NovelToon NovelToon
Ya Mungkin Besok

Ya Mungkin Besok

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Slice of Life
Popularitas:283
Nilai: 5
Nama Author: Budiarto Consultant

Raka adalah pria yang selalu menunda banyak hal dalam hidupnya pekerjaan, keputusan, bahkan perasaannya sendiri.

Bagi Raka, semua selalu bisa dilakukan nanti. Selalu ada waktu. Selalu ada alasan untuk berkata, “ya mungkin besok.”

Namun semuanya berubah ketika Lala, seorang perempuan yang sederhana, jujur, dan penuh keberanian, masuk ke dalam hidupnya. Lala bukan hanya membuat Raka tertawa, tapi juga perlahan memaksanya menghadapi hal yang selama ini ia hindari: keputusan tentang cinta dan masa depan.

Ketika masa lalu Raka kembali muncul dan keraguan mulai menguji hubungan mereka, Raka harus memilih—tetap menjadi orang yang selalu menunda, atau akhirnya berani mengatakan “hari ini.”

Sebuah kisah komedi romantis hangat tentang cinta, keraguan, dan keberanian untuk tidak lagi menunggu besok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budiarto Consultant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama Kalinya Raka Tidak Menunda

Pagi itu udara kota terasa lebih dingin dari biasanya. Matahari baru naik di balik gedung-gedung tinggi, dan jalanan masih belum terlalu ramai.

Di sebuah apartemen kecil yang berantakan, Raka duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap ponselnya.

Sudah hampir lima menit ia membaca satu pesan yang sama.

Pesan dari Nina.

Nina:

“Kadang ada hal yang tidak boleh ditunda terlalu lama.”

Raka menghela napas panjang.

Biasanya ia akan mengabaikan pesan seperti itu. Menyimpannya, memikirkannya nanti, dan tentu saja… menundanya sampai besok.

Tapi kali ini terasa berbeda.

Ia berdiri, berjalan ke jendela, dan menatap jalanan di bawah.

“Apa aku benar-benar harus melakukan sesuatu sekarang?” gumamnya.

Ponselnya masih di tangannya.

Ia membuka chat Nina.

Mulai mengetik.

"Aku mau bicara sesuatu."

Ia berhenti.

Menghapus.

Mengetik lagi.

"Kita ketemu nanti?"

Hapus lagi.

Raka menatap layar itu dengan frustrasi.

“Aku benar-benar buruk dalam hal ini.”

Akhirnya ia mengirim pesan yang paling jujur yang bisa ia pikirkan.

Raka:

“Aku tidak mau menunda lagi.”

Ia langsung menaruh ponselnya di meja seperti seseorang yang baru saja menekan tombol bom.

Beberapa detik kemudian…

Ponselnya bergetar.

Balasan dari Nina.

Nina:

“Tidak menunda apa?”

Raka menatap pesan itu.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Ia mengetik lagi.

Raka:

“Aku mau bicara sesuatu yang penting.”

Beberapa detik berlalu.

Balasan datang lagi.

Nina:

“Oke. Nanti sore di kafe.”

Raka menatap pesan itu.

Kemudian tersenyum kecil.

“Ya mungkin ini pertama kalinya aku tidak menunda.”

Sementara itu, di kantor Nina.

Nina sedang duduk di mejanya ketika Arman datang membawa dua gelas kopi.

“Aku ingat kamu suka latte,” kata Arman sambil meletakkannya di meja.

Nina menatap kopi itu.

“Terima kasih.”

Arman duduk di kursi seberangnya.

“Aku ingin menebus kesalahanku.”

Nina menghela napas pelan.

“Arman…”

“Aku serius.”

Ia melanjutkan,

“Aku bahkan sedang mempertimbangkan pindah kerja ke kota ini lagi.”

Nina sedikit terkejut.

“Kamu akan meninggalkan pekerjaanmu di Singapura?”

“Kalau itu membuat kita bisa mulai lagi… iya.”

Nina terdiam.

Arman menatapnya dengan penuh harapan.

Namun di dalam pikiran Nina, lagi-lagi muncul wajah yang berbeda.

Raka.

Dengan senyum santainya.

Dengan kebiasaan menunda yang aneh.

Dan dengan cara yang entah kenapa selalu membuat hidup terasa lebih ringan.

Nina menatap Arman.

“Aku butuh waktu.”

Arman mengangguk.

“Aku akan menunggu.”

Sore hari.

Kafe Kopi dan Tawa seperti biasa dipenuhi aroma kopi dan suara percakapan ringan.

Raka sudah datang lebih dulu.

Ia duduk gelisah di kursinya.

Untuk pertama kalinya, ia terlihat seperti seseorang yang benar-benar gugup.

Barista datang menghampiri.

“Kamu terlihat seperti orang yang akan melamar kerja.”

Raka menggeleng.

“Lebih menakutkan.”

Barista tertawa.

“Melamar pacar?”

Raka tidak menjawab.

Barista mengangkat alis.

“Oh… jadi benar.”

Raka menutup wajahnya dengan tangan.

“Kenapa semua orang bisa menebak itu?”

Barista hanya tersenyum.

“Karena kamu menunggu dengan tiga kopi.”

Beberapa menit kemudian pintu kafe terbuka.

Nina masuk.

Ia langsung melihat Raka di meja mereka.

Dan sesuatu di wajahnya berubah.

“Maaf aku terlambat,” kata Nina sambil duduk.

Raka menggeleng cepat.

“Tidak apa.”

Nina memperhatikan ekspresi Raka.

“Kamu terlihat tegang.”

Raka mengangguk.

“Aku memang tegang.”

Nina tersenyum kecil.

“Ini pertama kalinya aku melihat kamu seperti ini.”

Raka menarik napas panjang.

“Nina.”

“Iya?”

“Aku mau bilang sesuatu.”

Nina menatapnya dengan serius.

Suasana di meja itu tiba-tiba terasa sangat sunyi, meskipun kafe sebenarnya ramai.

Raka mencoba mengumpulkan keberanian.

“Aku tahu aku orang yang suka menunda.”

Nina mengangguk.

“Itu fakta.”

Raka melanjutkan,

“Aku menunda banyak hal dalam hidup.”

Ia menatap Nina langsung di mata.

“Tapi… ada satu hal yang aku tidak ingin tunda lagi.”

Nina tidak berkata apa-apa.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Raka membuka mulut.

Ia hampir mengatakannya.

Hampir.

Tiba-tiba pintu kafe terbuka lagi.

Dan seseorang masuk.

Raka dan Nina menoleh bersamaan.

Arman.

Ia berdiri di pintu dengan ekspresi terkejut melihat mereka berdua.

“Oh… kalian di sini.”

Raka menutup matanya sebentar.

“Serius?”

Nina terlihat sama terkejutnya.

Arman berjalan mendekat.

“Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat.”

Raka menghela napas.

“Ya mungkin begitu.”

Arman melihat mereka berdua bergantian.

Lalu berkata pelan,

“Aku hanya ingin mengajak Nina makan malam.”

Suasana meja itu langsung berubah.

Nina terlihat bingung.

Raka menatap kopinya.

Kesempatan yang hampir ia ambil barusan…

Tiba-tiba terasa seperti kembali menjauh.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya…

Raka benar-benar tidak tahu harus menunda atau bertindak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!