Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.
Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arga berulah
Sudah jam 7 pagi. Riri dan keluarganya sudah bersiap-siap. Mereka memakai seragam gamis berwarna putih dengan jilbab warna coklat susu. Para tamu pun sudah mulai berdatangan. Acara pernikahan akan dilangsungkan sekitar jam 8 sesuai jadwal dari KUA. Dan tentu saja jam 7.30 mereka sudah harus siap.
Sultan berangkat ke rumah Riri dengan mengendarai mobil sendiri. Cukup mudah baginya untuk sampai ke sana karena dibantu dengan Google maps.
Riri berdiri di depan gerbang menunggu kedatangan kekasihnya. Dalam hatinya masih harap-harap cemas. Apa lagi ada Arga dan keluarganya yang juga hadir saat ini. Ia takut Ahmed tidak bisa berperan seperti apa yang dia arahkan sebelumnya.
Sultan baru saja sampai. Dan kedatangannya menjadi perhatian banyak orang karena mobil yang dibawanya merupakan mobil yang harganya cukup mahal. Riri pun cukup terkejut melihatnya.
"Dari mana bang Ahmed dapat pinjaman mobil itu." Batinnya.
Saat turun dari mobil, Nampak Ahmed mengenakan setelan baju batik warna hitam silver nampak sekali jika batik tersebut bukan kain murahan. Rambut Ahmed pun lebih rapi dari biasanya. Beberapa orang berisik-bisik saat melihatnya. Sejenak Riri terpana melihatnya.
"Assalamu'alaikum."
"W-wa'alaikum salam."
"Kok bengong, apa aku salah kostum?"
"Eh tidak, tidak kok bang. Selamat datang di kediaman kami."
Melihat Ahmed datang, orang tua Riri pun langsung menghampirinya. Mama Riri langsung menyapanya. Ahmed langsung mencium punggung tangan calon mertuanya itu.
"Ini lho pa yang namanya Ahmed."
Papa Riri memperhatikan Ahmed mulai dari atas sampai bawah. Papa Riri tentu tidak dapat dibohongi dengan segala sesuatu yang nempel di tubuh Ahmed. Apa lagi saat melihat jam tangan dan sepatunya.
"Selamat pagi, pak. " Sapa Ahmed.
Ia pun mencium punggung tangan papa.
"Dia benar-benar menyesuaikan perannya. Apa dia kenal dengan orang ternana, dan meminjam apa yang dia pakai kepada mereka." Batinnya.
"Kok malah bengong di sini. Ayo kita masuk. Itu akadnya sudah mau dimulai, pa." Tegur mama.
Mereka pun masuk ke dalam. Dan semua mata tertuju kepada mereka. Tidak terkecuali Arga yang dari tadi sudah tersenyum sinis.
Akad nikah pun dimulai. Papa Riri menjabat tangan calon Sisi.
"Saya nikahkan dan kawinkan saudara Fahim Saputra bin Ahmad Saputra dengan anak kandung saya Silvi Sintia binti Ardi Sucipto dengan mas kawin Seperangkat alat sholat dan emas antam 100 gram tunai."
"Saya Terima nikah dan kawinnya Silvi Sintia binti Ardi Sucipto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana, sah?"
"Sah.... "
"Alhamdulillah... "
Dalam momen ini Riri meneteskan air mata ia terharu melihat adik kesayangannya kini sudah resmi menjadi istri orang. Sisi mencium punggung tangan suaminya. Setelah itu kedua mempelai sungkeman kepada keempat orang tua.
Sultan memperhatikan kekasihnya dari kejauhan. Ingin sekali ia memeluknya untuk sekedar memberi kekuatan. Namun apalah daya, ia hanya bisa memberi kode agar Riri tetap bisa tersenyum.
Setelah acara pernikahan mereka selesai, dilanjutkan dengan foto bersama. Dalam hal ini, Sultan tentu ikut maju dan foto bersama dengan Riri di samping pengantin.
Namun tidak ada yang menyangka jika kebahagiaan pagi ini, tiba-tiba berubah menjadi ketegangan. Arga yang dari tadi sudah merencanakan sesuatu kini maju ke depan dan mengambil alih mic pengisi acara.
"Maaf sebelumnya jika saya menganggu. Saya bukan mau menyumbang sebuah lagu di sini. Tapi saya mau memperkenalkan calon dari Riri yang katanya seorang bos dari perusahaan ojek yang cukup terkenal di beberapa kota."
"Arga... ngapain dia?" Gumam papa Riri seraya mencengkram tangannya sendiri.
"Mari silahkan tuan Ahmed naik ke atas untuk memperkenalkan diri adat orang-orang tahu siapa sebenarnya anda."
