NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuhmu lebih jujur dari mulutmu

Zean masih merasa takjub, bahkan hanya dengan setetes darah bisa membangkitkan kekuatan jiwa spiritual. Menurutnya, kekuatan dasyat itu sangat berbahaya sekaligus mengancam nyawa pemiliknya. Bagai pisau bermata dua, sama-sama memiliki kegunaan namun perlu kehati-hatian agar tak melukai pemiliknya. Zean semakin yakin, tujuan Igris mengumpulkan kembali kristal jiwanya untuk memurnikan kekuatan dewi yang super kuat, hanya untuk satu tujuan besar yang tak ia ketahui. Tapi dia tak perduli, selagi bisa bersama igris, apapun rintangan dan tujuan akhirnya akan terasa nyaman.

Tak lama Ana pun keluar dari ruang kecil itu melatih kekuatan yang baru dia dapatkan. Untuk menghilangkan rasa canggung karena tinggal berduaan, Igris mengalihkan perhatian dengan membaca buku yang selalu di bawanya kemanapun. Itu adalah buku yang di pelajari raja Hermes saat pertama kali menerobos alam spiritual. Buku tentang pengendalian kekuatan dewa di alam manusia. Lembaran buku itu berbalik seirama dengan kecepatan tak kasat mata. Zean sampai tak dapat mengikuti kecepatannya saat membalik halaman buku tersebut.

"sebenarnya kau baca atau hanya membolak-balik sih?" celetuk Zean geram.

"aku membaca dan juga memahami nya," ucap igris cuek tanpa melihat ke arah pangeran tersebut.

Tak sengaja Igris membuka halaman buku yang terakhir. Disana tergambar dua orang saling berhadapan dan menyatukan telapak tangan. Tampak dari gambar itu terpadat pola-pola aneh lambang roh hewan suci dan segel kekuatan dewa yang baru dia lihat.

"Kultivasi ganda? Jenis Kultivasi tingkat tinggi yang dapat menyerap keseluruhan kekuatan spiritual. apa ini?" batin igris penasaran.

Di penjelasan gambar tersebut, bahwa Kultivasi ganda dapat meningkatkan kemampuan spiritual tingkat tinggi. Pengguna dapat menyalurkan masing-masing kekuatan mistis. Si penerima dan penyalur sama-sama mendapatkan kekuatan dari lawan jenisnya. Namun hanya jika penerima dan penyalur memiliki tingkat Kultivasi yang sama, barulah pertukaran itu bisa sukses. Kultivasi ganda hanya bisa di lakukan dengan lawan jenis atau pasangan yang cocok secara garis darah maupun kekuatan spiritual.

"Apa itu artinya jika aku melakukan ini, aku akan memiliki kemamapun yang sama, dan pasanganku juga akan memiliki kekuatan seperti ku?" gumam igris seraya melirik tubuh Zean dari atas ke bawah.

"Apa yang kau gumamkan dewiku?" ejek Zean sambil merayunya.

Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Zean langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Igris, lalu dia membelai rambut perak Igrisia. Tentu saja dewi itu sedikit risih, karena kenakalan itu tak cukup hanya dengan sentuhan biasa. Zean mengingatkan kembali kejadian semalam.

"Apa tuan putri ingin melanjutkan desahan semalam?" bisik Zean dengan tarikan nafas yang mampu menyentuh jiwa sang dewi.

"Cukup rayuanmu," Igris menepis tangan Zean dan bergeser.

"Sebagai pasangan kontrak mu bukankah aku berhak mendapatkan imbalan berupa kontak fisik?"

"jangan konyol Zean. Fokuslah dengan tujuan kita saat ini,"

"lalu untuk apa jadi pasangan kalau tidak bisa menikmati kemesraan?"

"aku tidak ingin berdebat denganmu,"

Saaapp. Tiba-tiba Zean menekan tubuh Igris dengan dada bidangnya itu. Dada tegap dan berotot itu menindih bagian tengah perut Igrisia dengan posisi setengah duduk. Di gigitnya ujung buku yang di pegang igris, lalu membuangnya kesamping. Kedua kalinya dia menindih tubuh dewi cantik itu, namun dewi alam itu masih tak bisa berontak. Seolah pasrah, Ingris hanya membeku. Keduanya beradu pandang. Sekelibat terlintas sorot mata panas penuh hasrat.

"Apa yang akan kau lakukan?" igris membuang pandangan.

"tentu saja balas dendam kejadian semalam."

"jangan bodoh, ini di dalam kereta. Kita sedang menuju kerajaan Ornebic. Jangan mengacau!" bisik igris takut ada yang mendengar.

Ssssttt .... bisik Zean sambil menekan jari telunjuknya ke bibir pink kemerahan di hadapannya itu.

Zean yang tersulut api dendam tak perduli dengan kata-kata barusan. Dia perlahan mendekatkan wajah tampannya ke wajah igris. Hidung keduanya bertemu, dan mereka seolah bertukar nafas di udara yang sama. Tarikan nafas sang harimau putih itu membuat jantung igris berdebar kencang.

Mata kosong penuh birahi semakin tajam menatap. Sang dewi menjadi semakin gugup. Pikirannya teringat sewaktu kepala Zean berada tepat di tengah-tengah pahanya kemarin. Igris membuang pandangan.

"Dewiku ... aku sungguh menyukai mu. Saat pertama kali melihatmu aku sudah jatuh cinta." bisik Zean dengan nada mendesah dan menggoda.

