NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENJELAJAHI GUA BAYANGAN

Perjalanan menuju Gua Bayangan memakan waktu hampir seharian penuh. Jalur yang mereka tempuh adalah jalan setapak yang terjal dan berbahaya, dengan lereng yang curam dan tanah yang longsor di setiap sudut. Kabut tebal yang terus menyelimuti pegunungan membuat visibilitas sangat terbatas, dan mereka harus bergantung pada kompas magis dan naluri mereka untuk tetap berada di jalur yang benar.

“Jejak energi magis semakin kuat di sini,” ucap Corviniann saat mereka mendekati kaki pegunungan. Dia mengangkat tangannya, menggunakan kristal informasi yang menerangi jalur yang tersembunyi di balik semak-semak lebat. “Gua itu ada di balik tebing besar ini ada jebakan magis yang menyembunyikan pintu masuknya dari pandangan yang tidak terlatih.”

Borthworgiann mendekati tebing yang disebutkan Corviniann, memeriksa permukaannya dengan cermat. “Ada runik yang tersembunyi di sini,” katanya setelah beberapa saat, menyentuh bagian tertentu dari tebing dengan jempolnya. “Runik ini bertanggung jawab untuk menyembunyikan pintu masuk gua. Kita perlu menemukan cara untuk menonaktifkannya tanpa memicu jebakan lain.”

Luminarianna menyalaikan nyala api di telapak tangannya lebih terang, menerangi runik yang tersembunyi dengan cahaya hangatnya. “Saya melihat pola tertentu di runik ini,” katanya dengan suara yang penuh dengan perhatian. “Ini mirip dengan pola yang saya pelajari dalam buku tentang sihir kuno – kita perlu mengaktifkannya dalam urutan yang tepat untuk membukanya dengan aman.”

Berkat kerja sama mereka, mereka berhasil menemukan urutan yang benar untuk mengaktifkan runik tersebut. Setelah beberapa saat, bagian tebing mulai bergeser perlahan-lahan, membuka jalan menuju lorong gelap yang mengarah ke dalam gunung. Udara yang keluar dari dalam gua terasa sangat dingin dan membawa bau tanah basah serta sesuatu yang tidak dikenal yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

“Kita harus tetap bersama dan sangat berhati-hati,” peringatkan Patti dengan suara yang rendah namun jelas. “Setiap langkah yang kita ambil bisa menjadi jebakan yang bisa membahayakan kita semua.”

Mereka memasuki gua dengan langkah yang hati-hati, dengan Luminarianna yang berada di depan untuk memberikan cahaya dan melindungi mereka dari makhluk buas yang mungkin ada di dalam. Corviniann menggunakan sihir ilusinya untuk mendeteksi jebakan yang tersembunyi, sementara Borthworgiann siap dengan tongkat pertahanannya untuk menghadapi segala ancaman yang mungkin muncul.

Setelah berjalan beberapa meter ke dalam gua, mereka menemukan lorong yang bercabang menjadi tiga arah yang berbeda. Setiap lorong memiliki simbol yang berbeda di pintu masuknya simbol api, air, dan tanah. “Ini adalah ujian pertama,” ucap Corviniann setelah memeriksa simbol-simbol tersebut dengan cermat. “Setiap lorong akan menguji kemampuan kita dalam bidang tertentu. Kita harus memilih lorong yang sesuai dengan kekuatan masing-masing dari kita.”

Mereka memutuskan untuk berpisah sementara untuk menghadapi ujian masing-masing, dengan kesepakatan untuk bertemu kembali di ruang utama gua jika berhasil melewati ujian tersebut. Luminarianna memilih lorong dengan simbol api, Borthworgiann memilih lorong dengan simbol tanah, sedangkan Corviniann dan Patti memilih lorong dengan simbol air.

“Jaga dirimu dengan baik,” ucap Patti kepada teman-temannya dengan suara yang penuh dengan perhatian. “Jangan mengambil risiko yang tidak perlu keselamatan kita lebih penting daripada apa pun.”

Dengan itu, mereka masing-masing memasuki lorong yang mereka pilih. Lorong yang ditempuh Patti dan Corviniann penuh dengan genangan air dan jalan yang licin. Mereka bisa merasakan energi magis yang kuat mengelilingi mereka, dan segera setelah mereka memasuki lorong sejauh beberapa meter, ilusi mulai muncul di sekeliling mereka.

Patti melihat bayangan kampung halamannya yang terkena kontaminasi lagi, dengan orang-orang yang menderita dan memanggil bantuan padanya. Dia merasakan keinginan yang kuat untuk berhenti dan membantu mereka, tapi kemudian dia mengingat tujuan mereka dan tetap fokus pada jalur yang mereka tempuh. Corviniann menggunakan sihir informasinya untuk melihat melalui ilusi tersebut, menunjukkan jalur yang aman dan membantu mereka menghindari jebakan yang tersembunyi di bawah permukaan air.

Setelah beberapa menit yang tampak seperti berjam-jam, mereka akhirnya keluar dari lorong dan mencapai ruang utama gua. Di tengah ruangan tersebut berdiri sebuah struktur magis besar yang terus memancarkan energi gelap dan beracun sumber dari kontaminasi yang telah menyebar ke desa-desa di sekitarnya. Di sekitar struktur tersebut berdiri beberapa sosok berjas hitam yang sedang melakukan ritual untuk memperkuat kekuatan struktur tersebut.