Riri menahan tangan Ahmed saat ia akan maju je depan. Ahmed menoleh kepadanya, dan Riri menggelengkan kepala.
"Tidak usah ditanggapi, bang. Dia hanya sakit hati karena aku tolak."
Ahmed mengulum senyum.
"Oh ya? Kalau begitu biar aku buat dia semakin sakit hati sayang."
"Tapi... "
"Tenang saja, aku bisa memainkan peran ku. " Ujar Ahmed seraya mengedipkan matanya.
Riri pun melepas tangan Ahmed. Ahmed maju je depan menghampiri Arga. Arga memberikan mic kepada Ahmed. Belum juga Ahmed memperkenalkan diri, Arga sudah menghubungi seseorang melalui video call. Orang yang Arga hubungi adalah bis sesungguhnya yang dimaksud. Entah dari mana ia mendapat nomer telponnya. Arga merampas mic dari tangan Ahmed dan mendekatkannya ke handphone-nya agar pembicaraannya terdengar.
"Hai bos... maaf mengganggu."
"Ah iya tudak apa-apa. Kenapa?"
"Ini bos apa benar perusahaan ojek XY itu milikmu?"
"Iya benar, itu adalah perusahaan yang saya bangun dengan komunitasku. Dan aku yang menjadi CEO nya."
"Hahaha.... luar biasa."
Arga tertawa sangat puas.
Nampak orang tua Riri dan Riri saat ini sangat tegang. Para tamu dan sanak keluarga Riri pun menjadi penasaran. Sedangkan Ahmed sendiri hanya bisa tersenyum santai.
Lalu Arga mengarahkan kamera keoada Ahmed.
"Hallo bos... lihat orang ini! Dia ngaku-ngaku sebagai bos dari ojek XY. Sungguh memalukan! Demi mendapatkan seorang perempuan, dia mengarang cerita."
"Hai bro... " Sapa Ahmed.
"Sultan... kamu ngapain di situ?"
"Sedang mempertaruhkan cintaku."
Arga terkejut saat tahu mereka saling kenal.
"MasyaAllah.. jadi gini ya. Selamat Sultan ku. Apa perlu aku kirim komunitas ojek je sana untuk membawa bucket bunga?"
"Ah rasanya tidak perlu, bro."
"Sukses ya bro... "
"Kalian kenal?" Tanya Arga dengan resah.
"Dia bos yang sebenarnya. Karena dia yang menjadi investor utama perusahaan kami. Tolong perlakukan dia dengan baik. Sudah dulu ya, saya sibuk."
Video call pun mati.
Arga masih belum percaya dengan apa yang dia dengar. Sementara itu, Riri dan orang tuanya bingung.
Sultan langsung merampas mic dari tangan Arga.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf jika ada kesalahpahaman dan telah mengganggu acara ini."
Belum juga Sultan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba datang rombongan iringan beberapa mobil mewah. Semua mata tertuju keluar. Mereka penasaran siapa yang datang.
Saat orang-orang tersebut turun dari mobil, orang yang pertama Diri kenal adalah Bu Windi dan Pak Javier. Mereka tidak turun dengan tangan kosong, tapi membawa seserahan. Orang tua Riri dan yang lainnya pun bingung. Mereka mengira orang-orang yang datang ini salah alamat
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
"Bu Windi, Pak Javier.... "
"Kamu kenal, ri?"
"Iya, ma. Mereka bos Riri di perusahaan pusat."
Orang tua Riri langsung menghampiri mereka. Sementara utu Javier pun langsung turun menyambut kedatangan orang tuanya dan keluarga yang lain.
"Maaf kedatangan kami mendadak. Ini gara-gara anak kami Sultan alias Ahmed tidak mau kami ikut campur. "
Pernyataan Bu Windi membuat orang tua Riri dan Riri pun terkejut.
"Ummi... abi... "
"Maaf ini saya belum paham maksudnya gimana?" Tanya papa Riri.
"Perkenalkan saya Javier dan ini istri saya Windi. Kami adalah orang tua Ahmed."
Riri menatap Ahmed seakan meminta penjelasan.
"Maaf sayang, sebenarnya aku mau jujur hari ini tapi ternyata keduluan ummi dan abi."
"MasyaAllah, jadi ternyata nak Ahmed ini sebenarnya memang orang kaya." Ujar Mama Riri.
"Anak kami ini memang lebih senang jadi tukang ojek. " Sahut abi.
Riri reflek memukul lengan Ahmed. Ia memang merasa dibohongi. Namun ia tidak dapat memungkiri jika Ahmed pasti punya alasan untuk itu.
Arga yang tadi yakin bisa membuat Ahmed malu, kini dirinya yang kalah telak
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next nikah dadakan yuk 😄
Kesempatan mumpung ada hadiah dari opa 🤭🤭