyung gadis itu jungkook, dia mencintaimu dalam diam, dia berkali kali memaafkanmu atas semua tuduhan yang Irene lontarkan bahkan kamu pun ikut menyudutkannya”, kata Jaehyun lalu kembali melanjutkan perkataannya.

"Dulu Jungkook berharap kamu bisa melihat atau merasakan cintanya meski hanya secuil tapi kamu terlalu mencintai Irene hingga akhirnya Jungkook memilih mundur dan mengubur cintanya padamu”, jelas Jaehyun lagi.

Tubuh Taehyung merosot ke bawah saat mengetahui fakta yang dirinya dengar, menyesal itulah yang Taehyung rasakan tapi semuanya sudah terlambat.

Memang benar apa kata pepatah

‘penyesalan memang datang terlambat’

"Maaf Kookie, maaf aku benar-benar pria yang bodoh”, kata Taehyung lirih.

“Dan sekarang aku akan egois mempertahankan cintanya untukku Tae, aku menceritakan ini padamu bukan untuk menyuruhmu memperjuangkan cintamu padanya tapi aku ingin kamu kelak bisa menghargai sebuah cinta yang tulus", jelas Jaehyun lalu pergi meninggalkan Taehyung seorang diri.

Jaehyun kembali ke kelas dan di sana sudah ada Jungkook yang duduk manis di bangkunya.

“Darimana?" Tanya Jungkook saat melihat Jaehyun datang mendekat.

“Dari toilet sayang", kata Jaehyun lalu duduk di sebelah Jungkook.

“Aku mencintaimu", kata Jaehyun sambil menatap gadis di sampingnya.

Jungkook menoleh dan tersenyum,

“Aku juga mencintaimu Jae", balas Jungkook

Jaehyun menarik tengkuk Jungkook dan mendaratkan ciuman di bibir kekasihnya dan tentu saja di balas oleh Jungkook dengan mengalunkan tangan mungilnya ke leher kekasihnya.

Kebetulan kelas saat itu masih sepi karena masih jam istirahat, Taehyung yang ingin masuk kelas membeku saat melihat sahabatnya berciuman dengan pria lain dengan langkah berat Taehyung kembali keluar kelas.

"Sayang kamu jadi ikut bimbingan belajar?” Tanya Jaehyun saat dalam perjalanan pulang.

"Sepertinya iya, tapi kata mama ga perlu karena pihak kampus sana sudah melihat hasil studiku”, jelas Jungkook.

"Jangan terlalu capek, aku tidak ingin kekasihku jatuh sakit”, kata Jaehyun sambil fokus menyetir.

"Ah manisnya”, kata Jungkook menggoda.

Jaehyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Ah Jae berhenti sebentar”, kata Jungkook tiba-tiba yang membuat Jaehyun menghentikan mobilnya.

"Ada apa sayang?” Tanya Jaehyun heran.

"Aku ingin itu Jae”, kata Jungkook sambil menunjuk ke kedai es krim.

Arah matanya mengikuti arah dimana tangan Jungkook menunjuk.

“Ingin es krim hmm?" Tanya Jaehyun lembut dan Jungkook pun mengangguk.

“Baiklah tunggu disini ya aku akan membelikannya untukmu", kata Jaehyun sambil mengusak rambut Jungkook gemas.

“Mmmm Jae aku ingin topping strawberry", kata Jungkook dan Jaehyun pun mengangguk.

Jungkook tampak menikmati es krim yang ada di mangkuk dalam perjalanan pulang sedangkan Jaehyun hanya tersenyum saat melihat betapa antusias kekasihnya itu menikmati es krimnya.

Tak beberapa lama mobil Jaehyun memasuki halaman mansion Jeon.

"Sayang hari ini aku ga mampir ya, aku ada urusan”, kata Jaehyun sesaat setelah memarkir mobilnya.

"Iya sayang”, kata Jungkook.

"Nanti aku akan menghubungimu”, kata Jaehyun lalu mencium kening Jungkook sayang.

"Masuklah dan jangan lupa istirahat, jangan lupa makan”, kata Jaehyun dan Jungkook pun mengangguk.

“Jaehyun tidak mampir sayang?" Tanya nyonya Jeon saat melihat putrinya memasuki mansion seorang diri.

“Tidak mah, dia ada urusan", kata Jungkook lalu berlalu ke kamarnya.

Jungkook meletakkan tas nya dan berjalan menuju walk in closet saat ponselnya tiba-tiba berbunyi yang membuat dia balik arah dan melihat siap yang menghubunginya.

“Taehyung", gumam Jungkook saat melihat layar.

1
Nadia Apriyanti
kasain ama tae tpi lebih kasian kookie ..huuuhhhh jae kookie omg😍
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!