Igris berusaha bangkit, namun secepat kilat Zean memutar punggung Igris membelakangi dirinya. Di belainya perlahan punggung kecil di hadapannya itu. Ia mengecup lembut pundak sang dewi membuat wajah igris memancarkan semburat merah. Rasa geli dari kecupan gitu membuat Igris bergidik. Leher jenjangnya menggertarkan irama tak tahan. Hasratnya mulai timbul, tapi dia malu ingin melanjutkan bahasa tubuhnya. Dia memberanikan diri berbisik pelan.

"jangan ... jangan disini!"

"aku sudah menunggu selama berhari-hari, apa kau akan membiarkan pasanganmu ini kehausan, tuan putriku?"

Tubuh Igrisia kembali di balik oleh pemuda itu, Zean menggendongnya, mendorong tubuh seksi bergaun siluet itu ke dinding kereta. Mencari tempat yang lebih leluasa. Tubuhnya kembali di tekan dada tegap Zean.

Igris meronta dalam hati ingin lepas, tapi tubuhnya malah berkata lain. Seakan menantikan kelanjutan dari dendam Zain kemarin. Igris mengangkat sebelah kakinya dan mejepit paha pria itu. Jarak antara bibir keduanya hanya setengah jari, pandangan mata mereka sama-sama menunjukan penantian yang terpendam. Bibir basah Zean membuat Igris semakin tak tahan. Rasanya ingin cepat-cepat ke tahap yang lebih ekstrem.

Seketika hawa sekeliling menjadi panas oleh gairah. Zean mengecup bibir mungil di depannya itu dengan penuh nafsu, meninggalkan jejak di sana seolah bagian bibir hingga ke dada itu menjadi wilayah kekuasaan nya. Igris tak melawan, matanya tertutup dan hanya termenung. Sang pangeran harimau merasa pedih dengan tatapan kosong itu.

"Apa kau tak menyukailku, dewi?" Tanya Zean seraya melepas ciuman panjangnya. Wajahnya sedikit kecewa, karena igris hanya diam melamun. Tatapan sedihnya membuat Igris terenyuh. Sebenarnya saat berciuman tadi, Igris merasakan sesuatu yang mengganjal di hati Zean. Namun tak di ketahui apa isi hati Zean yang sebenarnya. Igris tak menjawab tak pula menunjukan respon lain. Dia hanya tersenyum tipis.

Pangeran muda berambut hitam itu kembali melayangkan ciuman nya. Tak sadar dia membalas ciuman itu dan mendekap kepala Zean dengan hangat di wajahnya.

"tubuhmu lebih jujur dari pada hatimu tuan putri. apa kau ingin lebih dari in"

Igris tak menghiraukan ucapan sang pangeran, dia terus meremas rambut hitam Zean sambil menciumnya. Mata keemasan milik pemuda itu membuat Igris luluh, samar-samar terasa ikatan batin yang dalam antara keduanya. Ciuman ganas itu terus berlanjut hingga ke tahap brutal. Telapak tangan Zean memeluk kencang pinggang ramping Igris. Sementara tangan lainnya meremas bokong bulat menonjol yang telah di idamkan harimau itu.

Perjalanan menuju kerajaan Ornebic sepertinya akan menempuh jalur yang sangat panjang. Kereta kuda masih melesat di atas tanah. Tak sengaja ban kereta kuda menabrak sebuah batu kecil hingga menyebabkan kereta bergoyang. Zean dan Igris yang berdiri di dinding kereta, terjatuh ke lantai. Keduanya terkekeh kecil saat saling menindih, namun keduanya tak mengakhiri acuan itu.

Dalam posisi berbaring telentang, justru harimau itu semakin leluasa untuk menjelajahi seluruh tubuh igris.

Kecupan Zean terus menjalar hingga ke leher putih jenjang milik Ingris. Takut suaranya terdengar, Igris menahan desahan manjanya dengan menggigit bibir bawahnya hingga matanya berair dan pipinya memerah. Kecupan demi kecupan itu berlabuh di lehernya hingga ke area sensitif di belakang telinga. Zean kembali melahap panas bibir dewi cantik itu. Keduanya hanyut dalam kemesraan singkat.

Tanpa basa-basi Zean menggapai gundukan kenyal yang menonjol di sana. Kedua gunung kecil itu sama tinggi dan bulat. Zean hendak melahap bulatan kecil di sana.

"Cukup Zean, jangan di lanjutkan!" pinta igris pelan.

"Sebentar saja tuan putri,"

"jangan ... "

"Apa tuan putri sudah tak sanggup menahannya lagi?"

"bukan itu,"

"jangan-jangan lebih basah dari kemarin?" goda Zean.

Ciuman panjang itu terus mendarat di leher Igris hingga meninggalkan bekas yang nyata. Tangan harimau itu tak henti memainkan irama tarian di atas gunung salju yang putih itu. Zean membenamkan kepala nya di celah apitan gunung di sana. Perlahan ia meraba dada putih itu.

"Tuan putri... bolehkah?"

Suara serak dan berat itu terdengar tak mampu lagi menahan gejolak batinnya. Setiap kali melangkah jauh, Zean tak lupa mengucapkan kata-kata itu. Walaupun hasratnya telah sampai ke puncak, ia selalu meminta persetujuan wanita yang di cintainya itu.

Igris memalingkan wajahnya yang tersipu malu, dia tak ingin menjawab. Tapi aroma tubuhnya kian membuat Zean terbakar birahi. Harimau putih itu dengan lembut menciumi kedua gundukan mungil di sana. Igris masih menggigit bibir bawahnya menahan suara desahan. Namun Zean tampaknya tak puas dengan suara yang tertahan itu. Dia mencoba menarik paksa gaun terbuka dada milik Ingris. Bibir merah itu berlabuh di permukaan kulitnya, sementara lidah nakal itu berusaha menyapu area bintik kehitaman di sana.

"Nona.. ada pasukan semut yang menghadang kereta kita,"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!