“Kita harus menghentikan mereka sebelum ritual tersebut selesai,” bisik Corviniann dengan suara yang rendah. Namun sebelum mereka bisa bergerak, sosok-sosok tersebut berbalik dan melihat mereka dengan mata yang menyala dengan cahaya merah gelap.

“Kita sudah menunggu kedatanganmu, anggota Guild SSAWF,” suara pemimpin mereka terdengar seperti deru badai. “Kamu terlalu lambat dalam beberapa saat saja, kekuatan ini akan menyebar ke seluruh wilayah dan kita akan mencapai tujuan kita untuk menguasai dunia dengan kekuatan sihir gelap.”

Pada saat yang sama, Luminarianna dan Borthworgiann juga berhasil keluar dari lorong masing-masing dan bergabung dengan mereka. Mereka segera membentuk formasi pertahanan, siap menghadapi ancaman yang ada di depan mereka.

“Kamu tidak akan berhasil,” ucap Luminarianna dengan suara yang tegas dan penuh dengan keyakinan. “Kita tidak akan membiarkanmu menyebarkan kejahatan dan penderitaan ke seluruh dunia.”

Pertempuran segera pecah. Luminarianna menggunakan sihir apinya untuk melawan serangan dari musuh mereka, sementara Borthworgiann menggunakan kekuatan fisik dan kemampuannya dalam sihir tanah untuk membela kelompok. Corviniann menggunakan sihir ilusi dan informasi untuk membingungkan musuh dan menemukan kelemahan mereka, sementara Patti bekerja di belakang garis depan untuk menyembuhkan teman-temannya yang terluka dan memberikan dukungan energi positif.

Meskipun musuh mereka kuat dan memiliki kekuatan sihir gelap yang mengerikan, kerja sama yang luar biasa antara tim Patti membuat mereka mampu menahan serangan tersebut. Namun mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa mengalahkan musuh tersebut dan menghentikan struktur magis secara bersamaan mereka membutuhkan rencana yang lebih cerdas.

“Saya akan menarik perhatian mereka,” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan tekad. “Kalian gunakan kesempatan itu untuk menghancurkan struktur magis tersebut. Itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan kontaminasi ini secara permanen.”

Tanpa menunggu tanggapan, Borthworgiann melesat ke arah musuh-musuh tersebut dengan serangan yang kuat, menarik perhatian semua orang padanya. Sambil bertempur dengan gigih, dia berteriak agar teman-temannya segera bertindak.

Luminarianna, Corviniann, dan Patti segera berlari menuju struktur magis besar di tengah ruangan. Mereka melihat bahwa struktur tersebut memiliki tiga titik energi utama yang harus dihancurkan secara bersamaan untuk membuatnya runtuh. “Kita harus melakukan ini secara bersamaan,” ucap Corviniann dengan suara yang jelas. “Satu, dua, TIGA!”

Pada saat yang sama, mereka masing-masing menyerang titik energi yang berbeda dengan kekuatan maksimal mereka. Luminarianna melepaskan serangan api yang kuat, Corviniann menggunakan sihir informasi untuk mengganggu aliran energi, dan Patti menggunakan kombinasi sihir penyembuhan dan konstruksi untuk memecah struktur tersebut dari dalam.

Dengan suara ledakan yang mengguncang seluruh gua, struktur magis tersebut runtuh menjadi serpihan-serpihan kecil. Energi gelap yang keluar darinya segera hilang, digantikan oleh energi positif yang menyebar ke seluruh ruangan. Musuh-musuh mereka yang merasa kekuatan mereka hilang mulai mundur, dan akhirnya menghilang ke dalam lorong-lorong tersembunyi di dalam gua.

Borthworgiann yang telah berhasil mengalahkan sebagian besar musuh tersebut bergabung dengan mereka, sedikit terluka namun masih kuat. “Kita berhasil,” katanya dengan senyum lebar meskipun wajahnya penuh dengan lelah.

Mereka segera bekerja untuk membersihkan sisa-sisa energi gelap dari dalam gua dan menutup sumber kontaminasi secara permanen. Patti menggunakan Bunga Pembebas Jiwa untuk membuat ramuan khusus yang bisa membersihkan zat beracun dari dalam tanah dan air, sementara teman-temannya membantu menyebarkan ramuan tersebut ke seluruh area yang terkena dampak.

Setelah beberapa jam bekerja tanpa istirahat, mereka akhirnya berhasil membersihkan semua kontaminasi dan menutup semua jalur yang bisa menyebabkan masalah kembali di masa depan. Mereka merasa lega mengetahui bahwa mereka telah berhasil menghentikan bahaya yang mengancam banyak nyawa dan membawa kembali harapan bagi desa-desa di daerah tersebut.

Dengan hati yang penuh dengan rasa pencapaian dan kelelahan yang luar biasa, mereka mulai perjalanan pulang dari Gua Bayangan. Mereka tahu bahwa mereka telah menghadapi tantangan terbesar dalam hidup mereka dan berhasil mengatasinya berkat kerja sama dan persahabatan yang kuat di antara mereka.

Mereka juga tahu bahwa ini mungkin bukan akhir dari masalah mereka ada kemungkinan bahwa ada orang lain yang masih ingin menggunakan kekuatan sihir gelap untuk tujuan jahat. Tapi dengan pengalaman yang mereka miliki dan kekuatan yang mereka punya satu sama lain, mereka merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang di masa depan.

Karena mereka telah belajar bahwa sejatinya, kebaikan akan selalu menang atas kejahatan, dan bahwa tidak ada bahaya yang tidak bisa diatasi jika kita memiliki keberanian untuk menghadapinya dan teman-teman yang siap untuk berdiri di sisinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!