“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banjir
Pagi hari, cuaca terasa dingin. Di luar hujan deras, bahkan ada beberapa warga yang rumahnya terendam banjir. Sejak pagi, kaisar Tiantian sudah pergi untuk melihatnya. Meskipun enggan meninggalkan Xiufei, tapi dia harus tetap profesional.
“Wewey….” Panggil Xiufei, dia duduk di atas ranjangnya, tubuhnya tertutup selimut tebal.
“Yang mulia….” Balas Wewey.
“Apa kaisar belum kembali?” Tanya Xiufei penasaran.
“Belum yang mulia, banjir di beberapa desa membuat bencana yang tak terduga. Yang mulia kaisar harus membereskan hal tersebut….” Jelas Wewey.
“Bantu aku bersiap.” Ucap Xiufei akhirnya.
“Tapi yang mulia….”
Xiufei menatap datar pada Wewey, wanita itu tak bisa berkutik sama sekali. Dia segera membantu Xiufei untuk bersiap-siap, tak lupa Xiufei juga memakai mantel tebal dengan bulu halus di lehernya.
Mereka segera keluar, Xiufei naik ke atas kereta kuda dengan di bantu oleh Xi’an Fu dan Wewey yang memegang payung.
Kepergian Xiufei membuat mereka kasihan, wajahnya masih pucat tapi dia tetap turun tangan untuk mendampingi Kaisar. Kaisar memang tidak salah pilih istri, Xiufei sangat sempurna dan luar biasa.
“Deras sekali.” Gumam Xiufei, di dalam kereta ada Wewey dan Xi’an Fu. Sedangkan kusir dan pengawal yang berjalan di luar memakai pakaian Zirah.
“Musim hujan seperti ini bisa sampai berbulan-bulan yang mulia.” Ucap Xi’an Fu, Xiufei menaikkan sebelah alisnya.
“Berbulan-bulan? Di kerajaan ku hanya 1 bulan saja. Benarkan Wewey….” Ucap Xiufei, Wewey mengangguk.
“Mungkin karena disini dekat dengan laut.” Senyum Xi’an Fu, Xiufei menghela nafas panjang.
“Nampaknya aku harus membuat jas hujan, tapi bagaimana dengan bahannya?” Gumam Xiufei, dia mencoba memikirkannya dan terus memikirkan nya. Sampai akhirnya, mereka sampai di desa yang terkena banjir.
Xiufei segera keluar, Wewey mulai mengambil payung dan membantunya agar tidak basah.
“Di mana kaisar?” Tanya Xiufei.
“Salam yang mulia permaisuri, kaisar berada di hilir.” Jelas salah satu pengawal dengan menundukkan kepalanya, mereka terkejut melihat keberadaan Xiufei. Disaat hujan seperti ini, bukankah lebih enak berbaring di atas ranjang dengan meminum teh hangat dan memakan cemilan?
“Apakah kalian sudah membuat saluran air menuju ke sungai?” Tanya Xiufei yang sedikit berteriak karena derasnya curah hujan.
“Tidak ada sungai disini, yang mulia. Mereka biasanya mendapatkan sumber air dari sumur…” Jelas salah satu pengawal.
“Pantas saja! Cepat buat saluran aing di setiap depan rumah, buat satu jalur ke arah laut. Sekarang masih bisa di lakukan sebelum air nya semakin naik.” Ucap Xiufei, dia mengambil kapak dan mulai melakukannya, mereka terkejut bahkan Wewey pun sampai memekik karena Xiufei hujan hujanan.
“Yang mulia biar kami saja.” Ucap pengawal yang panik.
“Cepatlah, lebih cepat lebih baik.” Kesal Xiufei, mereka segera melakukan hal yang sama seperti Xiufei. Bahkan, Wewey juga ikut-ikutan.
Mereka terus membuat saluran air menuju ke arah sungai, pakaian mereka sudah basah, bahkan Xiufei juga terlihat kotor oleh tanah tapi dia tidak peduli. Mereka melakukannya dengan cepat, butuh waktu seharian jika ingin selesai semuanya, tapi Xiufei memiliki cara yang jauh lebih mudah.
“Untung di dunia ini belum ada sampah seperti plastik, jadi banjir nya belum terlalu besar.” Gumam Xiufei, dia melihat hasil saluran airnya yang begitu panjang dan tidak terlalu dalam, hanya lewat dari mata kakinya saja.
Namun, air tersebut langsung mengalir ke satu titik hingga tidak ada lagi air yang menggenang yang menyebabkan banjir di sana.
