NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cph 25

"Temen kita lagi lacak pemilik akun nya om," ujar Julian.

"Ini pasti karena kalian yang mendekati putri saya, makanya putri saya mendapatkan masalah."

Ketiga pemuda itu mendengus tidak suka. "Kita gak deketin pun, Ara bakal tetap dapat masalah om. Siapa sih yang gak iri sama kehidupan Ara?" kaya Marco.

"Udah cantik, pintar, imut, punya ortu angkat yang sayang sama dia. Siapa yang gak iri coba?" celetuk Julian menimpali.

"Dan sekarang punya pacar ganteng kaya kami, apa gak tambah iri." imbuh Arsen dengan senyum miring nya. Pramudita berdecak, namun tidak menolak fakta itu.

Arsen berdecak merasakan handphone nya bergetar sejak tadi. Dengan malas ia membuka, ternyata notif dari Instagram. Melihat foto profil yang menyepam diri nya, Arsen membuka itu. Alisnya mengernyit heran ternyata orang itu spam rekaman. Lalu memutar nya satu-persatu.

"Kayaknya emang harus gue jebak, ini jalan terakhir. Kalau masih gagal, maka bakal gue bunuh langsung lo Elara!"

"Itu apa?" tanya Pramudita.

"Pelaku nya mau rencanain rencana baru." ujar Arsen.

"Siapa?" tanya Marco dingin.

Arsen mengetik pesan balasan namun tidak ada balasan dari orang yang mengirimkan DM tersebut.

"Ini Mora bukan sih?" ujar Julian. Dia sedikit mengingat wajah anak cupu itu. "Dia yang ngirimin?" ucap nya lagi yang di angguki Arsen.

Akun dengan username @dam0raae itu membalas pesan Arsen.

Sora kak, aku bersumpah! Itu adalah Sora orang yang pernah nyolong parfum Ara.

"Om yang hukum pelakunya atau kita aja?"

Pramudita terlihat menimbang-nimbang. "Hm, lakukan apapun yang kalian inginkan tapi jangan meninggalkan jejak apapun!"

Ketiga pemuda itu tersenyum sumringah membuat Pramudita bergidik ngeri. Kenapa pula putri nya harus berurusan dengan iblis cilik seperti mereka ini?

"Kita pamit om,"

"Ya, ya!" Pramudita mengibaskan tangannya mengusir Arsen, Marco dan Julian dari ruangan nya.

***

"Gimana udah ketemu?" Arsen duduk di sofa kamar anak kembar itu—Darius dan Darian.

Mereka baru sampai setelah 40 menit Perjalanan dari kantor Pramudita.

"Udah, lihat apa yang gue temukan."

Darius memperlihatkan layar komputernya kepada para sahabatnya dengan senyum miring. Di sana terpampang jelas lokasi lacakan yang mereka cari.

"Rumah siapa tuh?" tanya Julian.

"Kita datengin langsung aja!" desak Darian.

"Tunggu dulu, gue ada sesuatu buat kalian." Arsen kembali menunjukkan rekaman yang dia dapatkan. Gurat emosi sangat terlihat jelas di wajah dua kembar.

"Jadi rencananya apa?"

"Kita jebak dia lalu sebar video nya ke forum sekolah, bagaimana?" usul Arsen tersenyum miring.

"Bagus juga ide lo, btw dapet dari mana rekaman itu?" tanya Darian.

Arsen menyalakan rokoknya. "Dari si cupu." jawab nya.

"Kapan mulai?" tanya Marco dengan tidak sabar.

"Malam ini, di bar seperti biasa." putus Arsen.

***

Mora yang tiba-tiba di datangi oleh Marco ke rumah mendadak panik. Apalagi saat dia di seret paksa ikut ke sebuah bar yang isinya full musik dugem, alkohol dan orang mabuk.

"A-aku di sini ngapain?" cicil Mora.

"Lo harus jadi kameramen!"

Mora meneguk ludah nya kasar. Kameramen apa? Apakah dirinya di suruh merekam sesuatu? Jangan-jangan mereka berlima ingin menyiksa Sora di sini. Mendadak Mora merasa merinding dan mual. Merasa menyesal sudah mengirimkan rekaman itu kepada Arsen, seharusnya dia mengirimkan itu kepada Ara atau Nadia saja.

"Pegang, kalo kualitas nya buruk lo abis!"

Mora menerima kamera dari tangan Julian. Dia tidak berani menjawab ucapan datar itu.

"Lo sembunyi dulu!"

Kepala Mora di dorong begitu saja oleh Darius ke bawah meja. Untung badannya terbilang kecil namun tidak sekecil Ara jadi tidak masalah harus meringkuk di bawah meja.

"Kalian kenapa ajak aku ke sini?"

"Mau ajak lo main. Ara mah cemen gak mau di ajak ke tempat begini."

Sora. Ya, orang yang datang adalah Sora.

Mendengar ucapan Darian bibir Sora berkedut menahan senyum. "Em, main apa ya kak?"

Diam-diam kelima lelaki itu mengumpat dalam hati, sok polos sekali perempuan ini, pikir mereka. Sedangkan Mora diam di bawah meja mengotak-atik kamera tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikan nya sejak tadi sambil tersenyum miring.

Hampir setengah jam mereka mengajak Sora untuk bicara sekaligus minum akhirnya Sora tumbang. Arsen memanggil pelayan laki-laki menyuruh untuk menggendong Sora ke salah satu kamar.

Mora yang di bawah meja hampir tertidur itu di tendang oleh Marco.

Duk

Karena terlalu kaget ia refleks berdiri. "Cepetan, lo harus rekam dari awal sampai akhir!"

Mora mengangguk ribut. Ia mengusap matanya yang terasa perih. Dia mengantuk!

Berjalan beriringan dengan kelima pria Ara. Mora akhirnya di tinggalkan di depan kamar bernomor 27.

"Harus rekam dengan kualitas bagus!" Mora menyemangati dirinya sendiri sambil melototkan matanya, mencoba untuk menghilangkan rasa kantuknya.

"Dia sangat imut, kira-kira siapa dia? Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya di bar ini?" gumam seseorang yang menatap Mora dari temaramnya lorong.

1
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪...
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!