Para warga yang masih belum mengungsi melihat keberadaan Xiufei langsung menghampirinya, mereka menundukkan tubuhnya penuh hormat. Bahkan, beberapa dari mereka juga membawakan teh hangat dan selimut untuknya.
“Terimakasih banyak.” Ucap Xiufei setelah meminum tehnya, yang lainnya juga minum.
“Yang mulia, Anda tidak perlu repot-repot untuk turun ke desa. Lihatlah tubuh Anda yang indah ini…” Lirih mereka, Xiufei hanya tersenyum.
“Tidak masalah.” Balas Xiufei, dia meminum tehnya dengan santai, sebelah tangannya mengelus perutnya yang terasa hangat.
“Xiufei!”
Mereka semua menoleh, Xiufei melihat keberadaan kaisar yang datang dengan penampilan yang tak jauh berbeda dengan dirinya, kaisar segera menghampirinya dan melihat kondisi tubuhnya, wajahnya nampak marah.
“Kenapa kau datang kemari hah? Cepat ambilkan selimut! Apa kalian tidak bisa mencegah kepergian permaisuri?!” Marah kaisar, para pengawal langsung bersujud untuk meminta ampun.
“Tiantian, jangan berisik. Kau membuat mereka takut, aku tidak apa-apa dan lihatlah. Banjir di desa ini sudah teratasi, sebaiknya kau umumkan pada para pengawal untuk segera melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan disini, sebelum semuanya terlambat.” Jelas Xiufei, kaisar hendak marah tapi hasil kerja Xiufei nampak bagus hasilnya.
Dia mengangguk dan segera menyebarkan para pengawal untuk memberitahukan pada pengawal yang ada di desa lain.
“Ayo pulang.” Ajak Kaisar, Xiufei mengangguk.
“Yang mulia…” Wewey maju dan memakaikan selimut pada Xiufei.
Mereka mulai naik kedalam kereta kuda, mereka tidak ganti pakaian karena orang-orang disana sudah pergi mengungsi. Karena itulah Xiufei hanya memakai selimut, kaisar juga sama.
“Lain kali, jangan melakukan hal yang membuatmu lelah, Xiufei.” Ucap Kaisar, dia menggenggam tangan Xiufei erat dan menciumnya pelan. Terasa dingin sekali, bahkan wajah Xiufei juga nampak membiru.
“Aku akan masuk kedalam ruanganku dan mengambil buah dewa, setelah itu kau bagikan pada para pengawal ya. Cuaca yang dingin takut membuat tubuh mereka mati rasa dan itu bisa menyebabkan kematian. Tak perlu banyak, 1 buah cukup 10 orang.” Ucap Xiufei, kaisar diam.
Dia menatap Xiufei dalam, dia memeluknya pelan.
“Terimakasih Xiufei, aku memang tidak salah untuk menikahimu.” Lirih kaisar, Xiufei membalas pelukannya dan mengangguk.
“Tunggu sebentar, tolong hentikan kereta kuda agar tidak terlalu jauh dengan mereka.”
Xiufei segera menghilang, dia berada di ruang rahasianya, tanpa banyak bicara dia segera mengambil satu keranjang buah, lalu menambah keranjang lainnya.
Sebelum akhirnya dia kembali, dia menyerahkan buah tersebut pada suaminya yang menerimanya dengan senang.
“Kalau begitu, aku keluar dulu sebentar.” Ucap Kaisar Tiantian, dia mengecup Xiufei dan keluar dari dalam kereta.
Xiufei menyandarkan kepalanya di dinding kereta kuda, bunyi hujan yang menimpa atap kereta sangat menenangkannya.
“Yang mulia, ini teh dan cemilan. Silahkan di makan….” Ucap Wewey yang masuk, Xiufei membuka matanya dan tersenyum.
“Terimakasih Wewey, makanlah ini. Bagi dua dengan Xi’an Fu.” Ucap Xiufei yang memberikan 1 buah dewa pada Wewey yang nampak mengangguk, dia masih belum tahu itu buah apa.
“Tuan Xi’an Fu, permaisuri memberi kita ini.” Ucap Wewey yang menyerahkan pada Xi’an Fu, mata Xi’an Fu melotot.
“Ini, ini buah dewa?” Kagetnya, Wewey terdiam bingung, hingga akhirnya dia juga shock. Xiufei sudah sering memakannya, bahkan menjadi cemilan untuknya.
Tapi, ternyata itu buah dewa. Xiufei benar-benar!!!
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa